NovelToon NovelToon
Aulia

Aulia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Fanfic / Romansa-Percintaan bebas / Amnesia
Popularitas:37k
Nilai: 4.9
Nama Author: Meyes

Aulia Zahra Wijaya, Putri dari Alm. Wijaya Arya, Wanita yang banyak memikat para Pria, tapi hanya satu yang bisa menarik perhatiannya.

Dia tinggal bersama Kakak Kandungnya Angga Wijaya yang meneruskan bisnis keluarga mereka, dan juga perusahaan yang dia kelola Wijaya Group, perkenalannya bersama 3 Sepupuh Kusuma merubah segalanya.

Dari jatuh cinta, konflik sampai dimana mereka harus berpisah, dan saling tarik ulur perasaan membuat Aulia harus bisa tegar dan mencoba tidak ingin jatuh lagi kepada pemilik hati.

Aulia memutuskan untuk fokus pada dunia bisnis keluarga, tapi hati selalu saja membawa Aulia dititik terlemahnya, dan pada satu titik kenyataan yang selama ia pegang ternyata semuanya salah, ia baru sadar pemilik hati itu tidak sengaja untuk melupakannya hanya saja ia harus mengalami Amnesia,

pemilik hati itu akhirnya mencari tahu kemana hatinya membawa, walau ingatan membuat ia lupa akan Aulia tapi hati tidak pernah salah, dan itu membawa mereka bersama kembali, tetapi perjalanan mereka tidak mudah untuk bersama selalu saja ada hal yang menghalangi.

bagaimana kisah cinta tersebut, tetapi Author membuat berbeda, silahkan dibaca dan diberikan like jika suka dan koment agar Author bisa mengembangkan ide apa saja dari readers serta vote yah, jika suka dengan Karya ini., terima kasih 'annyeong' 🤗😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meyes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghindar

Sore itu di ruangan kerja Presdir Group Food Wijaya Aulia nampak frustasi seperi banyak pikiran, ia sudah berusaha menyibukkan diri dengan pekerjaannya tapi tidak mendukung, karena sudah terlalu stres ia pun bangkit dari duduknya dan memilih melihat kearah luar jendela besar didalam ruangannya itu, yang menyuguhkan hiruk-pikuk jalanan ibukota,

karena merasa belum tenang ia pun menekan intercom dengan wajah yang sedikit berantakan.

"mey.? bisa kamu kemari sebentar?" tanya Aulia memerintah dan melepas intercom yang ia pencet tadi.

Mey yang mendengar langsung buru-buru masuk keruangan Bosnya, dan mendapati pemandangan yang sedikit membuat Mey hanya bisa mengangkat kedua alisnya.

suasana didalam ruangan seperti kapal pecah, berkas-berkas berserakkan dilantai dan meja kerja Bosnya, wajah Bosnya pun tak kalah berantakan, Mey yang merasa segab untuk menegur hanya terdengar ragu saat berucap.

"apa ada yang salah bos?" ucap Mey ragu

Aulia yang masih senantiasa berdiri dihadapan jendela besar itu hanya bertolak pinggan dan menundukkan kepalanya.

Aulia pun menghela nafas kasar dan menoleh kearah Sekretarisnya itu.

"mey, bisakah kamu membereskan ini, aku sepertinya akan pulang cepat, kamu tangani yah" ucap Aulia menyambar tas dan jasnya yang tergantung.

Mey hanya mengangguk dan mengambil satu persatu berkas yang berserakkan itu.

Aulia memilih pulang untuk menenangkan dirinya, diparkiran mobil Aulia menyandarkan kepalanya dikursi kemudi sambil memejamkan matanya menikmati perasaan yang berkecamuk dihatinya yang sesak itu. tak ingin terus seperti itu akhirnya Aulia membenarkan posisinya dan juga penampilannya untuk bersiap pergi dari kantornya.

Aulia tidak ingin mengingat pertemuan singkatnya tadi bersama orang yang ingin ia lupakan itu, hatinya pun ia tolak untuk menampakkan perasaan yang sebenarnya akan pertemuan itu.

Aulia benar-benar berusaha untuk menghindar dari lelaki itu, sudah cukuo baginya tersakiti akan kepergian yang tak memberi pamit kepadanya, ia akan mencoba untuk tetap menghindar dan menutup dirinya akan sosok lelaki itu.

diperjalanan pulang matahari mulai beranjak dari tempatnya, malam pun berganti perlahan, ponsel Aulia berdering tanda panggilan dari seseorang ia langsung mengambil headset bluetooth dan menekan panggilan masuk itu.

"ia ngel, ada apa.?" ucap Aulia dengan tarik nafas untuk berusaha tenang.

"lia, bisa nda jemput aku" ucap Angel diseberang sana

"kamu uda off.?" tanya Aulia

"mmm., besok aku juga off, jadi rencananya aku mau nginap dirumah boleh gk.?" ucap Angel lagi

"boleh banget, tunggu disitu okey" ucap Aulia melepas headset bluetooth dan memutar kemudinya kembali kearah RS.

......

"kek, aku pergi sebentar yah, jemput bang andre dulu, dia uda di bawah" ucap Adit beranjak dari duduknya yang sedang mengupas jeruk untuk Kakek Kusuma.

Kakek hanya mengangguk dan menyuruh segera pergi, Aditya langsung keluar dan masuk ke dalam lift untuk turun kelantai bawah.

sementara itu diparkiran Andreas yang masih didalam mobil memandang sekitar dan melirik jam ditangannya menunjukkan pukul setengah 7 malam

Didepan mobilnya ada mobil yang barusan parkir, dari balik kursi Andreas hanya memandang saja, tetapi pandangannya sangat terkejut saat ternyata pemilik mobil itu adalah wanita yang ia temui dikantir saat bersama Adrian tadi siang,

mata Andreas melebar dan tak lepas dari pandangannya kearah Aulia, saat Aulia menelpon Angel ia tidak sadar bahwa diseberangnya ada sosok mata yang mengamatinya.

Andreas keluar dari mobil berdiri lama dibalik pintu kaca mobilnya, saat Aulia berjalan tanpa melihat sekitar, Andreas mengikuti langkah kaki Aulia masuk kedalam lobby utama RS, ia sengaja menunggu Angel disana karena Angel melarang Aulia untuk masuk keruang UGD,

Andreas hanya melihat dari belakang setiap gerak gerik Aulia ia hanya mengamati dari balik tiang besar dihadapannya,

Aditya yang barusan tiba melihat sosok yang ia kenal, Aditya berusaha mengingat saat ia ingat, Aditya langsung berteriak kearah Aulia.

"AULIA... iya kamu benar aulia kan.?" ucap Aditya sambil berlari kecil kearah Aulia

Aulia sedikit terkejut dengan teriakan Aditya yang menggema ditelinga, dan sedikit mundur dua langkah saat Aditya berlari kehandalannya.

"adit.. kamu.." ucap Aulia menggantung

"ia, aku aditya kusuma, wah uda lama banget yah, mau ketemu angel.?" ucap Aditya.

"dari mana kamu tahu, berarti kamu uda ketemu angel.?" ucap Aulia

Andreas yang berdiri dibalik tembok besar sempat mendegar dan menyimak saat nama Aulia di panggil oleh Aditya entah kenapa dia seperti mengingat kenangan secara acak didalam otaknya yang membuat Andreas tidak bisa menahan sakit ia pun langsung memegang kuat tembok itu, untuk bisa ia paksa memori acak itu muncul di kepalanya.

"ngel" teriak Aulia pada Angel yang baru keluar dari dalam Lift terlihat seperti mencari seseorang.

Angel yang mendengar teriakan Aulia, langsung mendekat pada Aulia dan juga Aditya yang sedang mengobrol.

Aulia sengaja jika Angel dan juga Aditya belum berbaikan, makanya ia menahan Aditya dan dengan cepat meneriaki Angel yang baru ia lihat.

"mmm., hey, uda mau balik.?" tanya Adit pada Angel yang baru tiba pada mereka

terlihat Angel melirik pada Aditya saat Aditya menyapanya.

"iya, yuk" ucap Angel ketus dan ingib bergegas pergi.

Angel sempat menggandeng tangan Aulia dan berusaha untuk pergi tapi Aulia menahan.

"adit, kami duluan yah, bye" ucap Aulia yang sudah ditarik paksa oleh Angel

Aulia dan Angel berlalu, Aditya lama memandang punggung wanita yang ia sayangi itu, sampai pada tubuh Angel menghilang dibalik pintu menuju parkiran.

Aditya baru sadar jika ia sedari tadi tidak melihat Andreas, padahal beberapa menit yang lalu lelaki itu sudah mengirim pesan bahwa ia sudah ada dilobby RS, Akhirnya Aditya mengecek ponselnya bermaksud untuk menghubungi Andreas.

dibalik tembok Andreas yang terlihat tidak bisa menahan sakit pada kepalanya, akhirnya Andreas yang menyangga tubuhnya ditembok terjatuh dan pingsan, Aditya yang melihat seseorang ambruk begitu saja didepannya, langsung menghampiri dan mendapati Andreas yang sudah pingsan.

Aditya sontak terkejut dan dengab cepat memanggil orang atau pun perawat yang berjalan dilobby RS tersebut.

Adrian yang baru tiba lewat pintu utama RS dan di ikuti oleh Sekretaris Mike, terhenti saat Adrian mendapati sosok Aditya yang sedang mengangkat Andreas ketempat tidur pasien dan beberapa perawat mendorong tempat tidur itu menuju ruang rawat.

Adrian berlari menuju Aditya yang terlihat cemas dengan memegang ponselnya diikuti Mike pula

"adit" teriak Adrian khawatir

"bang, abang andre, dia..." ucap Aditya terlihat cemas dan panik

Adrian berusaha menenangkan Aditya dengan menepuk pundak Aditya pelan, mereka pun menuju ruang rawat Andreas yang sudah ditangani Dokter Arya, mereka terlihat cemas dilorong depan pintu rawat Andreas.

saat Dokter Arya selesai, langsung menemui keluarga Kusuma untuk memberitahu kondisi terkini pasien,

"bagaimana dok" ucap Aditya cemas.

terlihat Dokter Arya berpikir agar info yang ia berikan tidak menambah khawatir keluarga pemilik RS itu.

"maaf sebelumnya tuan, kondisi tuan andre saat ini belum bisa saya pastikan, karena ia memaksa memorinya untuk bisa masuk, dan menyebabkan sedikit pembengkakkan pada sekitar saraf yang terkena benturan saat kecelakaan, kita akan melihat perkembangan selanjutnya" ucap Dokter Arya merasa bersalah memberi kabar tak memuaskan itu.

Adrian, Aditya dan juga Sekretaris Mike yang mendengar hanya bisa cemas dan khawatir terlihat jelas diraut wajah masing-masing.

"terima kasih arya, atas infonya, saya harap jangan dulu beri kabar pada kakek masalah ini" ucap Adrian pada semuanya termaksud Dokter Arya.

"baiklah kalau begitu, saya permisi dulu" pamit Dokter Arya pada semuanya.

"gimana kondisi kakek.?" tanya Adrian pada Aditya.

Adrian terlihat tenang, ia tidak ingin membuat Aditya merasa lebih khawatir, saat ini Aditya terlihat syok dengan melihat dab mendengar keadaan Andreas yang berbanding terbalik saat Andreas sadar.

"kakek, kakek tadi menanyakan abang, lantas bagaimana bang" ucap Aditya terdengar cemas

"abang akan keruangan kakek sebentar, kamu disini saja, mike tolong jaga mereka" ucap Adrian sambil memegang pundak Aditya menenangkan.

Adrian beranjak, ruangan Andreas masih harus naik Lift lagi untuk menuju ruangan rawat Kakek, saat didalam Lift Adrian menghela nafas panjang yang saat berat, ia bersandar di dinding Lift dan memijat pelipisnya kasar, ia harus kuat dan bisa menjadi peranan penting untuk keluarganya saat ini.

setibanya Adrian di depan pintu ruang rawat Kakek, Adrian sempat melihat keadaan didalam sana, terlihat Kakek Kusuma tertidur pulas dan mematikab lampu kamarnya, Adrian memutuskan untuk tak mengunjungi Kakek, Ia pun melangkah kembali kedalam Lift.

......

"ngel..." ucap Aulia terhenti ia ingin memberitahu tentang kejadian siang itu tapi ia memutuskan tak memberi tahu.

Angel yang menunggu lanjutan Aulia dan mengamati wajah Aulia yang terlihat berpikir Angel langsung menyaut.

"lia, kenapa?" seru Angel

"eee.., tidak, kamu belum baikan sama Adit?" ucap Aulia mengalihkan.

"lia, kalau hanya bahas dia lebih baik enggak usa, oh ya kita singgah ke minimarket dulu yuk" ucap Angel yang melihat minimart yang ada disekitar kompleks perumahan Aulia.

Aulia langsung menepikan mobilnya, Angel pun membuka pintu mobil itu, tapi ia terhenti saat Aulia tidak turun.

"yuuukk" ajak Angel memaksa

Aulia pun terpaksa turun, sebenarnya Aulia malas turun, karena ia merasa seperti kembali pada kenangan lama.

Angel tahu hal itu, tapi Angel ingin Aulia tidak larut terus menerus dalam bayang-bayang Andreas.

Angel masuk lebih dulu, Aulia hanya membeli minuman dingin dan menunggu Angel diluar tempat dimana ia duduk dulu saat bersama orang terkasih.

Flasback on :

"sini biar aku bantu" ucap Andreas sambil setengah duduk dihadapan Aulia.

Andreas nampak membersihkan luka dilutut Aulia yang berdarah karena kecelakan kecil yang mereka perbuat ditaman.

Aulia bisa melihat dengan seksama wajah musuh yang selalu ia tidak suka disekolah, tapi karena kejadian itu mereka nampak seperti orang yang dekat.

Flasback off

Aulia hanya menatap kosong tempat itu, sambil meneguk minuman dinginnya, Angel yang baru keluar setelah membeli langsung berjalan kearah Aulia.

Aulia melihat Angel dan langsung berdiri menuju mobilnya, mereka berdua pergi meninggalkan minimart tersebut menuju rumah.

Angel lebih dulu membersihkan diri, ia tidak sempat untuk bersih-bersih saat diruang ganti rumah sakit tadi, karena keburu Aulia bosan menunggu,

sedangkan Aulia memilih memeriksa beberapa laporan kiriman Mey di meja belajarnya tapi kini ia rubah menjadi meja kerjanya, ia tidak mau jauh-jauh dari kamarnya saat ada dirumah, makanya ia memilih tempat kerjanya berada dikamar saja,

Angel keluar dari kamar ganti dan mendapati Aulia belum juga berganti pakaian ataupun mandi, terpaksa Angel mendekat.

"lia, apa kamu sibuk sekali yah" ucap Angel dengan mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil

Aulia tidak menengok dan hanya fokus memeriksa beberapa laporannya.

"ntar, dikit lagi nanggung nih" ucap Aulia

Angel hanya bisa menghentikan langkahnya saat sudah dekat dengan Aulia, ia menghela nafas dan menuju kasur membaringkan dirinya sambil merenggangkan ototnya, melepas lelah karena pekerjaannya.

Aulia pun berhenti, ia menutup laptopnya dan berbalik kearah Angel yang sedang mencari kenyamanan dikasurnya.

Angel sadar dengan tatapan Aulia, ia pun menoleh kearah Aulia dengan cara tengkurap

"ada apa.?" tanya Angel

"sedari tadi aku lihat, kamu seperti sedabng banyak pikiran" ucap Angel lagi

"ee.., ngel, aku cerita tapi kamu janji jangan bilang sama yang lain yah" ucap Aulia ragu

itulah Aulia ia tidak bisa sembunyi apapun dan menyimpannya sendiri kepada Angel, karena bagaimana pun kondisinya Angel selalu ada bersamanya begitu pun ia, mereka saling percaya makanya tidak ada hal yang mereka harus tutup-tutupi.

Angel mengangguk mendengar ucapan Aulia, ia paham jika sudah seperti itu ucapannya makan ini hal yang amat serius.

"ngel, tadi siang aku.. aku ketemu rian dikantornya trus saat kami ingin makan siang bareng, kami ketemu orang yang selama ini menghilangkan dirinya dariku" ucap Aulia terhenti menghela nafas beratnya sambil menunduk

Angel membulatkan matanya saat Aulia menceritakan kejadian siang tadi, Angel langsung duduk dibibir ranjang menghadap dan berusaha menjadi pendengar setia.

"ngel, aku enggak mau lagi ketemu dia, ngel" ucap Aulia parau tangis yang ia tahan ia paksa untuk tidak keluar dan hanya berkaca-kaca karena menahan sesak tangisnya.

Angel berusaha mendekat dan memeluk Aulia yang masih duduk dikursi kerjanya, Angel membelai lembut rambut coklat Aulia yang terurai panjang.

"ssssttttt.., aku enggak tau untuk sekarang, apa yang harus aku lakukan, yang pasti kalau memang kamu uda enggak mau ketemu dia, cukup kamu hindari dia, karena posisiku sekarang sama denganmu" ucap Angel bingung,

Angel ingin membantu Aulia tapi posisi mereka sekarang sudah beda, mereka punya tanggung jawab masing-masing, yang tidak bisa selalu bersama.

Aulia berusaha menengkan dirinya sendiri dan menengadahkan kepalanya keatas untuk melihat wajah Angel yang tepat berada diatasnya saat ini karena posisinya sedang duduk.

"aku mandi dulu" ucap Aulia sambil tersenyum

pikirnya mungkin lebih baik ia harus membersihkan diri dulu dan menenagkan diri lebih baik, dari pada harus larut dari sakit hatinya.

Aulia beranjak dari duduknya dan menuju kamar mandi.

.....

"tuan, apa tuan akan kekantor.? ucap Mike mencoba membangunkan Adrian yang tertidur disofa ruang rawat Andreas.

terlihat Aditya sedang tidur dikasur yang disediakan oleh RS karena mereka berada dikamar VVIP RS tersebut, maklum pemilik RS.

Adrian terbangun, ia mencoba duduk dan bersandar di badan sofa untuk menetralkan rasa kantuknya, waktu masih menunjukkan pukul 06:00 tepat, Adrian melirik jamnya, ia pun menengadahkan kepalanya kearah Sekretaris Mike yang sudah nampak rapi,

Sekretaris Mike semalam balik ke Apartement miliknya dan kembali ke RS untuk bertemh dengan Adrian.

"aku akan berangkat" ucap Adrian bangun dari duduknya mendekat ketempat Aditya yang sedang tidur.

"adit, abang pulang duluan yah, mau berangkat kerja jika ada sesuatu segera hubungi abang" ucap Adrian

Aditya yang masih merasa kantuk hanya bisa mengangguk dan kembali tidur.

Adrian beranjak dari kamar inap Andreas diikuti Sekretaris Mike yang menyusul.

.....

"sebentar mau dijemput atau gimana.?" ucap Aulia yang menahan Angel yang sudah ingin turun di depan Lobby RS

"mmm., enggak usa, barusan orang bengkel uda kabari, nanti aku naik mobil aja, bye" ucap Angel turun dari mobil

"bye" ucap Aulia menancap gas menuju jalanan raya untuk kearah kantor.

.....

Aditya sedang membasuh wajahnya dan mengganti baju dikamar mandi, saat keluar ia mendapati Andreas yang sedang diperiksa oleh Dokter Arya, tapi tak lama Dokter Arya kembali keruangannya dan hanya ditinggal oleh perawat yang menyelesaikan tugasnya.

Aditya pun memutuskan untuk turun kebawah dulu untuk membeli sarapan, ia menitipkan Abangnya kepada Perawat itu, saat menunggu Lift terbuka, Aditya yang terlihat santai langsung senang saat orang yang ada didalam Lift tersebut tidak lain adalah Angel.

Aditya langsung masuk, Angel yang sedang membawa peralatan keperluan pasien dan Map bening disampingnya sedikit menggeser tubuhnya kesudut dalam Lift itu, ia bermaksud ingin keluar tapi ia harus turun kelantai bawah karena buru-buru ia memutuskan tetap diam ditempat sampai Lift menuju lantai bawah.

Aditya hanya memandang wanita itu dalam diam dan tatapan menyelidik dengan wajah tersenyumnya, saat Lift terbuka Angel langsung beranjak dari tempat berdirinya, tapi ia heran mengapa lelaki itu tidak seperti biasanya yang akan terus menggoda dan mendekatinya, bertanya basa-basi pun tidak.

Aditya dan Angel berpisak dari depan Lift dengan arah berlawanan, Aditya yang sebenarnya ingin menegur wanita itu tapi urung ia niatkan karena terlihat Angel sedang sangat fokus dalam bekerja takutnya Angel tidak konsen saat melakukan pekerjaannya, Angel langsung berbalik melihat punggung laki-laki itu yang sudah jauh didepannya dan belok kearah kantin RS tersebut. Angel hanya menaikkan alisnya, dan berjalan kembali kearah UGD,

disela-sela Aditya makan, ponselnya berdering, sesekali para perawat dan juga pengunjung rumah sakit itu menatapnya penuh kagum dan terlihat mengenal Aditya bahwa ia adalah publik figur, tapi Aditya hanya cuek dan sesekali tersenyum,

Aditya mengkat panggilan dari Mas Dewo

"ada apa.?" tanya Adit ketus

"adit, besok kamu uda bisa berkegiatan tidak.?" tanya Dewo

Aditya meletakkan sendok makannya dengan perlahan dan menyesap sedikit kopinya.

"mmm., gimana yah, aku belum bisa pastikan, karena kondisi bang andre, tapi nanti aku kabari" ucap Aditya menimbang

"baiklah, kabari aku secepatnya" ucap Mas Dewo Assistennya itu.

Aditya kembali keruang rawat Andreas, dipintu keluar kantin ia bertemu dengan Ayla,

"adit..?" ucap Ayla ragu

Aditya berbalik dan mendapati Ayla yang memakai baju dokternya, ia melihat name tag terselip ditepi baju itu.

"ayla, ka ayla.?" ucap Aditya tak percaya

"ada apa dengan kakek.?" tanya Ayla

Ayla tahu keberadaan Aditya pasti menyangkut pemilik rumah sakit itu, yang tak lain adalah Kakek Kusuma.

"kakek baik-baik saja, dan aku disini karena bang andre" ucap Aditya datar

Ayla yang mendengar nama Andreas disebut sontak membulatkan matanya dan langsung memegang lengan Aditya, Ayla sudah tau kondisi Andreas yang menderita amnesia.

"andre, apa keadaannya memburuk.?apa dia sudah kembali.?" ucap Ayla tak sabar ia khawatir pada Andreas

Aditya membawa duduk Ayla disalah satu tempat duduk yang tak jauh dari pintu kantin.

"ia bang andre, dia baru saja tiba 2 hari yang lalu, untuk saat ini aku tak terlalu mengerti dokter arya yang menanganinya, kami sepakat untuk mengurus sendiri bang andre tanpa melibatkan orang banyak dulu" ucap Aditya menjelaskan.

"aku akan tanya dengan arya, oh ya sebentar aku akan keruangannya, aku hari ini ada operasi pagi ini, maaf aku harus tinggal dulu, bye dit" ucap Ayla yang melirik jam tangannya dan beranjak dari duduknya.

Aditya pun berdiri sambil melihat Ayla yang berlari kecil kearah Lift yang disusul dengan Dokter yang ia kenali, itu adalah Angel mereka terlihat seperti senior dan juga junior.

Aditya seperti mendapatkan peluang, ia baru sadar jika Angel adalah dokter saraf sama seperti Ayal dan juga Arya, ia pun bisa mendekati kembali Angel, Aditya kembali menuju kamar inap Abangnya itu.

.....

waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam, matahari sudah mulai menggelap, Aditya sedang memeriksa jadwal kegiatannya untuk aktifitasnya kembali, saat itu Andreas terlihat mengercap perlahan matanya, dan menggerakkan perlahan tangannya,

saat ia melihat keatas langit-langit kamar inap itu, Andreas tahu jika ia sedang dirawat ia bisa lihat dengan jelas selang infus menempel ditangannya.

Aditya yang terkejut dengan siumannya Andreas langsung mendekat dan menekan salah satu tombol yang menempel diatas kepala Andreas, untuk segera Dokter datang,

Dokter Arya datang dengan Ayla, dan beberapa perawat yang menangani Andreas,

Andreas diperiksa dengan sangat teliti, Ayla sesekali tersenyum kearah Andreas, tapi Andreas hanya memasang wajah datar, saat Dokter Arya selesai memeriksa, perawat menulis apa saja yang dikatakan Dokter Arya,

Dokter memutuskan untuk memberitahu keadaan Andreas saat Adrian tiba, Aditya paham dengan sekali tatapan Dokter Arya,

Adrian yang baru keluar dari dalam Lift terlihat begitu terburu-buru saat mendengar ucapan Aditya saat dia masih sibuk dengan tumpukan berkas dikantornya tadi,

Adrian yang melihat kedua Dokter itu baru saja keluar dari ruangan Andreas, langsung ia dekati dengan sedikit berlari sambil memanggil kedua orang itu, terlihat Sekretaris Mike mengikuti dari belakang

"arya, ay, tungguu.." teriak Adrian

Dokter Arya dan juga Ayla yang berjalan berdampingan terhenti dan menengok kebelakang saat ada yang memanggil keduanya.

"rian" ucap Ayla

"andre.?" tanya Adrian mendekat sambil melayangkan jempolnya menunjuk kamar inap Andreas.

"sejauh ini kondisinya baik-baik saja" ucap Dokter Arya tersenyum

"memang dia akan sering pingsan jika menyangkut dengan ingatannya, tapi itu semua wajar, untungnya andre orang yang kuat" tambah Dokter Arya

"kamu tenang yah, dia baik-baik saja" ucap Ayla sambil menepuk pundak Adrian

Adrian nampak membalas tepukan tangan Ayla yang berada dipundaknya.

"terima kasih, syukurlah kalau begitu" ucap Adrian tersenyum

Kedua Dokter tersebut kembali dengan pekerjaannya, Adrian nampak terduduk lelah dideretan kursi lorong rumah sakit, Sekretaris Mike ikut duduk,

"tuan, saya lihat anda begitu cemas kepada tuan andre.?" ucap Mike

mendengar ucapan Mike, Adrian terkekeh, ia juga baru sadar jika ia begitu khawatir pada Abangnya itu, jika dibilang pada saat dulu mereka begitu cuek satu sama lain.

"mmm., kau saja heran melihat semua ini apa lagi aku, oh ya, kau bisa kembali aku akan disini" ucap Adrian

Sekretaris Mike langsung berdiri

"saya akan kekamar tuan besar terlebih dulu" ucap Mike berdiri

"kalau begitu saya permisi dulu tuan" jawab Mike beranjak dari tempatnya dan menaiki Lift untuk menuju kamar Presdir Kusuma.

Aditya yang baru saja keluar dari kamar inap Andreas melihat Adrian duduk dengan menengadahkan kepalanya kedinding dengan posisi bersandar langsung menghampiri sambil menutup rapat ruangan inap itu.

"bang, sudah lama.?" tanya Aditya ikut duduk

Adrian pun mengubah cara duduknya dan melihat kearah Aditya sambil menyederkan kepalanya ditembok

"apa dia sudah tidur.?" tanya Adrian

"barusan" ucap Aditya

" dia menyuruh kita untuk kembali kerumah, bang andre bilang dia sudah tidak apa-apa" tambah Aditya

Adrian tidak bisa membalas ucapan Aditya, ia pun beranjak dari duduknya dan membuang nafas kasar terlebih dulu menghilangkan semua rasa lelahnya.

"baiklah, ayo kita pulang" ucap Adrian

sebelum mereka pergi Adrian melihat terlebih dahulu kondisi Andreas dari balik pintu kaca kamar inap itu, ia ingin memastikan jika benar apa yang dikatakan oleh Aditya.

selepas itu mereka berdua pulang ke kediaman mereka, berhubung Adrian tidak membawa mobil ia pulang bersama Aditya,

Dilantai bawah Bunga yang baru saja mau pulang, secara mendadak ia menghentikan langkahnya saat tidak sengaja melihat diarah depannya ada Aditya dan juga Adrian, ia pun membiarkan kedua lelaki itu pergi terlebih dulu.

.......

jangan lupa vote, like dan komen yah readers 😉

1
n_jesika
lanjut thorr
Siti Shalehah Ctg
terimakasih telah kembali Thor...
Junior Robbyansha
jgn km upx thorr
Junior Robbyansha
jgn km upx thorr
n_jesika
tolong ini lanjutan nya mna 😫
Rupink Chiabella
nabrak mulu
Nia Kurniasih
lamjut...
Aisyah Ajja
kebiasaan deh lg serius2nya baca berhenti ga da lanjutan
Nia Kurniasih
lanjut..
Nia Kurniasih
lanjut...
Tika
semangat!!
Tika
aku mampir di sini...
Suyen Narti
aku suka aku suka ceritax bagus
Nia Kurniasih
lanjut....
milnau
keren 😍😍ceritanya bagus. Semangat thor nulisnya. Btw aku pendatang baru nih. Aku butuh masukan, kritik dan sarannya. untuk novelku "Gigi". Ditunggu ya kedatangannya. Makasih
RA💜<big><_
kak q mampir bawa boomlike dan bintang lima buat kakak, semangat

mampir yuk ke novelku yang berjudul
"pergi ke masa lalu"
"siculun dan pangeran tampan"
minta dukungannya lewat rate komen like dan votenya, apabila suka alurnya bisa klik favorit

salam santun dariku Rija Annisa
Cokorda Swastika
tata naskahnya buat pusing... rapat2...
Dinda Fitrianingsih
seru kayaknya cerita anak sekolah,,
Kinan Adina
keren
Nita Ve
Keren ceritanya😍
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!