Hidup Intan seketika berubah saat ia tiba-tiba harus menjadi seorang perawat bagi pria buta yang arogan.
Meskipun ia sudah melakukan cara agar pria itu memecatnya, namun pria itu justru mempertahankannya.
Kedekatan keduanya pun mulai menumbuhkan benih-benih cinta.
Apakah hubungan percintaan mereka akan berjalan mulus??, baca kisahnya di sini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 28
Kenzo kemudian meninggalkan ruangan itu karena mengira Intan begitu bahagia saat bersama dengan Ibra.
Baru kali ini Kenzo merasa dadanya begitu sesak saat melihat Intan begitu bahagia dan bisa tertawa lepas. Namun ia merasa bingung kenapa ia merasa kecewa saat tahu orang yang membuatnya bahagia adalah Ibra.
Ia merasa jika Ibra selalu menjadi penghalangnya saat menyukai seorang wanita. Sebut saja Lisa, saat Kenzo begitu menyukai gadis itu Lisa justru lebih menyukai Ibra daripada dirinya hingga ia memilih pergi ke luar negeri dan meninggalkannya.
Kini ia berpikir jika hal yang sama juga terjadi kepada Intan. Di saat ia mulai menyukai gadis itu ternyata Intan juga lebih merasa nyaman dan bahagia bila bersama Ibra.
"Kenapa aku selalu kalah dengannya, padahal wajahku tidak kalah tampan darinya," ucap Kenzo menatap wajahnya dalam cermin
Pria itu kemudian membereskan baju-bajunya dan bergegas meninggalkan rumah sakit.
Sebelum pergi ia menyempatkan diri mampir ke bangsal perawatan Intan.
Namun ia kembali harus menahan sesak saat melihat Ibra memapah gadis itu dan mengajaknya jalan-jalan mengelilingi rumah sakit.
Kenzo memilih pergi tanpa memberitahu Intan jika ia akan pulang lebih dulu.
Seorang sopir sudah menunggunya dan membawanya pergi menuju Mega Bintang Group.
Setibanya di sana Kenzo langsung menuju ruangannya untuk mengerjakan semua pekerjaannya yang sudah di rencanakan bersama Intan.
Tidak lupa ia melihat agenda kegiatannya di buku agenda milik Intan yang sengaja ia bawa karena Intan tak bisa menemaninya hari ini.
Melihat penampilannya yang berantakan ia kemudian menyuruh sekretarisnya untuk mengambilkan pakaian ganti untuk acara meeting dengan klien.
Seorang wanita datang membawakan satu stel jas lengkap dengan perlengkapannya.
Kenzo segera memakai jas itu dan memadu padankan sepatu, dasi, dengan jas yang ia kenakan.
Saat wanita itu akan merapikan rambutnya Ken langsung menepisnya.
"Sepertinya cukup, biar aku saja yang merapikan rambutku," ucap Kenzo
Lelaki itu memang tak mengizinkan siapapun menyentuh anggota tubuhnya kecuali Intan.
Setelah semuanya selesai Ken langsung memonyongkan bibirnya, membuat wanita itu seketika salah tingkah.
"Maaf, apa yang harus saya lakukan Pak?" tanya wanita itu salah tingkah
Astaga, kenapa aku mengira dia Intan, untung saja ia tidak berpikir macam-macam.
Menyadari kekeliruannya ia segera menyuruh wanita itu untuk mengambilkan lip balm miliknya.
Ia kemudian mengajak sang sekretaris untuk menemaninya menemui klien hari itu.
Saat melihat Ibra baru tiba di kantor, Ken langsung menghampirinya.
"Meskipun kau adalah sepupuku, tapi aku tidak bisa mentolerir karyawan yang datang terlambat!" ucapnya sinis
"Sorry," jawab Ibra singkat
"Memangnya kata maaf saja cukup untuk mengembalikan waktu yang sudah kau lewatkan karena terlambat datang!"
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Ibra
"Push up lima puluh kali!" seru Kenzo membuat semua orang langsung memperhatikan keduanya
Ibra segera meletakkan tasnya dan mengambil posisi push up.
Sementara itu melihat para karyawan bergerombol memperhatikan Ibra membuat Kenzo kesal dan membubarkan mereka.
"Apa yang kalian lihat, kembali bekerja atau aku akan menghukum kalian juga!" gerutunya membuat semua karyanya langsung pergi meninggalkannya
Ibra segera berdiri setelah menyelesaikan hukumannya.
"Lain kali tidak boleh datang terlambat lagi, dan satu lagi aku tidak menerima alasan apapun jadi jangan memberitahu ku kenapa kau datang terlambat!" ucap Ken kemudian berjalan meninggalkannya
"Intan butuh transfusi darah," ucap Ibra membuat Ken seketika menghentikan langkahnya
Saat ia menengok kearah Ibra lelaki itu sudah berlalu meninggalkannya.
"Ah kenapa aku tidak menanyakan golongan darahnya?" sesal Kenzo
"Apa aku perlu menanyakan kepada Pak Anton?" tanya wanita itu
"Tidak usah, dia pasti sedang kesal padaku karena aku sudah menghukumnya," jawab Kenzo menyesal
"Padahal aku menghukumnya karena aku kesal melihatnya dekat dengan Intan. Apa aku tidak boleh melampiaskan kekesalanku dan membalas tindakannya yang berusaha menikung Intan dariku?" gerutu Kenzo
"Iya?" jawab sang sekretaris dengan wajah terkejut
"Lupakan saja," sahut Kenzo kemudian segera masuk kedalam mobilnya
Melakukan pekerjaan tanpa Intan membuat pria itu merasa detik demi detik terasa begitu lama.
"Kenapa waktu begitu lama, padahal jika Intan bersamaku semuanya terasa begitu cepat. Kenapa tiba-tiba saja aku merindukannya?"
Hari itu Kenzo memilih pulang cepat, ia sengaja ingin memberi kejutan kepada Intan dengan memasak sesuatu untuk gadis itu.
Setibanya di rumah ia langsung mengeksekusi semua bahan-bahan yang dibelinya.
Meskipun memerlukan usaha yang luar biasa namun tak membuat pria itu menyerah.
Setelah selesai membuat makanan favorit Intan ia kemudian berganti pakaian dan bergegas menjenguk gadis itu di rumah sakit.
Ia begitu senang saat tiba di sana pas jam makan malam.
Ia perlahan membuka pintu kamar itu karena tak mau mengagetkan gadis itu. Melihat Intan masih tertidur ia melangkahkan kakinya dengan hati-hati hingga tak menimbulkan suara.
"Kenapa kamu terlihat cantik saat tidur," ucap Kenzo mengusap wajah gadis itu
Perlahan Intan membuka matanya saat merasakan sentuhan lembut di wajahnya.
Ia tersenyum saat melihat Kenzo ada disampingnya.
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Ken
"Sudah baikan," jawab Intan
"Ibra bilang kamu butuh transfusi darah, apa sudah dapat?" tanya pria itu lagi
"Sudah," jawab Intan
"Siapa yang mendonorkan darahnya untukmu, apa Ibra?" tukas Ken dengan wajah yang penasaran
"Bukan dia yang mendonorkan darahnya, tapi lebih tepatnya dia yang mencarikan darah untukku,"
"Oh," jawab Ken dengan nada kesal
Kenapa ia selalu lebih gercep dariku, tapi mungkin ini salahku juga, lagian kenapa aku tak langsung merespon saat ia memberitahu ku, ah sial, kalah lagi deh gue!
"Btw aku seperti nyium aroma wangi nasi goreng?" ucap Intan
Gadis itu terlihat mengendus sesuatu dan mulai memeriksa barang bawaan Kenzo.
"Tara!!" seru Kenzo mengeluarkan sebuah kotak nasi dan membukanya di depan gadis itu
"Surprise, sengaja hari ini aku meluangkan waktu sibukku untuk memasakan nasi goreng kesukaan mu," ucap Kenzo dengan penuh semangat
"Yeay, thanks Ken!" seru Intan langsung mengambil sendok pemberian Kenzo
Namun gadis itu seketika menatap pemuda itu dingin setelah melihat isi kotak makan tersebut.
"Sebenarnya kau tahu gak sih makanan kesukaan aku?" tanyanya sinis
"Tahu dong, nasi goreng kan?" jawab Ken berseri-seri
"Yang suka nasi goreng seafood itu kamu Ken, kalau aku sukanya nasi goreng pete," jawab Intan dengan nada kesal
"Tapi kan aku gak suka Pete, makanya aku gak pakai pete dan aku ganti seafood,"
"Tetap saja, kalau kamu mau masakin buat aku ya tetap pakai pete meskipun kamu gak suka. Kan yang makan aku bukan kamu!" seru Intan memarahinya
"Iya sih, tapi aku juga ingin makan bareng kamu, makanya gitu deh," jawab Ken merasa bersalah
"Yaudah kalau gitu aku beli aja di depan ya," ucap Ken mencoba membujuk Intan
"Gak perlu, udah makan aja yang ada lagipula tidak boleh menolak rezeki," Intan segera menyendok nasi goreng itu dan memasukkannya kedalam mulutnya
"Syukurlah, Gimana enak gak?" tanya Ken
Melihat ekspresi Intan membuat Kenzo langsung mencicipi masakannya.
Seketika Kenzo langsung menyemburkan makanannya.
"Asin!" serunya membuat Intan tertawa