NovelToon NovelToon
CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

CINTA TERLARANG DENGAN SANG MAJIKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.5
Nama Author: raisya ramadhan

Maya terpaksa menggantikan ibu nya yang tengah sakit untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah seorang pengusaha kaya raya yang sudah memiliki seorang istri yang berprofesi sebagai model.

Karna kesibukan sang istri yang begitu padat membuat Alvian lebih banyak mengahabiskan waktunya di rumah bersama pembantunya daripada dengan istrinya sendiri, hingga pada suatu hari ia melakukan kesalahan yang fatal terhadap pembantunya itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon raisya ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28

Setelah memutuskan hubungannya dengan Anak sulungnya, Bu sari juga memutuskan untuk tidak menerima lagi uang yang di berikan Maya.

Bu Sari memutuskan untuk berjualan kue di rumahnya dan juga menitipkan kue tersebut warung-warung untuk menyambung hidup dan membiayai biaya sekolah anaknya.

Melihat hal itu membuat Rara tergerak untuk mencari kerja, agar bisa membantu meringankan beban ibunya. Ia tidak tega melihat ibunya yang selalu sakit-sakitan harus bekerja keras sendiri.

"Bu...Rara mau minta ijin sama ibu, Rara mau kerja untuk bantu-bantu Ibu" ucap Rara sambil membantu ibunya membuat kue.

"Tapi kamu masih sekolah nak...tugas kamu cuman belajar" Jawab Ibu yang sedang membuat Adonan.

"Tapi kerjanya dari sore sampe malam Bu, jadi gak bakalan ngeganggu sekolah Rara, gajinya juga lumayan Bu... soalnya sekarang Rara udah kelas tiga SMA, bentar lagi Rara Lulus, pasti butuh uang yang banyak buat biaya kelulusan sekolah Rara nanti, Rara kan juga pengen kuliah, Rara pengen ngumpulin uang buat pendaftaran kuliah" Rara berusaha meyakinkan ibunya.

"Memangnya kamu mau kerja di mana nak..." sepertinya ucapan Rara cukup berhasil meyakinkan ibunya.

"Rara... Rara mau kerja di restoran yang buka 24 jam Bu... jadi Rara ngambil jam kerjanya malem aja"

"tapi jarak nya emang agak jauh kalau dari sini Bu... "

"tapi ibu gak perlu Khawatir soalnya kata temen Rara pemilik restoran tersebut menyediakan tempat tinggal untuk para pegawainya, semacam kost-kostan gitu, jadi kemungkinan Rara bakalan nginep di sana, soalnya kalau pulang ke sini kejauhan, Rara juga bakalan berangkat sekolah dari sana, pokoknya ibu gak perlu khawatir, Walaupun Rara kerja, Rara akan tetap belajar dan mengutamakan sekolah Rara" jelas Rara panjang lebar.

"Kamu Yakin gak cape harus bagi waktu antara kerja sama sekolah" Ibu tampak khawatir dan gak yakin Rara bisa menjalankan itu semua secara bersamaan.

"Nggak bu.... Rara yakin Rara pasti bisa bagi waktu. Ijinin Rara ya Bu... plisss" Ucap Rara memelas.

"Ya sudah kalau itu kemauan kamu, ibu ijinin, tapi kamu harus janji sama ibu, setiap libur sekolah kamu haru pulang ke sini" Akhirnya ibu menyerah, karna tidak bisa di pungkiri saat ini mereka memang membutuhkan pemasukan yang lebih banyak.

"Ia Bu... pasti" ucap Rara tersenyum bahagia.

****

Seperti apa yang di katakan oleh Alvian semalam kepada Maya, bahwa hari ini akan ada pembantu baru yang bekerja di rumahnya.

Pagi-pagi sekali seorang wanita paruh baya yang berasal dari kampung sudah datang untuk mulai bekerja di rumah itu, entah dari jam berapa ia berangkat dari rumahnya. Alvian memang sengaja meminta Bagas untuk mencarikan pembantu baru secepatnya, karna ia tidak ingin melihat Maya mengerjakan semua pekerjaan rumah nya lagi, apalagi dengan kondisi nya saat ini yang tengah hamil.

Tapi bukan Maya namanya kalau ia hanya berdiam diri saja tanpa melakukan apa-apa, walaupun sudah mempunyai pembantu baru, Maya tetap kekeuh ingin membantu menyiapkan sarapan.

"Udah atuh Nyonya... biar bibi saja yang nyiapin sarapannya, mending nyonya mah istirahat saja" ucap Bi Sumi yang merasa tidak enak melihat majikannya ikut mengerjakan pekerjaannya.

"Gak apa-apa bi sum... saya sudah biasa kerja kok"

"Oia bi... bibi jangan panggil aku nyonya ya, gak enak kedengarannya, panggil aku Maya aja ok" Ucap Amaya seraya menata sarapan di meja makan.

"Nggak ah... gak sopan kedengarannya" tolak bi sumi

"Ya udah panggil apa aja asal jangan nyonya"

"Mmmm kalau gitu bibi panggil neng aja gimana, neng Maya"

"soal nya nyonya keliatannya masih muda, cantik lagi"ucap Bu Sumi memuji Maya.

"Ya sudah terserah bibi aja" jawab Maya lagi.

Saat Maya tengah menyiapkan sarapan sambil berbincang-bincang dengan bi Sumi, tiba-tiba Alvian menghampiri Maya, ia sudah rapi dengan stelan kerja nya.

"May... kamu mau kemana pagi-pagi gini udah rapi" tanya Alvian penasaran.

"Aku mau ke kampus Mas... aku mau masuk kuliah lagi" jelas Maya

"Kamu yakin mau kuliah lagi di sana?"

" kalau kamu, mau saya bisa mencarikan kamu tempat kuliah yang baru" Alvian tampak khawatir dengan semua kemungkinan yang terjadi.

"Saya yakin mas..."

"Mas gak perlu repot-repot melakukan semua itu, mas jangan Khawatir..saya gak apa-apa kok" Ucap Maya meyakinkan Alvian.

"Ya sudah kalau memang itu sudah menjadi keputusan kamu"

"Tapi kalau kamu sudah merasa tidak nyaman kuliah di sana, kamu jangan sungkan-sungkan ya cerita sama saya" ucap Alvian seraya mendaratkan tubuhnya di sebuah kursi.

"Ia mas..." Maya pun menyusul Suaminya duduk di sebrang Alvian.

"Morning honey....." Ucap Bella yang baru saja turun dari atas, kemudian ia mencium pipi Alvian dengan mesra, sepertinya ia sengaja melakukan hal itu untuk memanas-manasi Maya.

"Pagi..." jawab Alvian tampak datar, kemudian Bella duduk di sebelah Alvian.

"Mas... kamu mau_" Maya hendak mengambilkan nasi dan lauk untuk Alvian, tapi Bella cepat-cepat mendahului Maya.

"Sayang... kamu harus makan yang banyak ya... biar kamu kerjanya lebih semangat" ucap Bella seraya mengambilkan nasi dan lauk ke piring Alvian.

"Makasih Bel..." ucap Alvian.

"Sama-sama sayang..." jawab Bella tampak senang, sedangkan Maya berpura-pura pokus dengan makanannya seolah-olah tidak menghiraukan Alvian dan Bella

Sepanjang mereka sarapan bersama, Bella terus menerus memamerkan perhatian dan kemesraan nya dengan Alvian kepada Maya, berharap Maya sadar kalau Alvian hanyalah miliknya.

Bella menyuapi Alvian untuk mencicipi makanan miliknya, ia juga menuangkan Alvian minum, bahkan Bella sampai membersihkannya sudut bibi Alvian dengan menggunakan tisu, tapi saat melakukan hal itu, tatapan mata Bella tak lepas dari Maya, ia ingin memastikan bahwa Maya benar-benar melihat interaksi antara ia dan Suaminya itu, ia ingin Maya sadar dengan posisinya di rumah itu.

Setelah selesai sarapan, Maya berpamitan kepada Alvian untuk pergi ke kampus terlebih dahulu, tapi Alvian mencegahnya, Alvian meminta Maya untuk ikut di mobilnya.

Awalnya Maya menolak, begitupun dengan Bella yang amat sangat keberatan jika Maya menumpang di mobil suaminya itu. Tapi Alvian tetap bersikeras untuk mengajak Maya ikut bersamanya, hingga kedua istrinya itu tidak dapat membantahnya lagi.

Akhirnya mereka bertiga pun pergi bersama di dalam satu mobil yang sama, karna pagi itu Bella pun harus pergi pemotretan, Bella beralasan bahwa ia masih terikat kontrak, jadi ia tidak bisa berhenti begitu saja dari pekerjaannya, Bella meminta waktu kepada Alvian untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Perdebatan mereka tidak hanya sampai di situ saja, lagi-lagi Bella melakukan protes kepada suaminya, ia meminta Alvian mengantarkan Maya terlebih dahulu ke kampusnya, baru setelah itu mengantarkan dirinya ke tempat pemotretan, ia tidak rela jika Suaminya hanya berduaan saja di mobil setelah dirinya turun dari mobil tersebut. Melihat perdebatan antara pasangan suami istri tersebut, Maya sempat meminta Alvian menurunkannya di jalan, ia tidak ingin melihat mereka berdua bertengkar karna dirinya, tapi tentu saja Alvian menolak.

Alvian sama sekali tidak menghiraukan permintaannya Bella dan juga Maya, ia tetap mengantarkan Bella terlebih dahulu, karna jika ia mengantarkan Maya terlebih dahulu itu artinya ia harus berputar balik lagi untuk mengantarkan Bella, dan itu akan membuat perjalanan menuju ke kantornya semakin jauh. Dan akhirnya Bella pun terpaksa harus mengalah.

"Al... aku turun dulu ya, aku janji saat kamu pulang kerja aku sudah ada di rumah, agar aku bisa menyambut kepulangan kamu" ucap Bella sebelum turun dari mobil Alvian.

"Baiklah aku pegang janji kamu" tegas Alvian.

"Sampai jumpa di rumah ya honey" ucap bella seraya mencium kedua pipi Alvian kemudian ia mengecup bibir Alvian singkat, Alvian benar-benar merasa tidak enak kepada Maya tapi Alvian tidak sempat untuk menghindar. Sejak tadi Maya hanya menunduk sambil membaca buku, ia benar-benar merasa tidak nyaman berada di mobil itu, kalau saja ia bisa memilih, ia lebih baik naik angkutan umum daripada harus satu mobil dengan Alvian dan Bella.

Setelah Bella turun dari mobilnya, Alvian meminta Maya untuk pindah ke kursi depan. Suasana di dalam mobil tiba-tiba hening saat Maya duduk di depan, mereka berdua tampak bingung harus bicara apa, dan memulai percakapan dari mana.

"Mas makasih ya udah nganterin saya" Ucap Maya, sesaat setelah mobil yang di tumpangi mereka telah sampai di depan kampus.

"Sama-sama May... oh ia nanti kamu pulang jam berapa, aku jemput lagi ya" Alvian khawatir jika Maya pulang sendiri dengan keadaan seperti itu.

"Tidak usah mas... saya pulang sendiri aja, saya gak mau mengganggu pekerjaan mas" tolak Maya.

"Kamu yakin bisa pulang sendiri, kalo tiba-tiba kamu pusing gimana" ucap Alvian cemas.

"Saya gak apa-apa mas... sekarang udah baikan kok, mas gak perlu Khawatir" ucap Maya meyakinkan Alvian.

"Ya sudah kalau begitu, tapi kalau ada apa-apa langsung hubungin saya ya" ucap Alvian lagi.

"Ia mas... kalau begitu saya turun dulu ya" ucap Maya seraya meraih tangan Alvian dan kemudian mencium punggung tangan suaminya itu, awalnya Alvian sempat kaget karna Maya tiba-tiba menggenggam tangannya, tapi akhirnya Alvian mengulur kan tangannya secara sukarela, entah kenapa ia selalu merasa damai jika bersama dengan Maya

"Assalamualaikum..." ucap Maya seraya membuka pintu mobil tersebut.

"Waalaikumsalam" jawab Alvian seraya menatap kepergian Maya.

1
Upriyanti II
kan putri itu alma
Upriyanti II
atau jangan2 baby alma anaknya kak maya sma kak alvian
juwita
mampir
Susi Yanti
kok rumah org kaya nggak ada cctv ya,atau temen2 maminya yg dtg menjenguk,siapa tau ada diantaranya yg ksh keterangan...
Patri Behel
Lumayan
Patri Behel
Biasa
Patri Behel
Kecewa
Patri Behel
Buruk
mariana rinie
di lanjut thor
mariana rinie
lanjutannya kapan
Nopiyanti Daulay Ciut
lanjut sis
bu tedjo
Kecewa
bu tedjo
Buruk
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
SRI HANDAYANI
bukannya alma wkt lari ditolong sama pak joko dan bu marni.
SRI HANDAYANI
maklumi sj kawan terbalek namanya yg penting kita tahu ceritanya🤩🤩😍😍
SRI HANDAYANI
piye2---piye iki sak jane mbulet aeeee😛😛😛
SRI HANDAYANI
penasaran aku sama ceritanya
Satra 2021
kpn up lagi thor?
Liiesa Sariie
menarik👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!