NovelToon NovelToon
POCONG FAMILY

POCONG FAMILY

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi / Horor
Popularitas:77k
Nilai: 5
Nama Author: Jo doang

cerita ini hanya lucu lucuan saja. jangan pernah pakai logika untuk membaca cerita ini.

kisah Pocong yang jadi pakboy di dunia hantu. berjuang demi istri istrinya, yaitu Kuntilanak dan beberapa hantu cantik dari teror manusia

Rumah Kosong menjadi tempat hunian mereka. Namun semenjak kedatangan Bodong Family. Pocong Family mulai tidak tenang. Keributan mulai terjadi antara Pocong Family dan Bodong Family.

akan kah mereka bisa damai.

Baca Kisahnya...

WARNING...!

JANGAN GUNAKAN LOGIKA UNTUK MEMBACA CERITA INI. AGAR TIDAK MENIMBULKAN PRO DAN KONTRA DI JIWA KALIAN.

SELALU TERSENYUM DAN TERTAWA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jo doang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

"Kalau begitu. Aku sama bang Pocong mau malam pertama dulu. Yuk Bang?" Ujar Kuntilanak seraya mengulurkan tangannya ke arah Pocong.

Pocong berdiri dan melompat lompat mengikuti langkah Kuntilanak menuju kamar. Sedangkan hantu Dangdut hanya menatap nanar dan berharap 5 hari itu akan cepat berlalu.

Setelah mereka masuk kedalam kamar, Kuntilanak langsung menarik Pocong hingga jatuh terkapar dilantai.

"Kenapa nggak di kasur sayang?" Tanya Pocong seraya menatap Kuntilanak dengan kerlingan mata menggoda

"Sttttttt...!"

Kuntilanak meletakkan jari telunjuknya di bibirnya dan menunjuk kearah tempat tidur dengan lirikan matanya. Pocong menoleh, ia melihat pak Bodong dam Bu Bodong sedang tidur dengan saling berpelukan.

Kuntilanak berdiri diatas tubuh Pocong dengan kedua kaki terbuka lebar. ia langsung membuka dasternya. Pocong terperangah menyaksikan pemandangan indah tersebut.

Kuntilanak mulai jongkok dan mulai beringsut ke bagian kaki Pocong. Dengan gerakan Slow motion, tangannya mulai membuka ikatan kain kafan Pocong yang di kaki. Kuntilanak kembali beringsut maju dan membuka ikatan kain kafan pocong bagian pinggang, lalu mengikatnya kembali di bagian antara atas perut dan bawah dada.

"Kenapa kamu ikat lagi sayang, Tangan ku sangat berfungsi untuk memberi kamu getar getar.! Ucap Pocong dengan heran.

"Santai sayang! Aku yang akan jadi juru mudinya, aku juga ingin data melakukannya tanpa menghilangkan jati dirimu sebagai Pocong.." Kuntilanak Tersenyum sexy.

Pocong hanya angkat bahu, ia tidak ingin banyak protes, ia tidak ingin merusak malam panjang mereka, ia tidak mau Kuntilanak Tina tiba kehilangan Moodnya.

Kuntilanak melihat keatas, ia kemudian bertepuk tangan tiba tiba semua gelap, tidak ada yang bisa dilihat, hanya terdengar suara nafas yang memburu dan teriakan Kuntilanak dengan kata kata.

ike... ike serta kimiochi.

®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®

Pukul 5:59 pagi. Bu Bodong menarik selimut yang menutupi kepalanya untuk mengintip sekitaran kamarnya. Semenjak pukul 1 malam, ia tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Bu Bodong terbangun di tengah malam karena mendengar suara suara berisik didalam kamarnya, bahkan ia mendengar suara de sa han seorang wanita. Tentu saja hal itu membuat Bu bodong ketakutan.

Bu Bodong telah berusaha membangunkan Pak Bodong, tapi kelihatannya Pak Bodong begitu kelelahan bekerja, sehingga ketika Bu Bodong menggigit bahu suaminya tersebut, tetap Pak Bodong tidak terbangun.

Bu Bodong menghela nafas, malam yang begitu mencekam telah berlalu. Tapi berbeda dengan Kuntilanak dan juga Pocong, itu adalah malam yang terindah bagi mereka berdua. Mereka berdua masih terlelap dengan mimpi indah. Kuntilanak tidur di atas tubuh Pocong.

Pocong telah melepas keperjakaannya dengan sukarela, tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Bu Bodong bangun dari tempat tidurnya. Setelah mencuci muka, ia berniat menuju dapur untuk memasak. Namun saat berjalan keluar dari kamarnya, Bu Bodong tersandung.

"Ehhh.. Apa Itu tadi" Bu Bodong sangat terkejut, ia merasa telah tersandung oleh sebuah benda keras. Tapi dia melihat tidak ada apa apa di lantai.

Bulu kuduk Bu Bodong kembali merinding, ia pun buru buru keluar dari kamarnya menuju dapur dan mulai memasak sarapan untuk keluarganya.

Sedangkan Pocong tersentak bangun saat kaki Bu Bodong tanpa sengaja menendang kepalanya. ia meringis kesakitan dan melihat Bu Bodong keluar dari kamar dengan terburu buru dengan raut wajah ketakutan.

"Pasti emak emak nih yang nendang kepala ku" Gumam Pocong dengan sedikit kesal.

Namun Pocong kembali mengerutkan kening. "Kenapa dia bisa bersentuhan denganku ya?" Batin Pocong.

"hmmmm.." Kuntilanak yang tidur di atas tubuh Pocong, menggeliat dengan tangan meraba wajah Pocong.

Pocong melihat wajah Kuntilanak yang tertutupi oleh rambut panjangnya, Pocong sangat ingin menyibakkan rambut panjang Kuntilanak agar ia bisa melihat wajah Kuntilanak yang sedang tidur. Tapi, ya sudahlah..!

"Kun... Kunti Sayang...!" Pocong mencoba membangunkan Kuntilanak dengan lembut.

"hmmmm" Kuntilanak hanya menggumam dan menggeliat.

"Kun... Kunti sayang. Bangun sayangku!"

Kuntilanak menyibakkan rambutnya dan membuka mata, ia mengangkat kepalanya dari atas dada Pocong dan memandangnya dengan senyuman termanisnya. Kuntilanak mencium bibir Pocong, kemudian ia beranjak dari atas tubuh Pocong.

Pocong tersenyum. ia menjulurkan lidahnya untuk menggoda Kuntilanak yang masih dalam keadaan polos.

"Apaan sih bang!" Kuntilanak menutupi kedua bola Dragon Ball nya dengan kedua tangannya.

"Loh... Kok di tutupi sayang. Abang kan belum puas memandangnya"

"Issshh.. si Abang ngomong apaan sih" Wajah Kuntilanak terlihat malu malu.

"Buka dong sayang, Abang belum puas nih mandangnya" Pocong mengerlingkan matanya.

Dengan perlahan dan malu malu, Kuntilanak melepaskan kedua tangannya yang menutupi kedua bola Dragon ball tersebut.

Namun itu hanya sesaat, Kuntilanak kembali menutupinya dengan cepat dan langsung membelakangi Pocong, sehingga punggungnya yang bolong, terlihat dengan jelas oleh Pocong.

Tapi Pocong tidak jijik. Bahkan semalam, punggung Kuntilanak yang bolong, menjadi daya tarik tersendiri bagi Pocong.

Kuntilanak kembali memakai gaun putihnya kemudian ia membantu Pocong untuk berdiri.

AHHHH... AAHHHHH... AAAAAAAA...

Tiba tiba suara teriakan yang cukup nyaring terdengar memenuhi seisi rumah. Bukan hanya Pocong dan Kuntilanak saja yang terkejut. Bahkan Pak Bodong yang masih tidur, tersentak sampai bangun.

"Kenapa lagi bocah nakal itu. Kenapa dia teriak teriak seperti itu!" Gumam Pak Bodong seraya bangun dari tempat tidur.

Orang yang berteriak tersebut adalah Putra Bodong.

AAAAAAAA... AAAAAA... AAAAAAA

Suara teriakan Putra Bodong kembali terdengar.

"PAAA... PAPAAAAA... TOLOOONGG PA...!"

Kali ini suara teriakan Bu Bodong yang terdengar dari arah kamar Putra. Pak Bodong jadi kaget, ia buru buru keluar dari kamarnya menuju kamar Putra.

Pocong dan Kuntilanak saling pandang.

"Apa yang sama bocah sialan itu. Apa hantu Rocker dan Dangdut mengerjainya" Ucap Pocong.

"Biarin aja, sesekali nggak apa apa, biar dia tau rasa!" Sahut Kuntilanak yang masih memendam rasa benci pada Putra Bodong.

"Jangan gitu dong sayang. Bagaiman pun, keluarga Bodong sudah menjadi keluarga kita sekarang!" Ujar Pocong.

"Keluarga apaan. Dari mana jalannya keluarga Bodong jadi keluarga kita. Mereka itu tetap musuh kita, sewaktu waktu bisa saja mereka kembali berulah dan mengusir kita dari sini.!" Kuntilanak nge gas karena kesal.

Pocong berdiri di belakang Kuntilanak, ia menyandarkan kepalanya di bahu Kuntilanak sebagai ganti pelukannya.

"Dengarin aku ya sayang" Pocong berbicara dengan lembut. "Uyut Encrot punya hubungan dekat dengan keluarga Bodong, sedangkan Uyut Encrot adalah istri Abang. Artinya, keluarga Bodong kelurga kita juga. Kita harus bisa berdamai dengan mereka, sayang"

Kuntilanak maju selangkah, sehingga membuat Pocong yang lagi menyandarkan kepalanya di bahu Kuntilanak, hampir terjatuh. Kuntilanak median berbalik menghadap Pocong.

"Bagaimana kalau mereka yang duluan mengganggu kita dan tidak mau berdamai?" Tanya Kuntilanak, wajahnya masih terlihat kesal.

Pocong tersenyum. "Pasti bisa sayang"

Kuntilanak menatap mata Pocong dengan intens. "Aku tau kenapa Abang berbicara sepeti itu, Aku sekarang sadar kalau Abang tidak pernah menganggap Tuyul sebagai anak Abang!" Kuntilanak kemudian pergi meninggalkan Pocong begitu saja.

1
Dede
andai ini november yang paling horor
lady daisy
lgi thorr....
lady daisy
kapan dong kuntilanak sama tuyul dijumpai oleh pocong...
White Snake
Bang Novelmu akan selalu aku kenang
Tyara Lantobelo Simal
Selamat jalan sob.. semoga amal ibadah mu di tempat Jannah....amin
Terakhir liat postingan engkau telah pergi 😭😭😭😭😭
Tyara Lantobelo Simal: Jo Doang
total 2 replies
Konglomerat Sejati
dipanggil papa pingsan si ocong🤣
Konglomerat Sejati
seru tor👻👻
Konglomerat Sejati
ngakak woi.🤣🤣
Senajudifa
kutukan cinta
mampir thor
Senajudifa
mw dipanggil gmnpun panggilannya tetap lucu...kutukan cinta hadir thor
Senajudifa
hai thor salken dr kutukan cinta y mampirlah jika betkenan
Santai Dyah
up dong thor
Santai Dyah
ayo up thor
Santai Dyah
lnjjut thor
Ahmad Chris Sevin
saran walaupun untuk lucuan tapi beri penjelasan kalau yg hantu/setan itu bukanlah Arwah melainkan dari Golongan Jin baik jin biasa atau Jin khorin.

yg biasa berperan menjadi hantu yg fenomenal seperti kunti pocong dllnya
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
weh.. pasti keliatan bokongnya
BANG Jo GANTENG🤭
ijin baca kak
Yen Lamour
Next bang 😊
Yen Lamour
Laku bgt sih 😂😂😂
Hai kak, aku mampir lg, msh dicicil bacanya, semangat terus ya kak💪
Salam dari silence 🤗
Yen Lamour
Ngakak sampe sakit perut🤣🤣🤣
Hai kak, aku mampir lagi nih kasih dukungan utk kakak. Masih di cicil dulu bacanya😊
Semangat terus ya💪salam dari silence🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!