NovelToon NovelToon
Not To Be Regrettable

Not To Be Regrettable

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:499.5k
Nilai: 4.5
Nama Author: Lin_iin

Dia ada karena sebuah kesalahan, tapi kehadirannya tidak lantas untuk dipersalahkan.


Vallery Hamil di luar nikah saat umurnya masih 19 tahun dengan pria bule keturuanan Jawa-Rusia, yang umurnya terpaut cukup jauh dengannya. Hidupnya berubah setelah ia menikah dengan pria bule itu. Perubahan apa saja yang terjadi pada Vallery setelah menikah?

Yuk, baca selengkapnya hanya di aplikasi sini🤗🥰😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lin_iin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Sebar undangan

_______

Lingga memasuki Cafe tempat biasa ia dan kawan-kawannya berkumpul. Kedua teman-temannya berprofesi sebagai seorang dokter, satu dokter spesialis penyakit dalam dan yang satu dokter kandungan. Sebenarnya masih ada satu lagi, ia berprofesi sebagai seorang dosen di salah satu Universitas Solo. Karena ia tidak menetap di Jakarta jadi mereka jarang berkumpul.

"Nih, buat kalian."

Lingga meletakkan dua kartu undangan di atas meja lalu duduk di sisi kiri Randu.

Randu yang paling semangat membuka kartu undangan itu. "Anjir, beneran sama yang lo bawa waktu itu." Ia menatap Lingga tidak percaya setelah membaca nama mempelai perempuan yang tertera di sana.

Setelah pemeriksaan itu, mereka memang belum bertemu. Selain karena kesibukan Lingga untuk mendapatkan restu dan lainnya, Randu sendiri juga sama sibuknya. Meski kalau kesibukan pria itu hanya berkutat pada pasien dan ibu hamil.

"Dibawa ke lo?" Gilang menatap Randu dan Lingga secara bergantian, lalu berfokus menatap Lingga, " DP duluan lo?"

Dengan wajah santainya, Lingga mengangguk membenarkan.

"Gue disalip nih?" Gilang yang notabene-nya lebih dulu menikah jelas merasa tersalip. Apalagi Febi, istrinya belum menunjukkan tanda-tanda akan hamil.

Randu menjentikkan jarinya, membenarkan. Ia kemudian menegakkan tubuhnya untuk membenarkan posisi duduknya.

"Dan lo harus tahu berapa umur calon istrinya."

"Berapa?"

"Lo mau nebak dulu nggak?"

"19 tahun," sahut Lingga cepat. Ia sedikit malas dengan sikap orang-orang di sekitarnya yang mempermasalahkan umur sang calon istri. Ia tidak suka.

"Ah, nggak asik lo," decak Randu sambil menyesap kopi pesanannya.

"Harus berapa kali gue bilang sih, Ndu, age just number. Ngerti nggak sih lo?" Lingga menatap Randu malas.

Sedangkan pria itu hanya mengiyakan sambil mangguk-mangguk dengan ekspresi datarnya.

"Beneran DP duluan lo, Ga?" tanya Gilang masih tidak percaya, "kok bisa? Seorang Lingga Maheswara gitu loh, masa sampai kebobolan sih? Payah banget deh keluarga kalian? Lintang juga gitu kan dulu?" candanya di sela kekehannya.

Randu ikut terkekeh. "Lo yang lebih payah. Nikah udah setahun lebih tapi bini lo nggak bunting-bunting. Bisa nggak sih lo itu sebenernya? Udah deh, lo besok ke ruangan gue. Konsultasi, yuk, nanti gue kasih tips dan trik biar Febi cepet--"

"Sialan lo!" umpat Gilang kesal bersiap memukul Randu. Sedangkan pria itu hanya terkekeh dengan wajah tidak bersalahnya. Ia kemudian menatap Lingga, meminta jawaban pasti dari pria bule itu, "ini Pak Bidan ngarang kan?"

"Kalau nggak percaya, besok lo dateng ke ruangan gue. Nanti gue kasih liat data rekam medisnya," sahut Randu sambil mengunyah kentang gorengnya.

"Iya, bener, Lang. Calon istri gue beneran hamil, dan ya, dia masih 19 tahun. Dan kita menikah karena Vallery hamil duluan."

"Kok lo bisa ketemu sama bocah?" Gilang berpikir sejenak, "19 tahun tuh masih bocah banget kan?" Ia menoleh ke arah Randu untuk memastikan jawabannya.

"Yup, masih semester awal sih gue gue rasa. Maba nggak mungkin dong, Ga?"

"Udah semester 3."

Randu tiba-tiba menghentikan kunyahannya. "Gila, Ga, coba lo bayangin nanti, istri lo masih muda, harus kuliah sambil ngemong anak kalian. Bayangin repotnya dia ntar? Lo nggak kasian?"

Lingga menghela napas. "Ya, kasian, cuma gue bisa apa sih, Ndu?"

"Bentar, usia kandungannya berapa?"

"Terakhir cek di gue sih, enam minggu. Sekarang udah masuk delapan mungkin. Terakhir ketemu kapan sih kita, Ga?"

Lingga tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya menjawab, "Ya, sekitar dua mingguan."

Randu mengangguk yakin. "Berarti udah ada 8 minggu lah."

"Masih boleh aborsi nggak sih umur segitu?" tanya Gilang tiba-tiba.

Randu menggeleng. "Enggak. Kalau emang mau harus dilakukan di bawah umur segitu. Usia janin segitu detak jantung udah kedengeran lebih baik ketimbang sebelumnya. Janin juga mulai bergerak meski si ibu belum bisa ngerasain. Perkembangan juga udah mulai cepet kalau segini. Jadi bisa dibilang udah sangat nggak diperbolehkan."

Lingga menghela napas sambil menatap Gilang datar. Dari ekspreisnya terlihat cukup jelas kalau ia sedikit tersinggung atas pertanyaan itu. "Gue nggak ada niatan buat ambil tindakan itu, Lang. Calon mertua gue sempet nyuruh gitu, dan lo tahu apa reaksi Vallery? Dia nangis-nangis nggak setuju."

"Jelas lah," sahut Randu.

"Gue jadi penasaran orangnya," guman Gilang.

"Nanti juga lihat kalau dateng ke nikahan gue," balas Lingga.

Randu menghela napas sambil membolak-balikkan kartu undangan di tangannya. "Semoga di tanggal ini pasien gue nggak ada yang lahiran deh."

Lingga langsung menoleh ke arah Randu. "Dokter kandungan bukan cuma lo, Ndu, nggak bisa emang diganti?"

"Ya, enggak bisa lah, kalau pasien gue, selagi gue ada di Jakarta, tetep harus gue sendiri yang tanganin."

Lingga ber'oh'ria sambil mangguk-mangguk paham, pandangannya kemudian beralih pada Gilang. "Kalau lo gimana?"

Gilang mengacungkan jarinya membentuk huruf O. "Gampang lah kalau gue, bisa diatur."

"Wisnu lo undang juga nggak?"

Lingga mengangguk. "Ya, undang lah. Cuma dia bilang belum tentu bisa dateng, soalnya kan acara gue agak dadakan, jadi kalau semisal dia nggak dapet dosen penggantinya, dia nggak bisa dateng."

"Berarti tinggal lo sendirian ya, Ran?"

Randu yang tadinya sedang sibuk dengan ponselnya, mendadak mengangkat wajahnya. Menatap Lingga dan juga Gilang secara bergantian dengan ekspresi bingungnya.

"Hah? Gue kenapa?"

"Lagi sibuk chat sama siapa sih? Pacar lo?" Lingga sedikit melongok ke arah layar ponsel Randu yang menampilkan room chat.

"Pacar aja nggak punya, gimana mau chatan sih, Ga?" cibir Gilang mengejek, "di antara kita semua, yang belum punya gandengan cuma lo, Ran. Gue udah nikah, jelas. Lingga bentar lagi nyusul ijab qobul--"

"Wisnu belum, ya," potong Randu tidak terima.

"Tapi seenggaknya dia udah punya pacar. Nggak jomblo macem lo."

"Siapa? Kok gue nggak tahu?" tanya Randu tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel. Jari-jemarinya pun sibuk mengetik.

"Gue kalau namanya nggak tahu sih, tapi katanya mahasiswanya sendiri. Denger-denger dia bakal langsung lamar setelah ceweknya selesai sidang, kalau udah lulus wisuda langsung mau dinikahi."

"Wah, kayaknya gue juga perlu ngelamar Winda dengan segera," celetuk Randu, ia menghentikan ketikannya sambil melirik Lingga dan Gilang secara bergantian.

Lingga yang merasa asing dengan nama tersebut tampak kebingungan. "Siapa itu Winda? Pacarnya? Atau masih gebetan?"

Gilang tertawa meledek Randu. "Winda itu salah satu perawat yang ada di departemen obgyn. Sengenes itu sobat lo, Ga. Cariin deh, kasian dia, hidupnya cuma berurusan sama ibu hamil terus. Gimana mau dapet pacar coba."

Lingga ber'oh'ria. "Lo naksir sama dia, Ndu?"

Randu menggeleng tegas. "Enggak lah, dia tuh udah gue anggep kayak adek gue sendiri. Ya kali naksir, jangan dengerin ini dokter jeroan, suka hoax soalnya."

"Denial aja teross, Pak Bidan. Bilang aja karena emang Winda nolak lo, nggak usah malu. Nggak bakal nggak gue ledek kok ntar. Santai aja lo kalau sama gue."

Randu merengut sebal lalu berdiri. "Tahu lah, mau ke toilet bentar gue."

"Kan, kan, kabur? Bener ini pasti gue," tebak Gilang sambil tertawa puas.

"Gue kebelet, kambing! Sembarang aja lo," balas Randu tidak terima.

Lingga yang merasa sudah biasa dengan sikap keduanya hanya bisa geleng-geleng kepala.

"Udah lah, Lang, jangan lo ledekin Randu terus. Kasian."

Bukannya berterima kasih, Randu malah menatap Lingga galak. "Diem deh lo, Bule Jawa! Nggak butuh gue belas kasian dari lo, lebih butuh transferan aja gue sih."

"Duit mulu otak lo," cibir Gilang sambil berdecak, "nikah sana lo! Jangan nyari duit mulu, nyari jodoh sesekali."

"Bodo amat," balas Randu acuh tak acuh, "apa-apa butuh duit ya Pak Bule Jawa. Duit emang nggak bisa dibawa mati, tapi kalau nggak ada duit rasanya kayak bikin orang mau mati," lalu meninggalkan meja begitu saja.

"Mulut lo!" sungut Gilang sambil melempar kulit kacang ke Randu.

"Bohong kan dia?" Lingga bertanya dengan penasaran setelah Randu benar-benar hilang dari pandangan mereka.

"Soal apa?"

"Winda-winda itu tadi yang lo ceritain."

Gilang menatap Lingga tidak paham. "Bohong yang gimana maksud lo?"

"Ya, mereka ada sesuatu gitu."

Gilang mengangkat kedua bahunya acuh tak acuh. "Nggak yakin juga sih gue kalau soal itu. Tapi emang mereka akrab banget sih, mana ini perawat berani banget sama Randu. Padahal dia bukan perawat senior. Masih muda juga."

Lingga berpikir sejenak lalu bertanya, "Di tempat kalian diizinin nggak sih punya pasangan di tempat kerja yang sama?"

Gilang menatap Lingga datar. "Lo kenapa tanya gituan?"

"Ya, nggak papa. Kali aja nggak dibolehin makanya mereka nyembunyiin fakta kalau mereka pacaran."

Gilang menggeleng tidak yakin. "Enggak lah, nggak ada larangan gituan sih sebenernya. Cuma kita kalau ada hubungan seprofesi dan sekantor atau segedung lah semisal, emang nggak milih buat go publik sih. Males pada ditagih PJ."

"Berarti kemungkinan gitu dong?"

Gilang tampak berpikir serius sebelum akhirnya menggeleng. "Untuk kasus Randu beda. Dia nggak mungkin nggak cerita kalau soal ginian."

Lingga ber'oh'ria sambil mengangguk paham. "Tapi dia udah move on kan sama yang waktu itu?"

Gilang terdiam lalu menatap Lingga serius. "Nggak yakin gue soal itu."

Tbc,

1
Vie ardila
Luar biasa
Lina Herlina Hardjati
cuzzzz
Ersa
Luar biasa
Ida Haedar
kisah randu di rp berbayar kan? iya sih novel kak othor emang bagus, harus ada apresiasi lebih, cuma sy ga bisa baca novel yg berkoin, gaptek sy!
Ida Haedar: makasih infonya kak👍
total 2 replies
Ida Haedar
teorii Randu : nternis berbanding lurus dengan jeroan wkwkwk...
Ida Haedar
hahahaha, emak2 paguyuban ghibah ria, rasa lu!
Ida Haedar
saya baca novel ini pas sudah tamat, dan saya sukuri hal ini, karena kalau saya baca masih belum selesai dijamin saya ga sabaran nunggu kak othor up part demi part, bisa jadi sakau saya nunggu up part berikutnya😂, sebab novel ini ngangenin, alurnya apik mengalir, ga stuck apalagi kaku, sayangnya novel sebagus ini yang komen sedikit, ga kagatelan gitu yah, kalau saya bawaannya gatel pingin ngomen kalau baca novel sebagus gini.
Ida Haedar
makanya ada adat pingitan itu untuk menghindari perselisihan pasangan menjelang hari H
Ida Haedar
vallery & patricia duo sahabat sejati, tidak ada cinta segitiga, nick ga ada di posisi perusak persahabatan karena vallery hanya menganggapnya teman lebih ke sodara(kembar?).
Ida Haedar
part ini ada bawangnya, kak othor pinter yah mendeskripsikan(bener ga nulisnya?) alur ceritanya. keren!! 👍💪
Dayu Dwita
Luar biasa
Agaiskha Guslin
jd inget alm ibu mertua, klo lg ribut kecil gt yg disalahin anaknya mantunya posti dibelain😊😊
Agaiskha Guslin
baru sadar ini ceritanya papa mala sm ayah nya agha ya thor 😁
Agaiskha Guslin
aku mampir kesini kaka.. sambil nungguin up nya papa agha sm mama mala😙😙
Lin_iin: makasih udah mampir dan baca kisah mereka😍❤️
total 1 replies
Nur cholifah Olif
rezeky willl 😁
Vera Uni
ceritanya bagus alurnya jaiga ngalir seperti kehidupan sehari2 yg tidal di buat lebay..terimaaksih Thor
Lin_iin: terima kasih sudah mampir dan baca, yuk, baca ceritaku yang lain🥰 ada 'Married With My Bestie' yang masih on going
total 1 replies
dewi_nie
sayang banget gak ada lanjutannya
Lin_iin: yuk, baca ceritaku yang lain. ada 'Married With My Besti' yang lagi on going loh, cerita putra bungsunya pak bidan😂 ada jg cerita yang lain, jgn lupa mampir🥰
total 1 replies
dewi_nie
😭😭😭
dewi_nie
bagus randu.cecar terus si lingga biar kapok dan sadar...buat lingga cemburu dan merasa kehilangan velle...
dewi_nie
bumil peka tp kurang nyambung...pingin tau reaksi lingga saat velle tau dia suka main begituan dgn Carissa..rame dah rame ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!