: alesya gadis yatim piatu yang tinggal dengan tante dan omnya, dia memiliki sepupu kembar yang selalu memperlakukannya dengan tidak baik, namun walaupun begitu alesya selalu memaafkan perbuatan mereka dan tetap memilih tinggal dirumah bak neraka baginya.
Suatu hari, keadaan keluarga burke sedang dalam masalah besar, pasalnya perusahaan yang mereka Kelola selama ini mengalami kerugian besar mengakibatkan mereka dililit utang untuk menutupi kerugian mereka, untuk menutupi utang tersebut, tante dan om alesya berenca menjual dirinya kepada teman bisnis omnya dengan harga yang sangat tinggi, tapi saat mereka sampai disebuah club malam tempat yang sudah dijanjikan oleh teman omnya untuk menjemput dirinya, tiba-tiba alesya berniat untuk kabur dari sana, ia tidak ingin dinikahi oleh pria hidung belang.
Saat dirinya ingin keluar tiba-tiba bertabrakan dengan laki-laki asing, dan saat itu juga om dan tantenya melihat dirinya
“alesya mau kabur kamana kau gadis sial!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fida lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28,aku ingin bekerja
Bagaimana pun seseorang yang diberikan semuanya, tetap menginginkan kebebasan, begitu juga aku, aku
ingin bebas dan memiliki pendapatan sendiri, mandiri jika akan dicampakkan
nanti
~Alesya Callista
Alesya dan aland sedang
menikmati makan malam, keduanya terlihat diam tanpa suara, asya yang biasanya
ceria dan banyak bicara menjadi murung dan lesu
“aku sudah selesai” kata aland
dan langsung berdiri meninggalkan asya yang masih menikmati makanannya
Asya yang melihat kepergian
aland merasa sedih, bukan karna ia dicueki oleh aland, namun lebih memikirkan
bagaimana jika aland marah padanya dan menbgusirnya malam itu juga
Asya langsung cepat-cepat
memghabiskan makanannya dan berniat untuk menyusul aland kekamar, dengan rasa
takut asya melangkahkan kakinya masuk kedalam seusi membersihkan meja dan
piring kotor sisa makanan mereka
“om”panggil asya saat melihat
aland yang sedang asik dengan ponselnya dan langsung melirik sumber suara yang
memanggilnya
“ada apa!?” jawab aland masih
dnegan suasana datar dan mencekam
“om masih marah padaku?” tanya
asya ingin mencairkan suasana panas didalam kamar itu, wajah polos itu menatap
aland dengan sendu dan masih mematung ditempatnya
“untuk apa aku marah, bukankah
itu hakmu untuk menganggap ku seperti apa?’ tanya aland dengan cuek dan tidak
peduli, semakin membuat asya menjadi kikuk dan tidak tau harus melakukan apa
“apa om akan mengusirku?’ tanya
asya lagi, ketakutan akan tinggal dijalanan dan tidak punya arah tujuan menjadi
boomerang untuk asya, tidak apa-apa jika aland membuatnya menjadi pembantu asal
jangan membiarkannya tinggal dijalanan dan menjadi gembel disana
“mengapa kamu bertanya sperti
itu?’ tanya aland dan mengangkat sebellah alisnya dan menatap asya dnegan
tatapan tajam
“bukankah om sudah marah padaku,
dan itu artinya om punya alasan untuk mengusirku bahkan menjualku lagi” kata
asya dan pada akhrnya airmata yang ia tahan sejak tadi keluar membasahi pipi
cantiknya itu
“mengapa kamu menangis?” tanya
aland bingung dengan gadis yang ada didepannya itu, aland bahkan tidak
melakukan apa-apa padanya
“aku tidak menagis” kata asya
dan segera menghapus airmatanya dan mebelakangi aland yang masih menatapnya
lekat
“aku sudah pernah mengatakan
kalau aku tidak akan mengusirmu atau menjualmu, lantas mengapa kamu terus
bertanya tentang itu?”tanya aland dengan membalikkan tubuh gadis itu agar
menhadap dirinya
“ak..aku.. aku hanya takut aklau
nanti om berubah pikiran dan mencampakkanku” kata asya seadanya, karna
sejujurnya itulah hal yang paling ia takutkan, apalagi tidak ada lagi yang bisa
ia andalkan, semua yang ada pada dirinya sudah direnggut oleh aland, dan
pendidikan? Ia hanya tamatan SMP saja
“apa kamu ingin pergi dariku?
Makanya kamu selalu membahas tentang hal seperti itu?” tanya aland dan dijawab
dengan gelengan kepala dari asya
“lalu mengapa terus membahas
itu, ap aitu yang ingin kamu lakukan?” tanya aland lagi, namun masih dijawab
gelengan kepala asya
“bukan seperti itu, aku takut
kalau om mencampakkanku, aku tidak punya tempat tujuan, dan apa yang akan aku
lakukan diluar sana” kata asya sambil menatap aland dnegan tatapan kosong tak
bermakna
“jangan pernah berfikir seperti
itu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku tidak akan pernah mencampakkanmu,
kamu saja yang tidak pernah menganggapku” kata aland dengan cuek namun diangguki oleh gadis polos
itu, asya begitu percaya dengan aland, karna pada kenyataannya pria itulah yang
menolong dirinya sampai ia bisa bertahan sampai skerang, kebaikan aland dan
perhatian pria itu mampu membuat gadis polos seperti asya menganggap bahwa
aland adalah penyelamatnya
“aku menganggap om, tapi
bukankah apa yang aku katakan tadi salah?” tanya asya dengan mata polos dan
menatap aland
“kamu bisa mengatakan kalau aku
adalah suamimu” kata aland sambil tersenyum smirk dan menarik tubuh gadis kecil
itu untuk bisa ia peluk leluasa
“suami? Kita belum menikah om,
apa yang om katakana?” tanya asya dengan bingung dan tidak setuju dengan apa
yang dikatan oleh aland
“mengapa? Apa kamu tidak ingin
menikah denganku?” tanya aland tersenyum licik dan gemas dengan ekspresi wajah
gadis lugu itu
“bukan seperti itu om, tapi apa
yang dikatakan om tidak benar” kata asya tetap tidak setuju dengan usul aland
“dimananya yang tidak benar?,aku
mengatakan apa yang aku anggap benar” kata aland dan memeluk asya dengan erat
“itu tidak benar, aku tidak
setuju”kata asya dengan mencebikkan bibirnya dan segera dikecup oleh aland dan
dilu*mat pria itu menekan leher gadis itu untuk memperdalam ciu*man meereka
“Om, apaan sih, main srobot
aja!!” kata asya memalingkan wajahnya malu karna ia lagi-lagi tidak bisa
menolak ajakan aland dan malah meladeninya tanpa menolak sedikitpun
“hahahha, kamu masih saja
seperti anak kecil” kata aland sambil tertawa memegangi perutnya melihat
ekspresi asya semakin gemas karna kesal
“ihh om apaan sih!” kata asya
dan melempar aland dnegan bantal yang dekat dengannya,namun sesaat kemudian
asya Kembali ke raut wajah serius, ia ingin meminta ujin kepada aland agar
dirinya bisa bekerja mulai saat ini
“om akum au katakana sesuatu”
kata asya dan langsung ditanggapi oleh lanad, pria itu memperbaiki posisi
duduknya dan mendengarkan gadis lugu didepannya itu
“apa?” tanya aland dan memeluk
asya Kembali
“aku ingin bekerja om” kata asya
dan seketika itu membuat aland melototkan matanya dan menarik asya untuk lebih
dekat
“mengapa?” tanya aland Kembali
dnegan suara datarnya
“aku ingin bekerja dan ingin
membeli ponsel agar bisa menghubingi teman-temanku” kata asya mengingat jika
dirinya bisa menghabiskan waktu bercerita dengan chloe
“aku bisa membelinya” kata aland
namun dijawab gelengan kepala asya, membuat aland kesal dan semakin menatap
asya tajam
“aku ingin membelinya senidiri,
hasil dari kkeringatku” kata asya membayangkan bagaimana jika dirinya bekerja
dan mendapatkan hasil dari pekerjaannya itu
“kamu bisa membelinya dengan
hasil keringatmu dengan dibawah kungkunganku” kata aland tertawa keras dan
langsung didapati lemparan bantal dari asya
Gadis itu kesal dnegan jawaban
aland, ia meminta ijin dnegan serius namun dijawab asal oleh aland,
“omm…” teriak asya dan langsung
dipeluk oleh aland, pria itu sangat senang melihat gadis lugu nan polos itu
marah apalagi kesal sampai wajahnya merah seperti itu
“sudah.. sudah jangan marah
lagi, apapun yang kamu katakana tadi aku tidak mengijinkannya, kamu tetap
disini dan tidak akan pernah kemana-mana” putus aland dan seketika itu juga
asya lesu dan tidak lagi bersemangat
“aku ingin seperti teman-teman
yang lain om, menghabiskan waktu untuk kesana-kemari” kata asya dengan sendu
“aku bisa melakukannya untukmu,
tapi jangan pernah mengatakan kamu ingin bekerja atau ingin keluar sendiri!”
kata aland, dan mau tak mau asya harus menurut dengan pria itu
next
Berikan komentarmu untuk mereka ya readers😊
yg bener mana?
jelek banget karakter pria" disini..jadi semakin malas buat baca tapi untung aku banyak lompat" selain karena tata bahasa dan kalimatnya yang gak nyambung juga para pemainnya semakin ndk karuan .
belum lagi awal" lu nulis berantakan banget dari segi mengetik tapi gw apresiasi dengan alur cerita lu cuman bikin gw down lu gak ada pendirian. plin plan. kalau lupa sama kalimat sebelumnya. dibuat list dicatatan.
yg bilang Al tdk normal siapa?
lagian kalau semua suami mengatakan dya normal dan mudah bergairah dengan wanita lain bukan kah dya pria tdk setia? lalu apa gunanya menikah?😌
bocah nih pasti😑hapus aja, malu, geli gw bacanya.
bodoh banget kalimatnya🤧
umur Lo berapa sih? masih bocah?
kalo iya wajarlah gak tau cinta..atau masih labil, makanya diubah" mulu tentang perasaan.
kalau gak tau, jangan terlalu diumbar kata" cinta atau perasaan cinta kepada seseorang. kan gak nyaman bacanya.
jangan diubah" lagi kalimatnya.
jangan plin paln, gak mood gw bacanya...haduewww
bukannya wanita malam sdh menjadi nafsunya.
itu wanita" club favoritnya.
ini othornya bikin jengkel deh .sat set aja tanpa kejelasan. gak nyambung...njirrr
sebelumnya mengatakan Aland ke club untuk menghibur dirinya dengan wanita" yg selalu menaminya..gak ada tuh Aland menolak wanita manapun. karena dya tipe mudah terangsang..gak masuk akal tiba" ada satu wanita yg selalu ditolak.
padahal ceritanya Aland selalu ditemani wanita" club untuk memuaskan nafsunya.
mending dicatat deh, gimana karakter prianya trus statusnya dan masa lalunya dengan bener..nanti kalau lupa kalimat awalnya bisa keingat dicatayn sebelumnya.
kalau gini kan pembaca bingung". ini Aland emng suka nidurin wanita apa hanya sekedar menemani minum. jangan kek chapter sebelumnya. si aland kan bercinta dengan wanita saat itu eh malah pulang dengan Vin dlm keadaan mabuk. kirain ada flashbacnya ternyata gak ada.
katanya gak sebrengsek itu.
ini othornya plin plan deh kasih kalimat.
CEO kok gitu..gak punya pendirian.
dan juga ngapain dya nutupin siapa dirinya. dan juga masa Freya gak tau siapa Aland, atau gak usah tau tapikan dari Aland memniayai Freya bisa ketahuan kalau Aland itu kaya.
gw jadi bingung sendiri dengan othornya. dichapter sebelumnya bilangnya Aland yg membiayai Freya tapi alasan Freya meninggalkannya karena gak punya apa"
plin plan banget.
itu yg dibilang CEO?🤭
siapa yg merasa senang dan merasa sangat dicintai karena perbuatannya itulah , pria atau mantannya dulu berubah hanya karena wanita.....
tentu saja si mantan kekasih yg merasa sangat biasa.
bodohkan pria itu, apalagi predikatnya sebagai CEO sungguh tdk cocok status seperti itu disematkan.
itulah mengapa gw selalu erasa langsung down membaca sikap karakter pemain di novel hanya karena mantan, bukannya membuat wanita masa lalunya menyesal dengan memperlihatkan bahwa setelah ditinggalkan pria itu justru bahagia dengan wanita lain malah sebaliknya.....🤦
skip😪
yg bener aja Thor ..CEO ko bodoh