NovelToon NovelToon
Cinta Diatas Hati

Cinta Diatas Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Contest / Patahhati / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:102k
Nilai: 5
Nama Author: Chyntia R

Sebuah upaya pelarian membuat Gia ditemukan secara tidak sadar oleh Lyra yang notabene nya adalah istri dari Nico. Nico adalah mantan kekasih Gia ketika SMA.

Setelah ditolong oleh Lyra, Gia melanjutkan misi pelariannya dan membuatnya harus bertemu dengan Arga.

"Kenapa kamu tidak bertanya ada apa dengan yang kamu lihat barusan?" tanya Gia.

Arga berbalik badan dan menatap Gia. Dia tersenyum dan menampakkan lesung dipipinya seperti kemarin.
"Itu bukan urusanku!" Jawab Arga cuek.

Sesungguhnya Arga adalah ujian untuk hubungan Gia yang sudah terjalin lama dengan Erick. Hubungan tanpa restu.

Akankah cinta Erick tetap kuat untuk Gia walau terlalu banyak pihak yang menentang? ataukah cinta Gia yang perlahan akan memudar karena rasa lelah dan kehadiran Arga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chyntia R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

- Menuju Rumah Calon Mertua -

*POV GIA.

Pagi menyingsing, sinar mentari kembali menerangi bumi, tetesan embun masih basah di daun-daun yang tumbuh dipekarangan rumah.

Aroma masakan Ibu semerbak tercium di indera penciumanku, membuat perutku yang kosong bergejolak agar segera di isi.

Aku menggeliat dari tidurku yang sangat nyenyak malam tadi, dikamar yang amat ku rindukan. Aku membuka mataku dan bangkit untuk duduk.

Ku ambil air putih diatas nakas samping tempat tidur dan langsung meminumnya. Kebiasaan lama yang selalu ku lakukan apabila sehabis bangun tidur dipagi hari.

Setelah air minumku tandas, aku beranjak untuk menyapa ibu didapur.

"Masak apa bu?" Tanyaku mengintip dari balik kusen pintu dapur.

"Ini lagi buat sayur capcai, Gi! Sekalian buat sarapan Nissa sama Ayah." Jawab Ibu.

"Buat aku enggak, bu?"

"Ya buat kamu juga lah. Hehehe. Udah sana mandi abis itu sarapan!" Jawab Ibu sambil tertawa kecil.

Aku memutuskan mandi pagi. Setelah siap dengan setelan rumahan, aku masuk ke kamar adikku Nissa tanpa permisi.

"Dek, bangun dek. Anak gadis jam segini belom bangun! Mau sekolah enggak?" Aku sedikit mengguncang bahu Nissa yang enggan terbangun.

Aku naik ke ranjangnya dan memposisikan badanku agar telungkup, aku mencoba membangunkan Nissa dengan cara mencubit-cubit hidungnya.

"Dek, bangunlah dek. Kamu nggak kangen apa sama kakak? kakak-mu yang manis ini udah pulang!"

Sepulangnya aku kerumah kemarin, aku memang tidak sempat bertemu dengan Nissa. Begitu Erick memutuskan pulang ke Apartment nya, akupun langsung mandi dan beranjak tidur. Jadi, ketika Nissa pulang dari kegiatan Ektrakurikulernya, ia hanya mendapati aku yang sudah berada dialam mimpi.

Nisa mengucek-ucek matanya, lalu ia menggeliat sambil menguap. Aku refleks menutup mulutnya dengan tanganku. Nissa menepis tanganku pelan karena ingin bersuara.

"kak, udah siap liburannya? Lama juga ya?" Tanya Nissa.

"Emang yang bilang kakak sedang liburan siapa dek?" Tanyaku balik pada Nissa.

"Ya ibu lah, kak. Kan emang bener kakak lagi liburan kan? Lama ya liburannya, kak? kayak orang kabur dari rumah aja!"

Mataku menyipit mendengar ucapan Nissa. Bisa-bisanya dia menyindirku. Atau memang dia tidak tahu kalau aku memang kabur dari rumah.

"kakak itu liburan kemana sih? Sampe ibu sama ayah galau loh karena kakak liburannya terlalu lama!" Ucap Nissa polos.

Sekarang aku tahu bahwa Nissa memang tidak tahu perihal kepergianku. Mungkin ibu dan ayah merahasiakan darinya untuk suatu kebaikan.

Aku tidak mau menanyakan hal itu, karena aku tahu pasti ada alasan ayah dan ibu tidak menceritakan detailnya kepada Nissa. Mungkin ibu masih mau menjaga nama baikku didepan adikku. Agar ia tak memandangku sebelah mata. Agar ia masih menghargai kakaknya ini yang sudah banyak bersalah dan bikin masalah.

"Yaudah sana sana mandi!" Kataku mengusir Nissa dari kamarnya sendiri, menghindar dari pertanyaan Nissa.

"Isss aku kan belum siap tanya-tanya nya, kak!" Nissa Protes.

Nissa duduk disamping aku yang sudah dalam comfort zone. posisi yang sama sedari awal aku tiba diranjang Nissa, masih telungkup sambil menggoyangkan kaki keatas dan kedua tangan menopang daguku.

"Mana oleh-oleh buat aku kak? Percuma liburan lama tapi pulang nggak bawa oleh-oleh!" Kata Nissa lagi sambil menadahkan tangannya dan alisnya yang dinaik turunkan.

"Oleh-oleh sih nggak ada dek. Kalau cash aja mau nggak?" Bujukku.

"Huh payah! Masa nggak inget sih beliin adiknya oleh-oleh. Tapi dibayar tunai aja juga nggak apa-apa sih!" Jawabnya cemberut lalu tiba-tiba cengengesan.

"Ya ampun kak!" Pekik Nissa yang membuatku kaget seketika.

"Kenapa dek?" Tanyaku yang akhirnya ikut terduduk dan mengenyahkan 'posisi wuenak' ku tadi.

"Gara-gara kakak aku jadi belom mandi. Aku kan mau berangkat sekolah!" Jawab Nissa sambil tergesa-gesa berdiri dan berjalan cepat mengambil handuk.

"Yeahhh dasar kamu ya! Dari tadi kan kakak bangunin nyuruh mandi!" Cerocosku pada Nissa yang sudah berlari kekamar mandi.

Pagi itu terasa amat hangat dengan lengkapnya formasi kami dimeja makan rumah. Ayah, ibu, Nissa dan aku tentunya.

Kami makan dengan santainya, diselingi percakapan ringan tentang kegiatanku selama tinggal jauh dari rumah.

Sementara Nissa tampak makan dengan tergesa-gesa karena jam masuk sekolahnya hampir telat.

"Aku berangkat dulu ya ayah, ibu, kak!" Ucapnya sambil buru-buru menenggak air putih dan langsung menyalami ayah, ibu dan juga aku.

Nissa pun pergi sekolah dengan menggunakan motor matic nya yang dulu ku belikan dari hasil kredit. Cicilannya sudah lunas setahun yang lalu.

"Jadi kamu disana buka usaha jahit, Gi?" Tanya ibu

"Iya bu, lumayan. Disana Gia udah terkenal satu RW. hahaha!" Kataku sambil nyegir kuda.

"Wah hebat dong kamu! Ternyata kamu bisa hidup mandiri disana sendirian ya!" Ujar ibu dengan nada bangga.

"Ya mau nggak mau lah bu, namanya juga cari uang halal" jawabku lagi sambil mengunyah makananku.

"Ayah berangkat dulu ya! oh iya Gi, jadi kamu mau kerumah Erick hari ini?" Tanya Ayah sebelum benar-benar beranjak meninggalkan meja makan.

Aku mengangguk. "Doakan Gia dan Erick ya yah!" Ucapku seraya menyalami tangan ayah yang sudah berdiri akan berangkat bekerja.

Semenjak kepergianku, ayah tidak pernah lagi bekerja kesana-kemari keluar kota. Ia tidak mau meninggalkan ibu dan Nissa. Apalagi kondisi Ibu yang galau atas kepergianku. Ayah mengurus izin permohonan ke tempat kerjanya agar bisa ditempatkan dikota ini saja. Syukurnya permohonannya disetujui.

Ayah mengelus puncak kepalaku.

"Ayah selalu doakan yang terbaik untuk kamu nak! Semoga kamu bahagia atas pilihanmu!" Kata ayah dengan sangat lembut.

Mataku jadi berkaca-kaca mendengar kata-kata ayah. Aku refleks memeluk ayahku. Laki-laki pertama yang ku tatap didunia ini ketika aku lahir.

"Makasih ya yah, Gia juga selalu doakan ayah sehat dan panjang umur!" Kataku disela-sela pelukanku pada Ayah. Aku tak sadar bahwa aku menangis mengucapkan itu pada ayah.

"Sudah nak, ayah nanti terlambat!" Suara ibu menyadarkan aku dan ayah yang hanyut dalam rasa kebersamaan.

Aku melepaskan pelukanku pada Ayah. Aku tidak menyangka bisa memeluk Ayah seperti ini. Karena pada dasarnya aku tidak pernah bermanja-manja pada ayahku.

Ayahku orang yang bijaksana. Tegas dan terkadang ada sisi humorisnya, tapi untuk melakukan hal-hal seperti mencium atau memeluknya diusia ku yang sekarang rasanya aku terlalu sungkan dan segan.

"Ya udah, ayah berangkat ya." Ucap Ayah yang langsung disalami oleh ibu.

"Hati-hati dijalan yah! Jangan melamun bawa motornya!" Kata ibu mengingatkan.

Ayah hanya mengangguk dan tersenyum, lalu ayah memakai helm dan menghidupkan mesin motornya, Ayah pun berlalu meninggalkan rumah menuju tempat kerjanya.

*****

*Pov Author

Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 15:00 sore. Gia sejak tadi sudah siap dengan penampilannya yang sopan dan setelan semi formal. Gia sedang menunggu kedatangan Erick untuk menjemputnya.

Tak berselang lama, mobil Erick berhenti tepat didepan rumah Gia. Gia keluar rumah menyambut kedatangan Erick.

"Udah siap, Yang?" Tanya Erick.

Gia mengangguk.

Erick menghampiri Gia yang berada didepan pintu rumah.

"Ibu mana? Aku mau pamit sama ibu!" Tanyanya.

Gia memanggil Ibu yang sejak tadi duduk diruang depan, ikut menanti kedatangan Erick. Sepertinya Ibu juga harap-harap cemas dengan keputusan orangtua Erick hari ini. Karena sejak tadi ibu diam dan melamun. Entah apa yang ada dipikirannya.

"Bu, saya ajak Gia bertemu orangtua saya ya. Semoga niat baik kami bisa segera terlaksana. Dan mudah-mudahan orangtua saya bisa segera datang kesini juga untuk melamar Gia!" Ucap Erick menatap wajah Bu Ratih.

Bu Ratih terlihat terharu atas ucapan Erick. Matanya berkaca-kaca.

"Iya Rick, ibu merestui kepergian kalian hari ini. Semoga ibu segera mendapatkan kabar baik ya! Dan lagi, apapun yang terjadi tolong jangan tinggalkan Gia ya, Rick!" Jawab bu Ratih.

"Saya berjanji bu, dan saya akan menepatinya!" Ucap Erick yakin.

Gia pun ikut terharu melihat pemandangan didepannya. Ia terlihat menyeka air mata yang sempat menetes.

"Kami pergi dulu ya bu!" Ucap Gia sembari menyalami tangan bu Ratih.

Lalu Erick pun melakukan hal yang sama.

Diperjalanan menuju kediaman orang tua Erick, ponsel Gia berdering. Mikhayla menelponnya. Gia menatap layar handphone dengan malas. Lalu ia menatap Erick. Erick memberi kode untuk menjawab panggilan itu.

"Hallo?"

"Kamu dimana? Kenapa sejak semalam tidak ada di butik?"

"Aku pulang kerumah orangtuaku!"

Gia menjawab dengan cuek dan datar.

Terdengar orang diseberang sana seperti menarik nafas sembari menghembuskannya.

"Gia, kamu nggak bisa dong ninggalin kerjaan kayak gini! Kamu harus ingat kita itu terikat kontrak! Kerjaanmu terbengkalai semua disini. nggak ada yang bisa dilakuin bagian produksi hari ini. Mereka jadi nggak bisa kerja!" Protes Mikha membuat-buat alasan.

"Aku udah kasi bahan buat mereka proses 4 hari kedepan!" Kata Gia sambil memutar bola matanya. Jengah melihat sikap Mikha.

"Iya memang, tapi mereka nggak tau ini udah sesuai belum sama ekspektasi kamu yang ngerancang desain! Kamu profesional dong!" Cecarnya.

Mendengar Mikha membawa-bawa soal ke-profesional-an, mendadak Gia merasa muak.

"Ya mereka kerjain aja. Nanti bisa aku lihat pas aku balik kesana. atau nanti aku control melalui V-call. Aku pasti balik kok. Aku tau aku masih ada urusan kerjaan sama kamu!"

Gia menjeda ucapannya untuk mengatur emosi agar tidak kebablasan.

"Seharusnya kamu yang profesional, Mikha! Jangan bawa ranah pribadi ke dalam bisnis kita. Kalau kamu nggak suka sama kehidupan pribadi aku. Jangan jadikan bisnis kita alasan agar kamu bisa memarahi aku!"

Terdengar diseberang sana hanya diam. Gia pun ikut diam tanpa memutuskan panggilan. Gia masih menanti ucapan apa yang akan keluar dari mulut wanita itu.

"Oke, aku tunggu kamu balik kesini dalam dua hari. Jika kamu nggak balik kesini dalam dua hari untuk mengurus semuanya, aku pastikan kontrak kita berakhir!" Kata Mikha setengah mengancam.

Gia tersenyum sarkas, merasa dianggap remeh oleh Mikha.

"Oke, aku akan balik dalam dua hari. Tapi itu ku lakukan karena rasa profesional ku! bukan karena aku takut kontrak kita berakhir!" Tegas Gia.

Panggilan berakhir. Gia menatap Erick yang sejak tadi mendengarkan pembicaraannya dengan Mikha.

Gia merasa Mikha benar-benar mengikatnya dengan bisnis ini. Pandai sekali wanita itu agar Gia tidak bisa kemana-mana dan tergantung padanya karena kontrak bisnis.

"Udahlah, nggak usah dipikirin! Dia cuma iri sama kamu sayang!" Kata-kata Erick menenangkan Gia.

"Aku nggak habis pikir, bisa-bisanya dia ngancam aku, Yang! Padahal dia juga butuh aku di butiknya."

"Udah udah, mau jumpa calon mertua emosinya di kandangin dulu!" Ucap Erick sambil menahan tawanya atas perkataannya sendiri.

"Iya, emosinya aku kandangin ini trus aku kunci kandangnya, takut nanti keluar pas ketemu keluarga kamu!" Sindir Gia pada Erick.

Erick hanya tersenyum melihat Gia. Ia melanjutkan aktifitasnya menyetir mobil sambil sesekali melirik ke arah Gia.

.

.

.

Bersambung...

Hai!!! tungguin ya Gia sama Erick sampek dirumah orangtuanya Erick! 😂

btw, makasih ya buat yang udah like, kimen dan kasi rate 5.

tapi votenya dikencengin dong! biar author makin semangat lagi nulisnya😬😬

oh iya, jangan lupa ya mampir ke Novel aku yang satunya lagi.

caranya : klik di profil picture aku, nanti ketemu novelnya deh.

judulnya : How Will You Say Goodbye?

ceritanya pasti bedaaaaa dari yang ini dan yang lain-lain-lainnya.

jangan lupa ya tinggalkan komentar kalian, like, vote dan rate 5! terimakasih❤️❤️❤️

1
Riska Trisna
wooww kau bermain api gia.. dimanakah suamimu ?
Rinaku
thorr..apa erik mninggal..
kok gia minta maaf pas abis d cium argha
Rinaku
iya nih othorr..bkin pnsaram dehh
Dewi Wulandari
lha emang erick kemnaa
meimei
warna hijau tua kan...???
kayak yg kmaren itu...acara di lr zig zag 🤣🤣🤣🤣
meimei
jadi....novel ini...mulai di lebaran kmaren...???
sebelum lebaran...Uun Uda lama g buka noveltoon...Uda selesai baca novel Caca...sempat baca satu novel lg...dah tu off...
pas lebaran...kan Uun sakit tu sekeluarga...saking bosan g bisa ke mana mana...buka noveltoon lg...penguat n penambah semangat...
noveltoon the best....
Chyntia Rizky 🖋️: iya kek nya bund
gak ingat x lah kapan detail nya. soalnya novel Gia ini novel pertama2 dulu.
tulisannya masih amburadul dan blm jelas alur😂😂😂
total 1 replies
meimei
Ivan...pengagum rahasia lyra..
meimei
sebegitu nya banged si Mikha y...
Lia Lita
udh jelas salah gia,, kenapa erik yg harus di salahkn,, coba gia berterus terang,, bahwa dia hamil,, kn erik mau bertanggung jawab,, kecuali gia berterus terang tp eric tidak mau bertanggungjawab baru tinggalkn,,,mentang"ada laki"lain d sampingnya,, pacar sendiri yg dsalahkn,,,
Ani
sedih klw mkir kebelakng yg Erik sngat mencintainya,tp Arga jg baik dn sngat mencintainya
meimei
kayak di lr tiung...daerah kontrakan si gia...banyak anak2..🤣🤣🤣🤣
meimei
ada lucu lucu nya juga ternyata..😄😄😄
meimei
yaaaaach..Dede baby nya g jadi...😓😓😓
meimei
aaaaich...cinta segi enam nich...😄😄😄😄
meimei
hei...hei...siapa dia...???
meimei
Alhamdulillah...Uda sempat kirim poin...😁😁😁😁
meimei: oooooi...deq qu ...
selalu g cukup waktu..mbuat dukung dua adeq Uun yg Uda jadi author...
terus semangat y...😘😘😘
total 2 replies
meimei
hayuuuuuu.....kota mana sich...??
Chyntia Rizky 🖋️: jangan dipikirin x ya bund.🤣🤣🤣
total 1 replies
meimei
Nico...lucu sekali kamu Yach...😊😊😊
meimei
blom sempat kirim poin...ntar y...
meimei
dah lah ...ini lah yg buat sebel....
Uda mulai baca...tak nak berenti pun...
tak bisa beralih ke loundryan yg menumpuk...😁😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!