NovelToon NovelToon
ALAN(A)

ALAN(A)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Mafia / Ketos / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi fatmawati

🔥KARYA KEEMPAT
✔SEDANG DALAM TAHAP REVISI!
✔WAJIB UNTUK MEMBACA MAFIA GIRL VS KETUA OSIS AGAR TIDAK BINGGUNG 😉
😈DIMOHON UNTUK TIDAK MENFOTO COPY! ATAU PLAGIAT! PLIS LAH INI HASIL PEMIKIRAN SAYA😭 KALAU PUNYA OTAK PIKIR SENDIRI!

Badgirl bertemu badboy apa jadi nya?

Sementara disisi lain ketua osis dengan seorang stalker? apa dia di notice atau malah....

Dan disisi lain juga cinta yang tak sengaja dipertemukan

SEASON 2 DARI MAFIA GIRL VS KETUA OSIS

SLOW UPDET!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi fatmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 27

♨HAPPY READING 🌙

.

.

..."*Cinta itu berawal dari mata turun ke hati jadi jangan heran jika diakhiri dengan air mata, dan sakit hati."...

...Bastian Gracio Rawnie*....

.

.

.

"Woee! minggir-minggir artisnya mau lewat!" Teriak Viola menggelegar, tapi tetap saja segrombol mahasiswa atau mahasiswi itu tak mau pergi dari tempatnya, membuat Viola berdecak sebal.

"Ciee yang kacang." Ejek Alana sambil tertawa terbahak-bahak.

Viola menatap tajam Alana, "Hayok sini baku hantam!"

"Ngusir tuh begini." Jeda Nessa lalu mulai menarik nafas dalam-dalam seolah sedang berperang, "Minggir kagak! kalau nggak yaudah gue kasih tau Dosen! gue itung sampai tiga nih." Sambung Nessa berpura-pura datar, membuat segrombolan mahasiswa tadi langsung lari terbirit-birit kala mendengar suara cempreng khas ketua senat mereka.

The power of ketua senat.

"Good." Puji Alana, dan Viola bebarengan sembari bertepuk tangan heboh lalu mulai melihat siapa yang adu baku hantam disiang hari yang terik ini. Nggak tau panas apa?

Kedua bola mata Alana membulat sempurna saat melihat lelaki itu, "Leo!" Panggil Alana bahkan ia dengan refleks berteriak, membuat Leo yang tengah meninju wajah sok santai milik pemuda yang diketahui bernama Adit pun langsung terhenti.

Leo menatap heran ke arah Alana sekaligus terkejut oleh kehadiran gadis itu.

"Lo berdua ngapain ha!" Tanya Alana dengan nada datar.

Pletakkk.

Satu jitakan pedas mendarat tepat pada kening mulus Alana, membuat Viola tertawa terbahak-bahak kala melihat bekas merah didahi Alana sementara Nessa sang pelaku penjitak tengah menatap malas Alana.

"Lo bisa berhenti ogeb kagak sih? udah tau dia lagi berantem! bukannya pisahin atau apa kek malah tanyain lagi apa! dah geser keknya otak lo Al!" Kesal Nessa mengembun-embun.

Bibir Alana mengerucut imut, "gue kan mencoba serius." Jawab Alana tanpa dosa sambil mengelus-elus pelan jidatnya yang nampak memerah karena ulah Nessa.

Nessa memutar bola matanya malas mendengar jawaban polos sahabat sengkleknya itu.

Viola masih tetawa terbahak-bahak disana.

Sedangkan kedua pemuda yang saling baku hantam tadi langsung memulai acaranya yang sempat tertunda tadi.

"Ah, lo kagak becus bat biar gue aja." Ucap Nessa malas tapi niatnya langsung terurungkan kala melihat tangan Alana yang hendak menghentikan langkah kakinya menuju Kakaknya berada.

"Biar gue yang atasin." Ucap Alana dengan tekad yang membara. Wajah gadis itu sudah ia buat seserius mungkin seraya melangkahkan kakinya menuju kedua pemuda itu.

"Gc, keburu bonyok si Adit mah."

"Halah sok banget gaya lo!" Celetuk Viola sambil menahan tawanya agar tidak tertawa lagi. Percaya lah tertawa itu melelahkan.

"Oyy! berhenti kalian berdua! kalau enggak gue pergi nih?" Teriak menggelegar Alana.

Hening.

Lagi-lagi ucapan Alana dibuat seperti angin lalu oleh kedua pemuda tersebut, membuat Viola langsung tertawa lagi bahkan sekarang tawanya lebih keras dari pada sebelumnya sementara Nessa lagi-lagi dia memutar bola matanya malas.

Bisa-bisanya disituasi genting begini keogeban Alana muncul!

Merasa tak dihiraukan sama sekali Alana langsung pergi dengan perasaan kesal,

"Udah gitu doang?" Tanya Viola saat tawanya perlahan-lahan mulai berhenti. Gadis itu mengerutkan keningnya heran saat melihat Alana berlalu pergi.

"Udah diem lo, saatnya menjalankan misi." Jawab Nessa dengan senyum simrik, membuat Viola langsung menatapnya dengan tatapan horror.

Nessa berjalan menuju kedua pemuda tersebut. Kedua tangannya terulur ke arah depan, "Woyyy kalian berdua bisa diem nggak? liat noh si Alana pergi!" Teriak Nessa memukul satu persatu kepala mereka berdua, lagi-lagi membuat tawa Viola kembali meledak.

Lihat sekarang si Nessa kini persis seperti seorang Ibu yang tengah memarahi kedua anaknya.

"Woy ada apa an ini? kok gua gak diajak?" Tanya kompak Bastian, dan Ben membuat Nessa memutar bola matanya malas.

Manik mata Bastian terarah ke Viola, "Eh ada Ibu negara! kalau ketawa tambah cantik deh." Puji Bastian sambil mengedipkan satu matanya ke arah Viola.

"Gue dari orok emang dah cantik kalik."

"Woyy itu yang pacaran! sini tolongin gue! Bastian ama Ben bantu tuh si siapa namanya... Adit yak? bawak dia ke uks terus untuk lo Kak kejar noh si Alana ada diroftoop mungkin." Suruh Nessa membuat semua langsung menggangguk.

"Noh liat calon bini gue." Ucap sombong Ben dengan dada yang sengaja ia busungkan, membuat Bastian seakan mau muntah melihatnya sedangkan Leo sudah pergi sedari tadi.

"Sok banget gaya lo Nes, kuy lah susulin Alana." Ajak Nessa, dan dianggukin oleh Viola.

"Tapi diem-diem."

Sementara ditempat lain.

Roftoop, itu lah nama tempat yang kini tengah diduduki oleh seorang gadis yang sedari tadi terkekeh.

"Kecil semua kalau dari sini, apa lagi tuh si Dosen killer kek semut." Gumam Alana menyipitkan kedua matanya seraya tertawa kecil.

"Sendiri an aja lo?" Tanya seorang pemuda yang langsung duduk disebelah Alana tanpa permisi dahulu.

"Iya, lagi liatin para semut." Jawab Alana sambil terkekeh tanpa melihat dulu siapa yang diajak bicara.

Mendengar itu pemuda tersebut ikutan terkekeh pelan, "Gue mau curhat nih? lo dengerin ya."

"Langsung terbuka aja lo sama orang baru, curhat aja lah." Ucap Alana mengerutkan keningnya, tapi tak ayal gadis itu tetap mau memasang baik-baik indra pendengarannya.

"Gue habis putus sama orang yang gue cintai bertahun-tahun yang lalu bahkan rasa cinta gue belum pudar sama sekali kepadanya, entah lah dia mungkin pakai sihir." Jeda pemuda itu lalu terkekeh diakhir kalimat.

"Namun gara-gara sebuah kesalah pahaman hubungan gue sama dia renggang, jujur gue hancur tanpa dia maka dari itu gue selalu lindungin dia dimana pun dia berada walau dia gak tau itu." Sambung pemuda itu lalu mulai memejamkan matanya, menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya.

Kening Alana kembali mengerut. Ucapan lelaki disampingnya ini sangat persis seperti kisah cintanya yang telah kandas, "Ahaha ternyata lo orangnya bucin juga, tapi cerita lo sama banget kek cerita gue berasa gue yang cerita bukan lo."

"Jadi lo masih cinta sama dia?"

"Emm, ya." Jawab Alana, membuat pemuda itu tersenyum lebar.

"Yaudah kita balikan!" Ucapan pemuda itu sukses membuat Alana menoleh ke arah samping.

Manik mata Alana membulat sempurna saat melihat rupa lelaki yang sedari tadi menemaninya berbicara, "Yeee itu mah maunya lo! coba aja lo pecahin gelas ke lantai terus lo lem lagi pasti bentuknya nggak sama lagi seperti sebelumnya begitu lah gue." Ucap Alana dengan nada sok bijak, padahal perumpamaannya amat tak nyambung dengan kondisinya saat ini.

"Tapi gelas gue plastik."

Hening.

Ucapan terakhir dari Leo, membuat suasana itu menjadi hening. Alana terdiam ditempat. Gadis itu kembali menatap ke arah depan.

"Al?" Panggil Leo.

Namun lagi-lagi suasana menjadi hening hanya ada suara hembusan angin yang berlalu lalang saja.

"Njayyy." Celetuk Viola dibalik pintu Roftoop bersama ketiga temannya.

"Kakak lo emang goblog banget Nes."

Leo langsung menghembuskan nafasnya berat saat tak mendengar tanda-tanda gadis disampingnya ini mau angkat bicara lagi, sepertiya dia salah lagi?

Entah mengapa pandangan Leo langsung tertujuh ke arah pergelangan tangan Alana, melihat itu Leo kembali tersenyum lebar.

"Gue seneng lo masih pakai itu." Mendengar itu Alana langsung melotot, oh ya! Alana lupa untuk melepaskannya tapi dia tak mau melepaskannya? bagaimana dong?

"Berarti lo mau kita balikan?"

♨VOTE♨

Newyork, jam enam pagi.

"Emm, ma maaf gu gue gak sengaja." Ucap Calista terbata-bata, sungguh ia tak sengaja menumpahkan segelas jus jeruk ke arah baju seniornya yang tadi melintas ke arahnya hingga baju itu basah karena ulahnya yang tidak sengaja.

Gadis itu melotot melihat Calista yang gugup setengah mati, "Cuih! lo kira baju gue gak mahal apa? lo harus ganti baju gue! sekarang!" Kesal gadis yang tadi menjadi korban tak sengajaan Calista.

"Ta tapi g gue gak ada uangnya." Jawab Calista sambil menundukan kepalanya dalam-dalam.

"APA!" Geram gadis itu lalu ingin menampar pipi mulus milik Calista tapi tangannya terhenti karena cengkraman kuat dari seorang laki-laki dipergelangan tangannya.

"Jangan sentuh dia dengan tangan kotor lo bit*h!" Ucap datar Alan lalu mulai menghempaskan tangan gadis tersebut.

"Emang lo siapanya ha!"

"Gue pacarnya."

"Oh jadi elo pacarnya! eh denger ya! pacar cupu lo ini udah ngerusak baju gue! lo tau gak harga baju gue berapa?"

"Berapa? biar gue bayar."

"Empat miliar!"

Alan terkekeh sekilas. Ditatapnya semakin datar gadis didepannya ini, membuat nyali gadis itu menciut, "Lo pikir gue bodoh?"

"Dasar lo! beraninya berlindung dibalik pacarnya." Marah gadis itu lalu pergi dari sana, tak lupa pula menyenggol bahu Calista.

Hari ini kantin tak terlalu ramai karena masih terlalu pagi menurut para mahasiswa lainnya.

Sementara Calista masih saja menunduk dengan perasaan tak karuan antara bersalah, dan senang. Senang karena dia dianggap pacarnya oleh Alan walau ia tau itu pasti tidak serius.

Tapi dia juga bersalah karena melibatkan Alan dalam masalahnya, pasti nanti dia akan mendapatkan masalah besar!

Alan menoleh ke arah sampingnya tepat dimana Calista berdiri sembari menunduk ketakutan, "Udah, kalau lo ditindas lagi jangan sungkan buat hubungin gue. Gue selalu free kok buat lo."

Calista mendongak menatap senyum hangat Alan. Entah mengapa melihat senyuman itu Calista jadi tergerak untuk tersenyum juga.

Perlahan Calista mengangguk pelan seraya membalas senyuman Alan dengan senyuman manisnya hingga, membuat keduanya sama-sama terpanah.

BERSAMBUNG~

HAE HAE HAE WELCOME BACK LAGI😂

LIKE, KOMEN, VOTE, KASIH RANTING 5 DAN TAMBAHKAN FAVORIT 👈 JANGAN LUPA😉

SEE YOU NEXT CHAPTER 😄

BABAY~

1
bundha novita
🥰🥰🥰
Onzha Aloych
Luar biasa
Lela Agustin
/Facepalm//Slight//Slight//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Qaisaa Nazarudin
Awan ini anak siapa thor?? anak2 temennya Alana mana?Siapa nama nya?
Qaisaa Nazarudin
Duh beneran ya nama anak2 nya nama yg ada di atas langit semua, Anak siapa sih itu?😂
Qaisaa Nazarudin
Suami takut istri yg bener..
Qaisaa Nazarudin
Makanya bikin anak tuh yg banyak,Biar nikah 2 ada lagi yg lain..😂
Qaisaa Nazarudin
Waahh Leo gercep mah,Takut kehilangan kedua kalinya ya..👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Waah gercep Bastian langsung ngelamar jadi jadi istri aja, Bukan pacar bukan kekasih lagi..👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Woow malaikat penolong, Pasti babang Leo 😅😜
Qaisaa Nazarudin
Udah 2 tahun berlalu,Ku pikir Alana udah maafin Leo..😌😌
Qaisaa Nazarudin
Videoin aja baru keren 😂
Qaisaa Nazarudin
Cuiihh Mafia abal abalan,,Berly aja gak mampu ngelawan Agnes,Apa lagi loe..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Gak usah kebanyakan ngomong,Tembak aja, Kelamaan,Ntar kalian tg mati kenak tembak..
Qaisaa Nazarudin
Mau2 nya Clara di BODOHIN ama Zia 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Untung aja Leo peka dan Alana selalu memakai gelangnya..👏🏻👏🏻
Qaisaa Nazarudin
Jangan sampai kamu nyesel nanti ya Leo,Karena membunuh Alana..
Qaisaa Nazarudin
Lho kok Leo nyerang Alana sih??🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Dan sekarang kamu udah tau kan,So sekarang langsung bantuin Leo..👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻
Qaisaa Nazarudin
Cari tau penyebabnya Alana Leo kek gitu,Harusnya kamu tau fak mungkin banget Leo bisa berubah dlm hitungan detik,Kalo gak ada pentebabnya,Peka dikit lah,Tuh Nessa adeknya gak skolah alias hilang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!