Takdir itu tidak dapat di tebak, kadang apa yang di inginkan tak sejalan dengan keadaan. Fitri, harus merelakan dirinya berpisah dengan suaminya karena suatu keadaan.
Akankah dia bisa menjalani kehidupannya seorang diri, ataukah dia bisa menemukan cinta yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Achdia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27 : Hari yang dinanti
Fajar sedang sangat sibuk dalam kerjaannya, bertemu klien, presentasi di beberapa perusahaan, segalanya dia lakukan dengan serius. Agar semua proyek yang akan di garap dapat terlaksana sesuai dengan konsep yang di rencanakan.
Pengerjaan berkas laporan memakan waktu kurang lebih satu bulan, itu juga lebih cepat dari dugaan. Semuanya telah selesan tinggal pengerjaan lapangan yang Fajar serahkan pada bawahannya.
"Akhirnya semuanya sudah beres, aku harus cepat hubungi mamah dan papah nih, udah gak sabar banget" ucap Fajar kemudian meraih HP yang ada di saku celananya.
Fajar pun menghubungi papahnya.
"Halo pah!! Hari minggu ini bisa kosongkan jadwal papah" ucap Fajar.
"Bisa aja sih, emang ada apa ? tumben!" ucap pak Wisnu di seberang telpon.
"Gini pah, aku berniat melamar Fitri hari minggu nanti" ucap Fajar.
"Wahh akhirnya, papah pasti kosongkan jadwal demi anak papah, ok nanti papah juga kasih tahu mamah, pasti mamah kamu seneng banget" ucap Pak Wisnu dengan nada bahagia.
"Yaudah pah, Makasih yah" ucap Fajar tersenyum.
Di sisi lain pak Wisnu memberitahu istrinya tentang rencana Fajar. Bu Mira pun sangat senang mendengar nya, dia dengan cepat merencanakan barang apa saja yang akan mereka bawa nanti.
Fajar memberitahu Fitri akan rencana nya, Fitri begitu bahagia mendengarnya. Lalu tanpa menunggu lama, dia langsung menghubungi kedua orangtuanya untuk datang ke jakarta.
*Hari yang dinanti pun tiba
Di rumah Fitri sudah siap menyambut keluarga Fajar. Berbagai makanan sudah tersedia dan hiasan-hiasan sederhana hanya untuk memperindah ruangannya.
Fitri yang masih sibuk berdandan di temani Farah adiknya yang membatunya juga.
"Teteh cantik pisan" ucap Farah.
Fitri hanya tersenyum sambil memandang pantulan dirinya di cermin.
Terlihat 2 buah mobil mewah memasuki halaman rumah Fitri. Dan turunlah Fajar beserta keluarganya. Fajar pun memencet Bell pintu.
dding ddong ddingg ddoonnggg
Ibu Elis (mamahnya Fitri) pun membuka pintunya, lalu tersenyum mempersilahkan keluarga Fajar masuk dan mempersilahkan mereka untuk duduk.
"Silahkan, maaf jamuan di sini sangat sederhana" Ucap Bu Elis.
"Tidak juga, ini udah lebih dari cukup" jawab Bu Mira.
"Maaf sudah merepotkan, kami sekeluarga datang kesini dengan maksud dan tujuan ingin melamar putri bapak dan ibu untuk anak pertama saya yang bernama Fajar" ucap Pak Wisnu menyatakan maksudnya.
"Baik pak, sebentar yah saya panggil anak saya dulu" ucap pak Heru (Papahnya Fitri).
Tak berapa lama Fitri pun datang dengan menggunakan kebaya sederhana dengan dominan berwarna silver dengan rambut yang ditata rapi juga makeup yang natural, terlihat canti di pandang. Fitri pun duduk di tengah orang tuanya.
"Nak Fajar melamar mu, apa kamu bersedia menerimanya" tanya pak Heru.
"Iya, saya menerima lamaran mas Fajar" ucap Fitri dengan senyumannya.
"Karena Fitri sudah bersedia, kami sebagai orangtuanya juga ikut menerima lamaran nak Fajar" ucap pak Heru.
Alhamdulillah ucap serentak keluarga fajar.
Lalu keluarga Fajar memberikan barang-barang yang mereka bawa pada keluarga Fitri, terakhir Fajar dan Fitri saling menyematkan cincin di jari manis mereka. Lalu mereka foto bersama.
Pembicaraan berlanjut untuk menentukan tanggal yang tepat menyelenggarakan pernikahan. Akhirnya mereka sepakat jika pernikahan akan di laksanakan satu bulan lagi.
Acara di lanjutkan dengan makan bersama.
Fajar menghampiri Fitri di halaman belakang, Fajar menanyakan akan kesiapan Fitri untuk menjadi istrinya. Fitri tersenyum ke arah Fajar, dia meyakinkan Fajar bahwa dia benar-benar bersedia menjadi istrinya. Oleh karenanya dia menerima lamarannya. Fajar pun sangat bahagia akan jawaban Fitri dan sebentar lagi Fitri akan menjadi miliknya seutuhnya.
****
**Keluarga Fitri:
Papah Heru
Mamah Elis
Farah (Adik Fitri)
Fitri
Keiuarga Fajar:
Papah Wisnu
Mamah Mira
Fajar
Farhan (adik Fajar)
Maya (Adik bungsu Fajar**)