Pegang aku erat-erat, peluk aku dan percaya padaku.
***
Story by MTMH18
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
Saga melempar berkas-berkas yang di berikan Reynad, kenapa dia baru mengetahuinya? Padahal dia tidak asing dengan wajah Calvin, tapi dia lupa siapa Calvin sebenarnya. Saga tidak bisa membiarkan Calvin berada di dekat Aellys, ini sangat membahanyakan.
“Calvin sekarang ada di mana?” tanya Saga kepada Reynad yang menunduk takut dengan keadaan Saga saat ini.
“Terakhir kali orang kita melihatnya sedang melakukan di rumah sakit, sekitar tiga jam yang lalu dia sudah meninggalkan rumah sakit dan orang kita kehilangan jejaknya,” jawab Reynad membuat Saga menggeram dan membuka ponselnya yang berada di atas meja.
“Shit!” umpat Saga saat melihat pesan dan panggilan Aellys, itu sudah dua jam yang lalu. Saga beranjak dari duduknya dan menyuruh Reynad menyiapkan anak buahnya untuk menyelamatkan Aellys.
“Kenapa aku tidak membuka ponsel sejak tadi? Aellys dalam bahaya sekarang,” Saga mengacak rambutnya frustasi.
“Tambah kecepatan!” perintah Saga kepada Reynad yang menyetir di depan Saga melihat GPS yang terpasang di ponsel Aellys dan tempatnya itu begitu jauh dari tempat Saga. Dia bisa kecolongan begini, seharusnya dia tidak cemburu saat Aellys mengirimnya pesan kalau ingin bertemu dengan Calvin, seharusnya dia melarang Aellys dan
mengerti sikap Aellys malam itu. Seharusnya dia lebih peka dengan kegelisahan Aellys.
“Tuan, itu mobil nona Aellys!” Reynad menghentikan mobil di samping mobil Aellys, Saga segera keluar dari mobil dan melihat ke dalam mobil Aellys.
“Ini kosong dan GPS nya berada di sekitar sini,” Saga kembali melihat ponselnya, jaraknya dengan Aellys lumayan dekat.
“Lokasinya cukup dekat, kita jalan saja dari sini!” seru Saga kepada Reynad dan anak buahnya yang juga ikut turu dari mobil. Saga memimpin mereka di depan, dia fokus pada ponselnya dan keadaan sekitar. Tempat ini sangat jauh dari kota dan terpencil, Saga tidak tahu lagi apa yang akan terjadi terhadap Aellys. Dia merapalkan doa
semoga Aellys baik-baik saja dan tidak terluka. Saga berjanji akan menghabisi orang yang melukai Aellys.
“Tuan, apa benar di sini tempatnya?” tanya Reynad saat mereka berdiri di depan gedung tak terpakai dan sangat menyeramkan. Saga tidak begitu yakin, namun Saga tidak hanya melihat dari GPS yang di berikan Aellys, melaikan kalung yang sudah dia beri alat pelacak untuk Aellys.
“Saya yakin, sekarang kita berpencar untuk menemukan Aellys! Saya bersama Reynad dan dua dari kalian akan mencari di lantai paling atas, yang lain mencari di setiap sudut tempat ini! Kalau kalian menemukan keberadaan Aellys segera mengirim sinyal!” perintah Saga yang langsung di laksanakan anak buahnya dan Saga menaiki tangga menuju lantai paling atas, Saga merasa Aellys berada di sana.
Langkah Saga terhenti saat mendengar suara Calvin dan tamparan bersamaan, Saga mengepalkan tangan dan bergegas mendobrak pintu dengan kuat. Semua yang ada di dalam terkejut dan menoleh ke arah pintu.
“Wah, pahlawan sudah datang,” kekeh Calvin yang melepaskan tangannya dari rambut Aellys. Saga menatap Aellys dengan perasaan sedih, dia tidak tega melihat Aellys terluka seperti itu. Dia berjanji akan menghabiskan Calvin untuk Aellys.
“Berani-beraninya kamu melukai Aellys-ku!” seru Saga dengan kilatan amarah yang terlihat jelas di kedua matanya.
“Habisi dia!” perintah Calvin kepada llima orang yang menculik Aellys dan mereka langsung menyerang Saga bersamaan, anak buah Saga yang baru datang terkejut melihat atasannya mengalahkan lima orang sekaligus hingga tak sadarkan diri.
“Kamu tidak ingin dia mati sekarang kan?” tanya Calvin dengan pisau di leher Aellys. Saga menatap Aellys yang tak berdaya dan memejamkan mata ketakutan memuat emosinya semakin membara.
“Jangan sampai pisau yang kamu pegang itu yang akan membuat nyawamu melayang!” seru Saga menatap tajam Calvin yang tertawa kecil.
“Aku tidak bercanda! Satu langkah kamu maju! Pisau ini akan menjadi saksi hari terakhir kehidupan seorang Aellys,” ujar Calvin dengan serius.
“Lepaskan Aellys bajingan!” teriak Saga dan hendak melangkah, namun terhenti saat Calvin menekan pisau tersebut ke kulit leher Aellys.
“Sudah ku bilang! Jangan mencoba mendekat!” perintah Calvin yang membuat Saga terdiam di tempat, dia hanya menatap wajah Aellys yang begitu banyak luka dan darah. Saga ingin menghabisi Calvin saat ini juga, dia sudah membuat Aellys kesakitan dan terluka.
“Apa mau mu?” tanya Saga membuat Calvin tertawa kencang dan menjauhkan pisau dari leher Aellys.
“Mau ku hanya ingin membalaskan dendam adikku dan ingin menghancurkanmu dengan perlahan,” jawab Calvin sambil memainkan pisau yang di pegangannya, Calvin tidak menjauh dari Aellys dia tetap berdiri di belakang Aellys yang sudah terluka parah. Saga tidak kuat melihat keadaan Aellys, dia ingin menggantikan posisi Aellys.
“Apa yang terjadi pada Rachel itu karena dirinya sendiri dan takdir Tuhan!” seru Saga membuat Calvin menggeram marah dan mencengkram kuat pisau di tangannya.
“Diam! Atau akan ku tusuk pisau ini tepat di jantung Aellys!” ancam Calvin sambil menyodongkan pisau ke dada Aellys. Saga menahan nafas dan mengangkat tangan menyerah.
“Saga, ternyata sangat mudah untuk menghabisimu! Dengan Aellys sebagai kartu as ku, mudah sekali menjebakmu dalam perangkapku! Aku bukan hanya mengahabismu! Tapi, juga akan membuat Aellys menderita seumur hidupnya,” tawa kencang Calvin menggelegar, anak buah Saga sudah bersiap untuk melawan Calvin. Tapi, Saga menginstruksi mereka untuk tetap di posisi, dia tidak ingin Aellys kenapa-napa.
Saga melihat Reynad yang menyusup dari belakang, dia mendekati Calvin yang masih tertawa sambil memainkan ponselnya. Lewat mata Saga memberi perintah kepada Reynad dan di balas anggukan singkat darinya.
“Sialan!” umpat Calvin saat Reynad berhasil mengunci tangannya dan pisau yang di pegang Calvin terjatuh di lantai. Saga segera menghampiri Aellys dan anak buah Saga membantu Reynad mengamankan Calvin.
“Kamu sudah aman, ada aku di sini,” Saga melepaskan ikatan Aellys dan memeluk tubuh rapuh Aellys. Aellys dapat bernafas lega, namun itu hanya sesaat sebelum netranya melihat sebuah pistol tajam mengarah ke arah Saga.
“Saga awas!” pekik Aellys saat tembakan di lepaskan, semua orang yang berada di dalam ruangan terkejut dengan apa yang terjadi, kecuali Calvin yang tertawa kencang saat rencana berhasil.
Kalau aq sih nggak masalah tak dibls koment aq.. yg penting aq senang baca, ksh like, ksh hadiah.. kadang gak komentar... saking asiknya baca.. 😂😂😂
Semangat terus ajah Thorr.. bikin novel lagi yg lbh seru.. Aktor pake nm yg blm dipakai di novel" sini.. kek Antonio Candra, Bonifatius, Cherryl, Gladhis, Joel, atw Sukiran, Paijo, Parno... wkwkkk.. 😂😂😂😂🙈🙏
Tetap lanjut ahhh.. penasaran cerita halunya.. 😄😄😄🏃♀🏃♀🏃♀🏃♀