NovelToon NovelToon
Khanza & Gracio

Khanza & Gracio

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:237.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ana Yulia

"Namaku Rara..... Rara.... bukan Khanza. Jangan panggil aku dengan nama jelek itu!" kata Rara emosi ketika orang rumah memanggilnya dengan nama Khanza.
Dia sangat membenci nama itu. Bukan hanya nama itu, tapi juga orang yang telah memberinya nama itu, yaitu Sahreza Gracio kakak sepupunya.

Khanza Ghaniya adalah nama yang di berikan oleh Gracio sejak dia dalam kandungan ibunya. Sebenarnya Rara sangat suka dengan nama itu. Tapi karena kebenciannya pada Cio membuat dia tidak suka nama itu.

Cio pergi ke Eropa untuk melanjutkan studi di sana membuat mereka berpisah. Rara berjanji akan menunggu Cio kembali. Cio juga meminta Rara untuk menunggunya pulang. Meski jauh, hubungan cinta dan kasih sayang persaudaraan di antara mereka tetap terjalin.

Tapi seiring berjalannya waktu Gracio melupakannya. Hal itu membuat Rara benci Gracio dan mengganti namanya dengan Rai Rara.
12 tahun berlalu keduanya di pertemukan k

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Tamu spesial

Hanya dua hari tinggal di kediaman orang tuanya, Rara kembali ke rumah Cio. Dia tidak mau tinggal di situ tanpa Cio.

Saat ini Rara berada di kamar Cio. Menyiapkan pakaian kantor kakaknya.

Telepon Ryu berdering. Rara mengabaikannya, di biarkan terus berdering hingga mati sendiri. Tapi kemudian berdering kembali. Rara segera mendekati benda pipih itu karena merasa terganggu. Di lihatnya tertera nama Anggi. Rara ingat nama itu, dan juga orangnya. Anggi, kekasih kakaknya.

Rara tidak mengangkatnya.

Dia segera memungut benda itu dan berjalan ke kamar mandi, karena saat ini Ryu sedang mandi.

"Kakak, kak....!" panggilnya sedikit keras. Tapi tak ada suara balasan. Rara segera masuk. Terdengar suara gemercik air. Dia dapat melihat Ryu dari balik tembok kamar mandi yang bagian atas terbuat dari kaca tembus. Sedangkan bawahnya buram.

"Kakak! Kakak ada telepon." panggilnya seraya mengetuk kaca berulangkali. Dia tidak melihat pada Ryu dan memalingkan wajah ke sebelah karena dia tahu Ryu sedang telanjang polos.

Ryu tidak melihatnya karena membelakanginya. Posisi Ryu yang saat itu sedang menunduk, satu tangannya menyentuh dinding, satunya lagi menyentuh tato nama Khanza di dadanya.

"Kakak, kak....!" panggil Rara lagi sedikit keras.

Benda itu kembali berbunyi, lalu mati lagi.

Ryu menoleh sedikit ke samping. Dia menangkap keberadaan Rara dengan ekor mata. Dia sedikit kaget dan panik. Tapi dia kembali tenang setelah mengingat dinding kaca bagian bawah gelap.

Sementara Rara segera membelakangi setelah Ryu tahu keberadaan dirinya.

Ryu cepat menyelesaikan ritual mandinya. Lalu memakai bathrobe. Dia keluar sambil melap rambutnya yang basah dengan handuk kecil.

"Khanza.....!" panggilnya pelan.

Rara segera berbalik. Dia menyerahkan ponsel.

Ryu.tidak langsung menerima, hanya melihat benda itu.

"Ada telepon masuk." kata Rara

"Kenapa nggak di angkat?" masih terus dengan gerakan melap rambutnya.

"Nggak ah, itu kan telepon kakak!"

"Dari siapa?"

"Kekasih kakak."

"Kekasih?" wajah Ryu mengernyit.

"Iya..." Rara mengangguk." Nih....!" Rara meletakkan benda itu ke dalam genggaman Ryu. "Segera telpon balik, sepertinya penting." katanya lagi, lalu segera keluar.

Ryu memeriksa panggilan masuk, Anggi....

Empat panggilan telepon dari Anggi yang tak terjawab. Ryu hanya melihat nama Anggi tanpa menelpon balik. Dia segera keluar menuju kamar. Di dapatnya pakaian formal kantornya sudah teratur di atas ranjang. Lengkap dengan dasi, kous kaki, dan sepatu yang warnanya senada. Bahkan tersedia juga sapu tangan dan jam tangan.

Ryu tersenyum melihatnya. Dia melihat sekeliling ruang kamar, tapi tak menemukan apa yang di cari oleh matanya. Ryu menyentuh satu persatu semua barang itu. Kemudian segera mengenakannya.

Sementara di bawah.

Ting...ting...ting.

Terdengar bel berbunyi.

Saat itu Rara sedang melihat koki memasak dan menyiapkan sarapan pagi.

"Sepertinya ada tamu." katanya.

"Iya nona, saya ke depan dulu." kata kepala pelayan.

"Tidak perlu, biar Rara yang buka. Ibu kembali bekerja saja!" kata Rara. Dia segera melangkah menuju pintu utama.

Setelah sampai, Rara segera membuka pintu.

Di lihatnya seorang wanita cantik, tinggi semampai berdiri mengenakan kacamata hitam. Tas mewah tergantung di tangan.

Rara menatapnya sejenak, selanjutnya dia ingat.

"Kak Anggi?"

"Hay Khanza. Kau masih mengingat ku." sapa tamu itu yang tak lain memang Anggi.

Anggi tersenyum, lalu membuka kacamata.

"Tentu saja. Silahkan masuk." ajak Rara ramah. Dia berjalan masuk di ikuti Anggi.

"Bukannya kakak tadi menelpon?"

"Iya benar. Kok kamu tahu?"

"Tahulah.... Saat itu Rara ada di kamar kak Ryu. Rara melihatnya. Sewaktu kakak menelpon, kak Ryu sedang mandi. Tapi udah Rara sampaikan kok kepadanya."

Anggi mengerti kenapa Ryu tidak mengangkat teleponnya. Karena pria pujaannya itu sedang mandi. Dia sempat geram karena Ryu tidak mengangkat teleponnya.

"Terus mana dia?" tanyanya melihat ke atas. Karena dia yakin Ryu di kamarnya yang berada di lantai atas.

"Masih di kamarnya. Mungkin sedang berganti pakaian." kata Rara menunjuk ke atas.

"Kak Anggi ke atas saja, ke kamar kak Ryu." kata Rara lagi.

"Memang bisa? Aku khawatir Ryu akan marah!" kata Anggi. Karena selama ini dia tidak pernah masuk ke kamar Ryu. Karena Ryu melarang dan tidak mengizinkan.

"Tentu saja boleh. Kak Ryu nggak akan marah kok. Kak Anggi kan kekasihnya. Rara saja bisa masuk, bahkan tidur di kamarnya." jawab Rara dengan polosnya.

"Kamu tidur di kamar Ryu?" tanya Anggi dengan wajah mengernyit. Dia kaget.

"Iya," Rara mengangguk." Rara sering tidur bersama kak Ryu saat takut tidur sendiri."

Anggi kembali kaget.

"Pergilah ke atas. Kak Ryu pasti senang melihat kakak!" kata Rara.

"Senang apanya? Ryu tidak pernah mengajakku ke atas, apalagi masuk ke kamarnya. Ryu melarang. Dia bahkan memperingatkan diriku jangan pernah masuk ke kamarnya." batin Anggi dengan rasa kesal. Rara bisa masuk dan tidur di kamarnya, sedang kan dia hanya ingin melihat ruang itu saja tak di izinkan.

"Rara mau ke dapur dulu. Mau melihat koki memasak." ujar Rara tersenyum. Dia berbalik melangkah.

Tapi langkahnya terhenti dengan panggilan Anggi.

"Rara, Khanza....!" dia bingung manggil dengan nama apa.

"Ya....!" Rara berbalik.

"Kalau boleh tolong antar aku ke atas...ke kamar Ryu. Aku tidak enak dengan pandangan para pelayan jika masuk ke kamar Ryu seorang diri. Jadi tolong temani aku!" katanya berpura-pura. Sudah lama dia ingin masuk ke kamar Ryu, tapi Ryu melarang.

"Please, temani aku." pintanya lagi melihat Rara yang bengong.

"Baiklah, ayo kak!" ujar Rara. Dia segera berjalan menaiki tangga, di ikuti Anggi. Anggi tersenyum senang. Keinginannya untuk masuk ke kamar Ryu sebentar lagi akan terwujud. Terutama melihat ranjang tidur pria itu.

Rara mengetuk setelah sampai di depan pintu.

"Kakak, boleh Rara masuk?" tanya Rara meminta izin dulu mengingat Ryu baru mandi dan pasti sedang berganti pakaian. Biasanya dia langsung nyelonong masuk.

"Masuk saja." terdengar suara Ryu dari dalam.

"Ayo kak," ajak Rara setelah membuka pintu kamar.

"Iya, kamu duluan." kata Anggi ragu untuk segera masuk. Ragu karena khawatir Ryu akan menolak dan bisa bisa malah mengusirnya.

Rara segera masuk. Anggi tidak langsung masuk, matanya melihat ke dalam, memperhatikan keadaan kamar mewah dan luas itu. Matanya bergerak cepat menyapu ruang ini dan berhenti pada ranjang king size mewah.

Rara mendekati Ryu yang membelakanginya. Ryu tampak memasang dasi, tapi terhenti dengan kedatangan Rara.

Ryu langsung memeluk pinggang Rara begitu gadis itu berdiri di depannya. Kedua tangannya terpaut di belakang pinggang Rara. Dia mendaratkan kecupan lembut di bibir Rara.

"Terimakasih sudah menyiapkan pakaian kakak!" katanya kemudian dengan senyuman manis menghias wajah tampannya.

"Sama sama." ucap Rara, balas mengecup bibir Ryu.

Anggi melongo melihatnya. Melihat keduanya saling kecup mengecup, dekat dan berpelukan. Mata dan mulutnya sampai terbuka menganga. Dia tidak menyangka sampai sedekat itu hubungan mereka sebagai kakak dan adik sepupu? Dia sering melihat orang tuanya dekat seperti ini. Saat papanya mau bersiap ke kantor dan mamanya membantu menyiapkan pakaian dan memakaikan. Berpelukan dan kemudian berciuman di bibir.

Nafas Anggi turun naik tak beraturan. Hatinya tidak tenang. Ada Rasa cemburu dan marah melihat kedekatan ini. Kedekatan yang terlihat mesra dalam pandangannya. Kedekatan yang tak lazim.

"Apa kakak suka warnanya?" tanya Rara sembari melanjutkan memasang dasi Ryu.

"Tentu saja. Suka banget. Kamu pintar memilih warna dan menyesuaikan dengan sepatu dan dasi." ujar Ryu. Satu tangannya bergerak ke wajah Khanza, mengelus lembut pipi mulus Khanza. Lalu mengatur rambut gadis itu kebelakang.

"Pilihan jam tangannya juga bagus." katanya kembali.

Rara kembali tersenyum.

"Syukurlah kalau kakak suka! Rara sering melihat mama menyiapkan pakaian papa! Oh ya, Rara kesini bersama dengan seseorang."

"Seseorang?" dahi Ryu mengerut.

Rara mengangguk.

"Siapa?" tanya Ryu.

"Tamu istimewa. Rara membawanya ke kamar kakak, karena Rara tahu Kakak pasti suka dan senang!" ujar Rara tersenyum menatap mata Ryu.

Dahi Ryu semakin mengerut.

"Tamu istimewa?" penasaran.

"Seseorang yang sangat spesial bagi kakak. Dia adalah kekasih kakak." ucap Rara sambil menunjuk pintu. Ryu mengikuti jarinya. Dia melihat Anggi berdiri di depan pintu dengan wajah tersenyum manis. Wajah Ryu kembali mengernyit.

"Halo sayang." sapa Anggi masih dengan senyum mengembang di bibirnya. Memaksa tersenyum meski suasana hatinya sedang buruk.

Rara menarik diri dari pelukan Ryu.

"Rara keluar dulu." katanya tersenyum. Lalu melangkah keluar meninggalkan Ryu yang masih mematung, bengong melihat Anggi.

****

Jangan lupa like, komen, dan hadiahnya ya 😘

1
Qaisaa Nazarudin
Yang bener yg mana? KEKASIH atau ISTERI???🤔🤔🤔
Friee Day's Prawita
lanjutkan.... semangat
Friee Day's Prawita
menarik.,.
yanti@anzani.com
lanjut dong smbungan'y,d tgu lo
Ana Yulia: lanjutannya di novel Rangga & Rara ( Mencintai anak mantan)
total 1 replies
etina_
Thor kalau cio smaa Khanza jadi pasangan EMG boleh?
Ana Yulia: Boleh kk,, mereka sepupu, tapi tidak satu marga/ pam.
Cio anaknya almarhum Revan dan nesa.
Khanza anaknya Rafa dan Ara.

terimakasih sdh mampir,, jangan lupa dukung ya,, masukan ke favorit, beri vote, Rate bintang lima dan hadiah kopi ☺️
total 1 replies
Zahra Wahdaniyah
ini kelanjutan cerita cio dan Rara gimana si kok jadi nyeritain Rangga, hubungan cio dan Rara ceritanya ngegantung jdny
Zahra Wahdaniyah: la ini kan masih novelny Khanza dan cio KK author, kisah Rara dan cio hnya sampai bab 80.malam pertama di bab selanjut nya sudah kisah nya Rangga

sedangkan kisah Rangga ada di judul novel satunya lagi
total 2 replies
Mugiya
mampir
Shinta Setiawaty
selalu suka sama alur ceritanya
imam zulkifli
ryu seperti dedy nya asal jangan sipat kasar nya aja
imam zulkifli
kabar dia mana author
RhusDah
lanjut lagi dong Thor 💪
Ana Yulia: Cek di Khanza gracio season two,, judulnya Rangga & Rara ( mencintai anak mantan)
total 1 replies
Fenti
ini kapan lanjut yaa thor??
Meylan Basiru
kapan lanjutannya kakak, udah ngga sabar nih.... nunggu lanjutannya.. 😭😭😭🙏🙏🙏
Meylan Basiru
lanjut, semoga saja rangga benar-benar jatuh cinta.. 😘😘.. up.. up.. up..
Ana Yulia: Terimakasih sdh mampir 😘 kelanjutannya lihat pada Novel Rangga & Rara ( Mencintai anak mantan)
total 1 replies
Edah J
Udah lama g up othor
semoga sehat& semuanya baik-baik saja author nya
Aamiin
Edah J: Selalu siapp Author👍👍👍😊
total 2 replies
Andriyana
ini masih ap atau Hiatus tor
Ana Yulia: udah pindah ke season two kk, cek judulnya Rangga & Rara ( mencintai Anak Mantan)
maaf tak ada pemberitahuan 🙏
total 1 replies
Sry Raka Aryadita
ko lama bgt si up nya kak..
Ana Yulia: Uda buat season two kk...
judulnya Rangga & Rara ( mencintai Anak Mantan).
total 1 replies
Fenti
lanjut thor 🙏😊
Fenti
😆😆😆😆😆😆
Fenti
waduh, gak bisa berkata-kata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!