Satu malam sebelum pernikahannya dengan Noah, Kirana harus menerima kenyataan kalau tubuhnya telah dimiliki paksa oleh Sean, calon adik iparnya sendiri.
Tidak cukup dengan hal itu, Sean juga memaksa Kirana untuk menikah dengannya dan mengurung Kirana sampai ia bersedia untuk berjanji tidak akan pernah meninggalkan Sean.
Kirana dan Sean pernah bersahabat baik, sampai Kirana jatuh cinta pada Noah, kakak Sean. Sejak itu, Sean menjauh dan seakan membenci Kirana.
Tidak ada lagi Sean yang selalu melindungi dan menemani Kirana.
Apakah Noah mampu menerima kenyataan kalau calon istrinya telah dimiliki oleh adiknya sendiri, ataukah Sean akan mampu meluluhkan hati Kirana sehingga mereka akan hidup bahagia bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LAMARAN LAGI
Angie hanya terpaku memandangi wajah Keanu yang begitu dekat. Ia masih terkejut dengan apa apa yang Keanu lakukan dan tubuhnya tetap terpaku tak bisa bergerak.
Tiba-tiba Keanu menggigit bibir Angie agar ia memberikan akses pada lidah Keanu untuk menerobos masuk dan Angie lalu tersadar dan Angie mendorong Keanu menjauh setelah rasa terkejut nya berganti dengan kesadaran.
"Keanu!!"
*****
"Sudah berapa kali aku bilang. Jangan sembarangan menciumku!" Angie menggosok bibirnya sambil melemparkan tatapan marahnya pada Keanu.
Ah mata itu lagi.....
Keanu sudah tidak mendengarkan apa yang Angie katakan. Ia hanya tenggelam masuk ke dalam mata yang sedang berapi-api itu.
"Mengerti?!" Hanya itulah kata yang Keanu dengar dari sekian banyak ungkapan kekesalan yang Angie utarakan.
Keanu hanya mengangguk. "Apa yang Angie katakan tadi? Ah sudahlah aku mengangguk saja," ujar Keanu dalam hati.
"Benar kamu mengerti?" tanya Angie sekali lagi dengan tatapan curiga. Ketika tadi Angie bicara panjang lebar tatapan Keanu tidak seperti sedang mendengarkannya.
"Iya, Sayang. Aku mengerti," jawab Keanu lembut sambil mengusap bibir Angie dengan ibu jarinya yang justru membuatnya semakin ingin mencicipi kembali bibir Angie yang lembut.
"Ulangi apa yang aku katakan tadi!" kata Angie sambil menepis jari Keanu yang menyusuri bibirnya yang membuat Angie sedikit merinding.
Gawat!!!
Baru saja Keanu mau memikirkan cara untuk mengelak, pintu gondola mereka terbuka. Mereka harus segera turun.
Ffiuuuuhhh!
Keanu langsung bernapas lega. Sepertinya hari ini Tuhan banyak menolongnya.
"Ayo turun!" seru Keanu sambil meraih tangan Angie. "Kamu mau ke mana lagi?" Keanu melihat ke arah jam tangannya. Menunjukkan pukul delapan malam.
"Pulang saja yuk! Besok aku kuliah pagi." Angie sepertinya sudah melupakan pertanyaannya tadi.
"Baiklah. Tapi makan malam di tempatku dulu ya. Aku mau masak sesuatu untukmu. Ada request?" Keanu sepertinya masih ingin lebih lama menghabiskan waktu dengan Angie. Lagi pula tempat tinggal mereka kini bersebelahan dan Angie tidak akan pulang kemalaman.
"Kali ini aku saja yang masak. Waktu itu kan kamu yang masak. Gantian, oke? Anggap saja ucapan terima kasihku untuk hari ini,” ucap Angie dengan wajah yang sangat menggemaskan di mata Keanu.
Bahkan demikian lebih baik! Angie memasak untuknya. Benar-benar di luar dugaan. Tadinya Keanu berpikir Angie akan menolaknya.
Sepanjang perjalanan pulang, Keanu terus tersenyum sambil membayangkan Angie yang akan memorak-porandakan dapur miliknya. Membayangkan Angie yang memakai apron lalu mulai memotong sayuran dan daging. Meracik bumbu. Memasak semua bahan. Aaaahh sepertinya hari ini sangat sempurna.
Sampai di ruko, Keanu langsung menunjukkan bahan-bahan yang ia miliki di kulkas. "Kamu mau makan apa?" tanya Angie. Beberapa menu terpikir olehnya sesuai dengan persediaan yang Keanu miliki.
Beberapa macam sayuran, daging ayam, dan bumbu yang cukup lengkap. Terlihat kalau Keanu memang memiliki keahlian di dapur.
"Apa saja yang kamu masak akan aku makan," jawab Keanu. "Aku bantu ya?" Keanu mulai mengeluarkan alat-alat masaknya.
"Tidak. Tidak. Kamu duduk manis di sini. Atau kalau kamu mau mandi, mandi saja dulu nanti makan malam akan segera tersedia."
Keanu seakan tidak percaya hari ini Angie bersikap sangat bersahabat padanya. Mereka jadi tampak seperti sepasang kekasih. Semua penolakan Angie sudah tidak bersisa lagi, kecuali karena tadi Keanu yang tidak bisa mengontrol diri mencium Angie terlalu intim. Ah Keanu jadi ingat lagi betapa manis dan lembutnya bibir itu.
"Sebaiknya aku mandi saja sebelum aku menyerangnya lagi," ujar Keanu dalam hati sambil naik ke atas.
Begitu bahagianya Keanu, bahkan mandi sambil bernyanyi. Hatinya benar-benar bahagia. Kalau tahu yang harus ia lakukan hanya membawa Angie ke taman bermain itu, kenapa tidak dari dulu ia melakukan ini. Dia malahan sibuk memikirkan hal-hal romantis mewah untuk menarik perhatian Angie. "Ah gadisku itu memang berbeda," gumamnya dalam hati lalu kembali bernyanyi.
Selesai mandi, Keanu langsung mencium wangi masakan yang membuat perutnya meronta. Ia buru-buru mengenakan pakaian dan mengeringkan rambut seadanya.
"Kamu masak apa? Wangi sekali sampai tercium ke atas," tanya Keanu penasaran, dan langsung berdiri di sebelah Angie mengintip ke wajan yang sedang Angie gunakan.
"Aku masak capcay dan ayam kuluyuk. Suka, kan?" jawab Angie tanpa menoleh. Sesaat aroma tubuh Keanu yang baru saja mandi menggelitik hidung Angie, membuat jantungnya sempat berdetak tidak beraturan tetapi langsung Angie hempas. "Duduk dulu sebentar lagi siap kok." Angie mematikan kompor dan menuangkan masakannya ke piring yang sudah Angie siapkan.
Keanu masih berdiri bersandar di kitchen set di sebelah Angie sambil melipat kedua tangannya di dada. Memperhatikan dengan teliti apa yang Angie lakukan. "Ah ternyata seperti ini ya rasanya punya istri," ungkap Keanu sambil memandang mesra kepada Angie.
"Eh apa kamu bilang barusan?" Angie masih sibuk menata makanan di piring hidangan jadi tidak bisa berbuat banyak. "Siapa yang istri?"
"Ya kamulah, Sayang!" Keanu menghampiri Angie dengan gesitnya mencuri kecupan kecil di pipi Angie dan mengambil piring yang sudah terisi dengan masakan Angie. Keanu meletakkannya di meja makan.
Angie hanya bisa melotot ke arah Keanu. Entah sudah berapa kali Keanu bersikap sembarangan kepadanya. Tetapi entah kenapa sejak kepergiannya selama sebulan Angie tidak bisa semarah seperti dulu lagi pada Keanu.
Angie meletakkan semua alat masak yang tadi ia gunakan ke tempat cuci piring agar tidak terlalu berantakan.
"Ini terlihat enak sekali." Keanu menatap masakan di depannya tidak sabar ingin segera menyantapnya.
Angie baru saja terduduk di bangku dan segera mengambil piring kosong yang sudah tersedia di meja makan. Angie mengambilkan nasi dan memberikannya pada Keanu.
"Tuh kan kamu sudah pantas jadi istriku.” Keanu menerima piring itu dengan senyuman yang merekah. “Kita menikah saja, yuk!" Dengan santainya Keanu mengucapkan hal itu dan mengajak Angie menikah.
"Ngaco kamu! Sudah! Ayo, makan dulu." Angie tidak mau menggubris kata-kata Keanu. Ia menganggap kata-kata itu hanya untuk menggodanya saja.
Mereka menikmati makan malam bersama sambil berbincang santai. Kebanyakan diisi dengan gurauan Keanu dan tawa lepas Angie. Belum pernah Angie tertawa selepas dan sebebas ini. Rasanya beban di hidupnya hilang saat bersama Keanu.
Angie membereskan piring kotor sisa dari acara makan malam mereka, mencucinya bersih dan Keanu membantu mengeringkan piring-piring yang sudah di cuci oleh Angie. Ini semua tepat seperti bayangan Keanu ketika Angie menjadi istrinya kelak.
Berdua, di sebuah rumah yang hangat dan mereka saling membantu satu sama lain.
"Angie, aku serius. Menikahlah denganku."
Sesaat gerak tangan Angie yang sedang membilas piring kotor di tangannya berhenti. Angie lalu tersenyum dan kembali melanjutkan mencuci piring-piring kotor itu.
"Percayalah, kamu tidak akan mau menjadikanku istrimu."
to be continued
list karya Eireen lainnya :
novel :
1. A Night With The Presdir
2. Cinta Tuan Muda
3. Save Me
CS :
1. Uncle Rei (end season 1)
2. He Loves Me, He Loves Me Not (end)
3. Kai dan Kei (end)
4. My Mysterious Bodyguard (end)
5. Ada Pelakor Di antara Kita (end)
6. Badai Pasti Berlalu (ongoing)