NovelToon NovelToon
Cahaya

Cahaya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: siti aminah

Novel BERANTAI.

1. JODOH AISYAH.

2. JANJI ANISSA.

3. ZAHIRA UNTUK YUSUF.

4. MEMORY JUWITA.


Cahaya adalah perempuan yang kurang beruntung diawal kehidupannya. Ia melarikan diri dari situasi yang membuat hidupnya suram. Tak ada cinta kasih dalam rumah tangganya. Cahaya melarikan diri dan bersembunyi di sebuah pesantren hingga ia bertemu dengan Adam. Adam laki laki yang dua tahun lebih muda darinya, tiba tiba saja menyukainya.

Akankah Adam menerima masa lalunya Cahaya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti aminah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamaran

Malam pun tiba, dimana waktu yang dinantikan Adam telah tiba, karena malam ini Adam akan melamar Cahaya. Didepan cermin Adam sudah tersenyum sambil memakaikan kopeah serta sorbannya. Adam sudah tersenyum senyum. Tak bisa dijelaskan kalau sekarang dia sedang berbahagia.

"Terima kasih ya Allah, kau telah ciptakan Cahaya untuku. Mudah mudahan tidak ada halangan dan rintangan hingga menuju hari pernikahan" batin Adam.

Tiba tiba Hawa membuka pintu kamar Adam. Hawa langsung mengernyit ketika melihat saudara kembarnya sedang bercermin sambil tersenyum senyum.

"Ehem, jangan dilihatin terus mukanya, katanya wajahnya mengandung kadar gula yang sangat tinggi. Emangnya gak takut mendadak diabetes" goda Hawa.

Adam tersenyum sambil mendekati Hawa.

"Apa aku terlihat tampan?" tanya Adam. Hawa malam menggeleng.

"Nggak. Kak Adam cuma manis doang" jawab Hawa. Adam sudah memicingkan matanya.

"Ayo gak usah merajuk begitu, yang lain sudah menunggu untuk sesi lamaran" ucap Hawa.

"Duuh ko aku jadi deg degan begini. Semoga semuanya lancar. Aamiin" batin Adam.

Setelah keluar dari kamar, dilihatnya banyak sekali orang yang mau mengantarkan Adam untuk melamar Cahaya. Barang barang yang akan dibawa lamaran pun sudah tersedia meskipun dapat dibilang acara lamarannya nampak mendadak.

"Kau sudah siap Adam?" tanya Riziq.

"Lahir batin Bi" jawab Adam.

Aisyah langsung berbisik pada Riziq.

"Sepertinya putramu sudah tidak sabar untuk melamar Cahaya"

"Gak nyangka ya Uni, sebentar lagi kita akan punya menantu" ucap Riziq. Aisyah pun mengangguk ngangguk.

"Berarti kita sudah tua ya Le"

"Kau saja yang tua, aku mah masih berondong" ucap Riziq hingga Aisyah memicingkan matanya.

"Ayo berangkat" ucap umi Salamah. Aisyah sudah menghubungi umi Fadlun dan kiyai Mansyur, mereka tidak bisa pulang dulu ke Indonesia, jadi mereka hanya memberi do'a dan restu.

Si trio Kwek Kwek sudah berjalan paling depan sambil membawa barang lamaran.

"Diantara kita bertiga kira kira, siapa ya yang nikah duluan" ucap Anum.

"Kau duluan saja Silmi, entar aku nyusul" ucap Hawa.

"Aku maunya dapat berondong kaya kak Cahaya sama Tante Aisyah" jawab Silmi hingga Anum dan Hawa langsung tertawa tawa.

"Kalau kau ingin berondong, tuh ada si Fawwaz kayanya cocok deh" goda Anum.

"Idiiih, si Fawwaz mah bukan berondong, tapi kecebong baru numbuh. Bisa terjadi penomena alam kalau Abi Usman besanan sama Tante Zahira. Gak kebayang Abi ku besanan sama Tante Dewi dan Tante Zahira. Lagian si Fawwaz kalau ditanya siapa bidadari ya, jawabnya bidadari dia itu putrinya Dokter Ikbal. Ini yang namanya penomena alam ketika om Yusuf harus besanan sama Dokter Ikbal" tutur Silmi sambil tertawa tawa.

"Bumi gonjang ganjing itu mah" jawab Hawa.

"Mimi, aku doakan semoga kau mendapatkan jodoh yang usianya terpaut jauh denganmu" ucap Anum.

"Aamiin" jawab Silmi.

Tapi jauhnya keatas bukan kebawah ha ha ha" Anum tertawa tawa hingga Silmi menggeram.

"Zahara kau Anum, aku maunya berondong, kau malah mendoakan ku sama om om. Hati hati, ucapan itu do'a" gerutu Silmi.

Setelah sampai di kontrakannya Cahaya, Cahaya, Syifa dan Dewi pun menyambut mereka.

"Assalamualaikum"

"Waalaikum salam"

"Silahkan masuk" pinta Dewi. Dewi dan Syifa sudah menemani Cahaya karena Cahaya tidak mempunyai keluarga. Adam sudah tersenyum menatap Cahaya yang kini sedang menunduk malu. Aisyah sudah melirik putranya itu, lalu mencubit pinggangnya Adam.

CELETIIIIIIIT.

"Jangan curi curi pandang begitu, belum halal" bisik Aisyah hingga Adam tersenyum malu lalu menunduk. Riziq pun memulai acara lamaran tersebut. Acara demi acara pun dilakukan.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh"

"Waalaikum salam warahmatullahi wabarokatuh"

"Kedatangan kami kemari berniat melamar Cahaya untuk Adam. . . . . . ."

tutur Riziq panjang lebar hingga ketika ia bertanya bersedia tidak kah Cahaya menerima lamaran putranya.

"Bagaimana Cahaya, apa kau menerima lamarannya Adam?" tanya Riziq. Cahaya pun mengangguk.

"Saya terima" jawab Cahaya.

"Alhamdulillah"

Semua mengucap syukur. Adam sudah tersenyum. Begitu pun dengan Aisyah dan Hawa. Hawa sudah menepuk pundak kakaknya itu.

"Selamat ya kakaku tersayang, sekarang kau tidak jomblo lagi" bisik Hawa. Adam pun tersenyum lalu merangkul Hawa.

"Semoga kau pun cepat mendapatkan jodoh, aamiin" ucap Adam. Hingga Hawa ikut tersenyum. Adam pun memberikan cincin pada Cahaya. Ditaruhnya cincin itu di hadapan Cahaya. Cahaya pun tersenyum.

"Aya mau aku pakaikan?" tanya ustad Usman sengaja menggoda Adam hingga Adam langsung menggeram kesal.

"Pakde, hobby banget deh bikin darahku mendidih" ucap Adam hingga ustad Usman tertawa kecil.

"Becanda doang Adam"

Setelah acara selesai, mereka pun mengobrol ngobrol sambil mengopi. Cahaya sudah memakai cincin itu dijari manisnya, Adam yang melihat pun langsung tersenyum.

"Terima kasih ya Allah, bidadari yang kucintai kini sudah menerima lamaran ku. Semoga kedepannya hingga hari pernikahan tidak ada rintangan maupun cobaan yang akan memisahkan kami" batin Adam.

"Adam, kapan kau akan segera menghalalkan Cahaya?" tanya Ustad Soleh.

"Sekarang juga boleh" jawab Adam hingga semua langsung menganga termasuk Cahaya. Aisyah pun kembali mencubit putranya itu.

"Umi, hobby banget nyubit deh" gerutu Adam.

"Kau pikir pernikahan itu tidak perlu persiapan" ucap Aisyah.

"Sabar Adam sabar, selow saja. Cahaya sudah menerima lamaran mu, jadi tidak perlu takut ada yang menggodanya" ucap Fadil. Adam sudah tersenyum malu.

"Dua hari lagi kau siap Adam untuk menikahi Cahaya?" tanya Riziq. Adam pun mengangguk.

"Insya Allah aku siap Bi" jawab Adam tegas hingga Cahaya tersenyum. Ali pun ikut bahagia meskipun ia tak sepenuhnya mengerti arah pembicaraannya mereka. Riziq pun menatap Cahaya.

"Aya, apa kau siap jika dua hari lagi Adam akan menghalalkan mu?" tanya Riziq.

"Saya siap" jawab Cahaya.

Semua tersenyum mendengar kesiapan antara kedua pasangan itu.

"Pasti dua hari lagi hati para istri mendadak merasa tenang, adem, damai sentosa atas pernikahan Cahaya, karena tidak ada lagi yang namanya janda muda di pesantren yang bisa membuat para istri mendadak cemburu" batin ustad Usman.

"Yes yes yes. si Cahaya sebentar lagi menikah, aku gak perlu lagi cemburu. Yuyu ku sayang sekarang aku merasa terbebas" batin Zahira.

"Alhamdulillah, aku tidak perlu naik pagar lagi untuk menghindari Cahaya. Istriku pasti tidak akan cemburu lagi" batin Ibra.

"Alhamdulillah sebentar lagi Ira gak akan menarik narik ku untuk masuk kelas lewat gerbang belakang" batin Yusuf.

"Yes yes yes, kalau si Cahaya sudah nikah sama si Adam, itu artinya si semok gak perlu lagi nyuruh aku untuk tutup mata jika ketemu si Aya, bebas bebas bebas" batin Fadil.

Aisyah dan Riziq nampak mengernyit ketika melihat ustad Usman, Ibra, Yusuf, Zahira, dan Fadil tersenyum senyum tanpa sebab.

"Le mereka kenapa ya ko senyum senyum gak jelas begitu?" bisik Aisyah.

"Mungkin mereka ikut bahagia atas lamarannya Adam" jawab Riziq.

_

_

_

_

_

_

_

_

"Assalamualaikum para reader setiaku. Bentar lagi aku mulai nabur bawang ya, tapi nabur bawang nya dikit ko, cuma setengah kilo doang soalnya bawang lagi mahal. Jadi gak perlu sediain tisu, apalagi handuk, cukup hapus air matanya pake badcover saja wk wk"

1
Neny Tryana
cerita selalu menarik, untuk dibaca the best
Erna Masliana
dari jodoh Aisyah
janji Anisa
Zahira untuk Yusuf
Memory Juwita
Cahaya
semuanya menghibur.. terimakasih
Erna Masliana
hahahaha
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣menggeger
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣iya belum kesebut tuh
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣Semok ada ada aja... kamu kebesaran
Erna Masliana
ah kamu juga sama Ziq.. kalian benar benar cocok yang satu genit yang satu ganjen 🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
bener banget 🤣🤣🤣
Erna Masliana
modar sia..
Erna Masliana
hajar Dam
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣rasakan
Erna Masliana
ini yang ditunggu... seraaaang hajaaarr 👊👊👊💪
Erna Masliana
gak bisa kah melawan sedikit aja jangan cuma nangis..tendang bijinya kek..atau injak kakinya
Erna Masliana
seperti biasa Riziq cerdas
Erna Masliana
gak usah peduliin nanti juga bangun sendiri.. atau guyur pake air seember
Erna Masliana
huh gak guna.. jatuh aja pingsan..segimana sih jatuhnya..sampe pala bocor apa gimana sih
Erna Masliana
titisan Ira ajaib 🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
bijak Aisyah
Erna Masliana
padahal sudah sangat jelas Cahaya dibawah ancaman kenapa Adam percaya kalau Cahaya memutuskan hubungan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!