NovelToon NovelToon
Perjaka Tampan & Wanita Malam

Perjaka Tampan & Wanita Malam

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Berondong / Tamat
Popularitas:320.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi tan

Fernando, seorang pengusaha muda belia yang masih kuliah, terpaksa menolong seorang wanita malam yang di siksa oleh seorang mucikari.

Hingga pertemuan mereka menghadirkan cinta, namun takdir mengharuskan Nando menikah dengan Vania, gadis pintar dan cantik yang merupakan pilihan orang tuanya.

Sedangkan sudah terlanjur ada benih yang tumbuh di rahim Sandra, sang wanita malam itu, tanpa Nando ketahui.

Sementara Vania juga harus berjuang melawan penyakitnya yang mematikan. Mampukah Nando menopang dua wanita yang sama-sama membutuhkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebakaran

Mami Vero berdiri di depan gerbang sambil tertawa saat melihat Sandra yang turun dari dalam mobil bersama dua orang anak buahnya dan Ayah tiri Sandra.

"Hahahaha akhirnya kau datang sendiri ke hadapanku wanita tak tau diri!!!" sengit Mami Vero sambil tertawa.

"Kau juga perempuan licik Mami! Melakukan berbagai cara untuk menjebakku! Suatu hari kau pasti akan menyesal!!" seru Sandra.

"Sekarang aku tak mau main kasar lagi, tapi ku pastikan kau tidak akan pernah keluar dari tempat ini lagi!" cetus Mami Vero.

Biasanya Mami Vero akan langsung menjambak dan menampar jika marah. Namun kali ini dia terlihat berbeda.

"Ical! Bono! Kalian bawa Sandra ke kamarnya yang dulu bersama Mirna!" titah Mami Vero.

"Siap Mami!" sahut keduanya yang langsung membawa Mirna ke kamarnya yang dulu.

Mami Vero kemudian melemparkan sejumlah uang ke arah Pak Wiryo yang masih berdiri di situ.

"Itu uangmu! Kau boleh pergi dari sini! Dan jangan pernah memerasku lagi!!" cetus Mami Vero sambil berjalan meninggalkan tempat itu.

Sandra yang kini ada di dalam kamarnya yang dulu nampak duduk terpaku di sisi ranjangnya yang dulu.

Mirna yang tertidur kaget saat melihat Sandra yang kini ada di dalam kamarnya itu.

"Sandra?? Kau ada di sini??" tanya Mirna terkesiap. Dia langsung spontan memeluk Sandra.

"Iya Mirna, aku di jebak, Mami Vero berhasil membawaku ke sini lagi!" sahut Sandra.

"Aku pikir kau sudah bahagia bersama lelaki pujaanmu itu San!" kata Mirna.

'Sudahlah Mir, tak usah kau bahas dia lagi, aku sedang berusaha untuk melupakannya, dia sudah jadi milik orang lain!" ucap Mirna.

"Apa maksudmu? Aku lihat dari sorot matanya, dia begitu perhatian padamu, bahkan rela mengorbankan dirinya di pukul oleh anak buah Mami hanya untuk membelamu!" tambah Mirna.

Mereka lalu membaringkan tubuh mereka di ranjang itu sambil berbincang melepas kerinduan setelah beberapa lamanya tidak saling jumpa.

"Walaupun aku tidak mungkin memilikinya, tapi aku punya satu kenangan yang indah bersama Nando, pada malam itu ..." ucap Sandra sambil memandang langit-langit kamar itu.

"Kenangan Indah? Apa maksudmu?" tanya Mirna.

"Aku pernah tidur dengan Nando, walaupun dengan perasaan berdosa, tapi malam itu, Nando berhasil menumpahkan benihnya di rahimku, dia lelaki pertama yang berhasil menumpahkan benihnya di dalam tubuhku, dan aku sangat bahagia!" ucap Sandra.

"Hmm, kenapa kalian tidak bersama saja selamanya?" tanya Mirna.

"Itu tidak mungkin, ada gadis yang lebih berhak bersamanya dari pada aku, alam semesta juga tidak akan membiarkan aku bersatu dengan Nando, aku ini kotor Mirna, bahkan bermimpi pun aku tidak berhak!" gumam Sandra.

"Sebenarnya ... aku juga sudah muak berada di tempat ini, aku ingin keluar dan hidup bebas, bekerja yang halal, dan mengenal apa itu cinta yang sebenarnya!" ucap Mirna.

Mereka terus berbincang sampai tengah malam, hingga mereka merasa kantuk dan mereka mulai memejamkan mata mereka dalam tidur mereka.

****

Mirna terbangun saat di rasakan nya ada hawa panas di tubuhnya, matanya melotot saat melihat api yang mulai menjalar ke kamar itu, kobaran api itu begitu besar dan asapnya mengepul sangat tebal dan hitam.

Mirna lalu membangunkan Sandra yang masih tertidur karena terlalu lelah.

"Sandra! Bangun San! Kebakaran!!" teriak Mirna.

Sandra tersentak kaget saat membuka matanya api sudah mengelilinginya.

"Mirna! Kita harus bagaimana??" tanya Sandra panik.

Sayup-sayup terdengar suara sirine mobil ambulan atau polisi atau pemadam kebakaran.

"Kita harus cepat keluar dari sini!" Mirna langsung membuka lemari yang sudah setengah terbakar, mengambil selimut dan melemparkannya ke arah Sandra.

"Mirna! Waktu kita tidak banyak!" seru Sandra panik.

Setelah mereka berkerudung selimut, dengan bergandengan tangan mereka menerobos api keluar dari kamar itu.

Terlihat banyak penghuni rumah itu yang berlarian ke sana kemari untuk menyelamatkan diri.

Api berkobar semakin besar, banyak wanita malam yang mulai kehabisan nafas dan tergeletak begitu saja, Sandra dan Mirna juga sudah mulai batuk dan sesak karena kehabisan oksigen.

Anak buah Mami Vero bahkan tidak terlihat di tempat itu, mungkin mereka sudah berhasil menyelamatkan diri karena mereka laki-laki.

"Tamatlah riwayat kita di sini Sandra! Di tempat terkutuk ini, bahkan kita belum sempat bertobat!" ujar Mirna yang terlihat semakin lemah karena kehabisan nafas.

"Bertahanlah Mirna, kau jangan putus asa, ayo bertahanlah!" kata Sandra sambil berusaha memapah Mirna.

Tiba-tiba Sandra teringat jalan belakang yang menghubungkan dengan jalan keluar, pada saat Nando membawanya pergi dulu.

Sandra sambil menahan nafasnya yang di rasa sesak langsung berbalik ke arah belakang, dia berjalan tertatih sambil merangkul Mirna yang mulai terkulai lemas.

Pada saat mereka ingin menerobos ke kebun belakang dekat gudang, kaki Sandra menyandung sesuatu, sehingga dia terjatuh.

Pada saat dia menoleh betapa terkejutnya dia melihat apa yang di sandungnya.

"Mami Vero!!" pekik Sandra.

Mami Vero tergeletak sambil memeluk sesuatu.

Sepertinya wanita germo itu sedang sekarat, karena separuh tubuhnya hangus terbakar api.

"Sandra ... maafkan aku ... maafkan aku!" ucap Mami Vero dengan suara lirihnya.

"Bertahanlah Mami, aku akan membawa keluar Mami dari sini, Mami bertahan ya!" ucap Sandra sambil berusaha mengangkat Mami Vero dalam pangkuannya.

Namun tangan Mami Vero menahan tangan Sandra.

"Waktuku tidak banyak Sandra ... ini kau bawalah, aku hanya bisa menyelamatkan ini!" Mami Vero menyodorkan sesuatu yang di bungkus dengan kain dan plastik.

Tak lama kemudian Mami Vero mengejang, kemudian kepalanya terkulai. Dia sudah meninggal.

"Mami!! Mami Vero!!" Sandra berusaha mengguncang tubuh Mami Vero, namun wanita itu sudah pergi untuk selamanya.

Api terus menjalar, namun nafas mereka sudah agak lega karena mereka kini sudah berada di kebun belakang.

Dengan mengumpulkan sisa-sisa tenaga, untuk mengangkat Mirna ke atas tembok.

"Mirna, bertahanlah kita sudah hampir selamat, setelah kau sampai di atas, kau melompat lah ke bawah!" ujar Sandra.

"Sandra ... aku lemas sekali, kau saja yang melompat, tinggal kan aku saja, ayo cepat Sandra!" ucap Mirna dengan nafas tersengal-sengal.

"Tidak! Kau harus pergi bersamaku Mirna, sekarang kau naiklah ke punggungku, lompati tembok itu, buang selimut itu ke bawah, supaya saat kau melompat tidak terlalu sakit!" kata Sandra.

Akhirnya dengan segenap kekuatan, Mirna menaiki punggung Sandra, lalu melemparkan selimut itu ke bawah dan kemudian dia melompat ke bawah.

Sementara Sandra, sambil membawa bungkusan wasiat dari Mami Vero, dengan susah payah dia berusaha menaiki tembok yang lumayan tinggi itu, dengan cara menyangkutkan selimut yang di pakainya ke kawat berduri yang ada di atas tembok itu, lalu dia mulai memanjat perlahan.

Pada saat Sandra akan melompat, kakinya sedikit tersangkut di kawat itu, darah mengalir dari kakinya, namun dia berhasil melompat ke bawah.

Bersambung ...

****

Jangan lupa dukungannya guys ...🙏😉😁

1
Sri Astuti
nando nekad🤣🤣
Sri Astuti
ayah tiri yg kejam.. ibunya mati anak dijual
Kumala Dhara98
kak nando harus ceraikan vania..kak nando hanya pantas bahagia dengan Sandra.. kRna vania terlalu memaksakan cinta.
Tua Jemima
kq jadi sandra yg jecelakaan bkn vania sampe disini bacax males
Tua Jemima
mati aja vania biar gk ada lgi yg menghalangi sandra ma nando
kavena ayunda
nando sana sini mau buaya hadeh
kavena ayunda
nando sana sini mau buaya
Cantika Ahtania
bingung 😕
R.dwi. A
kalau menurut agama Islam...seorang suami meminum ASI istri tidak di perbolehkan...ini koq...
Katherina Ajawaila
lucu aja bcnya
Whitney
mantap
Tri Febsah
nyesel bc novelmu thor...dah sejauh ini bcnya tp g ada teges"nya sikapnya nando.ank y ank tp g begitu jg...kesane kyk banci.....kecewa thor
Nova Yuliati
salah kamar ternyata othor.....✌✌✌
Dewi Tjahjadi: iya salah kamar nih 😁
total 1 replies
☠ѕυнυ༄⃞⃟⚡🏡s⃝ᴿ
bingung 😆
Dewi Tjahjadi: salah upload kak maaf🙏 itu punya di laapk sebelah salah kirim
total 1 replies
Ummi Solihah
aku juga bingung thor
Otje Sunarsih
ini bukan cerita nando yaaaa.... akuh bingung
Dewi Tjahjadi: Maaf kak salah upload 🙏 itu ceritaku di lapak sebelah nyasar ke sini
total 1 replies
sry mulyati
ini cerita apa ya thor
.kayak nya bukan cetita nando sama sandra...
sry mulyati: di lapak apa ya kak..pake koin gak
total 2 replies
Pecinta Pena
trimakasih Thor, karyamu the best
Rianah
terima kasih Thor.. terharu sama cerita ini.. terutama sama Nando dan keluarga Nando.. luar biasa.. memang keluarga yang baik akan menghasilkan anak yg baik juga..
Hendry Jo
mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!