NovelToon NovelToon
Twins Revenge War

Twins Revenge War

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Supernatural / Balas Dendam / Anak Genius / Tamat
Popularitas:511k
Nilai: 5
Nama Author: Nagi Sanzenin

Kaoru menghabiskan malam panas dengan CEO Organisasi tempat Sang Kakak menjualnya. Tanpa diduga peristiwa di malam tersebut memberikan Kaoru anak kembar yang sangat genius.

Sakaki Akira, CEO dingin dengan tatapan mata rajawali. Pria tampan yang menguasai alam semesta, menundukkan siapa saja yang berani menatapnya, menyibak habis semua status dan menjadikan mereka rakyat jelata.

Terjadi kesalahpahaman tentang peristiwa 8 tahun lalu diantara Si Kembar dan Sang Ayah...

Si kembar akan membalas dendam Kaoru. Hancurkan Organisasi Sakaki Akira, beri hukuman terberat pada Sang Kakak yang berani menjual ibu mereka.

Perang yang sebenarnya menanti, kita hidup dalam different world, tak ada yang tak mungkin dalam dunia Paralel. Petualangan balas dendam Twins menjadi kunci penghubung antar dunia.

Dimulailah perjalanan mereka melakukan pembalasan dan mencari kebenaran...


Novel ini adalah karya pertama dan masih dalam tahap pengembangan.

Genre: Action, Adventure, Comedy, Drama, Fantasy, Romance, School, Slice of Life, Thriller, Supernatural, Super power.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nagi Sanzenin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Hikiko

"Kak Hiki, kau benar-benar tahu dimana Kak Hito tinggal?" Tanya Presdir Akira pada Hikiko ketika mereka berjalan di koridor, menuju kamar Hikiko.

"Tentu saja, aku pergi main ke rumahnya satu minggu yang lalu." Jawab Hikiko, memeluk tangan Presdir Akira sambil berjalan, Presdir Akira mengerutkan kening, merasa sangat risih.

Mereka tiba di kamar Hikiko beberapa saat kemudian... Mereka masuk ke dalam, dan Hikiko menutup pintu kamar.

"Sudah sampai, ayo beritahu, Kak Hiki." Ucap Presdir Akira, "Jangan coba-coba menjebak-ku atau berbohong..."

"Jangan buru-buru Akira, apa kau tahu mengapa Kak Hito pindah rumah?" Sahut Hikiko, malah balik bertanya.

"Tidak tahu dan tidak mau tahu, pokoknya dimana rumah Kak Kirihito?" Ujar Presdir Akira, memasang ekspresi tidak senang, "Jangan menceritakan hal yang tidak ada hubungannya... Masalah pokoknya Kak Hiki, dimana Kak Hito tinggal?" Presdir Akira kembali mengulang pertanyaannya.

"Akan kuberitahu kalau kau temani aku tidur, sekarang." Jawab Hikiko, membuka satu kancing paling atas pakaiannya.

Dilain pihak, di waktu yang bersamaan...

"Kau menemukannya?" Tanya Rei pada Rin dengan nada frustasi.

Mereka ada di dalam mobil Presdir Akira, disana tersimpan semua peralatan rahasia mereka yang tidak sempat dibawa pulang saat misi rahasia Red Diamond.

"Tidak, sama sekali tidak ada..." Jawab Rin yang sedang mengutak-atik laptopnya, mencari lokasi yang terpencil, jauh dari masyarakat, dan memiliki rumah mewah yang sangat megah di Amerika...

"Fokus pada Amerika Serikat bagian utara, dia terus tinggal dengan berpindah-pindah tempat, dan hanya daerah ini yang belum pernah dia tinggali." Kata Rei, membuka-buka kertas dokumen daftar tempat tinggal Kirihito yang diberikan oleh asisten Presdir Akira, Tama.

Rin segera mencari lokasinya di Amerika Serikat bagian utara. Mata Rin bergerak dari atas ke bawah dengan sangat cepat, men-scroll data-data lokasi yang dirasa mencurigakan.

.......

.......

.......

"Kak Hiki, aku benar-benar tidak punya waktu lagi..." Kata Presdir Akira dengan dingin, "Kita saudara kandung, sama sekali tak boleh melakukan itu."

Presdir Akira menarik gagang pintu kamar Hikiko, tapi pintu itu memakai kunci otomatis yang hanya bisa dibuka oleh Hikiko.

"Ck..."

"Baiklah Akira, akan kuberitahu satu rahasiaku yang hanya diketahui oleh orang-orang yang lebih tua dari kita..." Ucap Hikiko sambil terus membuka kancing bajunya.

"Kita bukan saudara kandung, aku adalah anak haram hasil hubungan mama dengan produser TV, Natsuki." Lanjutnya, sembari melepas bajunya, sekarang hanya memakai baju pelapis yang cukup tipis.

"Apa...? Pakai lagi bajumu..." Presdir Akira memalingkan wajahnya, "Tak peduli walau kita beda ayah, tapi kita masih tetap memiliki hubungan darah."

"Tidak Akira, kita boleh melakukan itu..." Hikiko berjalan menuju Presdir Akira, "Kau tahu dulu aku yang paling kuat dalam beladiri judo keluarga?"

Brukk!

Hikiko membanting Presdir Akira ke atas keranjangnya.

"Kau tumbuh menjadi gagah sekali selama 10 tahun ini..." Hikiko membuka dasi Presdir Akira.

"Tunggu, kita tak boleh melakukannya, jangan macam-macam atau kuberi pelajaran."

Presdir Akira menangkap tangan Hikiko seraya memberikan tatapan tajam peringatan, "Kau paling kuat yang kecil, tapi sekarang jelas sangat berbeda, kau sangat lemah." Presdir Akira mendorong Hikiko yang duduk diatas tubuhnya.

"Kau benar-benar baik Akira, walau dipaksa begini pun, kau masih tetap beradu argumen dengan sabar," Sahut Hikiko, "Mau kuberitahu dimana Kak Hito? Sebelum itu, maukah kau mendengar sedikit tentang Yui Natsuki?"

"Yui Natsuki...? Keluarga Yui... Tidak perlu, aku muak mendengar nama mereka." Jawab Presdir Akira dengan dingin, "Cepat turun, dan jangan bertele-tele lagi, katakan dimana dia."

"Baik, dengarkan... Dia ayahku..." Ucap Hikiko, sangat jauh melenceng dari jawaban yang ingin di dengar Presdir Akira, "Akira, kau pasti sudah pernah mendengar tentang Yuki, Minami, dan Kazusa? Mereka anak dari adik ayahku."

Hikiko memegang tangan Presdir Akira dan mulai membuka kancing bajunya.

"Kubilang jangan! Langsung beritahu dimana lokasinya! Aku tak tertarik mendengar yang lain!" Seru Presdir Akira dengan berang, menghentikan gerakan tangan Hikiko.

"Aku menghormati-mu karena kau kakakku, soal kau 'bukan anak kandung' papa, aku juga sudah tahu. Tapi kalau kau coba-coba mengusikku, menghambat waktuku, dan menjebak-ku, aku akan memberikan bekas luka yang sangat dalam." Lanjut Presdir Akira.

"Akira, dengarkan sedikit tentang Yui Natsuki, kau benar-benar tidak ingin tahu? Akan kuceritakan semuanya, ayo buka bajumu."

"Kalau kubilang tidak, ya tidak! Jangan membuang waktuku!" Seru Presdir Akira marah, sudah kehabisan kesabaran, mencengkeram tangan Hikiko dengan kuat.

"Aww... Baiklah, kuceritakan saja." Sahut Hikiko dengan senyum pahit, "Ibu kita, Emilia... Dulu sangat menyukai Natsuki, mereka berjanji akan menikah suatu saat nanti. Namun mama menikahi papa Ichimaru, Emilia mengkhianati Natsuki karena faktor 'uang'... Natsuki sangat terpukul, lalu bekerja keras menjadi produser TV dan akhirnya menjadi kaya. Saat itu sudah lahir kakak kita, Kirihito."

"Papa Ichimaru sangat menyayangi Kirihito, sehingga Emilia merasa cemburu, mungkin ingin mendapatkan perhatian lebih... Lalu dia datang pada Natsuki, mengatakan bahwa ingin menepati janjinya dulu... Mereka menjalin hubungan gelap, maka lahirlah aku. Dan saat itu Organisasi Sakaki begitu maju, uang yang dihasilkan unlimited..." Lanjut Hikiko sambil memainkan jari tangan Presdir Akira.

"Emilia kembali ke dalam pelukan Ichimaru dan saat itu dia sedang mengandung aku. Papa dengan bodohnya menerima Emilia... Natsuki benar-benar marah, api dendamnya berkobar sangat besar. Keluarga Yui juga mendukung aksi balas dendam yang dilakukan Natsuki... Selama masih tersisa keluarga Yui di dunia ini, maka mereka akan meneror keluarga Sakaki... Tapi menurutku mereka dendam bukan hanya karena itu, pasti ada sesuatu yang lain." Hikiko menceritakan dengan panjang lebar.

"Apa ada bukti kalau kau adalah anak dari keluarga Yui? Bisa saja anak orang lain dan cerita itu di karang." Potong Presdir Akira, cukup tertarik dengan kisah orang tuanya.

"Kau tidak lihat rambutku Akira? Keluarga Yui identik memiliki rambut berwarna ungu, keturunan mereka selalu berambut ungu..." Jawab Hikiko, "Kalau melihat orang dijalan yang berambut ungu, dapat dipastikan bahwa itu keluarga Yui, walau mereka mengganti marganya... Sudah semua, 'kan? Ayo..."

"Tidak! Ku-peringatkan sekali lagi..."

"Coba ku-tebak, salah satu pertanyaan-mu..." Sela Hikiko semakin menempel pada Presdir Akira, tidak takut sama sekali.

"Mungkin kau mau bertanya tentang Shiraishi? Ya, mereka mengatur siasat jahat untuk menikahkannya dengan orang bernama Yuki, sebagai langkah awal balas dendam."

"Kedua, mungkin kau ingin bertanya tentang Kak Hito? Kak Hito dimanfaatkan keluarga Yui, mereka mengancam akan memberitahu publik bahwa aku adalah anak haram, mencemarkan nama CEO Organisasi terkemuka seluruh dunia."

"Kak Hito terpaksa bekerja dan menghasilkan uang untuknya, dia memanfaatkan Kak Hito untuk bermain film mesum yang tidak ada yang mau memerankannya... Kak Hito bermain dengan banyak gadis pun, karena dimanfaatkan keluarga Yui."

"Keluarga Yui tahu bahwa aku menyukaimu, untungnya mereka sangat sayang padaku... Jadi itu tak menjadi masalah... Tapi hari ini kau datang membawa calon istri setelah tidak pulang selama lebih dari 10 tahun... Padahal aku menyukaimu, keluarga Yui akan membasmi istrimu, lagi-lagi mereka memanfaatkan Kak Hito. Kak Hito menculik dan melakukan hubungan dengannya..."

Brukk!

Hikiko sekarang balik di dorong jatuh dengan sangat kuat oleh Presdir Akira, mengunci gerakannya.

"Akira, kau jadi sangat agresif..."

"Jadi kau mau balas dendam padaku?" Potong Presdir Akira dengan suara dingin pembunuh psikopat, dia menatap tajam Hikiko dengan mata merah rajawali-nya.

Dilain pihak...

"Ada! Terdapat sebuah bangunan megah di daerah Pegunungan Rocky!" Seru Rin, menemukan sebuah artikel di internet dari laptopnya.

"Bagus! Ayo pergi!" Balas Rei, meletakkan ratusan lembar dokumen daftar lokasi Kirihito, "Kau mau ajak papa sialan itu dulu? Kurasa dia terjebak di kandang harimau betina, tak mungkin Bibi itu mau memberikan informasi."

"Tidak, kita sedang berpacu dengan waktu, tak ada waktu untuk menolong papa." Sahut Rin, "Papa bisa mengatasi itu sendiri, kita prioritaskan mama... Aku bisa mengemudikan mobil, ayo pergi."

Rin melompat naik ke kursi pengemudi...

Brumm! Mobil itu melesat dengan kecepatan penuh meninggalkan halaman rumah keluarga Sakaki. Beberapa pelayan dan pasukan khusus sontak terkejut, anak-anak Presdir dapat mengemudikan mobil? Harus dikejar?

.............

"Aku menyukaimu Akira, tak mungkin aku membalas dendam padamu. Aku hanya ingin menyingkirkan perempuan itu..."

"Justru itu masalahnya! Kalau kau menyakiti Kaoru, berarti kau sedang cari mati denganku!" Presdir Akira membentak Hikiko, "Dimana dia sekarang?" Presdir Akira menatap tajam dengan tatapan dingin rajawali yang menusuk seperti pisau.

"Tak akan kuberitahu kalau kau tak melakukan itu denganku..." Hikiko memalingkan matanya dari tatapan pembunuh Presdir Akira.

"Begitu? Baik!" Brett! Presdir Akira merobek baju pelapis yang dipakai Hikiko.

Dilain pihak, disaat yang bersamaan...

"Aku sudah kembali kucing manis." Ucap Kirihito, masuk ke dalam kamarnya, tempat Kaoru digantung.

Kaoru sudah terengah-engah, mukanya memerah, dan berkeringat, tangannya sakit sekali.

"Kau sudah tidak sabar melakukan itu denganku, ya?" Lanjut Kirihito, berjalan mendekati Kaoru, "Kau tidak tahan? Mari kita lakukan, dia menyuruhku untuk menyiksamu dulu."

Kirihito mulai melepas jas dan dasinya... Lalu membuka kancing bajunya, berjalan lebih dekat ke arah Kaoru.

"Kita mulai dari mana?" Kirihito meletakkan tangannya pada wajah Kaoru, lalu menggeser tangannya itu menuju leher Kaoru.

"Tidak... Jangan..." Ucap Kaoru terengah-engah, susah payah menjaga kesadarannya.

"Bagus, teruslah mendesah seperti itu." Kirihito menggigit leher Kaoru.

"Tidak... Tidak..." Kaoru meronta-ronta, darah mengalir dari pergelangan tangannya menuju bahunya.

"Ingat? Kalau kau berontak seperti itu aku malah makin menginginkanmu..."

Brett! Kirihito merobek baju yang dipakai Kaoru.

"Tidak!... Umm!"

Kirihito mencium Kaoru dengan buas. Kaoru hampir menangis, memberontak sekuat tenaga, luka sayatan dipergelangan tangannya semakin lebar, darahnya semakin banyak keluar.

"Rin, apakah masih jauh?" Tanya Rei pada Rin didalam mobil, langit sudah berubah menjadi gelap.

Waktu menunjukkan pukul 18.35 WIB.

"Tidak, sedikit lagi...." Jawab Rin, menambah kecepatan mobilnya.

Mereka melaju ditengah-tengah Pegunungan Rocky yang curam dan terjal.

To be continued...

1
mellamello
gantung🥺
Kita_Yama
kalo adik lu dijual, siapa yang bakal nafkahin ente
Kita_Yama
Tiba-tiba keinget lagu LaoNeis
Kita_Yama
jangan bilang situ kalo dah nikah istrinya yang disuruh kerja
Gissa_Chieko
bagus
@Ay_k02
👍👍👍👍👍👍👍👍
Tara
Pengen dech punya anak jenis seperti ini.. Uhuy🤭😉🌹😱🥰🙏
Tara
Untung cuman 1 nyawa. Anyway, turut berduka cita. Sore sore gini enaknya ngopi Cantiq.. Here gift 4 ur kak.. Semangat🎁👍🥰🤭😱🙏💐🌹💕
Tara
Ingat jurit malam waktu itu ada ploncoan😅😱🤭
Tara
Ya lah.. Sing lish dipake.. Ini yg bloon siapa. Bujug bune😤
Gubrak!
Tara
Hadeuh.. Pusying aku Baca ini.. Huibat idenya.. Tapi bisa bisa kutintut guru nya Buat soal ancur Kaya gitu.. Hadeuh.. Gilingan😤😱🙈🤭😉😡🥺🤯
Tara
Gila. Soal apaan tuch.. Yg Buat soal lagi mabuk yach.. Ada Ada aja.. Hadeuh🙈😱😤🤭😉🤔🤯
Tara
Katanya Sultan. Kalo aku mah uda Buat gelang atau kalung dengan GPS didalamnya.. With money u can make it all.. 🤔🙈🤗😉👌
Tara
Betul.. Hajar Bozz...
Tara
Keren
Tara
Wah jadi selebriti terkenal dach🤭😱😉
kak, itu cover nya Soraru sama Mafu ya?
Aisyah Suyuti
seru juga
(◕ᴗ◕✿) CH
Ayo, kapan diupdate?
(◕ᴗ◕✿) CH
Ehem, apaan tuh? Aku aku benci dengan pikiranku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!