Ini sebuah kisah dari sebuah kehidupan seorang wanita muda yang menjalani semua kehidupannya.
"Sayang, cepat bajunya!" seru seorang pria.
"Sebentar, sayang!" jawab Amelia.
"Mungkin mas bakal di pindah tugas." ucap Zaki.
Kisah hidup seorang wanita muda yang baru menikah dua Minggu namun harus di tinggal pergi oleh sang suami untuk bertugas.
Sebuah kenyataan pahit harus di hadapi oleh Amelia ketika mendapatkan sebuah kabar mengenai sang suami. apakah yang terjadi dengan Zaki?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hati Amel yang galau
"Ya Allah kuatkanlah hatiku, kuatkanlah jiwaku, kuatkanlah imanku." ucap Amel yang terus memegang dadanya. wanita itu benar-benar merasakan sakit hati yang sangat luar biasa ketika dirinya mengetahui kalau Yoga telah menghamili seorang wanita. kecewa, pasti Amel benar-benar sangat kecewa dengan semua berita mengenai Yoga. apalagi Risa telah memberikan bukti kalau wanita itu benar-benar hamil.
"Amel, dengarkan aku. aku bisa menjelaskan semuanya ini." ucap Yoga yang berusaha untuk berbicara dengan Amelia.
"Mas, dengarkan aku baik-baik. mulai sekarang anggaplah aku sebagai adikmu dan aku akan menganggapmu sebagai kakakku, hanya sebatas itu mulai kini hanya sebatas itu hubungan kita." ucap Amel yang kemudian pergi meninggalkan Yoga.
Begitu pula dengan Bu Ratna dan Pak Samsul, mereka berdua benar-benar begitu kecewa dengan kabar Kalau sekarang Yoga sudah menghamili seorang wanita. Pak Samsul terlihat memijat kepalanya, dia tidak tahu lagi apa yang harus dia katakan cita-citanya untuk menjadikan Amel tetap menjadi menantunya. mungkin akan putus karena perbuatan yoga yang benar-benar tidak terpuji sama sekali.
"Ya Allah.., apa yang telah aku lakukan. apakah aku telah salah mendidik putra ku? hingga membuat Putra sulung ku melakukan hal yang tidak bermoral seperti itu." ucap Pak Samsul yang terlihat memegang salah satu tangan Bu Ratna.
Pria itu terus meremas tangan istrinya. langkah kaki Yoga sudah memasuki kamar orang tuanya. pria itu terus menatap kedua orangtuanya yang begitu sedih dengan kondisi yang sekarang ini terjadi.
"Yoga kita harus segera bicara." pintar Risa kepada Yoga.
"Sebaiknya kau segera pergi dari tempat ini aku tidak ingin melihat wajahmu!!" seru Yoga kepada Risa.
"Apa maksudmu, berani sekali kau mengatakan hal itu padaku!!" teriak Risa kepada Yoga.
"Kenapa aku tidak boleh melakukan hal itu? Kau telah membuat ibuku seperti ini, berani sekali kau tetap menunjukkan wajahmu itu!!" teriak Yoga.
"Seharusnya aku yang berteriak padamu, setelah kau melakukan hal itu padaku Dan aku sekarang sudah mengandung malah sekarang kau ingin melarikan diri!!" seru Risa kepada Yoga.
"Aku sangat yakin kalau aku tidak pernah melakukan hal itu, aku yakin kalau kau telah menjebak Ku!" teriak Yoga kembali.
"Cobalah cari kata-kata yang lebih bermutu, karena aku tidak akan membiarkanmu lepas dariku." ucap Risa yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Yoga benar-benar sangat kesal, pria itu benar-benar sangat frustasi dengan keadaan yang melanda dirinya.
"Aku tidak yakin kalau aku telah melakukan hal itu dengan Risa." ucap Yoga yang terus memukul meja yang ada di ruang tamu. salah satu tangannya sudah mengeluarkan darah karena pria itu terus-menerus memukul meja.
"Pasti Amel benar-benar membenci ku." ucap Yoga yang kemudian menghela nafasnya begitu kasar, tatapan matanya tiba-tiba tertuju pada Risa. Amel yang sudah berdiri hendak keluar dari rumah tersebut.
"Kau mau ke mana, Amel?!" seru Yoga kepada Amel. pria itu menatap Amel yang sudah membawa sebuah tas besar.
"Maaf Mas, besok aku harus kerja karena pekerjaan di perusahaan di tempatku sangat banyak." jawab Amel.
"Apa maksudmu, Amel? kaukan sudah mengambil libur dua hari, ini masih satu hari." ucap Yoga.
"Aku harus ke tempat temanku, Mas. Mungkin hari ini aku akan pindah tidur di tempatku bekerja." jawab Amel yang kemudian pergi ke kamar Bu Ratna Dan Pak Samsul.
Yoga terus berlari mengejar Amel, pria itu berusaha untuk menghentikan Amel.
"Sudahlah, mas. jangan pernah mencoba untuk melakukan apapun, sebaiknya Mas Yoga berusaha untuk menjadi di suami yang baik. Mas telah membuat anak gadis orang sudah menanggung aib. mas harus segera menikahinya." ucap Amel yang kemudian pergi ke kamar Bu Ratna Dan Pak Samsul.
Akhirnya hari itu Amel memutuskan untuk kembali ke tempat kerjanya, dia akan tidur di tempat itu untuk selamanya, dia tidak ingin melihat Yoga. Amel benar-benar sangat kecewa dengan kondisi saat ini, dia tidak akan pernah mengira kalau Yoga akan melakukan hal itu. seorang pria yang selalu membuat Amel begitu yakin dengan semua pendiriannya. Namun nyatanya sekarang Amel harus melihat Kalau pria itu sudah membuat seorang wanita masa depannya hancur.
Yoga benar-benar merutuki dirinya, tidak seharusnya dia mau diikuti oleh Risa. Hal itu membuat Amel dan keluarganya benar-benar tidak ingin bertemu dengannya. telah pergi dari rumah keluarga Pak Samsul dan Bu Ratna kedua orang tua itu nampak menatap menutup pintu kamarnya dan menguncinya secara rapat-rapat.
Mereka berdua juga sangat kecewa dengan kabar yang diberikan oleh Risa, sebuah aib yang benar-benar sangat besar. Yoga yang berada di ruang tamu pria itu juga benar-benar merasa kesal dengan semua yang dilakukan oleh Risa kepada keluarganya.
"Yoga, Aku ingin makan nasi goreng buatkan aku dong...," pinta Risa kepada Yoga.
"Kau kan punya dua tangan, gunakan kedua tanganmu itu untuk memasak." jawab yoga yang kemudian masuk ke dalam kamarnya. pria itu menutup pintu kamarnya dengan begitu keras sehingga membuat suara pintu yang tertutup itu benar-benar begitu keras.
"Dasar pria tidak tahu diri, berani sekali kau terus mencampakkanku. lihat saja sebentar lagi kau akan menikahiku ucap Risa yang kemudian pergi ke dapur. saat berada di sana tatapan mata Risa menatap meja makan, di sana tidak ada sedikitpun makanan yang tersisa.
"Lebih baik aku menggoreng telur saja, daripada aku nanti kelaparan." ucap Risa yang kemudian mengambil telor yang ada di kulkas dan menggorengnya.
Risa benar-benar seperti seorang wanita yang tidak punya malu sama sekali, dia tidak merasa bersalah dengan semua kata-kata yang diucapkan. bahkan Wanita itu sudah menganggap kalau rumah Bu Ratna adalah rumahnya, karena putranya sebentar lagi akan menikahinya. terlihat Risa sedang mendendangkan lagu, Wanita itu benar-benar sangat senang dengan semua yang terjadi hari ini.
"Sebentar lagi kau akan menikahiku, rumah ini akan menjadi rumahku. Jadi aku tidak usah terus-menerus mencari tempat kontrak atau mencari tempat untuk menampung diriku." ucap Risa yang terlihat mulai menjalankan semua rencananya.
Pak Samsul sudah keluar dari kamarnya, pria itu hendak ke dapur untuk mengambilkan istrinya air. Namun ternyata saat dia berada di dapur dia malah melihat Risa berada di sana, Hal itu membuat pak Samsul kembali masuk ke kamarnya.
"Wanita itu benar-benar tidak punya malu sama sekali, bahkan Yoga mencari seorang calon istri yang benar-benar tidak mempunyai tata krama. sebenarnya wanita itu wanita dari mana? otaknya begitu picik..," ucap Pak Samsul yang kemudian menutup pintunya. pria itu menghela nafasnya Dia benar-benar sangat kecewa dengan semua yang dilakukan oleh putranya itu.
*** bersambung ****
tak ada kelajutan tentang anak 3 Malik dan Amelia
lanjut dong ceritanya
Alus novelnya sangat
mantap
tapi sayang lansung tamat
tak ada nyabung tentang kehidupan anak Malik dan Amelia di hari tuanya gitu
cnt pertma nya yg jd suami ke 2 ameli.bnr kata pepatah gk dpt gadia nya janda nya pun gk apa.ku tunggu janda mu..
sukses
semangt
mksh
terlalu larut.
sedih boleh asal jgn meratapi...