NovelToon NovelToon
[Drop] Life In Another World

[Drop] Life In Another World

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / System / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: [ Fx ] Ryz

Book 2. Ada System Di Smartphone: Life In Another World.

Sinopsis:

Aku Rendy Purnomo seorang pelajar, Agen Oracle dan Ilmuan muda yang mampu menciptakan sebuah benda yang bisa berkomunikasi antar kesadaran seseorang dengan dunia nyata. Namun, pertemuanku itu malah mendatangkan sebuah gerbang misterius yang berada di Indonesia.

Aku, Ryutaro dan Alice pergi ke lokasi gerbang itu untuk melakukan penelitian. Beberapa hari kemudian, tubuh Adine yang sedang melakukan perawatan disalah satu laboratorium Ocean Turtle di culik oleh sosok makhluk yang tidak kenal dan memasuki gerbang tersebut.

Aku yang saat itu menyaksikan penculikan itu tepat di depan mataku. Aku pun berusaha untuk menyelamatkannya namun, kesadaranku pudar dan bertemu dengan sosok pria paruh baya yang menyebutkan dirinya sebagai Dewa.

Dewa itu pun menjelaskan bahwa Aku sudah meninggal dunia. Saat itu juga Dewa menawarkan kehidupan baru di dunia lain tapi tidak mengunakan tubuhku melainkan sosok pria muda yang lemah. Aku pun tidak mempermasalahkannya. Karena kesediaanku itu, Dewa memberikanku beberapa keinginan untuk membantu di dunia yang baru.

Aku pun meminta untuk membawa smartphone dan ingin hidup abadi dengan maksud untuk terus mencari keberadaan Adine. Dewa itu pun menyetujuinya dan aku pun ber reinkarnasi.

Saat hidup di dunia baru, aku bertemu kembali dengan Ryutaro, Alice, Erika, Kenzo, Iori, Dominic dan Ilmuan jenius bernama Misa. Kami pun menjalani petualangan bersama sampai suatu saat aku bertemu kembali dengan sosok Adine yang selama ini aku cari.

Inilah petualanganku di Dunia Lain. Semoga semua baik adanya …

πππ

Jangan lupa like, komen dan fav. Karena itu bensin untuk up. hihihi

# Pemburu Fantasy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membayar hutang Kuro dan Shiro.

Chapter 24. Membayar hutang Kuro dan Shiro.

Saat ini aku bertemu dengan little finger yang mengatakan bahwa Adine serta para budak yang akan dilelangkan telah diculik. Mendengar itu, aku tidak akan tinggal diam dan aku menawarkan diriku.

“Aku mengerti situasinya. Baiklah, aku akan membantumu untuk menyelamatkan mereka.

“Benar, terima kasih. Kami merasa tertolong,” jawab senang Little finger.

“Tapi, tidak gratis.”

Little finger tersenyum, “Aku paham maksud Tuan Aruren. Ketiga wanita itu akan menjadi milik anda.”

Aku balas tersenyum, “Anda memang orang yang cerdas. Terima kasih.”

“Aku tunggu kabar baiknya,” ucap little finger.

Aku memberikan senyuman dan beranjak dari kursi setelah itu meninggalkan Guild petualang. Saat diluar, aku mencari tempat yang sepi lalu, memanggil 10 Shadow Doll.

“Elsa. Panggil 10 Shadow Doll.”

Lingkaran besar muncul di tanah hadapanku yang memunculkan 10 sosok bertubuh bayangan yang sedang berlutut satu kaki dihadapanku.

“Apa perintah anda, Grand Master?” tanya serempak mereka.

Aku juga tidak segan-segan memberikan perintah kepada mereka, “Carilah penculikan yang terjadi beberapa hari ini!”

“Dimengerti! Kami akan laksanakan!” seru serempak Shadow Doll.

Seusai menjawab itu, Shadow Doll berpencar. Ada yang langsung menghilang, ada pula yang berubah wujud sebagai manusia. Kemampuan perubahan wujud itu merupakan sihir yang ada dibuku Syaher bernama Mimic. Setelah mendapatkan sihir itu, aku memasukannya kedalam tubuh Shadow Doll dengan mengunakan Enchant. Selain Mimic, kemampuan Shadow doll ialah Become Shadow. Kemampuan untuk masuk kedalam bayangan seseorang atau benda. Namun, Shadow Doll memiliki kelemahan. Mereka tidak bisa bertarung hanya bisa memberikan informasi.

Menurutku itu lebih dari cukup karena informasi kekuatan terkuat dari ras manusia.

Sambil menunggu informasi, aku memutuskan untuk kembali ke penginapan tempat Kuro dan Shiro berada. Secara kebetulan, Shadow Doll yang mengawasi Kuro dan Shiro. Dia melaporkan sesuatu.

“Grand Master, ada beberapa orang yang sedang mengganggu kedua anak kecil.”

Mendengar laporan itu, aku pun menjadi cemas dan ingin bergegas pergi kesana. “Baiklah, aku mengerti.”

Tanpa membuang waktu, aku mengunakan Gate untuk pergi ke penginapan dan setibanya disana, ada beberapa pria berpakaian bandit sedang menyeret Shiro dan Kuro keluar dari penginapan.

“Oi, cepat bayar! Jika tidak, hari ini kalianlah yang akan menjadi bayarannya!” seru salah satu bandit.

Bandit yang lain tertawa msum saat salah satu rekannya berkata seperti itu. Bagaimana tidak dia berpikir seperti itu melihat kecantikan dari Kuro dan keimutan dari Shiro.

Saat bandit mengatakan itu, Kuro membela Shiro dan berdiri tegak serta membentangkan kedua tangannya, “Jangan libatkan adik ku! Jika ingin uang, aku rela menjual diriku sendiri sebagai budak tapi, jangan adik ku!” seru tegas Kuro.

“Kakak …” ucap Shiro.

“Hahahaha … itu tidak mungkin, karena aku akan menjual kalian berdua tapi sebelum itu,” bandit menghentikan ucapannya dan melihat rekan-tekannya, “Kita akan bermain sebentar! Hahaha…”

Para bandit pun mengelilingi Shiro dan Kuro lalu, berjalan pelan disertai dengan wajah tawa msum nya. Aku yang melihat itu tidak akan membiarkannya.

“Blanche, hajar para bandit itu!”

“Roger!” jawab Blanche.

Seusai menjawab itu, dia langsung menghilang dan menghajar semua bandit hingga terpental jauh dari tempat mereka berdiri. Namun, ada satu bandit yang mampu menahan serangan Blanche dengan sihir pertahannnya hingga dia hanya mundur beberapa langkah.

Melihat targetnya masih berdiri, Blanche berencana melanjutkan serangan berikut namun, aku hentikan.

“Blanche, hentikan serangan!”

Blanche yang awalnya memasang kuda-kuda untuk menyerang, dia mengembalikan posisi tangannya ke bawah dan kembali kearahku. Aku pun menghampiri Kuro dan Shiro.

“Kalian baik-baik saja?” tanyaku sambil mengulurkan tangan kepada Shiro.

“Tuan,” jawab datar Shiro dan dia pun meraih tanganku lalu berdiri.

“Kami baik-baik saja. Terima kasih,” sambung Kuro.

“Syukurlah.”

Setelah mengetahui mereka baik-baik saja. Aku mendekati bandit yang bertahan, “Katakan kepadaku sejujurnya. Apa yang sedang terjadi disini? Dan, siapa kamu?!”

Saat aku bertanya itu, Bandit berlutut dan bersujud serta merengek belas kasih, “Tuan, Saya hanyalah penagih hutang. Tolong ampuni nyawa saya! Aku mohon!” ucapnya sambil terus menerus bersujud dan berlutut.

“Berapa hutangnya?”

“100.000 Valis utang pokok sedangkan bunganya 300.000 Valis,” jawab Bandit.

Aku terkejut mendengar jumlah uang yang begitu besar yang telah dipinjam oleh dua gadis kecil ini. Sesaat memikirkan itu, Kuro membela diri.

“Kami tidak tahu menahu bahwa uang itu tidak pernah kami mengunakannya,” ucap Kuro.

“Benar, Kakek Soma yang meminjamnya dan meninggalkan kami seorang diri disini,” sambung Shiro.

Mendengar ucapan dari semuanya, aku pun dapat memahami situasi yang terjadi saat ini. Maka aku pun memutuskan untuk membayar hutangnya tersebut.

“Oii, bandit. Aku akan membayar semuanya tapi jangan pernah mengusik mereka lagi! Jika kamu terlihat lagi maka kepalamu akan melayang! Kamu mengerti?!” ucap ancamku sambil melemparkan empat koin emas putih.

Bandit itu terkejut ketakutan, dia pun bergegas mengambil koin yang kulemparkan dan pergi meninggalkan lokasi.

Saat bandit pergi, Kuro dan Shiro membungkukan badannya.

“Terima kasih banyak, Tuan,” ucap serempak Kuro dan Shiro.

“Tidak perlu dipikirkan.”

Kuro dan Shiro mengembalikan badannya.

“Anuu … Tapi, bagaimana cara membayar anda? Kami siap melakukan apapun,” ucap Kuro.

“Iya. Ya. Apapun,” sambung Shiro.

Aku pun terpikir sesuatu saat mereka ditinggalkan oleh kakek yang bernama Soma. Mereka pun menjadi hidup sendiri bahkan penginapan yang dikelola nya tidak membuahkan hasil yang sepadan. Ini terlihat dari lapuknya rumah besar yang berada di sini. Tempat tinggalnya, Kuro dan Shiro.

“Shiro, Kuro. Bagaimana jika kalian tinggal di dungeon milik ku?”

Kuro dan Shiro saling bertukar pandang dengan wajah yang bingung. Sesudah itu, Kuro melihatku kembali.

“Tapi, kami tidak bisa meninggalkan penginapan ini karena … kami masihlah budak dari Kakek Soma,” ucap menolak Kuro.

Shiro tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya termenung serta matanya berkaca-kaca. Melihat sikap mereka, aku pun memutuskan untuk menyakinkan mereka. Aku memegang bahu Kuro dan Shiro dengan kedua tanganku.

“Tidak masalah. Aku bisa mengaturnya. Tapi, maukah kalian menjadi budak ku? Iya sebenarnya seusai aku membeli status budak kalian, aku akan membebaskan status itu. Bagaimana? kalian mau?”

Saat aku mengucapkan itu, Kuro pun menangis begitu juga Shiro. Ini menandakan bahwa mereka setuju. Setelah itu, aku pun memeluk mereka berdua agar mereka menangis di badanku.

Setelah memikirkan itu, aku pergi ke tempat penjualan budak milik Norden. Setibanya disana, aku menceritakan semuanya dan dia pun dengan suka rela memberikan dokumen kepimilikan budak Kuro dan Shiro serta melepaskan status Soma dari kepemilikan Kuro dan Shiro.

Proses pun berjalan dengan lancar. Hal itu membuat Kuro dan Shiro senang.

“Terima kasih, Tuan. Saya akan melayani anda sebaik mungkin!” ucap Kuro.

“Aku juga,” sambung Shiro.

Melihat sikap mereka, aku mengelus-ngelus kepala mereka.

“Baiklah, mulai sekarang mohon kerja samanya!”

“Baik,” ucap Kuro.

“Hai,” jawab Shiro.

Sesudah itu, Norden mendekatiku dan dia berkata bahwa dirinya menemukan sosok manusia penyintas dunia yang terlantar namun, sosok itu diculik oleh seseorang yang tidak diketahuinya. Norden juga menjelaskan, dialah yang menempatkan ketiga wanita penyintas dunia ke pelelangan dengan maksud Aku membeli dan menolong mereka serta jangan sampai di tangan orang jahat.

Aku tidak terkejut mendengar dan menjawabnya dengan senyuman, “Iya, aku sudah tahu dan saat ini, aku sedang mencari informasi keberadaan mereka.”

Norden tersenyum lebar, “Begitu. Syukurlah! Tuan Aruren, aku percaya kamu dapat menolong mereka.”

“Hm,” gumamku sambil menganggukan kepala.

Tidak lama kemudian, salah satu Shadow Doll menemuiku.

“Grand Master. Lokasi penculikan telah ditemukan!” lapor Shadow Doll.

“Benar kah. Baiklah, aku akan segera kesana.”

Seusai mengatakan itu, aku melihat kearah Norden.

“Norden, aku titipkan mereka berdua dahulu!”

“Serahkan kepadaku! Berhati-hatilah, Tuan Aruren,” ucap Norden.

“Hati-hati ya!” ucap Shiro.

“Kembali dengan selamat!” ucap Kuro.

Aku tidak menjawab hanya memberikan anggukan kepala. Sesudah itu, aku pun pergi menuju lokasi penculikan.

1
ɪᴍ᭄ꦿRIZAL_VAN_BRAMASTA
hi bung jgn ditelantarkan lah novel mu itu lebih baik kan di selesaikan
ɪᴍ᭄ꦿRIZAL_VAN_BRAMASTA
eh gw ingat deh di scan ada penyusup itu kan sama kayak novel lu yg satunya Thor
ɪᴍ᭄ꦿRIZAL_VAN_BRAMASTA
eh sihir multiple itu dan yg lain kayak pernah gw baca tapi dimana 🤔
ɪᴍ᭄ꦿRIZAL_VAN_BRAMASTA
definisi sampai mati pegang ponsel 🗿 mau makan,mandi,ketoilet,dan mau bertarung pun megang ponsel
ɪᴍ᭄ꦿRIZAL_VAN_BRAMASTA
Ready player one hahaha
Arief Nurohman
👍👍👍👍👍👍👍 fix masuk dlm daftar 😄
Arief Nurohman
yg semangat dropnya thor 🤣🤣🤣🤣
@rYz: wkwkwk. oke kakak
total 1 replies
Arief Nurohman
👍👍👍👍👍
Arief Nurohman
banzaiiiii
Arief Nurohman
lanjutkeun
Arief Nurohman
hhhmmmm berbahaya
Arief Nurohman
nabung chapter tapi ga kuat godaan 😃😃😃
XMYZLX
mantap thor 🔥🔥🔥🔥🔥
Arief Nurohman
siiiippp
Arief Nurohman
clna dlm beserta isinya 🤣🤣
@rYz: wkwkwkwk
total 1 replies
Arief Nurohman
yes komen lagi 😁
Arief Nurohman
nu penting mah komen 😁
Arief Nurohman
komen aja guna menambah dukungan
Arief Nurohman
adine nya berubah ya thor 😁,
Arief Nurohman
adine nya berubah ya thor 😁
@rYz: sama kok n di foto itu terbaru. jadi keliatan lebih dewasa. hohoho
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!