NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:53.6k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22.

Sebelumnya Vania tidak pernah membayangkan akan kembali mengulang kejadian pada malam lima tahun lalu bersama seorang Sandi Admodjo, pria yang banyak digandrungi oleh kaum hawa karena ketampanan serta kemapanannya.

Di sepanjang perjalanan kembali ke rumah isi kepala Vania dipenuhi dengan pikiran tentang semua perkataan serta tindakannya pada Sandi. Di mana ia dengan tidak tahu malunya meminta haknya sebagai seorang istri.

"Mau langsung pulang atau mampir dulu buat makan malam?." Tanya Sandi yang kini tengah mengemudi.

"Langsung pulang saja. Aku tidak lapar." Jawaban Vania tidak sesuai dengan kenyataan. Ya, baru saja mengatakan dirinya tidak merasa lapar namun perutnya mengeluarkan suara.

Sandi nampak mengulum senyum mendengar perut Vania keroncongan. Tanpa meminta persetujuan lagi dari Vania, Sandi mampir ke sebuah restoran yang letaknya tak jauh dari lokasi mereka saat ini.

"Kita makan dulu!."

Vania pun akhirnya mengangguk setuju, karena faktanya cacing di dalam perutnya sudah berdemo ingin diberi makan.

Setelah menempati salah satu meja di restoran tersebut, pandangan Vania justru mengarah ke meja lainnya. Meja yang letaknya di sudut ruangan. Melihat meja tersebut sontak mengembalikan ingatan Vania pada salah satu kejadian pada lima tahun lalu, di mana ia menangis sampai sesenggukan di meja itu setelah mengetahui ternyata ia tengah mengandung.

Seandainya Sandi tahu bagaimana bingungnya Vania saat itu, saat pertama kali mengetahui bahwa ternyata ia tengah mengandung benih pria itu. Awalnya Vania berniat menyampaikan tentang kehamilannya pada Sandi. Akan tetapi, secara tidak sengaja Vania mendengar percakapan diantara dua orang pegawai Admodjo Group yang membahas tentang nahasnya nasib wanita yang pernah mengaku tidur dengan seorang Sandi Admodjo. Obrolan kedua pegawai tersebut di saat Vania mendatangi Admodjo Group terdengar begitu menakutkan, hingga akhirnya Vania pun memutuskan untuk melahirkan dan membesarkan anaknya seorang diri. Ya, seorang diri, karena setelah ketahuan hamil Vania di usir dari rumah oleh ibu kandungnya sendiri. Ia dianggap sebagai aib dalam keluarga. Jujur, hingga detik ini Vania belum kepikiran untuk mengatakan yang sebenarnya tentang Sesil pada Sandi.

"Ada apa?." Sandi lantas bertanya saat melihat Vania hanya diam saja, seperti sedang melamun.

"Bukan apa-apa, mas." kelit Vania.

"Kamu mau makan apa?."

"Apa saja, yang penting masih bisa di makan."

Sandi menatap pada Vania. Cukup lama pria itu menelisik wajah cantik istrinya dengan tatapan dalam.

"Kita ke sini mau makan atau hanya mau duduk-duduk saja?." Kalimat Vania sekaligus menarik kesadaran Sandi dari lamunannya.

"Maaf." Tutur Sandi sebelum melambaikan tangan ke arah pelayan guna membuat pesanan.

Dua puluh menit setelah membuat pesanan, pelayan kembali untuk menghidangkan pesanan di meja.

"Untuk apa memesan makanan sebanyak ini?." Saking banyaknya menu yang dipesan oleh Sandi, Vania sampai bingung sendiri.

"Makan yang banyak, kamu pasti kehilangan banyak tenaga karena kegiatan kita di apartemen tadi."

Deg

Apa karena tidak memiliki perasaan apapun kepadanya hingga Sandi bisa dengan entengnya membahas tentang percintaan mereka?.

"Kau tidak boleh menyalahkan mas Sandi, Vania! Lagipula semua itu terjadi karena kaulah yang menggodanya. Mas Sandi adalah pria normal, maka wajar berhas-rat meskipun tidak cinta." Batin Vania.

"Makanlah! Setelah itu kita pulang, Sesil pasti sudah menanti di rumah." Kata Sandi.

Vania menganggukkan kepala.

Tiga puluh menit kemudian mereka telah selesai makan dan kini hendak kembali ke mobil.

"Kau duluan saja, sepertinya ponselku ketinggalan di mobil!." Kata Seorang wanita dengan penampilan modisnya pada sahabatnya.

"Baiklah, kalau begitu aku tunggu di dalam ya."

"Okey." Gadis itu berbalik arah hendak kembali ke mobil guna mengambil ponselnya yang ketinggalan. Baru beberapa langkah, pandangannya tak sengaja menangkap keberadaan saudari tirinya tengah berjalan bersama seorang pria menuju salah satu mobil yang terparkir satu deretan dengan mobilnya.

"Bukannya itu Vania?." Wanita itu menajamkan penglihatannya. "Benar, itu Vania."

"Dari dulu sampai sekarang kamu nggak pernah berubah Vania, tetap saja murahan." Gumam wanita bernama Natalie. Wanita itu menyungging senyum. "Kayaknya seru kalau sampai mamah tahu bagaimana kelakuan anak kandungnya di luar sana." Buru-buru Nathalie mengambil ponselnya di mobil, hendak mengambil gambar Vania yang tengah bersama seorang pria. Akan tetapi, Vania keburu masuk ke mobil hingga Nathalie tak dapat merealisasikan keinginannya.

"Sia-lan, dia sudah masuk ke mobil." Gerutu wanita itu.

"Btw, aku jadi penasaran pada sosok pria yang tadi bersama Vania." Melihat dari penampilan Sandi, Natalie yakin pria itu bukan orang sembarangan. "Rupanya dia pandai juga mencari tipikal pria yang akan dijadikan mangsa."

Teringat pada sahabatnya yang menunggunya di dalam, Natalie lantas berlalu.

*

"Mamah....papah..." Rupanya kepulangan Sandi dan Vania telah dinantikan sejak tadi oleh Sesil. Bocah itu berlari ke arah mobil Sandi.

"Sayang..." Vania yang lebih dulu turun dari mobil, membawa tubuh putrinya ke dalam gendongannya.

"Mamah dan papah kenapa pulangnya malam?." Tanya bocah itu.

"Tadi mamah dan papah lagi ada urusan penting, sayang." Sandi mendahului Vania menjawab pertanyaan Sesil.

Vania melirik sekilas pada Sandi.

"Oh." Bocah itu membulatkan bibirnya.

"Sini, Sesil biar papah yang gendong, mamah capek soalnya." Lagi-lagi, Vania melirik pada suaminya itu.

"Mamah habis kerja lembur ya?." Biasanya jika pulang malam begini pasti karena ibunya terpaksa harus lembur, makanya Sesil sampai berpikir demikian.

Vania hampir tersedak ludahnya sendiri mendengar pertanyaan putrinya.

"Iy_iya sayang." Mau tak mau Vania mengiyakan pertanyaan putrinya. Karena tak mungkin juga ia berterus terang, jika kenyataannya ia menghabiskan waktu seharian di apartemen bersama Sandi.

Sandi sontak saja melebarkan senyum menyaksikan wajah gugup Vania.

Dengan menggendong Sesil, Sandi berjalan masuk ke dalam rumah, begitu pula dengan Vania.

"Lain kali jangan membuat menantu mamah lembur sampai jam segini! Jangan suka semena-mena pada istri sendiri, Sandi." Ibu menatap galak pada putranya.

"Ada pekerjaan yang harus kami selesaikan makanya pulangnya malam, mah." Balas Sandi yang kini berdiri tak jauh dari ibunya.

"Memangnya pegawai di hotel hanya Vania doang." Walaupun sebagai pimpinan hotel Sandi berhak memerintahkan pegawainya untuk bekerja lembur, namun untuk Vania sebuah pengecualian bagi ibu.

Sandi menoleh sejenak pada Vania, lalu menjawab. "Masalahnya, hanya Vania yang bisa melakukan pekerjaan itu, pegawai yang lain nggak bisa, mah." Jawaban Sandi berhasil memancing kerutan halus di dahi ibu.

Deg.

Tubuh Vania langsung panas dingin mendengar jawaban Sandi.

"Memangnya pekerjaan apa sih, sampai nggak bisa dikerjakan sama pegawai kamu yang lain?." Kelihatannya ibu penasaran sekaligus bingung.

"Mengecek pembaharuan untuk beberapa fasilitas hotel. Selama ini hanya Vania yang melakukan pekerjaan itu, mah." Untuk pertama kalinya Vania terpaksa harus berdusta pada ibu mertuanya.

"Oh begitu rupanya. Tapi lain kali jangan hingga larut malam begini, mamah nggak mau sampai menantu mamah jatuh sakit karena terlalu memforsir tenaga." Kelihatannya ibu percaya begitu saja dengan ucapan Vania.

Sandi nampak mengulum senyum melihat wajah panik Vania.

Jangan lupa dukungannya ya sayang-sayangku....!!🙏🙏😘😘🥰🥰

1
Rita Susanti
kasihan banget Vania punya ibu yg jahat banet
Lia siti marlia
akhirnya kebenaran pun terungkap untuk vania 👍👍👍bagus sandi kamu harus ambil sikap tegas👍👍👍👍👍👍👍
secret
gilaakkk gilaakkk gilaakkk, tdk bisa berword2 dgn kelakuan nenek lampir.. para napi di penjara nnti titip ni anomali y
Ariany Sudjana
begitu dengar kata pengadilan, langsung panik, minta tolong Vania. kenapa kamu ga minta tolong sama pelacur murahan kesayangan kamu itu? dasar ibu durhaka kamu juga, sudahlah bunuh saja ibu yang tidak berguna itu
sri hastuti: ibu spt buang aja, biar tau rasa, jd miskin, vania gak usah berhubungan lg sm orang tua spt itu,waktunya km bahagia
total 1 replies
partini
moga kena stroke tuh mulut biar mencongggg ibu lacknat
sri hastuti
ibu spt itu buang aja thor, bikin jengkel aja, jd orang tua jahat banget, biar dpt balasan setimpal, biar kapok huuhhh😡😡😡😡
Yallend Mungil
bisa ngk thor updatetan nya banyakin jgn cuma 1 aja 3 bgtu perhari dong
Ayila Ella
kira kira siapa ya yg dulu bucin bara apa Cika,,,next thor
secret
nahh jd salah paham kan bpk securitynya😂 hayoloo bujuk bar yg lg cemburu tp ketutup gengsii🤭 hmm lg dan lg sandi hrs menghadapi si nnek lmpir
secret
syukur deh feeling readers salah, ga ktmu 2 nenek lampirr
alahaayyy mereka tu smsm mauu tp msih bingung ajaa mengungkapkannya🤭🤭
Felycia R. Fernandez
kan kemarin udah minta 2M agar Vania lepas dari ibunya...
Felycia R. Fernandez
Bara kk Thor
Ariany Sudjana
ga Natalie ga ibunya sama saja, sama-sama pelacur murahan 🤣🤣😂😂 heh waras kamu yah? menyebut diri sebagai ibu kandung Vania? ibu macam apa yang menjual putri kandungnya dan lebih percaya sama omongan pelacur murahan seperti Natalie?
Lia siti marlia
cie cie yang kw gep security cika bara 🤣🤣🤣🤣
lah lah bagus sandi kamu bilang gitu sama siapa sih mamahnya vania namanya pokonya dia we ...biar dia sadar kalu dia telah menukar vania dengsn uang 20 miliar 👍 amnesia kali tih orang masih menyebut dirinya ibu mertua 🤭🤭🤭
Lia siti marlia
cie cie cika cemburu 🤭🤭
cie cie bara ke gep jadi kelimpungan kan buat jelasin 🤭🤭
cie cie vania yang melongo karna tingkah kedua nya 🤣🤣🤣
partini
bara bere minheeeee ,, terlalu banyak wanita sih jadi susah sendiri
Ariany Sudjana
kapan sih kena batunya orang tua Vania? sudah jahat, menjual Vania, dan masih juga percaya sama omongan si pelacur murahan Natalie itu
Yallend Mungil: jgn cuma org tua nya tp natalie jg hrs kena batunya🤭
total 1 replies
Lia siti marlia
sahabat rasa saudara ini mah bahagia selalu yah kalian vania cika semoga kalian di ratukan suami kalian😍😍😍
secret
good bahagiaaa2 ajaa van, nikmati hidup😁 ehh tapii feeling bkl ketemu si 2 nenek lampir, bkl hilang deh mood bahagia
❥␠⃝ ͭ🍁ᴍɪᴍɪ💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳 : saatnya bahagia bersama suami anak dan mertua juga sahabat jangan pikirin orang-orang gila yang menyakiti mu Vania🥳semoga semua terungkap setelah paman Vania ditemukan dan tentang Ibunya Vania yang sesungguhnya
total 1 replies
secret
udah van air matamu terlalu berharga untuk org gatau diri gitu, mending bahagia2 ajaaa sm paksuu.. kehancuran otw untuk org2 gada otak ituu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!