Elvina Clarissa seorang gadis cantik yang harus melakukan pernikahan mendadak dan tanpa persiapan apa pun. Bukan hanya mendadak saja, tapi dia harus menikah dengan orang yang sama sekali tidak dia kenal. Dia rela melakukannya hanya untuk membuat ibunya bahagia disaat-saat terakhirnya.
"Jika menikah denganmu adalah takdirku, maka akan ku pertahankan pernikahan ini walaupun cintamu bukan untukku. Karena aku yakin, suatu saat nanti kamu akan menerima semua kenyataan ini."
#Elvina
Mampukah dia mempertahankan pernikahan itu? Atau sebaliknya? Hanya waktu yang tau.
Jangan lupa like, komen dan vote.
Terimakasih 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon relisya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembalinya Elvina
Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Tak terasa satu bulan sudah Elvina menghilang.
Kini keluarga Varo dan semua teman-teman Elvina masih tetap mencari keberadaannya, walaupun para polisi sudah menghentikan pencarian terhadap Elvina dan menganggap Elvina sudah tiada.
Semua orang tak percaya dengan perkataan polisi, mereka sangat yakin bahwa Elvina masih hidup. Bahkan mereka juga sudah mencari Elvina sampai keluar kota. Tetapi Elvina masih belum bisa mereka temukan.
.
Sedangkan Elvina sendiri kini sudah sangat pandai dalam mengurus perusahaan. Mungkin dia mewarisi kecerdasan dari sang ayah dan kakeknya, sehingga dalam waktu satu bulan saja dia sudah mahir dalam segala hal.
"Kek, Elvina pergi dulu ya. Kakek sehat-sehat di sini." Pamit Elvina kepada Edwin.
Edwin pun memeluk Elvina, sangat berat rasanya melihat cucu satu-satunya itu pergi meninggalkan dia lagi.
Elvina pun mengusap punggung Edwin, "Kita kan masih bisa bertemu kek, kakek jangan sedih ya." Ucapnya yang tau jika sebenarnya Edwin tidak mau ditinggalkan.
Edwin pun melepaskan pelukannya, "Kalian harus ingat, jangan pergi ke perusahaan dulu sebelum kakek ke sana." Ucapnya.
Elvina maupun Chris mengangguk, "Kita akan ingat itu." Ucap Chris.
"Chris, jaga adik kamu baik-baik. Jangan biarkan ada orang yang menyakitinya." Ucap Edwin pada Chris.
"Chris akan menjaga El dengan baik, kakek tenang saja. Selagi ada Chris, El aman." Ucapnya dengan tersenyum.
Edwin pun tersenyum, "Cepat pergi, hari sudah semakin sore."
Elvina pun langsung mencium punggung tangan Edwin sebelum pergi, "Kakek jaga kesehatan,"
"Chris pergi dulu kek," pamit Chris yang juga mencium punggung tangan Edwin.
Edwin pun mengangguk, "Hati-hati," ucapnya.
Elvina pun berjalan menuju ke mobil Chris, dia terus melambaikan tangan pada Edwin dengan terus tersenyum. Sedangkan Chris, dia tetap berjalan lurus dengan membawa dua koper milik dia dan Elvina, dan juga tas dipunggungnya.
Akhirnya mobil Chris pun melaju meninggalkan halaman rumah Edwin.
"Andai saja kamu belum menikah, kakek akan menjodohkanmu dengan Chris. Tapi kakek tak mau membuat kesalahan yang sama lagi, semoga suamimu bersikap baik dengan kamu sayang." Batin Edwin menatap kepergian dari sang cucu.
.
Di dalam perjalanan, Elvina dan Chris terus mengobrol. Mereka berdua memang sudah sangat akrab layaknya adik dan kakak kandung.
"Gue jadi penasaran seperti apa reaksi mereka saat lo kembali." Ucap Chris dengan masih tetap fokus menyetir.
"Mungkin mereka akan kaget, gue kan menghilang sudah satu bulan." Jawab Elvina dengan tersenyum.
"Salah lo sendiri matiin ponsel lo. Kalo lo kabarin mereka kan mereka nggak panik." Ucap Chris.
"Kalo gue kasih tau mereka, yang ada mereka tau dan bisa-bisa nyusul kita ke sana. Nanti Agnes juga akan tau, jika dia tau pasti dia akan bilang sama keluarganya. Kakek sendiri kan yang bilang jika mereka bisa melakukan apa saja, gue masih muda dan gue masih mau hidup." Jelas Elvina.
"Lo benar juga ya, secara Agnes kan pacar suami lo. Jadi kemanapun suami lo pergi pasti dia akan ikut." Ujar Chris.
"Itu tau," jawab Elvina.
Chris pun hanya tersenyum.
"Kak Varo, jangan salahkan gue jika gue egois ingin memiliki lo sendiri. Sekarang setelah tau semuanya, gue merasa pantas buat lo." Batin Elvina.
Setelah pembicaraan tadi, tidak ada lagi pembicaraan antara mereka. Mereka membutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk sampai di rumah Wilson. Dan kini hari sudah menunjukkan pukul 18.00, mereka berdua sudah sampai di dekat rumah Wilson.
"Kak berhenti di sini aja, kalo kedepan lagi takutnya mereka tau." Pinta Elvina.
Chris pun menepikan mobilnya, "Lo yakin? nggak mau gue anter sampai depan rumah?" tanyanya.
Elvina pun menggeleng, "Kalo ingin ketahuan ngapain gue pake baju diacara perpisahan sekolah gue dulu." Ucapnya.
Ya Elvina menggunakan baju pada saat dirinya diculik, bahkan dia sedikit merobek bajunya.
"Yaudah, gue pulang dulu ya kak. Titip koper gue dulu, besok-besok baru gue ambil." Ucap Elvina lagi.
Chris pun mengangguk, "Yaudah sana masuk, kasihan keluarga lo udah lo tinggal sebulan."
Elvina pun mengangguk, "Gue pergi dulu, lo langsung pergi aja. Jangan tunggu gue masuk dulu, nanti jika pak satpam lihat bahaya." ucapnya seraya keluar dari mobil.
Chris pun menuruti perintah Elvina, dia langsung pergi setelah Elvina keluar dari mobil. Dia akan tinggal di rumah lama Elvina, dia juga berencana untuk kuliah di tempat yang sama dengan Elvina. Itu juga perintah dari Edwin, alasannya hanya untuk terus menjaga dan mengawasi Elvina.
Kini Elvina berjalan menuju ke depan gerbang rumah Wilson. Sesampainya di depan gerbang itu, Elvina langsung memanggil pak satpam yang sedang ada di tempatnya.
"Pak, bukain dong." Teriak Elvina agar pak satpam mendengarnya.
"Woi pak bukain," teriak Elvina lagi.
"Bentar napa sih, nggak sabaran banget." Gerutu pak satpam sambil berjalan dan mencari kunci gerbang.
"Lagian jam segini udah di kunci aja. Kan belum malam," Ucap Elvina dari luar gerbang.
Pak satpam pun membuka gerbang itu setelah menemukan kuncinya, "Perintah dari bos, mana berani saya..." dia sangat kaget melihat Elvina yang datang sampai-sampai dia hanya bengong saja.
"Pak," ucap Elvina dengan menepuk pundak satpam itu.
Satpam itu pun tersadar, "Ini beneran non Elvina?" tanyanya yang masih tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Lalu kalo bukan saya siapa? Hantu?" tanya Elvina.
"Akhirnya non pulang juga, selama ini non kemana aja? Semua orang rumah dan teman-teman non khawatir sama non Elvina." Ucap satpam itu dengan tersenyum senang.
Elvina pun menunjukkan raut wajah sedihnya, "Susah untuk dijelasin pak," ucapnya.
"Oh iya, mama ada di rumah kan?" tanya Elvina.
"Nyonya Willna setiap malam selalu nunggu non di depan rumah, dia baru masuk jika hari sudah larut malam. Dia sangat sedih sekali saat non menghilang." Jelas satpam itu.
Elvina yang mendengar itu pun menjadi merasa bersalah, "Maafin El ma, El nggak ngasih kabar sama kalian semua." Batinnya.
"Yaudah kalo gitu saya temui mama duku ya pak, jangan lupa dikunci lagi gerbangnya." Ucap Elvina seraya pergi.
"Akhirnya non Elvina sudah kembali." Gumam satpam itu seraya menutup gerbang rumah.
.
Elvina langsung berlari menuju ke depan rumah setelah mendengar ucapan dari satpam tadi. Saat jarak masih agak jauh, dia berhenti sejenak dan melihat Willna yang sedang duduk di kursi yang ada di depan rumah itu dengan termenung. Dia pun mengembangkan senyumannya dan langsung berlari lagi menghampiri Willna.
"Mama," teriak Elvina dengan berlari menghampiri Willna.
Willna yang mendengar ada suara yang memanggilnya pun langsung menoleh ke sumber suara. Dia langsung berdiri setelah melihat sang menantu berlari ke arahnya, "Aku memimpin ini lagi," pikirnya.
Elvina pun langsung memeluk Willna setelah sampai di depannya, dia sangat rindu dengan mertuanya itu, "Ma, El sangat rindu sama mama." ucapnya dalam pelukan Willna.
Willna yang merasakan pelukan itu nyata pun masih belum percaya, "El apakah ini benar kamu? Apakah ini bukan mimpi mama saja?" tanyanya.
Elvina pun melepaskan pelukannya, "Ma ini bukan mimpi ma, ini nyata. El sudah kembali," ucapnya dengan tersenyum.
Mata Willna pun berkaca-kaca, dia langsung memeluk erat lagi Elvina, "Sayang kamu kemana aja selama ini, kami semua sangat khawatir dengan kamu," ucap Willna yang sudah menangis.
"Maafin El ma," Elvina juga sudah menetaskan air matanya.
Setelah puas berpelukan, Willna melepaskan pelukannya, "Kita masuk dulu ya, kamu bersihkan badan kamu dulu. Setelah itu kamu makan,"
"Papa, kak Varo sama Vika mana ma?" tanya Elvina yang tidak melihat keberadaan dari mereka.
"Papa sama Varo masih mencari kamu sayang, setiap pulang kerja mereka selalu berkeliling kota dulu untuk mencari kamu. Kalo Vika, dia baru saja ke kamarnya." Jelas Willna.
"Yaudah, El mandi dulu ya ma. Setelah itu El mau temui Vika baru makan malam," ucap Elvina.
Willna pun mengangguk, dia langsung menggandeng tangan menantunya itu masuk ke dalam rumah.
Setelah sampai di dalam rumah, Elvina langsung pergi ke kamar Varo.
"Aku harus hubungi Varo dan papa," gumam Willna dengan terus tersenyum.
Willna pun langsung mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Varo dan Wilson.
"Halo ma ada apa?" tanya Varo setelah mengangkat telepon dari mamanya.
"Elvina sudah pulang sayang. Kamu dan papa cepatlah pulang." Jawab Willna.
"Mama serius?" tanya Varo tak percaya.
"Iya nak, ngapain juga mama bohong sama kamu," jawab Willna.
"Baiklah ma, aku dan papa akan pulang sekarang juga." Jawab Varo seraya mematikan telepon.
Willna sendiri langsung pergi ke dapur untuk menyuruh Bi Siti menyiapkan makanan untuk Elvina.
"Ada apa ro?" tanya Wilson yang sedang fokus menyetir.
"El sudah pulang pa, mama menyuruh kita pulang." Jawab Varo dengan tersenyum senang.
"Benarkah? Kalo begitu kita langsung pulang sekarang juga." Ucap Wilson yang juga merasa senang mendengar kabar baik itu.
.
Sedangkan Elvina sendiri kini masih melihat-lihat kamar yang sudah lama dia tinggalkan, dia melihat semua barang-barangnya.
"Ternyata nggak ada yang hilang. Bahkan tempatnya masih sama seperti terakhir kali gue pergi." Gumamnya.
Elvina pun langsung mengambil sepasang baju dan celana pendek berwarna putih dengan garis hitam di samping. Dia langsung bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai mandi, Elvina langsung pergi ke kamar Vika. Sesampainya di depan pintu kamar Vika, dia pun langsung mengetuk pintu itu.
Tok tok tok.
"Masuk aja, pintunya nggak dikunci," teriak Vika dari dalam kamarnya.
Ceklek.
Elvina pun langsung masuk setelah membuka pintu, dia pun membiarkan pintu itu terbuka. Dia melihat Vika yang sedang duduk di meja belajarnya. Entah apa yang sedang dia lakukan.
"Vik," panggil Elvina yang masih berada di dekat pintu.
"Kok gue kayak kenal suara ini ya," batin Vika seraya membalikkan badan.
"Kak El," ucap Vika girang setelah melihat Elvina berada di depan pintu.
Vika pun langsung berdiri dan berlari menghampiri Elvina. Dia langsung memeluk Elvina sangat erat, dia sangat merindukan kakak iparnya itu.
"Kak ini nggak mimpi kan?" tanya Vika setelah melepaskan pelukannya.
Elvina pun mencubit lengan Vika, "Awww," pekik Vika merasa sakit.
"Sakit kan? Berarti ini nggak mimpi, gue udah pulang." Jawab Elvina dengan tersenyum.
Vika pun langsung memeluk Elvina lagi, "Akhirnya kakakku yang cantik ini sudah pulang," ucapnya dengan terus tersenyum bahagia.
"Udah deh lepasin dulu, gue laper mau makan," ucap Elvina.
Vika pun langsung melepaskan pelukannya, dia langsung menggandeng tangan sang kakak ipar menuju ke ruang makan.
Sesampainya di ruang makan, Elvina langsung duduk di tempat biasanya.
"Mama dan Vika nggak makan?" tanya Elvina yang melihat mertua dan adiknya hanya diam saja.
"Kami sudah makan tadi," jawab Willna terus tersenyum.
"Akhirnya non Elvina sudah kembali, bibi rindu masak bareng sama non," ucap Bi Siti membawa minuman untuk Elvina.
"Iya bi, El juga rindu kok masak bareng bibi," jawab Elvina dengan tersenyum ramah.
"Sudah, kamu cepat makan ya." Ucap Willna.
"Kalo gitu saya permisi dulu." Ucap Bi Siti seraya pergi dari sana.
Elvina pun langsung makan dengan ditemani oleh sang mertua dan adik ipar. Tak ada percakapan saat Elvina sedang makan, Willna dan Vika hanya menatap Elvina dengan terus tersenyum bahagia. Begitu juga dengan Elvina yang merasa senang karena ternyata mereka semua sangat khawatir sama dia.
Aku mampir
Salam kenal 💐😄
dng membujuk mantan... 😵😵😵🤦♀️🤦♀️🤦♀️
mau dibiarin aja tuh c varo nikah ama ma lampiir ...
tp ada bagusnya elvina belum diapa apain tuh sama varo jd masih original... 😁😁😁😂😂
jangan gantungin anak orang
dibikin pajangan... tak disentuh... 😠😠