NovelToon NovelToon
Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game

Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / TimeTravel / Contest / Reinkarnasi / Isekai / Romansa Fantasi
Popularitas:679k
Nilai: 4.9
Nama Author: BLACK FANTER

Penulis : Black Fanter
Genre. : Web novel , romance , Rebirt , Transmigration , Drama , Genius Girl , Harem , School .
Status. : Ongoing

Seorang Mahasiswi pasca sarjana dilahirkan kembali menjadi tokoh figuran dunia Otome Game , siapa sangka di saat nafas terakhir nya dia mengingat kembali ingatan masa lalu nya . Keinginan dulu belajar dan menjadi kaya , karena sekarang dia kaya dia hanya perlu belajar .

Dia selalu mencoba menjauh dari FL maupun ML bahkan Bos penjahat , akan tetapi mengapa mereka begitu lengket pada nya . Tokoh antagonis mengarah kan kebencian nya pada nya bukan pada FL , para bos penjahat tidak membiarkan hidup nya berdamai . Mereka menggali rahasia yang tersembunyi pada nya , mengorek satu demi satu rahasia yang tersembunyi dari nya . Di tengah-tengah misteri kelahiran , bos penjahat itu berubah menjadi anjing penjaga nya. Mereka tidak membiarkan nya hilang sedetik dari pengawasan mereka .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BLACK FANTER, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

...Volume 1...

...Bab 1...

...Darah Yang Manis...

Kamar Pribadi ( Lantai dua Kafetaria )

Risa berada di dalam pelukan nya Theo , untuk saat ini Risa hanya diam dan tidak berani bergerak berlebihan. Suasana hati nya sangat kacau dan rumit , seharus-nya tadi dia berpura-pura sakit atau pingsan . Dia menyesal dengan keputusan nya yang tergesa-gesa ini .

"Arg ... Arg ... "

Risa merasa leher nya agak gatal dan detik berikut-nya sakit , sial laki-laki sinting menggigit leher nya terlalu kuat mengapa gigitan orang sinting ini begitu menyakitkan , seberapa tajam kah gigi nya di bukan Vampir kan ? , Tidak mana mungkin vampir itu ada itu hanya khayalan . Risa berusaha sekuat tenaga mendorong laki-laki sinting itu .

" Menjauh dari ku ! "

Bruukk

Theo yang terdorong jatuh menyeringai .

Risa menyerengit dan memegang leher nya yang terdapat bekas darah , Risa melotot ke Theo .

" Kamu manusia bukan Vampir , gigit orang sembarangan memang nya darah enak apa di makan "

Risa meledak marah , walau biasa nya ia sangat tenang dan di dalam tubuh remaja itu terdapat jiwa orang dewasa. Namun emosi remaja masih mempengaruhi Risa sendiri .

Risa melihat sudut mulut Theo yang ada beks darah nya , ia menggigil ngeri laki-laki ini benar-benar minum darah nya memang rasa nya enak apa .

Theo malah tersenyum dan tertawa .

" Ah ... Kamu memang masih remaja , walau pun wajah mu begitu tenang dan datar tapi kamu masih cukup kekanak-kanakan . Siapa sangka kamu membaca hal-hal fiksi itu puft ... Ha .. ha .. "

Melihat reaksi Theo yang tidak wajar , membuat Risa semakin ingin kembali ke Vila nya sekarang .

" Sudah selesai kan ? , Aku akan kembali "

Tap tap tap

Risa menuju pintu itu dengan tergesa-gesa , dia sudah tidak mau berurusan dengan laki-laki sinting lagi . Risa memegang gagang pintu dan berusaha membuka pintu namun tidak bisa , apakah itu menyangkut ? Tidak itu terkunci sial laki-laki sinting itu mengunci nya di sini .

Risa berbalik dan bertemu tatapan penuh gairah laki-laki sinting itu , tatapan nya yang mencoba mencari rahasia tersembunyi di mata nya . Ekspresi wajah Risa menjadi dingin , kali ini jika dia berhasil lolos dia akan membakar dupa untuk orang tua itu .

" Mengapa tidak pergi ? , Ah aku tahu mawar kecil ku pasti ingin bersama dengan ku lebih lama ya " Theo tersenyum menyeringai

Theo bangkit dan menepuk baju yang sebentar takut nya ada debu yang menempel , dia masih tersenyum dan melangkah menuju Risa dengan langkah perlahan .

Risa tahi bahwa senyuman yang indah itu mengandung berbagai bahaya tersembunyi , dan laki-laki sinting ini tidak tahu malu , dia seperti Hooligan tidak tahu malu .

" Buka pintu nya ? " Suara Risa terdengar rendah dan dingin

Theo masih tersenyum tidak berbahayanya , dia semakin dekat dengan Risa . Suara langkah nya yang terdengar jelas akibat sepatu kulit yang di pakai nya .

Tap tap

" Berhenti di sana ! " Perintah Risa datar

Theo berhenti maju dan dalam beberapa langkah lagi dia mencapai Risa , Theo menyeringai .

" Bukan nya Mawar kecil meminta Tuan Muda ini membuka kan pintu , kalau begitu Tuan Muda ini harus mendekat ke mawar kecil kan ? " Dia berkata dengan wajah yang tidak bersalah .

Tapi siapa yang percaya , Risa dengan wajah datar menyingkir dari pintu .

" Buka kalau begitu ! " Ucap Risa rendah

Theo tersenyum smirik , dia melanjutkan langkah nya lagi dan telah mencapai pintu itu . Sedangkan Risa menatap nya dari samping , Theo menyeringai lagi saat dia menyentuh gagang pintu , dia malah menarik tangan Risa dan mengunci nya di dinding dengan kedua tangan nya .

Wajah Risa berubah pucat pasi lalu dia menatap Theo dingin , pergerakan nya di kunci oleh si laki-laki sinting ini . Saat dia mencoba menggunakan kaki nya , itu malah di kunci dengan kaki panjang milik brengsek ini . Sial dia belum pernah mengalami hal ini dalam hidup nya .

" Ingin pergi HM ? " Suara magnetis dan serak seorang Pria terdengar di telinga nya .

Theo meniup telinga nya , Risa mengutuk orang ini berani menyerang titik sensitif seorang gadis .

" Apa yang kamu lakukan ? "

Theo mencubit dagu Risa dengan tangan nya , dan membuat nya wajah mereka saling bertemu . Tatapan Theo selaku tertuju pada bibir tipis yang mungil itu , dia tidak tahu mengapa ada dorongan di hati nya untuk mencium bibir mungil mawar kecil nya ini .

" Hiss itu sakit "

Theo mencengkram dagu Risa terlalu kuat , sehingga menyebabkan dagu Risa agak merah . Risa memelototi Theo , tapi di Mata Theo Risa sangat lah imut . Lihat pipi nya yang mengembung itu sangat imut ia ingin mencubit nya .

" Ah mawar kecil ku sangat imut "

Theo mencubit pipi Risa gemas , suasana yang tadi nya dingin berubah menjadi kekonyolan .

" Berhenti mencubit ! " Risa kesal

Theo akhir nya berhenti dan melepas-kan Risa . Theo menarik tangan Risa lagi , Risa menyerengit dan bertanya .

" Kemana kamu membawaku lagi ? "

Theo hanya tersenyum sebagai jawaban , dia membuat Risa kembali duduk ke tempat semula .

" Tunggu di sini ! " Pinta Theo

Theo mengambil sebuah kotak P3K dari sebuah lemari obat , lalu membawa nya menuju Risa .

" Kemari !" Pinta Theo halus

Risa mendengus " Aku bisa sendiri "

Saat Risa hendak mengambil kotak P3K dari tangan Theo , Tangan nya malah di tangkap oleh Theo .

" Mawar kecil yang tidak taat , Tuan Muda ini sedang dalam mood yang bagus . Biar aku yang lakukan ! "

Theo membuka kotak obat itu dan mengeluarkan alkohol dan kapas , Theo mengoles kan Alkohol ke bekas gigitan nya di leher Risa . Namun pandangan nya selalu tertuju pada leher Risa , yah darah nya terasa manis dan enak dia ingin lagi .

Theo menghapus pemikiran absurd nya itu dari benak nya , ini aneh mengapa ia selalu beraksi saat melihat darah gadis ini . Dia memang sudah terbiasa melihat darah orang lain , tapi bukan untuk di minum atau di makan . Hah ini aneh ia harus menguji darah gadis ini nanti di lab bersama dengan Mill .

Setelah mengoles kan Alkohol ,Theo mengambil perban dan memakaikan nya dileher Risa . Seperti nya hari ini ia harus membiarkan mawar kecil nya pergi , dia harus menjauhi nya sementara karena tubuh nya merasa aneh .

" Sudah selesai "

Risa tidak menyadari pemikiran Theo yang sedang kalut itu . Di pikiran nya hanya satu keluar dari sini secepat nya , Risa memandang Theo yang asik membalut kain kasa di leher nya . Memang laki-laki ini sangat tampan , tapi mengapa dia membiarkan rambut nya panjang dan bahkan repot-repot mengikat nya , dan bila dia dengan serius melakukan pekerjaan dia terlihat enak di pandang .

" Ah apakah mawar kecil ku akhir nya sadar bahwa aku sangat tampan " Theo tersenyum menggoda

Risa menarik kembali perkataan nya , laki-laki sinting tetap lah sinting .

" Huh tidak !!! "

Theo hanya tersenyum dalam diam dan dia juga mengganti perban di tanhan Risa .

" Siapa yang melukai-mu mawar kecil ?, Ini seperti nya masih baru "

Theo membuka kain kasa di pergelangan tangan Risa , Dan menatap Risa dengan khawatir . Tapi wajah nya tiba-tiba menunjuk-kan keanehan .

(" Aroma ini sangat harum , aku ingin meminum nya ... Tidak .... Tidak ... Oh Shit " Batin nya )

Theo sedanh bertarung dengan keinginan batin nya sendiri , dan Risa tidak menyadari nya sama sekali . Theo dapat menahan hasrat nya itu dan melanjutkan mengganti perban di tangan Risa .

Risa menatap wajah Blair yang agak pucat , dia semakin khawatir dari hati nya bahwa ia akan di gigit lagi . Jadi dia mengeluarkan dupa yang sama dengan yang membuat Rein tertidur .

" Aroma ini sungguh menenang-kan "

Theo tiba-tiba tertidur di meja makan , dan Risa hanya tersenyum tipis melihat Theo yang tertidur . Risa menggeledah kantong Theo dan menemukan kunci pintu.

" Lebih baik jangan menyerang sistem pemantauan nya dan biarkan saja dengan cara manual " Batin Risa

Risa dengan cepat membuka pintu dan keluar , ia berhasil selamat kali ini . Dia harus berhati di masa depan yang akan datang .

1
Nur asysyfha
infokan
Hilma 18
2025 hadir masih setia😭😭😭
Hilma 18
balik lagi thor kangen rasanya 😭😭😭
Arunika
Tolong lanjutkan ceritanya amu sudah Menunggu
havenaaa_
tolong lanjutkan cerita ini sehingga tamat penulis. saya dengan sabar menunggu lanjutan cerita anda yang sangat menarik dan seru iniii!!!
@¥u &@n!
Masih belum mudeng aku
@¥u &@n!
Hadir
penggemar_Uangkecil?!
..
penggemar_Uangkecil?!
.
penggemar_Uangkecil?!
z.
penggemar_Uangkecil?!
z
penggemar_Uangkecil?!
z.
penggemar_Uangkecil?!
z
penggemar_Uangkecil?!
z.
penggemar_Uangkecil?!
z
penggemar_Uangkecil?!
z.
penggemar_Uangkecil?!
z
Ddyat37 Del*
love it tidur lah spi pgi hahaha lanjuttttt
penggemar_Uangkecil?!
p
penggemar_Uangkecil?!
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!