NovelToon NovelToon
Seluruh Hati Tertinggal

Seluruh Hati Tertinggal

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:97k
Nilai: 5
Nama Author: AAH♥️

ANDI ALDA MAROLAH merupakan putri tunggal mantan Anggota DPRD. Ia terlahir dari garis keturunan bangsawan suku bugis. Andi Alda berprofesi sebagai ASN PNS. Guru di salah satu SMA di Kota Makassar.

Suatu hari ia dipertemukan dengan seorang pria yang bernama IBNU RAJAB. Keduanya jatuh cinta. Namun, orang tua Alda tidak merestui. Mereka memilih menjodohkan putrinya dengan ANDI PANGERANG ADAM. Seorang pria berusia 45 tahun dan menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata.

Bagaimana akhirnya? Yuk mampir! Jangan lupa tinggalkan jejak like, vote dan komentar🥰

Salam

AAH❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AAH♥️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NASIHAT UNTUK KEDUANYA

Alda duduk di balkon kamar menatap langit biru yang membentang luas di hadapan. Menikmati semilir angin sore yang menyapu lembut wajah ayunya.

Beberapa hari ini, wanita itu tidak pernah masuk mengajar. Semenjak pertemuannya dengan Ibnu, Alda izin dengan alasan sakit. Yah, sakit pikiran. Setiap saat memikirkan takdir cintanya yang tidak sesuai harapan.

Andi Alda memilih mengurung diri di dalam kamar. Ia hanya keluar jika ada keperluan penting. Keramaian di rumahnya sama sekali tak ia hiraukan. Sanak saudara mulai berdatangan mengingat tinggal tiga hari lagi ia sah menjadi seorang istri.

Apa yang akan dirinya lakukan setelah menikah? Sanggupkah dia bertahan dalam mahligai rumah tangganya? Yang paling penting, akankah ia bahagia bersama pria pilihan orang tuanya?

Jawaban hanya Tuhan yang tahu.

Dalam lamunan, ponsel miliknya berdenting pertanda pesan masuk. Ia melihat sederet nama yang belakangan ini tak henti mengirim pesan, namun ia hanya menjawab sesuka hati.

Alda menarik napas panjang dan mengeluarkan bersama beban berat yang menghimpit dadanya.

Tok! Tok! Tok!

Suara ketukan pintu mengalihkan fokus wanita itu. Ia bangkit dari duduk dan menyambangi arah suara berasal.

Ceklek!

Betapa terkejutnya ia saat melihat wanita yang berdiri di depan matanya.

“Apa aku mengganggu?” Ucap Nana dengan lembut.

Alda dengan cepat menggeleng dan menarik tangan orang yang sudah dianggapnya saudari sendiri. Tanpa menunggu lama, Alda lalu memeluk sahabatnya dengan erat. “Aku merindukanmu, Na.” Matanya mulai berkaca-kaca.

Nana membalas pelukan Andi Alda tak kala eratnya. “Aku juga sangat merindukanmu, Da. Sudah lama kita tak pernah bicara.”

Mereka melepas pelukan dan saling memandang dengan isak. “Maaf, yah, Na ….” Rasa bersalah menggelayuti hati Alda. Ia sadar, tidak pernah lagi memedulikan wanita di depan.

Nana mengangguk. Ia menarik tanggan sahabatnya menuntun untuk duduk di sofa kamar.

“Aku tak menyangka sahabatku akan menikah secepat ini ….” Nana menggenggam tangan Alda.

Alda mengangguk pelan. “Tapi … I-ini bukan kemau-“

Nana spontan menutup mulut Alda. “Sshhttt! Jangan pernah mengatakan itu, Da.” Nana kembali memegang jemari Alda. “Semua sudah takdir yang harus kamu jalani.”

Air mata Alda mentes membasahi pipinya. Meluapkan perasaan di depan sahabatnya.

Nana yang melihat itu menyandarkan kepala Alda pada pundaknya. “Aku tahu apa yang kamu rasakan, Da. Itu pasti sangat berat.” Nana menghela napas. “Tapi … semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya, Da … tanpa terkecuali orang tuamu.”

“Kamu, tahu, Na. Aku hanya mencintai Ibnu dan aku hanya menginginkan dia …,” jujurnya dengan suara bergetar.

Nana betul-betul paham posisi Alda. Tapi apakah ada cara lain selain belajar menerima dan mengikhlaskan? Yah, menerima pilihan orang tuanya dan mengikhlaskan perasaannya terhadap Ibnu.

Nana menatap Alda dengan rasa kasihan yang menggelayuti dan menghapus air matanya. “Ikhlaskan, Da. Jika memang Ibnu jodohmu, dia pasti akan bertemu denganmu ….”

Sejenak Nana menghentikan kalimat dan melanjutkan lagi. “Yah … meski mungkin bukan di dunia ini, kelak di kehidupan selanjutnya,” ucap Nana menenangkan.

“Kita tidak boleh egois dengan hanya mementingkan perasaan kita. Tapi lupa, ada perasaan orang tua kita yang sudah mati-matian berjuang melahirkan dan menghidupi kita,” lanjutnya.

Alda yang mendengar itu menggigit bibir bawahnya.

“Terkadang kita sebagai anak serba salah. Tapi apa yang bisa kita lakukan? Melawan?” Nana menepuk pundak Alda dan menggeleng, “Alda … Ibnu sudah membuktikan perasaannya dengan memperjuangkanmu … begitu juga sebaliknya.”

Buliran bening tak henti-henti lolos dari kedua mata indah Andi Alda Marola.

“Cobalah terima semua dengan ikhlas, Da. Aku sangat yakin, Tuhan tahu terbaik untuk kalian berdua.”

Kalimat demi kalimat yang dilontarkan Nana membuatnya terenyuh. Semua yang dikatakan wanita di depan, benar adanya. Semoga dia bisa berdamai dengan keadaan.

*****

Entah berapa batang rokok yang telah dihabiskan pria itu. Menjadi obat kehundahan hatinya. Berteman sepi dan angin malam.

Wanita paruh baya yang sedari tadi memerhatikan dibalik jendela, merasa sangat kasihan. Kini ia mencoba menegurnya dengan lembut.

“Ibnu … itu sudah kesekian kalinya, Nak.”

Ibnu menghisapnya kuat dan menghembuskan kepulan asap di udara. Ia terbatuk dan menyimpan batang rokoknya.

“Bu … kalau aku tidak menikah seumur hidupku, apa … Ibu tidak keberatan?” Tanya Ibnu dengan tatapan lurus ke depan.

Ibu Hilda yang mendengar itu menelan ludahnya. Ia sedih melihat putra semata wayangnya seperti ini. Sebagai orang yang melahirkan dan membesarkan Ibnu, ia tahu persis apa yang dirasakan putranya.

Mau bagaimana? Dia tak mampu berbuat apa-apa.

Ibu Hilda duduk di samping Ibnu. “Sebegitu sakitnya kah kamu ‘Nak hingga memilih untuk tidak menikah?” Tanyanya dengan nada bergetar.

Ibnu mengangguk namun masih dengan tatapan kosongnya. “Sakit, Bu. Sangat sakit. Tuhan tidak berpihak padaku.”

Bagai sebilah pisau tajam yang menghunus ulu hatinya, ucapan Ibnu betul-betul membuatnya ikut merasakan derita.

Tangan keriput itu memegang pundak kokoh Sang Putra. “Nak, kamu sudah membuktikan cintamu pada Alda. Kamu sudah melakukan terbaik untuknya … bahkan kamu sudah mencoba menembus benteng kokoh itu.”

“Tapi aku tetap kalah ‘kan, Bu.” Dia terkekeh seolah mengejek dirinya sendiri diiringi dengan mata berkaca-kaca.

“Belajarlah untuk melepas dan ikhlas, Nak … apa yang terjadi semua sudah takdirmu. Kita tidak boleh menyalahkan diri sendiri apalagi sampai berlarut seperti ini.” Ibu Hilda mencoba membangkitkan kesadaran putranya.

Ibnu hanya menatap Ibunya tanpa berkata apapun.

.

.

.

.

.

Jangan lupa tinggalkan jejak looh yah. Supaya author semangat nulisnya🥰🥰

Salam

AAH❤️

1
Rina Suci
aku nungguin thorr.. bntar lg gnti taon loh🤭
Indah Wirdianingsih
kak kok gak lanjut2 ceritanya🙏
Rina Suci
lanjutanya kk
Yusuf Bebek
crt real ya ini..yg kaya dapat orang kaya...jrg bgt keluarga kaya nerima menantu miskin..
Ikaaa1605
Lanjuttttt mba
Indah Wirdianingsih
semoga ibnu dan nana juga bahagia seperti alda dan adam
Indah Wirdianingsih
lanjut thor
Yusuf Bebek
ternyata judulnya ini seluruh hati tertinggal yg mngucapkan ibnu ya...
Ikaaa1605
Lanjutttt mba
Indah Wirdianingsih
sedihnya cinta tp tak bisa bersama
Ikaaa1605
Semangt up mba
Ikaaa1605
Setelah sekian lama akhirnya up jugaa mba, double dong
Ibu'e Anam Azka
kok lama up nya kak. ditunggu selalu
Yusuf Bebek
udah gx mngkin bersatu ya ibnu sm alda nya..si alda udh cinta sm adam
smg ibnu jg bisa mncintai nana
Rina Suci
nungguin ini tor💪
zuwariyah c
author koq blm update
Rina Suci
ini alda udh beneran kecintaan sama adam kah?
Ikaaa1605
Semangat up mba othor
Ikaaa1605
Lanjuttt dong
Erni Kusumawati
Inisial kk kan AAH jgn2 kepanjangan dr Andi Alda Marolah, jd nama tokoh itu adalah nama kk sendiri nih😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!