Seorang gadis bernama Kinara Stevania Wijaya yang harus rela menggantikan posisi kakaknya Levina Nindia Wijaya sebagai mempelai wanita saat hari pernikahan kakaknya dengan pria bernama Cakra Aditama.
Kinara menggantikan posisi kakaknya karena pada saat hari pernikahan sang kakak kabur, karena tidak setuju dijodohkan dengan pria yang belum ia kenal.kedua keluarga tidak memiliki pilihan lain, sehingga terjadilah pernikahan antara Cakra dan Kinara
bagaimana kah kelanjutan dari pernikahan yang tidak dilandasi cinta itu?
jangan lupa mampir dan beri kritik, saran serta dukungan ya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sputri_23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di tampar
...Warning......
...Wajib buat yang baca untuk like, komen berupa saran atau kritik ya biar author makin semangat up episode nya.Semoga nggak membosankan ya alurnya....
"kan mama sama papa datang ke sini gara gara mau jemput kak Nindi tuh, nah kira kira kak Nindi mau ikut pulang atau nggak ya.kalau misalnya nolak gimana?"tanya Kinara
"tinggal kamu usir, toh kamu yang punya rumah"jawab Cakra enteng membuat Kinara mengerutkan keningnya
"usir usir, enak banget mas ngomong ya"Kinara
"ya terus?"tanya Cakra
"udahlah lupain"Kinara memalingkan wajahnya menghadap jendela
"yah Ra kok marah si"Cakra
"siapa yang marah"jawab Kinara
"lah itu kenapa liat ke arah jendela"Cakra
"nggak"jawab Kinara singkat
"hm yaudah"Cakra
"ihh mas Cakra nggak peka banget sih jadi suami"kesal Kinara
"ya ampun nggak peka gimana Ra?"tanya Cakra sambil menepikan mobilnya
"loh loh kok malah menepi sih mas"Kinara
"ya selesaiin dulu marahnya baru kita lanjut jalan"Cakra menatap Kinara sedangkan yang di tatap hanya diam.
"ngapain natap gitu?"tanya Kinara dengan nada ketusnya
"ya kamu maunya apa, tadi katanya saya nggak peka"jawab Cakra
"nggak mau apa apa"jawab Kinara
"terus salah saya dimana?"tanya Cakra
"nggak tau"jawab Kinara
"jelasin dong Ra"Cakra menatap Kinara
"lupain aja.males"Kinara
"kamu lagi datang bulan ya Ra?kata Galih kita harus waspada sama cewe yang lagi datang bulan"ucap Cakra menatap kearah depan
"di pikirnya gue harimau apa"ucap Kinara polos
yang langsung mendapat sentilan pada keningnya oleh Cakra
"mulai bicaranya"Cakra menatap Kinara
"sekali kali mas"ucap Kinara yang yang dibalas tatapan datar oleh Cakra.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju rumah mereka.15 menit kemudian mereka sampai di rumah, terlihat mobil milik orang tua Kinara yang terparkir di garasi.mereka kemudian masuk dan mendapati orang tua Kinara yang tengah berdebat dengan Nindi.
Cakra mencegah Kinara menuju ketiga orang itu karena mereka harus diberikan waktu untuk berbicara.
"iya, aku tau aku salah karena sudah meninggalkan pernikahan begitu saja waktu itu"ucap Nindi dengan suara yang mulai mengeras
"ya, terus mau kamu apa?semua sudah berlalu dan kamu sendiri yang mau melakukan itu jadi nggak perlu menyesalinya"Aditya
"nggak, kenapa papa nggak bilang kalo waktu itu aku akan menikah dengan orang yang paling berkuasa di kota ini.kalau papa terus terang waktu itu aku nggak akan mungkin meninggalkan pernikahan dan Kinara tidak perlu menikah dengan Cakra."ucap Nindi
"jadi mau kamu apa?"tanya Aditya
"aku mau Cakra"desis Nindi yang seketika itu membuat Kinara terkejut dan membuat emosinya seketika memuncak.ia hendak menghampiri ketiga orang itu tapi tangannya masih di cekal oleh Cakra.Kinara menoleh ke arah Cakra.
"dia kelewatan mas"desis Kinara
"biarkan mereka bicara sebentar Ra"jawab Cakra
"aku nggak bisa biarin"ucapan Kinara terpotong oleh Cakra
"ssst, udah.dengerin dulu"Cakra mengelus pucuk kepala Kinara
"jangan gila Nindi"tegas Reska menatap putri pertamanya itu
"aku nggak gila ma.kalo mama dan papa ngelarang dan nggak setuju nggak papa.aku nggak perduli"jawab enteng Nindi
"iya, papa tidak perduli yang penting mulai detik ini berhenti tinggal disini dan tinggalkan rumah Cakra dan Kinara"ucap Aditya
"hm oke"Nindi tersenyum
"liat aja, aku akan merebut kembali mas Cakra yang memang sepatutnya dia diciptakan untuk aku sekalipun aku harus menghancurkan rumah tangganya dengan adik aku sendiri"lanjut Nindi yang seketika membuat Kinara yang mendengar itu emosinya memuncak dan berjalan menghampiri mereka bertiga.
"lo jangan keterlaluan ya kak"ucap Kinara sambil berjalan menghampiri Nindi membuat ketiga orang yang berada disana itu terkejut.
"Kinara"ucap Reska yang terkejut melihat kedatangan putrinya.
Nindi hanya tersenyum sambil menaikan salah satu alisnya.sementara Cakra mengikuti langkah Kinara karena ia tahu jika istrinya sekarang dalam keadaan benar benar emosi
"maksud lo apa minta mas Cakra hah?lo nyesel nggak bisa nikah sama mas Cakra?"tanya Kinara
"atau lo udah mulai menyesali kebodohan lo waktu itu?"lanjut Kinara
"kalo emang iya kenapa?"tanya Nindi dengan senyum liciknya
"sebenernya gue merasa kasian sama Cakra karena harus menerima takdir menikah dengan gadis labil dan manja kaya lo.liat gue, mandiri, dewasa, berpendidikan, dan nggak kaya lo"ucap Nindi menekankan kata belakangnya.
ucapan Nindi membuat emosi Kinara makin menjadi, kata kata itu bagaikan hinaan halus yang bisa menjatuhkan hati Kinara menjadi berkeping-keping.Cakra yang mendengar ucapan Nindi itu juga ikut menahan emosinya karena suami mana yang akan tahan mendengar hinaan yang dilontarkan kepada istrinya.
"Lo emang mandiri, dewasa, dan berpendidikan tapi isi otak lo masih sama kaya otak binatang"ucap Kinara menunjuk wajah Nindi yang seketika membuat Nindi emosi.
Nindi berjalan beberapa langkah mendekati Kinara hingga saat ia sudah sampai tepat di depan Kinara, ia melayangkan sebuah tamparan kepada Kinara yang tidak di sangka oleh Kinara.
Plak...
sebuah tamparan itu mengenai pipi mulus milik Kinara.Kinara memegang pipinya yang merah dan terasa panas.
"sshh"Kinara meringis
Cakra dan orang tua Kinara terkejut melihat Nindi yang menampar Kinara.khususnya Cakra langsung melangkah dengan cepat menghampiri istrinya.Ia memegang tangan Kinara yang berada di pipi yang terkena tamparan.
Kinara yang merasa tangannya di pegang oleh Cakra langsung menoleh ke pelaku.
"udah Ra, kamu nggak perlu ladeni orang seperti Nindi"ucap Cakra dan langsung membalikan badannya menghadap Nindi yang berdiri tegak setelah menampar Kinara.
"keterlaluan"desis Cakra menunjuk wajah Nindi dengan tatapan mematikannya membuat Nindi seketika itu nyalinya menciut.
"aku nggak sengaja Cak"ucap Nindi gugup
"aku minta ma-"ucapan Nindi terpotong oleh Cakra
"sebelum ini saya sudah berbaik hati membiarkan kamu bertingkah semena-mena tapi tidak dengan sekarang.kamu dengan lancangnya menyentuh pipi istri saya dan melayangkan tamparan"ucap Cakra menegaskan ucapannya
"maksud kamu apa?aku cuma mau hak aku yang di rebut oleh Kinara"teriak Nindi sambil menunjuk ke arah Kinara
"Hak apa hah?hak apa?"tanya Cakra dengan cepat
yang seketika membuat Nindi diam.
"sudah cukup, beberapa hari ini anggap saja kami sudah melayani tamu dengan baik dan mulai sekarang kamu bisa kembali ke rumah orang tua kamu.kamu tidak bisa tinggal dan menumpang terus di rumah adik dan ipar mu.kau mengerti bukan?"ucap Cakra menekan ucapannya, kemudian ia beralih kepada istrinya dan membawanya menuju kamar meninggalkan orang tua Kinara dan Nindi disana.
semangat thor .