Ifdha Apriliani wanita berumur 26 tahun yang di anggap mandul oleh Ibu mertuanya karena sudah lebih dari tiga tahun menikah dia tak kunjung juga hamil.
Sampai akhirnya saat suaminya meninggal Riyan Askara lalu memutuskan menikah dengan Rival Anggara karena sebuah wasiat dari mendiang suami. tiba-tiba dirinya dinyatakan hamil 18 minggu.
SEASON DUA. bercerita tentang Ezra dan Ajma. anak dari Ifdha dan temanya Ella, tidak kalah seru loh.
Bisa di lanjut baca AZRANA, cek di profil author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aovvie viie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
028
.
.
.
"Aku?" Ifdha menunjuk dirinya.
"Iya kau, sedari tadi aku mencarimu. aku takut kau pergi meninggalkan ak__ maksudku meninggalkan Apartemen" tutur Rival dengan salah tingkah.
"Aku di kamar sedari tadi," jelasnya.
"Di kamar?? tapi tadi aku ke kamar kosong bahkan di kamar mandi juga kosong," dengan kening mengkerut heran.
"Ohhh .. , itu aku di balkon kamar, karena merasa bosan. jadi aku duduk di sana sembari melihat pemandangan kota di sore hari"
Rival yang baru mengingat jika kamarnya memiliki balkon.
Pria itu merasa sangat bodoh dan tentunya malu dengan apa yang tadi dia perbuat. secara refleks langsung memeluk wanitanya.
Pasti Ifdha akan berpikir yang tidak-tidak tentangnya, karena berbuat seperti tadi.
Ifdha yang mengingat dirinya telah memasak dan memutuskan untuk mengajak Rivaldi makan bersaman, agar bisa mengakhiri kecanggungan ini.
"Emm .. . Tuan, apa kau lapar? kebetulan tadi aku memasak cukup banyak. apa kau ingin makan bersamaku?"
"*Apa Ifdha ingin makan bersamaku." monolognya dalam hati*.
"Tuan .." Ifdha melambaikan tanganya di depan wajah Rival, karena sedari tadi Pria itu hanya diam saja bukanya menjawab pertanyaannya.
Rival yang tersadar dari lamunannya pun langsung berdehem pelan untuk menghilangkan kegugupanya.
"Ehmm .. , kebetulan aku belum makan dan sangat lapar"
"Ya sudah ayo kita makan"
Dua anak manusia berbeda jenis kelamin itupun makan dengan saling terdiam, dengan pikiran masing-masing.
.
.
.
Di lain tempat .
Di sebuah hotel mewah, terdapat pasangan paruh baya yang sedang duduk bersama bersandar di hedboard ranjang.
"Yah, kira-kira bagaimana ya keadaan Nona Ifdha sekarang?"
"Ibu, tinggal hubungi saja Rival tanyakan keadaanya pasti dia tau," ujar suaminya.
"Kenapa Ibu tidak kepikiran dari tadi" wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan muda itu mengambil ponsel. bermaksud untuk menghubungi Putranya ingin menanyakan kabar Ifdha.
Dirinya mulai menekan nomor ponsel Putranya dan memanggilnya.
Setelah beberapa saat ternyata nomor Rival sedang tidak aktif.
"Tidak aktif nomor Rival yah. apa anak itu sedang sibuk?"
"Ya sudah nanti Ibu bisa hubungi lagi. mungkin saja Rival memang sedang sibuk dengan pekerjaanya"
"Apa Ayah, setuju kalau Rival menikah dengan Nona Ifdha?" Nyonya Erika bertanya pada sang suami yang duduk di sampingnya.
"Setuju saja,"
"Ibu, ingin menjodohkan Rival dengan Nona Ifdha. lagi pula sekarang kan Nona Ifdha sudah menjadi janda, jadi bisa Ibu jodohkan mereka berdua."
"Biarkan sajalah Bu .. , Nona Ifdha juga baru saja di tinggal suaminya. biarlah mereka yang menentukan, Ibu cukup mendoakan saja yang terbaik" saran Tuan Adam pada istrinya.
Nyonya Erika hanya mengangguk mengerti.
.
.
.
Acara makan sore menjelang malam pun selesai. kini Ifdha sedang membereskan bekas makan mereka, lalu mencucinya di tempat cuci piring.
Semua itu tak luput dari pandangan Pria yang masih setia duduk di kursi makan.
Memperhatikan setiap garak-gerik wanitanya tanpa mengalihkan atensinya.
Andai saja mereka sudah menikah, pasti akan sangat membuatnya bahagia. bahkan dia rela pulang lebih cepat hanya untuk menemani Ifdha memasak.
Apa yang sedang dia pikirkan. dengan cepat menggelengkan kepalanya pelan.
Kenapa bisa berpikir seperti itu, ya walaupun kenyataanya memang besar kemungkinan untuk dirinya bisa memiliki Ifhda.
Tapi dia tidak ingin terlalu menunjukan bahwa dia memang memiliki perasaan lebih padanya. akan sangat tidak nyaman jika Ifdha sampai mengetahui semua itu, bisa-bisa wanita itu akan menjauh dan canggung.