Menikahi Pria Posesif dan Arogan membuatnya ingin melarikan diri. Terpaksa menikah kontrak demi membayar ganti rugi.
Dalam perjalanan pernikahan kontrak malah sang pria jatuh hati dan membuatnya hamil.
Ikuti kisah selanjutnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mona Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Bulan dan Shaina kembali kerumah bersama Richard. Richard membantu Bulan berjalan meskipun sebenarnya dia sudah bisa berjalan sendiri.
Dua suster bayi sudah disiapkan agar membantu menjaga bayinya siang dan malam.
"Aku bisa mengurus mereka sendiri, kau harusnya tidak usah membawa suster pribadi untuk Shaina," kata Bulan saat mereka sudah sampai dikamar.
"Tidak sayang, kau harus banyak istirahat, mereka sangat ahli mengurus bayi," kata Richard.
"Apakah kau tidak percaya padaku? Kau pikir aku tidak bisa mengurus anak kita?" Bulan sedikit tersinggung dengan perkataan Richard yang seakan begitu ketakutan putrinya dirawat oleh dirinya.
"Bukan begitu, kau harus banyak istirahat agar pulih kembali. Mereka sudah dilatih disebuah yayasan dan bahkan mama juga sebuah melatih mereka berdua agar merawat cucu pertamanya," kata Richard.
"Apa maksudmu?"
"Maksudku, istriku, aku ingin kau cepat sehat dan jangan mempermasalahkan kehadiran dua suster itu, apakah kau cemburu karena mereka cantik-cantik?" Richard malah berbicara yang tidak-tidak membuat Bulan semakin kesal.
"Siapa yang cemburu, aku hanya ingin merawat anakku dan aku yakin aku bisa melakukanya sendiri," kata Bulan akan bangun.
Tapi Richard menahannya,
"Istirahat dulu, nanti mereka akan aku suruh kemari untuk membawa Shaina," kata Richard menahan Bulan agar tidak keluar kamar.
Bulan tidak bisa berbuat apa-apa, saat Richard melarangnya keluar kamar.
Sebenarnya jauh dalam hati Richard dia begitu khawatir jika Bulan akan lari bersama bayinya. Itulah alasannya menyuruh dua suster untuk menjaga Shaina.
Sedangkan bagi Bulan, apa yang dilakukan Richard seakan wujud dari arogansinya. Dia memang bisa membayar siapa saja untuk semua yang dia inginkan. Dan itulah yang Bulan benci dari sikapnya.
Dua suster mengetuk pintu dan masuk membawa Shaina.
"Ini nyonya, nona Shaina sedang tidur setelah minum susu," kata Suster memberikan Shaina pada ibunya.
Mata Bulan berkaca-kaca karena haru melihat buah hatinya yang mungil tertidur dengan pulas.
Dia lalu menggendongnya dan menatapnya sambil tersenyum.
Richard memberi isyarat pada kedua suster untuk menunggu diluar.
Kedua Suter itupun mengangguk dan keluar kamar. Mereka berjaga diluar kamar Tuan dan Nyonyanya.
Setelah kedua suster itu keluar, maka tidak lama kemudian, Richard juga keluar dan berbicara pada kedua Suster yang bernama Ana dan Ani. Richard sengaja mengubah nama mereka sesuai keinginannya agar mudah dalam memanggilnya.
"Kalian ingat pesan saya?" tanya Richard berdiri dihadapan kedua suster itu.
"Iya tuan," kata mereka bersamaan.
"Awasi terus nyonya. Jangan sampai keluar rumah tanpa seijinku apapun alasannya. Jika sampai kalian membuat kesalahan maka,"
Ek! Richard menaruh tangannya dileher memberi isyarat akan membunuh mereka berdua jika sampai hal itu terjadi.
"Baik Tuan, kami mengerti, tapi Tuan, bisakah saya meminta gaji saya bulan depan, saya harus mengirim ke kampung untuk biaya ibu saya," kata Suster ana.
"Berapa yang kau butuhkan?"
"Seperti janji Tuan, satu bulan kami akan digaji lima juta bukan?" kata Ana yang awalnya takut bekerja padanya. Tapi setelah di iming-iming i gaji lima juta, akhirnya diapun mau.
"Nih!" kata Richard mengeluarkan cek lima juta pada Ana.
"Terimakasih Tuan," kata Ana sangat senang karena bahkan dia baru bekerja beberapa hari tapi bisa meminta gaji satu bulan yang belum dijalaninya.
"Kau! Apakah kau juga ingin minta gajimu diawal?" kata Richard dan dijawab gelengan kepala oleh Ani.
"Bagus. Bekerja dengan baik. Aku akan pergi sebentar," kata Richard lalu pergi keluar.
wah sekertaris nya gak tau diri, ,, ada rasa sm richard.... dan mandang rendah bulan. ...
Jangan lupa mampir di novel ku juga ya~ Judulnya cinta kedua
Terimakasih🤗