Mengejar Cinta Lala
Seorang gadis yang berjuang melupakan masa lalu yang kelam akhirnya jatuh cinta pada seorang pria yang mampu mengembalikan senyumnya.
Namun siapa sangka ternyata pria itu berhubungan dengan masa lalunya dan juga adik dari kekasih yang sangat dia cintai.
Kamu Hanya Milikku
Perjalanan Cinta terkadang tidak semulus yang kita harapkan. Kebersamaan, pertikaian dan perpisahan menyadarkan cinta yang sesungguhnya.
Setiap pertemuan akan ada perpisahan, setiap penderitaan akan ada kebahagiaan. Meski sudah terpisah jarak dan waktu, percayalah! cinta sejati akan selalu menemukan jalannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seindah Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jaga Kesehatan
Setelah mendapatkan informasi dari Meds Hospital mengenai keadaan Lala, papi semakin khawatir.
"Mi bangun mi!" papi membangunkan mami yang baru saja terlelap.
"Hem ada apa pi?"
"Panggilkan Bima ke ruang tengah, ada hal yang ingin papi bicarakan"
"Ada apa pi? sepertinya penting sekali"
"Iya mi ini soal Lala"
"Mami panggil Bima dulu" ucap mami lalu bergerak dari ranjang.
Tak lama kemudian papi, mami dan Bima sudah berkumpul di ruang keluarga. Papi langsung membuka pembicaraan
"Mami ingatkan kita membawa Lala dari Kota S. Saat Julian mengatakan rencana mereka ke kota S sepertinya Lala tidak menunjukkan reaksi apapun tapi tetap saja papi khawatir makanya papi menyewa dua agen mata-mata teman papi untuk memantau Lala selama disana. Tadi sore Lala masuk rumah sakit dan awalnya pihak rumah sakit enggan buka mulut mengenai pasiennya. Ternyata Lala kita sedang hamil, papi mendapatkan informasi dari salah satu dokter yang merupakan anak rekan bisnis papi dulu" papi memaparkan informasi yang ia dapatkan sedetail-detailnya.
Mendengar Lala sedang hamil mami tampak girang sekali "Beneran Pi? aduh senangnya!" seru mami. Bima juga ikut senang mendengarnya.
"Papi tidak tahu apa yang dilakukan Julian, Lala pergi bersama pria lain saat Ian meninggalkannya sendiri di hotel bahkan agen papi melihat Lala bersama pria itu berjalan bergandengan tangan meninggalkan hotel.
"Siapa pria itu pi? Bagaimana dengan Lala pi dan kemana mereka pergi?" girangnya mami sudah berubah menjadi panik
"Dengarkan dulu mi supaya kita bisa cari solusinya bersama-sama" kata Bima, papi melanjutkan kembali perkataannya "Agen papi sedang mengikuti Lala, mereka pergi ke luar kota. Papi juga meminta agar mereka tidak perlu lagi membatasi jarak dengan Lala. Sebaiknya kita bagaimana Bim?" Bima tampak berpikir
"Lala tidak mengangkat teleponnya pi, bagaimana ini?" kata mami menatap risau pada telepon rumah
"Apa sebaiknya kita telepon Julian dulu?" kini papi meminta saran
"Bima merasa janggal pi karena Lala tidak mungkin sembarangan dengan orang lain karena kita tahu Lala tidak mudah bergaul apalagi sampai bergandengan tangan dengan pria lain atau mungkin Lala mengenal orang itu. Sebaiknya kita tanya Lala dulu Pi setelah itu kita telepon Julian" Itulah solusi yang terpikir oleh Bima. Papi langsung menelepon kembali agen suruhannya "Hadang mereka, saya mau bicara"
Tak lama kemudian terdengar pembicaraan dari seberang karena papi memasang loudspeaker ponselnya jadi Bima dan mami juga mendengar
"Halo selamat malam" sapa seorang pria dengan sopan, papi langsung bertanya "Anda siapa?"
"Saya Christian Handika Dalas Tuan"
"Apa kau kakaknya Julian?" kini Bima yang bertanya, ada kekhawatiran tersirat di wajah Bima mengingat cerita Julian yang mengatakan bahwa kakaknya seorang yang tidak baik dan mereka tidak pernah cocok.
"Benar, anda siapa?" Sahut Chris dari seberang
"Kami keluarga Lala, wanita yang bersamamu!"
"Maaf Tuan, saya tadi kurang sopan. Inilah yang ingin saya luruskan dengan Ci, em maksud saya Lala. sepertinya ini pembicaraan keluarga sebentar Tuan"
"Halo Kak" terdengar suara Lala
"Lala kamu dimana La?" tanya mami
"Siapa pria yang bersama mu Lala?" tanya Bima menimpali pertanyaan mami
"Mami, kakak, Lala bersama Chris. Kami akan ke kota M mengunjungi makam Mama dan Papa Lala" tutur Lala tidak ingin menutupi apapun dari keluarganya. Bima sedikit tenang "Lala kenal dengan pria itu?" Lala menjawab "Iya kak, jangan khawatir Chris akan menjaga Lala. Oh ya mak tolong jangan beri tahu Julian kalau Lala pergi ke kota M apalagi bersama Chris" pinta Lala
"Kalian ada masalah?"
"Tidak kakak, tidak ada. Kami baik-baik saja, Lala pasti kembali setelah ini. Nanti akan Lala jelaskan semuanya pada kakak, mami dan papi"
"Tidak apa-apa Lala cantik tapi orang suruhan Papi akan menjaga Lala" ucap papi
"Tidak usah pi, ada Chris yang akan menjaga Lala"
"Lala cantik kami hanya ingin memastikan"
"Baik pi" kata Lala pasrah
"Ya sudah kalian hati-hati. Jaga kesehatan Lala dan calon cucu papi ya"
tbc