1
Ninda seorang gadis remaja yang masih duduk di bangku akhir sekolah menengah. Namun dia terpaksa
menikah. Karena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Husnel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bahagia
Faris yang baru sadar langsung berdiri dan mengikuti langkah asisten nya untuk mengantar keluar, karena untung asisten nya menolak ajakan istrinya.
" Makasih ya, aku tadi sempat bingung! " Ucap Faris santai. walau dalam hati dia sebenarnya malu pada asisten nya itu, tapi dia menjaga imegnya, padahal asistennya itu sudah tau gimana dia. Karena Viktor bekerja dengannya sudah lama. Apalagi mereka pernah satu SMA. Namun setelah kuliah mereka berpisah. yang mana Faris kuliah di luar negeri. sementara Viktor kuliah di Universitas Negeri di kampungnya.
" Santai aja bos! Tadi aku nggak lihat kok kemana tempatnya, cuman di amplop itu ada tulisan untuk kalian berdua. jadi saya nggak jadi buka. " Jawab Viktor panjang lebar.
Faris pun lega, jadi dia nggak perlu malu. karena Viktor nggak tau kemana tempatnya dia bulan madu. sebab kalau asisten nya tau pasti menggoda nya.
" Oh ya, aku titip perusahaan ya, awas kalau sempat kacau, aku yang langsung pecat kamu! " Ancam Faris menghilangkan rasa Canggung nya.
" Viktor malah makin terkekeh mendengar ancaman Faris. Dia pun menepuk bahu temannya yang merupakan bos itu.
" Santai bro. puas kan diri kalian, aku mau kalian pulang bertiga. he.. he... " Viktor pun berlalu setelah berbisik dengan Faris. Dengan cepat kabur masuk mobilnya.
Faris sempat mengumpat, namun terdengar lagi Viktor berucap. " Bos bilang amin.! bukan mengumpat. " Sarkas Viktor yang baru di sadari Faris. dia pun mengusap mukanya sambil komat- kamit. Viktor yang melihat makin terkekeh di dalam mobil. Dia meninggalkan bisa nya yang menurutnya sangat lucu kalau sedang jatuh cinta.
Ternyata begitu ya, kalau sedang jatuh cinta, semuanya jadi bodoh dan hilang wibawa. ucap Viktor pada dirinya sendiri..
Sementara Nindi mengikuti suaminya karena lama di luar. " Sudah pergi asistennya mas? " Tanya Nindi yang tiba-tiba.
Faris yang baru memutarkan badan ke dalam rumah, terkejut. memegang dadanya yang sangat kaget.
" Sayang....!" Kenapa? Tanya Nindi yang juga kaget dengan sikap suaminya. Faris yang mendengar ucapan sayang dari istrinya itu pun makin terpana. dengan spontan ia memeluk istrinya itu.
" Makasih sayang. " disela pelukannya. Nindi bengong dengan sikap aneh suaminya. ada apa dengan suaminya. apakah berat betul beban suaminya di kantor sampai bersikap seperti itu. padahal dia nggak sadar ucapan sayang yang diucapkannya tadi yang membuat suaminya terharu.
Faris mengajak istrinya ke kamar, Nindi mengikuti langkah suaminya. dia duduk di kasur yang masih memandang suaminya yang aneh menurutnya hari ini.
" Mas. ok kan? " Tanya nya yang masih penasaran.
Faris duduk di samping istrinya dan membuka amplop yang di antar asistennya tadi.
" Sayang. Kita dapat tiket bulan madu dari papa. ini kado untuk kita berdua. namun.......! " Faris sengaja menggantung kalimatnya .
" Tapi apa mas? batal.. nggak apa-apa. lain kali kan bisa." Jawab Nindi lemah. karena awal nya dia pun senang mendengar ucapan suaminya.
Namun dia sembunyikan.
Faris memeluknya erat dan mencium pucuk kepala istrinya. " Mama papa memberikan ini, agar kita m m balasnya dengan pulangnya membaca calon cucu buat mereka! " Ucap Faris seolah menghina. padahal ini cuman akal-akalan nya. karena ia tau istrinya itu sangat sensitif melihat dia sedih.
" Kita usaha aja nanti di sana mas, mana tau pulangnya kita bawa calon cucu buat orang tua kita." Jawab Nindi dengan polosnya.
Faris terlonjak. nggak sadar ia memeluk istrinya kembali." Kalau begitu kita packing ya. nggak usah banyak-banyak bawa bajunya. karena. nanti susah bawanya. baik kita beli aja kalau kurang. Ucap Faris. mereka pun packing.