Kisah cinta antara Fatimah, seorang gadis cantik yang periang dan ramah, dengan Arshaka, CEO muda tampan yang pendiam tetapi sangat menyayangi seluruh keluarganya. Dan juga kisah cinta sang kakak, Keinan dengan seorang dokter cantik yang memiliki nama yang hampir sama dengan dirinya, Keisha.
Berawal dari sama-sama saling menyukai secara diam-diam, sampai akhirnya Arshaka nekat mengajak Fatimah untuk menikah dengan dirinya, demi keselamatan Fatimah dan juga keluarganya yang lain.
Sementara Keinan yang merasa sedikit minder untuk mengejar cintanya, mengingat status sosial mereka berdua yang berbeda. Tetapi sang gadis justru terus berusaha untuk meyakinkan Keinan bahwa status sosial bukan halangan bagi mereka. Sampai akhirnya Keinan pun berusaha dengan keras untuk membuktikan kepantasan dirinya.
Bagaimanakah perjalanan kisah cinta kedua pasangan adik dan kakak ini? Apakah mereka akhirnya mampu untuk meraih kebahagiaan di dalam kehidupan pernikahan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Liburan Bareng
Sesuai dengan rencana mereka bersama kemarin, akhir pekan ini Rayyan dan Arnelle mengajak Arshaka, Arvin, Keisha, Clarissa, Fafa, Keinan, Jonathan, dan Jenni untuk pergi liburan bareng ke Puncak. Mereka semua akan menginap di villa pribadi milik keluarga Rayyan dalam rangka liburan bareng mereka kali ini.
Arshaka, Arvin, Keisha, dan Clarissa berangkat dengan mengendarai mobil milik Arshaka. Jonathan tentu saja mengendarai mobil milik Rayyan dengan membawa Rayyan dan Arnelle juga. Sementara Jenni bertugas untuk menjemput Keinan dan Fafa.
Menjelang siang, ketiga mobil yang mereka kendarai pun akhirnya sampai di villa pribadi milik keluarga Rayyan di daerah Puncak. Mereka semua pun lalu turun dari mobil yang mereka tumpangi masing-masing. Hawa sejuk pegunungan langsung saja menyapa kesepuluh pemuda pemudi tersebut.
"Hmm, seger banget udaranya," kata Arnelle setelah menghirup udara dalam-dalam.
"Lo bener, Ar. Ah, akhirnya kita bisa ngerasain udara sesegar ini juga, ya," ucap Clarissa membenarkan perkataan Arnelle tadi.
"Ayo kita masuk dulu semuanya," ajak Rayyan kemudian.
Yang lain pun menganggukkan kepala mereka masing-masing sebagai jawaban. Tidak lama kemudian sepasang suami istri setengah baya nampak keluar dari dalam villa tersebut. Mereka berdua adalah Pak Ujang dan Bik Siti, yang bertugas untuk mengurusi villa pribadi milik keluarga Rayyan itu.
"Selamat datang Tuan muda, Nona muda, dan semuanya," sambut Pak Ujang.
"Hmm," balas Rayyan dengan bergumam, sementara Arnelle dan yang lainnya menganggukkan kepala mereka masing-masing seraya tersenyum sebagai tanda kesopanan.
"Pak Ujang, Bik Siti, tolong bantu bawa barang-barang kami masuk ke dalam, ya," ucap Rayyan kemudian.
"Baik, Tuan muda," balas Pak Ujang dan Bik Siti bersamaan.
"Ayo semuanya, kita masuk sekarang. Jangan sungkan-sungkan, anggap aja seperti rumah sendiri," ajak Rayyan sekali lagi.
Mereka semua pun kemudian masuk ke dalam villa pribadi milik keluarga Rayyan tersebut. Rayyan mengajak istri, sepupu, dan sahabat-sahabatnya itu untuk mendudukkan diri mereka di sofa ruang keluarga, sejenak untuk merehatkan tubuh mereka setelah melakukan perjalanan jauh tadi.
Tidak berapa lama kemudian Bik Siti dan Pak Ujang pun datang dengan membawakan minuman serta camilan untuk Tuan muda, Nona muda, dan semua tamu mereka tersebut. Bik Siti dan Pak Ujang meletakkan minuman dan camilan yang mereka bawa ke atas meja sofa.
"Silahkan diminum dulu, Tuan muda, Nona, dan semuanya," kata Bik Siti mempersilahkan.
"Terima kasih, Bik," balas Arnelle dan yang lainnya bersamaan.
"Sami-sami," balas Bik Siti seraya menganggukkan kepalanya pelan.
Bik Siti dan Pak Ujang pun kemudian pamit ke dapur untuk mempersiapkan makan siang untuk mereka semua.
"Ayo semuanya, kita minum dulu buat ngilangin haus," ajak Rayyan kepada Arshaka dan yang lainnya.
"Oke," balas semua yang ada di ruang keluarga tersebut bersamaan.
Rayyan, Arnelle, Arshaka, Arvin, Keisha, Clarissa, Fafa, Keinan, Jonathan, dan Jenni pun kemudian mengambil gelas mereka masing-masing dari atas meja sofa kemudian meminum minuman mereka tersebut masing-masing.
"Oh iya, di lantai atas ada empat kamar. Satu kamar utama punya Daddy sama Mommy. Terus satu lagi kamar aku sama Arnelle. Yang dua masih kosong. Di lantai bawah juga ada lima kamar yang tersedia. Kalian nanti mau pilih kamar yang mana aja boleh, terserah kalian," kata Rayyan setelah meletakkan kembali gelasnya ke atas meja sofa.
"Kita sekamar aja ya, Kei?" usul Clarissa kemudian.
"Oke, Cla. Kayak biasanya aja," balas Keisha menyetujui.
"Kalian isshhh, kan gue juga jadi kangen sekamar bertiga sama kalian berdua kayak biasanya," rajuk Arnelle tiba-tiba.
Keisha dan Clarissa langsung mengalihkan perhatian mereka kepada Arnelle, begitu juga dengan Rayyan dan yang lainnya.
"Heh, Non, inget tuh sama Mas suami di sebelah. Status Lo udah nggak kayak dulu lagi. Udah beda sama kita berdua. Nyonya Rayyan," ucap Clarissa dengan menggoda Arnelle.
Keisha dan Clarissa kompak langsung terkikik kecil seraya menutup mulut mereka masing-masing. Sementara Arnelle mengerucutkan bibirnya.
"Kalian? Awas aja ya kalian berdua. Jangan ngadu ke gue kalau nanti malam kalian berdua ketakutan dan nggak berani buat tidur berdua," kata Arnelle kemudian.
"Nggak akan lah, Ar. Lo tenang aja. Kan masih ada yang lainnya juga. Jadi nanti kita ngadu ke mereka aja kalau takut," balas Clarissa.
"Iya, Ar. Pokoknya aman deh, kita nggak akan gangguin Lo sama suami Lo menghabiskan waktu bersama di dalam kamar," imbuh Keisha juga.
"Kei," tegur Arnelle dengan wajah yang sudah memerah, merasa malu setelah mendengar godaan dari Keisha tadi.
Dan tawa Keisha serta Clarissa pun akhirnya pecah. Sementara Rayyan, Arshaka, dan yang lainnya juga ikut tersenyum melihat interaksi tiga sepupu sekaligus sahabat baik itu.
"Kalau gitu aku juga satu kamar aja ya sama Jenni. Boleh kan, Kak?" tanya Fafa kepada Rayyan.
"Boleh dong, Fa," jawab Rayyan. "Kalian gimana? Kei, Jo, Shaka, sama Arvin juga," lanjut Rayyan beralih kepada Keinan, Jonathan, Arshaka, dan Arvin.
"Fafa sama Jenni biar di lantai atas aja, biar sebelahan sama Bu Dokter kembaran sama Clarissa. Kita berempat cowok-cowok di lantai bawah aja nggak pa-pa kok. Gimana menurut kalian?" kata Keinan, mengusulkan.
"Boleh. Aku setuju dengan usul Kak Kei," ucap Arshaka.
"Iya, boleh," ucap Jonathan dan Arvin juga seraya menganggukkan kepala mereka masing-masing.
"Oke deh kalau gitu. Udah sepakat semua ya berarti, cewek-cewek di lantai atas, cowok-cowok biar di lantai bawah," kata Rayyan, mengulangi keputusan mereka.
"Oke," balas semuanya, lagi-lagi bersamaan.
Setelah beristirahat sejenak di sofa, mereka semua pun kemudian masuk ke dalam kamar mereka masing-masing untuk membereskan barang-barang bawaan mereka.
Ketika sudah waktunya untuk makan siang, Bik Siti dan Pak Ujang pun kemudian memanggil mereka dan mempersilahkan mereka semua untuk menikmati hidangan makan siang yang sudah dipersiapkan oleh Bik Siti dan Pak Ujang untuk mereka.
"Habis makan kita semua lanjut istirahat aja dulu, ya. Baru nanti malam kita keluar buat jalan-jalan ke pusat jajanan malam. Letaknya nggak begitu jauh kok dari sini," kata Rayyan di sela-sela makan siangnya.
"Wah, pusat jajanan malam, bisa berburu kuliner dong kita," seru Clarissa bersemangat.
"Dasar Lo, Cla, kalau soal makan aja pasti nomor satu," cibir Arnelle, sengaja menggoda Clarissa dengan meledeknya.
"Kayak nggak hafal aja Lo, Ar. Dari dulu kan emang Clarissa yang paling hobi makan di antara kita semua," imbuh Keisha ikut meledek Clarissa juga.
"Kei, Ar, tega deh kalian," rajuk Clarissa dengan mengerucutkan bibirnya.
Arnelle dan Keisha justru tertawa kencang melihat tingkah Clarissa yang merajuk seperti anak kecil itu.
"Udah-udah. Kalian bertiga ini kalau udah kumpul dan saling meledek selalu aja seperti ini. Bikin heboh tau nggak," kata Arshaka, menengahi.
"Hehe, iya Bang, maaf," sesal Arnelle.
"Udah sayang, lanjutin dulu makannya, ya. Kalian semua juga, makan yang banyak, habis itu kita istirahat dulu," kata Rayyan kepada Arnelle dan yang lainnya juga.
Arshaka dan yang lainnya pun mengiyakan perkataan Rayyan. Mereka semua lalu melanjutkan acara makan siang mereka tersebut dengan tenang.
ternyata papa dan opa nya Darren mengetahui semua apa yang di lakukan Darren dan apa yang Darren lakukan ke shila
Darren bener" gak ada otak ya bisa" nya acara keluarga shila saja dia sampai lupa dan dia lebih mentingin Evelyn
selamat buat kesya dan shila ya
wah wah shila sama Darren udah beneran menjadi suami istri kah ini