NovelToon NovelToon
Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Paksaan Terbalik / Tamat
Popularitas:958.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: nuriya_hwa

PERJODOHAN? Sempat terpikirkan olehnya namun tidak pernah membayangkan jika wanita itu sangat jauh dari wanita yang di idamkan nya

"Abah kan tau kalau Abizar mau punya istri yang sholeha sebagai madrasah utama untuk putra putri Abi nanti"

"Abizar!.. kamu jangan menilai semuanya dari penampilan nak"

Abizar yang mendengar penuturan abahnya pun terdiam, dia tidak tahu bagaimana cara menolak perjodohan dengan wanita yang bukan tipe nya sama sekali

~ Sejatinya semua manusia ingin mencari pasangan yang sempurna untuk berjalan tertatih menuju ridho dan surga nya, namun kembali lagi bahwa tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini, jika kamu hanya mencari kesempurnaan maka tidak akan ketemu.. namun jika ingin melengkapi kesempurnaan maka ridho Allah dan surga lah balasan mu.

Muhammad Abizar Al Hafidz

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nuriya_hwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Perihal Silvi

Abi menghela nafas lalu menceritakan peristiwa 9 tahun lalu, dimana Abi masih baru masuk kuliah sedangkan Silvi berumur 12 tahun atau kelas 6 MI

"Jadi dulu..."

Dulu ibu Fifin sempat menderita sakit selama beberapa hari dan di rawat di rumah sakit, saat itu Abi mengunjungi nya bersama umi.. namun disitu kondisi ibu nya Silvi sendirian dan sudah dalam keadaan kritis

"Tante.. tante, bangun tante" Ucap Abi menggoyangkan pundak ibunya Silvi

"Bangun kak, ya Allah" Ucap umi Rida yang sudah menangis sambil memencet bel untuk panggilan pada tenaga medis berkali kali

Tit! Tit! Tit!

Ibu nya Silvi atau bu Tika seketika membuka mata dengan lemah, ia bisa melihat bahwa keponakan nya yang tersayang itu sedang mengunjungi nya

Dengan menguatkan diri, bu Tika mengucap "Nak Abi... alhamduli-llah nak A-bi datang, ta- tante mau titip pesan sama kamu nak"

"Sudah ya... tante diam saja, hemat energi tante untuk pengobatan yang belum selesai ya.. tante masih mau lihat Silvi tumbuh dewasa kan? Mau kan tante? Tante harus sehat" Ucap Abi yang kala itu benar benar harus menahan tangis

Umi Rida juga sama, hanya menangis dalam diam dengan tangan yang terus memencet bel darurat

Kemudian tim medis pun datang dan mengecek kondisi bu Tika, sekaligus memeriksa tekanan alat bantu yang dipakai bu Tika

Dokter yang memeriksa pun melirik Abi dan Umi, ia menggelengkan kepala sebagai isyarat bahwa nyawa bu Tika sudah tidak mungkin tertolong jika keadaan tubuh nya menolak melanjutkan perawatan seperti ini

Umi membungkam mulut nya, ia tidak boleh menangis yang justru membuat Tika tidak bisa tenang

"Ta-tante sudah lelah nak Abi, ma-maka dari itu.. tante titip Silvi ya, putri tante.. anggap dia seperti adik kamu, jaga dia dengan baik ya nak Abi" Ucap bu Tika dengan nafas yang sudah tersenggal

"Tante jangan bilang seperti itu, Silvi masih mau di awasi sama tante.. Silvi pasti mau kalau tante bisa lihat dia dewasa, jangan patah semangat tante" Ucap Abi yang tidak menyerah dalam meyakinkan bu Tika

Bu tika lalu menoleh ke bu Risma "Kak, rawat Silvi dengan baik ya.. aku akan terus mengawasi nya dari atas, aku titipkan putriku pada kalian" Ucap bu Tika yang memaksakan untuk tersenyum walau berat rasanya hati ini meninggalkan sang putri, namun apa daya? Tubuh nya seakan sudah menolak semua pengobatan soal penyakit ini

"Asy-asyha..." Ucap bu Tika yang suaranya seperti tercekat

Abi tahu bahwa tante nya sedang berusaha mengucap takbir dan syahadat, dengan menahan tangis yang teramat dalam, ia mendekat pada telinga bu Tika dan membimbing bu Tika

"Asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah"

"Asy-hahadu an la ila-ha illa-llah wa asy-hadu an-na muham--masar ras--ulullah, Al-lahu ak-bar"

Tit.................. Layar monitor yang menunjukkan detak jantung itu seketika berubah menjadi garis lurus ketika bu Tika selesai bersyahadat dan mata nya tertutup

"Aaaa.. hiks" setelah itu tangis umi Rida benar benar jatuh deras dan tidak bisa di bendung lagi, begitu juga dengan Abi, ia mengusap lembut wajah bu Tika.. mencium telapak tangan yang masih terasa hangat itu

"Pukul dua belas siang lebih dua puluh menit" Ucap perawat mencatat waktu kematian bu Tika

Lalu setelah bu Tika benar benar menanggalkan mereka semua, Abi lantas menghubungi ayahnya Silvi yang masih bekerja agar bisa melihat jenazah istri nya

Namun, naas nya karena syok dan terburu buru.. kendaraan ayah nya Silvi yang sedang menuju rumah sakit itu mengalami kecelakaan dan korban meninggal di tempat

Disitu umi Rida, abah dan Abi sangat terpukul karena pasangan suami istri itu meninggal di hari yang sama, apalagi Silvi yang sudah cukup mengerti.. tak henti henti nya ia menangis ketika jenazah kedua orang tuanya akan di kebumikan, jadi sejak saat itu Abi membawa Silvi ke dalam pondok pesantren milik keluarga nya dan sangat menjaga serta membatasi pergaulan Silvi sesuai dengan permintaan bu Tika

~

Abi yang sudah bercerita pada istri nya itu menangis, mengingat bertapa sedih nya hari itu karena mereka kehilangan dua orang sekaligus dalam waktu yang sama

"Insya Allah mereka mendapat tempat terbaik di sisi Allah mas, bahkan mereka bangga sama kamu yang sudah menjaga Silvi selama ini" Ucap Fifin sambil menghapus air mata suami nya

"Tapi-"

Fifin mengangkat kepala Abizar agar tidur di paha nya "Hei.. sudah ya? Semua yang kamu lakukan itu benar dan memang demi kebaikan Silvi, tapi kamu juga harus tahu kalau Silvi butuh refreshing.. butuh hiburan"

"Tapi aku khawatir dek" Ucap Abi

"Iya, aku tahu kok... tapi tadi sudah di telfon kan sama umi? Udah ya.. kalau mau besok kita ajak Silvi jalan jalan dan beliin apa yang dia mau, supaya dia juga pernah refreshing sama kita, oke?" Ucap Fifin yang terus saja mengusap air mata suami nya

"Iya" Jawab Abi yang merasa dirinya pun sibuk jadi tidak ada waktu untuk mengajak Silvi jalan jalan, mungkin ini salahnya juga jadi Silvi pun memilih keluar rumah

"Udah gak papa, dia pasti menjaga diri dan kembali ke rumah tepat waktu" Ucap Fifin yang menahan geli ketika sang suami merangkul erat pinggang nya hingga wajah Abi menempel di perut rata nya itu

Fifin juga membiarkan walau rasanya geli geli gimana gitu, tapi ia lebih memilih mengelus kembali kepala suami nya sampai Abi sendiri yang tertidur karena kelelahan

Tok tok tok! Kamar Fifin di ketuk

"Masuk saja umi" Ucap Fifin karena Abizar yang sudah tidur itu masih tidak bisa dilepas tangan nya dari pinggang Fifin

Ceklek!

Umi membuka pintu dan melihat posisi Fifin yang duduk senderan di ranjang, sedangkan Abi tidur miring dengan merangkul erat pinggang sang istri dengan wajahnya mencium perut yang tertutup baju itu

"Bagaimana sama Silvi umi?" Tanya Fifin walau aslinya dia sangat malu karena posisi nya seperti ini, tapi mau bagaimana lagi? Pelukan Abi itu sangat erat sampai susah dilepas walau dia dalam keadaan tidur

"Sudah umi telfon, katanya jam sebelas siang ini pulang karena dia juga takut sama Abi kalau keluar lama lama" Ucap umi, ia bahagia melihat Fifin dan Abizar namun juga sedih ketika putra nya tidak bisa mengontrol sikap seperti tadi

"Alhamdulillah... mungkin lain waktu kita bisa mengunjungi makam kedua orang tuanya Silvi umi" Ucap Fifin

Umi setuju, Abizar pasti sudah menceritakan semuanya pada Fifin soal peristiwa 9 tahun lalu itu

"Terimakasih ya sayang, kamu pasti berusaha menenangkan Abi tadi" Ucap umi bersyukur  ketika menantu nya bisa mengatasi Abi

"Sudah menjadi tugas Fifin sebagai istrinya mas Abi, umi..." Ucap Fifin tidak mempermasalahkannya

"Ya sudah, kalau begitu umi keluar dulu ya nak" Ucap umi yang pergi meninggalkan mereka berdua di kamar

Disitu Fifin kembali terdiam, ia memikirkan semua cerita Abi tadi dan terkejut ketika tahu bahwa Silvi merupakan sepupu nya dan kedua orang tua Silvi juga sudah tiada

Ia langsung mengambil ponsel dan berniat mengirim pesan pada Silvi, untung saja dari kemarin mereka sudah bertukar nomor

Silvi

📩 : "Assalamualaikum.. Silvi, maaf ya menganggu waktu belajar kelompok kamu, tapi setelah pulang nanti kalau bisa tolong temuin saya di ruang tamu ya, ada yang mau saya bicarakan"

Tidak lama pula Silvi sudah membaca dan membalas pesan tersebut

📩 : Waalaikumsalam, njih ning... pulang nanti saya langsung ke ruang tamu

Fifin yang sudah membaca lantas meletakkan kembali ponsel nya dan ikut memejamkan mata dengan posisi sandaran di kepala ranjang, sebenarnya ingin rebahan, tapi mau bagaimana lagi? Abi masih memeluk nya dengan erat dan Fifin juga tidak tega membangunkan nya.

1
Mami Pihri An Nur
Biar lah kak,, aku suka ko crtanya, smngt 💪 💪
Riki DuaTujuh
luar biasa karyanya, alur ceritanya bagus diselipkan ilmu ilmu yang bermanfaat, semoga berkah dan menjadi amal jariyah
Riki DuaTujuh
2025 numpang lewat ya
Yanti Octavia
Ya Allah Thor kisahnya terasa sangat nyata dan bikin meleleh membacanya
Yanti Octavia
Tetep semangat thor di karyamu sungguh luar biasa ⭐⭐⭐🥰🥰
Yanti Octavia
Biasa
Aisyah Aisyah
Kecewa
Aisyah Aisyah
Buruk
Sue Salmi
double*
Supry Atun
kacian yang jomblo untung aye sudah nikah hehehhe.tinggal praktekkan 🤭🙏🏻😜🤣😛
Supry Atun
Luar biasa
Supry Atun
bingung thor mau komen apa hhehehehe
Supry Atun
jangan 2 masalah pakai celana seragam rumah sakit di permasalahkan hehehe sama orang2 pondok 🤭
Supry Atun
temennya fifin thor klo ga salah lia ya namanya 🤭🤪
Marilyn Claira
Kisah cinta Gus Abi sama Fifin keren pokok nya, sama sama mau belajar dengan kekurangan masing masing
Rahma Inayah
jd mau mu wanita yg spt apa abi ..bidan jg pekerjaan mulia .
Rahma Inayah
bgus ceritanya
Maurid Tambunan
udah hamil
Maurid Tambunan
semoga silvi bukan pelskor
Maurid Tambunan
jgn remehkan profesi seseorang abizar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!