Seorang pemuda lumpuh di rainkarnasi ke dunia tales of demon's and god's dengan sebuah system. Menjadi seorang kultivator terkuat, melawan berbagai musuh layaknya menginjak semut. Nantikan kisah dari MC kita untuk mengakhiri kekacauan di dunia Tales Of Demon's And God's.
Note: Karya iseng-iseng cuma buat belajar nulis!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gamaken, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keterkejutan
"Omong kosong! Kau ingin taruhan? Apa kau tau dengan siapa kau bicara?" cibir Chu Gang.
"Menarik, aku penasaran taruhan apa yang kau bicarakan ini." ujar Chu Liu, tampak senyum tipis yang tersembunyi muncul di sudut bibirnya.
Ling Tian kemudian menunjuk ke arah pilar inti spiritual di tengah danau, kemudian berkata: "Sederhana, yang bis melangkah paling jauh hingga mendekati pilar itu, dialah pemenangnya," jelasnya.
Semua orang saling pandang mendengar tantangan itu, seketika tawa terbaha-bahak mereka keluar lagi.
"Sungguh konyol, bagaimana bisa dengan bodohnya kau mengatakan taruhan seperti itu? Kau tak punya otak ya?" ejek Chu Gang disambut dengan tawa pemuda yang lainnya.
"Bodoh? Atau jangan bilang kalian takut?" ucap Ling Tian dengan wajah sedikit miring dan senyum yang lebih mengejek.
"Kau terlalu berani, anak muda. Pilar itu adalah inti spiritual yang memancarkan energi surgawi yang luar biasa padat, dalam jarak ini saja tekanannya cukup untuk menundukkan ahli di tingkat Legenda, dan kau ingin mendekat ke sana?" kata Chu Kiong.
"Benar, Tuan Ling. Tantangan ini sungguh mustahil. Sebaiknya kit-" ucap Han Luo terpotong oleh isyarat tangan Ling Tian.
"Tak masalah, jika kalian menang, aku akan meminta maaf dan berlutut, benda ini juga akan menjadi milik kalian," ucap Ling Tian sembari mengeluarkan sebuah kristal bulat yang berisi roh iblis tingkat Dewa.
Seketika mata Chu Liu dan Chu Kiong terbuka lebar, terkejut dengan apa yang pemuda itu pegang. Kilatan keserakahan muncul di mata mereka seketika itu.
"I-itu? Bagaimana bisa kau memiliki benda itu?" tanya Chu Liu dengan tatapan gugup dan curiga.
"Untuk apa aku memberitahumu, jika kau menolah tantanganku maka berlutut dan jilat sepatuku." ujar Ling Tian tanpa banyak basa-basi, ia sudah mulai bosan dengan percakapan ini.
"K-kau!" Chu Liu yang mulai kehabisan kesabarannya ingin sekali menghajar bocah itu, namun Chu Kiong menghentikan langkahnya.
"Baiklah, kami terima tantanganmu. Tapi, kau juga harus memegang ucapanmu itu, nak." ucapnya, "dan jangan menyesal jika kau kalah dan kehilangan benda itu."
Akhinya Ling Tian terkekeh pelan, sesuai tebakannya, orang-orang di hadapannya ini tak mungkin untuk menolak tantangannya. Kristal orh iblis tingkat dewa itu saja sudah cukup untuk membuat mereka menjulurkan lidah seperti anjing.
"Chu Gang, tunjukkan pada pemuda ini apa arti dari jenius sebenarnya keluarga kita." tegas Chu Kiong memerintahkan pemuda di belakangnya untuk melangkah maju.
Chu Gang ini adalah seorang pemuda yang di kenal sebagai jenius hebat di keluarga Chu, dengan sumber daya melimpah keluarganya, Chu Gang tak diragukan sebentar lagi akan menembus ranah Heavenly Fate dan menjadi orang penting di sekte Azure Dragon.
"Baik, Tetua. Aku sendiri sudah cukup untuk membungkam mulut pemuda sombong ini," ujarnya sebelum melompat ke danau dan menginjakkan kakinya di atas air.
Seketika tekanan dahsyat menghantam tubuhnya, mencoba menekan Chu Gang agar tunduk. Namun, pemuda ini lebih dari mampu untuk tetap berdiri kokoh, ia bahkan bisa melangkah meju ke depan.
"Hoho, seperti yang diharapkan dari jenis muda keluarga Chu." ucap Chu Liu sembari mengelus janggutnya, "kau lihat itu Han Luo? Cepat atau lambat kau juga akan berlutut di bawah kakiku karena kesalahan bocah yang kau bawa."
Patriark Han menatap tajam Chu Liu dari sudut matanya, ia masih tak suka dengan sikap sombong pria tua itu.
'Aku percaya Tuan Ling pasti lebih hebat, bayangkan saja seberapa tinggi kultivasinya mengingat ia mampu mengaktifkan sembilan kristal resonansi.' batin Han Luo.
Sementara itu Ling Tian menyaksikan usaha keras Chu Gang yang masih melangkahkan kakinya di atas permukaan danau, "Lucu sekali, hanya berjalan ke tengah danau menuju pilar itu saja kau masih butuh usaha lebih," cibirnya tertawa getir.
Chu Kiong menatap tajam Ling Tian yang baru saja mengatakan kata-kata menghina itu. "Jangan salah, dia adalah jenius muda keluarga Chu, dan siapa kau? Hanya anak dari keluarga rendahan yang bahkan tak pernah terlihat." balasnya dengan ejekan pula.
Ling Tian mendengus pelan, mencoba menahan tawanya agar perutnya tidak sakit. "Jenius? Tapi kenapa dia terlihat kesusahan hanya untuk berdiri di atas danau itu?" ujar Ling Tian.
Han Luo tampak ingin tertawa mendengar ejekan demi ejekan yang keluar dari mulut Ling Tian, namun ia berusaha menyembunyikannya demi menjaga muka.
"Jangan banyak omong, bocah! Aku rasa kau bahkan tak mampu berdiri di atas danau itu." ucap Chu Liu tak tahan, "Jangan melebih-lebihkan dirimu sendiri layaknya jenius."
Ling Tian hanya mengabaikan kata-kata itu dengan senyum mengejek yang rasanya tak pernah pudar.
Tanpa aba-aba ia pun melangkah ke atas permukaan air danau dan berdiri seperti biasa.
Jika dibandingkan Chu Gang yang membutuhkan usaha untuk bahkan berdiri saja, Ling Tian hampir tak terlihat kesulitan sedikitpun, ia hanya tetap santai seperti biasa.
Chu Guan menoleh ke arah pemuda itu di saat jarak mereka terpaut beberapa puluh meter. "Haha, aku sudha sejauh ini dan kau baru turun. Kupikir akulah yang memenangkan taruhannya." ucapnya penuh percaya diri.
"Benarkah?" balas Ling Tian singkat sembari berjalan mendekati pemuda itu.
Ia melangkahkan kakinya dengan santai, walaupun tekanan luar biasa semakin meningkat seiring Ling Tian mendekati pusat danau, namun ia sepertinya tak terpengaruh sedikitpun.
Di kejauhan, Han Luo tertawa getir, sudah menduga hala seperti ini akan terjadi. "Bagaimana aku harus mengatakannya? Tuan Ling ini adalah jenius di antara para jenius, dan kalian berani melawannya," gumamnya pelan, cukup untuk semua orang dengar.
Tiba-tiba Chu Liu dan Chu Kiong mengerutkan kening. Masih tak menyangka bahwa pemuda itu dapat dengan bebas bergerak di atas danau yang dipenuhi tekanan energi surgawi yang luar biasa.
"Jangan salah, dia masih jauh untuk bisa melampaui langkah Chu Gang kami," balas Chu Kiong penuh percaya diri.
Akan tetapi baru setelah ia mengatakan hal itu, Ling Tian sudah semakin dekat untuk mendahului langkah Chu Gang di bawah tekanan yang semakin kuat.
"A-apa!? Kenapa dia masih bisa melangkah dengan santai?" tanya Chu Liu penuh dengan kejutan luar biasa.
Di samping Han Luo hanya bisa menahan tawa, ia benar-benar ingin mengatakan bahwa Ling Tian ini sebenarnya memiliki basis kultivasi di atas siapapun di sini. Namun, ia lebih memilih diam dan menikmati ekspresi para anggota keluarga Chu itu.
'Benar juga, jika Tuan Ling menang taruhan ini, Chu Liu dan Chu Kiong akan berlutut dan meminta maaf. Hehe, betapa memalukannya hal ini jika berita seperti itu tersebar di sekte.' batin Han Luo tertawa aneh dengan ide brilian pula.
Di atas permukaan danau, tak butuh waktu lama untuk Ling Tian berdiri di samping Chu Gang.
"Berapa lama yang kau butuhkan untuk sampai di sini?" tanya Ling Tian dengan seringai mengejek.
"K-kau!" kejut Chu Gang baru menyadari Ling Tian telah berdiri di sampingnya.
Matanya melotot karena kejutan yang begitu besar, Chu Gang dengan jelas memastikan bahwa Ling Tian masih jauh di belakang beberapa detik lalu, kenapa dia bisa tiba-tiba muncul di sampingnya?