NovelToon NovelToon
DENDAM Cinta Dua Dunia

DENDAM Cinta Dua Dunia

Status: tamat
Genre:Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Horor / Tamat
Popularitas:41.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

Setelah kekalahan Tujuh tahun yang lalu, dia kembali ke kampung halamannya bersama seorang wanita yang merupakan istrinya.

Walaupun demikian, dia masih saja memikirkan mantan kekasihnya. Menikah tak membuatnya puas, tak membuatnya melupakan masa lalu, masih saja memikirkan gadis yang dulu dicintainya.

Bunga desa yang kini sudah menjadi istri orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Modus

Mana ada wanita yang sudah janda ikut saudara laki-lakinya merantau ke pulau yang jauh.

Bunga masih termenung memikirkan kata-kata Angga sore itu.

"Gimana ya Nduk, ibu tidak mau jauh-jauh dari kamu apalagi Tiara." jawab Ibu mertuanya yang sedang duduk memangku Tiara di pagi hari kemudian.

"Tapi apa yang di katakan Mas Angga ada benarnya Bu, aku tidak mau Tiara menjadi korban." jawab Bunga juga terlihat sedang bingung.

"Ibu juga keberatan. Kamu anak Ibu satu-satunya, kalau kamu pergi lalu kami yang sudah tua ini akan sangat kesepian." ucap Ibu Nur, ibunya Bunga yang juga sedang berkunjung.

"Kalau Bapak ikut keputusan kamu saja, yang terbaik buat kamu dan Tiara. Bapak tidak mau kehilangan lagi seperti Gibran yang meninggal dengan tiba-tiba."

Yanto menatap langit yang jauh, mata tuanya masih sangat bersedih dengan meninggalnya Gibran putra angkatnya yang baik dan sopan, selalu berbakti walaupun bukan anak kandung.

"Ibu juga tidak mau Pak." istrinya ikut bersedih.

Hening kemudian, hingga sosok Angga keluar dari rumah Gibran dengan wajah segar sehabis mandi, berjalan menuju teras rumah ibunya.

"Ngga, sini." Yanto menepuk lantai tempat mereka duduk bersama di pagi itu.

"Ya Pak." jawabnya tersenyum ramah pada kedua orang tua Bunga.

"Katanya, Bunga mau ikut kamu ke Kalimantan." Ayah Bunga memulai pembicaraan.

"Bukan Bunga yang mau ikut Pak, tapi Angga yang mengajak." jawab Angga tegas.

Sungguh jawaban yang berani, persis seperti Gibran yang selalu tegas dan bertanggung jawab.

"Ya, siapapun yang mengajak atau juga yang mau ikut. Tapi rasanya tidak pantas jika hanya ikut pergi dengan status seperti ini. Apalagi Bunga sekarang janda adikmu." Yanto langsung kepada inti pembicaraan para lelaki.

"Tapi tak ada pilihan Pak, kalau hanya pergi dari kampung ini jelas Raka akan mengejar lagi." jawab Angga juga menegaskan apa yang sedang menjadi kekhawatirannya.

"Iya, bapak tahu." jawab Yanto kemudian mengangguk-angguk.

Begitu pula Gutama, ayah Bunga juga mengangguk-angguk. Tapi kemudian keduanya saling memandang.

"Kalau kalian sudah sepakat ingin pergi ke Kalimantan, Bapak setuju." ucap Yanto kemudian.

"Itu yang terbaik Pak." jawab Angga senang.

"Kita akan menikahkan mereka hati Jum'at nanti."

"Apa?" ucap mereka serentak.

Bunga dan Angga sangat terkejut, keduanya saling pandang dengan mulut terbuka.

"Saya setuju." Gutama menyahut dengan suara santai.

"Pak." Bunga ingin protes dengan obrolan yang akhirnya main jodoh-jodohan itu.

"Apalagi Ibu." Istri Yanto tersebut malah berkata dengan senyum lebar sempurna.

Sementara Angga menggaruk-garuk kepalanya yang jelas tidak gatal karena habis keramas.

"Seneng...!" teriak Joko yang tak mungkin mendekat karena ada Bidara di teras rumah tersebut. Jin tampan itu duduk di atap rumah Gibran dengan menekuk wajahnya.

"Bunga permisi dulu Bu." tiba-tiba Bunga menunduk dan kemudian berlalu menuju rumahnya.

"Bunga." panggil ibunya paham betul jika anaknya sedang bersedih.

"Ikut Dek." istri Yanto juga ikut mengejar Bunga bersama ibu Nur.

Terlihat baik-baik saja, tapi setelah sampai di dalam rumahnya ia menumpahkan kesedihan atas kehilangan Gibran.

Bayangan saat bersama suami tercinta tak mungkin dapat di lupa. Dia adalah laki-laki sempurna yang bersedia menerima kekurangan Bunga. Dia yang tahu semua baik dan buruknya Bunga. Dia yang sanggup berkorban apa saja untuk Bunga, bahkan hampir kehilangan nyawa karena dirinya.

"Aku hanya mencintaimu Mas, aku tidak mau membagi cintaku untukmu." ucapnya menangis tergugu menyandar di dinding.

"Bunga." suara ibunya memanggil.

Namun tak peduli, dia hanya ingin menangis saat ini.

"Bunga." pelan ibunya lagi.

Bunga masih terisak, dadanya seperti bergetar menahan kesedihan sendiri.

"Maafkan Ibu." ibu mertuanya juga ikut bicara.

"Aku hanya mencintai Mas Gibran Bu." ucapnya terkekeh pilu.

"Ibu tahu Nak." jawab ibu mertuanya memeluk Bunga.

"Tapi kalau kalian bertahan di sini, lama kelamaan kamu akan melupakan Gibran dan mencintai Raka kembali." jelas ibunya ikut mengusap pundak Bunga.

"Aku juga tidak mau Bu." jawabnya terus terisak.

"Raka tidak kenal penolakan. Dia masih menggilai masa lalu." jawab ibunya lagi.

"Kami hanya memberi jalan yang mungkin kalian akan bisa bahagia. Sebuah pernikahan adalah ikatan untuk melindungi, menjauhkan diri dari hal-hal maksiat. Menenteramkan jiwa dan semuanya berisikan Ibadah."

"Ibu juga tidak memaksa, hanya ingin kamu memikirkannya." kedua ibu yang sudah nenek-nenek itu bergantian menenangkan Bunga.

"Jawabannya tak perlu sekarang." Ibu mertuanya mengusap air mata menantunya tersebut.

Aneh sekali jalan hidup ini. Bunga mendongak langit-langit rumahnya, membayangkan saat-saat bersama Gibran selama delapan tahun, mereka selalu bahagia.

Dan sekarang.

"Masa iya, aku akan menikahi kakak dari suamiku." Bunga menggeleng.

Hingga malam itu, Bunga tetap di rumahnya sendirian. Enggan beranjak dari sofa tempat mereka dulu bermanja-manja.

"Mas Gibran." ucapnya pelan.

"Maaf."

Malah suara Angga yang menyahut, cukup membuat wanita yang melamun itu terkejut.

"Aku ingin kita bicara."

Angga duduk di sofa berhadapan dengan Bunga.

"Bicara saja Mas." jawabnya menunduk, sejak pembicaraan tadi pagi, ia jadi serba salah berhadapan dengan Angga.

"Kamu yakin Gibran meninggal karena di hajar pencuri?" tanya Angga menatap lurus adik iparnya tersebut.

Bunga mendongak sedikit, menatap mata elang Angga yang tak berkedip. "Aku tidak tahu Mas." jawabnya pelan.

"Sebenarnya aku juga tidak melihat, tapi aku merasa yakin itu semua ada hubungannya dengan Raka."

"Apakah maksud Mas Angga, Raka pelakunya?" tanya Bunga menatap serius.

Angga hanya tersenyum tipis. "Yang aku tahu seperti itu. Aku sudah berkelahi dengan Raka, itu sebabnya dia tidak membuka tokonya." jelas Angga lagi.

"Astaghfirullah Mas." Bunga menutup mulutnya sendiri, kembali mata beningnya mengalirkan air mata, bahkan sejak awal dia sudah curiga.

"Gibran tidak mau kamu tetap dekat dengan Raka."

"Aku juga tidak mau Mas. Aku ingin dia juga merasakan apa yang aku rasakan, apa yang Mas Gibran rasakan. Aku ingin dia mati!" Bunga berdiri dengan tatapan penuh amarah, seumur hidup ini kali pertama ia terlihat marah seperti malam itu.

"Mematikan seseorang bukan hak kita. Tapi menjauhinya, menghindarinya, bisa kita lakukan." jawab Angga terlihat tenang, tentu karena dia sudah menghajar Raka.

"Tapi membalas apa yang sudah dia lakukan belum termasuk dosa."

"Hush! Hadis darimana itu?" Angga meminta Bunga kembali duduk.

"Aku benar-benar ingin dia tersiksa Mas. Aku ingin dia menderita seperti aku, seperti Tiara yang kehilangan ayahnya." ucap Bunga meluapkan kekesalan.

"Kalau begitu kamu menikah lagi, dengan begitu dia akan menderita dan tersiksa." jawab Angga meletakkan korek api yang baru saja menjadi mainan di jarinya, meraih air putih yang tersedia di meja tersebut.

"Baiklah, kita menikah."

"Puphhht....!"

"Dasar modus." kesal Joko ketika air dari mulut Angga tak sengaja mengenai wajahnya.

1
Cella
menarik
Cella
berarti joko udah ng ada lagi ya thor?
Dayang Rindu: Iyah kak, musnah dari pandangan mata manusia, tapi Tidak mati dalam dunianya.
total 1 replies
Hana Nisa Nisa
🤣🤣🤣🤣🤣
estycatwoman
nice
estycatwoman
alhamdulillah happy ending wlau masi digantung 😊

Tapi ada bbrp koreksi yg bkin kurang nyaman , typo namanya bkin bingung thor cerita 👉Iyan -Melati kan dh end ,ni kan 👉Bunga-Gibran .
Aq kira ni lanjutan crta anak iyan melati tpi kok bukan 🤣

Smga next tme bisa lbih teliti lagi . 🙏

Ditggu crta horor laenya 😊
Semngt makasih 👍💯❤
estycatwoman: oh gtu tho malah baru tau soalnya jrang bca komenan gk smpet karna kdang bca nvel smbl krja jaga tko biar gk ngantuk klo rda sepi 😅
total 2 replies
Ika Riana
ceritanya bagus banget kak author suka banget sama Alur ceritannya
Biah Kartika
pernah merasakan seperti mba Dewi, sabar ya mba Dewi tapi jangan main dukun juga untuk mendapatkan cinta suaminya 😊
Biah Kartika: Hai juga, alhamdulillah baik
total 2 replies
MasWan
sangat bagus, bnyak pelajaran dan hikmah
Dayang Rindu: terimakasih @ MasWan sudah baca Karya receh ini sampai akhir
total 1 replies
MasWan
kok aku yg nyesek,, saat akhir cerita
Dayang Rindu: Perpisahan memang selalu sedih MasWan. 😁😁😁
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
berarti Arya ganteng maksimal ya kak thor.. 😚
Ai Emy Ningrum: sy ( pura pura ) paham 😂😂😂😂😂
total 13 replies
Ai Emy Ningrum
QS Ar - Rum ayat 21
Ai Emy Ningrum: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 6 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
iissshh.. Adit, daripada minta sama jin mending minta sama doraemon aja, minta kipas otomatis dari kantong ajaibnya, kl jin nanti minta macem2 looh, doraemon paling cuma minta dorayaki doang.. 😁😁😁
Ai Emy Ningrum: waw 😍😍
total 7 replies
Indriyani Pkl
kenapa otak tiara joko melulu dia kan jin, malah g' mikirin angga, adit g' suka dg sifatnya ini beda dg angga dan adit
Ai Emy Ningrum
haduuhh si Tiara ini,mas Joko mlulu yg dipikirin 🙈 ..buruan bantu tuh Kyai,Adit sama bapak nya Angga..😫😩😫😩
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ: siap2 di sentil mas Joko, mental bisa sampe sungai amazon looh 😂😂
total 12 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
yg super super itu cuma ada di film, Adit.. kalau dlm dunia nyata ada nya suparman doang 😸😸😹😹😹
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ: 😙😙😚😚😚
total 27 replies
Ai Emy Ningrum
Adit laper ...meriyang....merindukan makan siang ayah 😙😚😗
Ai Emy Ningrum: 🏇🏻🏇🏻🏇🏻🚵🏻‍♀️🚵🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🏄🏻‍♀️🚣🏻‍♀️🏊🏻‍♀️🏄🏻‍♀️
total 17 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
aaaaa... Joko benar2 berkorban demi Tiara, rela hancur jadi debu 😐😑
Ai Emy Ningrum: sampe segitu nya yah.. 😐 jgn jd debu knp ga jd kupu2 ajah 🥴🥴
total 1 replies
Ai Emy Ningrum
Tenang Dit walo dr segi pengalaman, pngetahuan km hnya seujung kuku nya mas Joko...tp soal kegantengan ,Adit lebih tamvan 😍😍 mas Joko mah kliyatan ganteng pas udh tuwir..Adit dr kecil bhkan dr orok udh ganteng maksimal 🤪
Ai Emy Ningrum: udah kodrat nya terlahir ganteng Adit mah 😁
total 2 replies
Ai Emy Ningrum
yah bgitulah ...kalok ada mau dgn kakak nya..kudu baik2 dgn adik nya..seperti hal nya mas Joko yg memuji muji Adit 😗😙😚
Ai Emy Ningrum: mantaap 😍😍...cewek2 jaman now kan udh bedain mana Supra mana Ninja 🏍️😎😎
total 6 replies
Meci
suka tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!