NovelToon NovelToon
Cinta Sheila

Cinta Sheila

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:488.3k
Nilai: 4.6
Nama Author: Iin Nuryati

Sheila gadis yatim piatu yg diasuh dan dibesarkan oleh pamannya, harus menikah dengan Steven, anak dari sahabat baik mendiang ayahnya. Tetapi Steven sudah memiliki kekasih, Nila.

Perjodohan yg memaksa mereka berdua terikat dengan sebuah pernikahan. Akankah cinta tumbuh di antara mereka berdua, sementara sang ibu mertua begitu membenci Sheila? Bagaimana kelanjutan dari pernikahan karena perjodohan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alasannya

Sesuai kesepakatan mereka semalam sore ini Steven dan Sheila pulang ke rumah. Mereka hanya disambut oleh Bik Minah dan Mbak Siti. Papa Ricko belum pulang dari kantor sementara mama sedang ada acara arisan dengan teman-teman sosialitanya.

Steven dan Sheila langsung naik menuju ke kamar mereka untuk membersihkan diri. Selesai mandi Sheila pamit turun ke bawah hendak memasak untuk makan malam.

Malam harinya, mereka berempat makan malam bersama di meja makan.

"Papa seneng kalian udah pulang. Gimana, udah ada hasilnya belum?" tanya Ricko ambigu.

"Udah ada hasil? Hasil apa Pa?" tanya Steven dengan kening berkerut bingung.

"Calon cucu untuk Papa lah, apalagi?"

Kalimat Ricko tersebut sontak membuat Steven, Sheila, bahkan Amelia tersedak. Mereka lalu minum air putih dari gelas masing-masing.

"Apaan sih Pa, kok tiba-tiba nanya gituan," kata Steven salah tingkah.

"Loh, salah Papa dimana? Kemarin Andika bilang kalian pengen quality time berdua, itung-itung gantinya honeymoon karena kalian gak punya waktu pergi jauh," Ricko menjelaskan.

"Sialan Lo Dan. Alasan apa sih yang Lo kasih ke Bang Dika sampe Papa bertanya calon cucu gini," umpat Steven dalam hati.

Andika adalah asisten pribadi Ricko. Usianya yang hanya terpaut empat tahun dari Steven membuat mereka lumayan dekat. Andika orang yang mudah bergaul.Dia juga sering membantu Steven, Danny dan Ken mengenai masalah pekerjaan. Steven bahkan sudah menganggap Andika seperti kakaknya sendiri. Kesepian yang dirasakannya sebagai anak tunggal membuatnya nyaman sharing dengan Andika.

"Doa'in aja deh Pa," kata Steven akhirnya mencari jalan aman.

Sheila dan Amelia mendelik ke arah Steven. Sementara Ricko mengangguk menanggapi.

Selesai makan malam Ricko mengajak Steven ke ruang kerja membahas masalah pekerjaan. Sheila membereskan meja makan dan mencuci piring kotor seperti biasanya. Selesai mencuci piring, baru saja Sheila membalikkan tubuhnya, Amelia sudah berdiri di hadapannya.

"Dasar wanita kurang ajar. Kamu sengaja kan mengajak Steven menginap di apartemen biar bisa bebas merayu Steven, iya?" sentak Amelia pelan dan tajam, khawatir terdengar Ricko dan Steven di lantai dua.

"Bu-bukan gitu Ma. Kemarin-"

"Alah, gak usah banyak alasan. Bahkan kamu juga sengaja kan melarang Steven menemui Nila. Kamu bener-bener ngelunjak ya sekarang. Ternyata bener ya, buah jatuh gak jauh dari pohonnya. Ibu sama anak kelakuannya sama aja," potong Amelia menusuk meski diucapkan dengan nada pelan.

Sheila semakin bingung dengan perkataan ibu mertuanya.

"Maksud Mama apa?"

"Kamu sama ibu kamu itu sama aja. Ibu kamu merebut Jason dari aku. Dan sekarang kamu mau merebut Steven dari Nila. Dasar perusak hubungan orang."

Sheila tersentak mendengar ucapan ibu mertuanya. Mulutnya kelu tidak mampu mengucapkan kata-kata.

"Sekarang kamu tau kan kenapa saya sangat membenci kamu? Ibu kamu sudah merebut laki-laki yang saya cintai. Dia bahkan melemparkan saya kepada sahabatnya sendiri, Ricko, agar dia bisa aman menikah dengan Jason," kata Amelia pelan tapi penuh penekanan dan sarat akan kebencian.

Mata Sheila sudah memerah menahan air mata. Dadanya terasa sesak mendengar kenyataan pahit yang baru saja disampaikan ibu mertuanya.

"Bunda Miranda tidak mungkin seperti itu. Pasti terjadi kesalahpahaman antara Bunda dengan Mama," batin Sheila menolak mentah-mentah perkataan Amelia, ibu mertuanya itu.

"Saya tekankan sekali lagi, jangan pernah kamu mencoba merayu Steven dan merebut Steven dari Nila, ingat itu baik-baik."

Setelah berkata demikian Amelia langsung pergi meninggalkan Sheila sendiri di dapur.

Sheila masih terdiam dalam keterkejutannya. Sekuat tenaga Sheila menahan air matanya. Perlahan Sheila melangkahkan kaki menuju ke kamarnya. Mengambil air wudhu Sheila kemudian melaksanakan sholat isya' terlebih dahulu, tidak menunggu Steven. Sheila mencurahkan segala kegundahan dan air matanya dalam do'anya kepada Allah SWT.

Sekitar jam sepuluh malam Steven masuk ke dalam kamar. Sedikit terkejut mendapati Sheila sudah lebih dulu membaringkan tubuhnya dengan posisi membelakangi dirinya. Steven lalu duduk di tepi ranjang.

"Sudah tidur Shei?"

"Maaf Mas, aku sedikit capek jadi aku duluan sholat tadi," jawab Sheila tanpa berniat membalik tubuhnya menghadap suaminya.

"Ya udah gak pa-pa. Istirahat aja kalo capek. Aku sholat dulu."

Steven lalu beranjak ke kamar mandi, mengambil wudhu kemudian sholat isya'. Selesai Steven sholat Sheila masih tetap pada posisinya semula. Steven tahu Sheila belum tidur. Steven juga menangkap gelagat kalo Sheila sengaja ingin menyembunyikan wajahnya dari Steven.

Ya, Sheila sengaja menyembunyikan wajahnya. Dia tidak ingin Steven melihat wajahnya yang sembab karena habis menangis.

Dengan sengaja Steven menjatuhkan gelas yang baru saja diminumnya.

"Aawww," pekik Steven sambil memegangi tangannya yang berdarah.

Reflek Sheila langsung bangkit dari tidurnya dan segera memburu Steven yang jarinya berdarah terkena pecahan gelas.

"Kamu gak pa-pa kan Mas? Kenapa bisa sampe berdarah gini," kata Sheila panik sambil menyesap darah di jari Steven yang tidak seberapa.

"Kamu nangis ya? Ada apa Shei? Ada masalah ya?" bukannya menjawab Steven justru bertanya sambil menangkup sebelah wajah Sheila dengan tangannya yang bebas.

Sheila memalingkan wajahnya ke arah lain, menghindari tatapan Steven.

"Aku gak pa-pa kok Mas," elak Sheila.

Steven membawa Sheila duduk di tepi ranjang.

"Jangan bohong Shei. Aku tau kamu habis nangis. Ada masalah apa, hmm?"

"Aku beneran gak pa-pa Mas. Sebentar ya aku ambilkan kotak obat dulu."

Sheila hendak berdiri tapi ditahan oleh Steven.

"Ini cuma luka kecil, gak masalah."

Steven tadi memang sengaja melukai jarinya untuk bisa mendapatkan perhatian Sheila. Steven yakin ada yang tidak beres. Sheila sengaja menyembunyikan wajahnya.

"Kamu ada masalah apa, cerita dong sama Mas," bujuk Steven.

Sheila tidak menjawab. Dia hanya menundukkan kepalanya dalam, menghindari tatapan mata menyelidik Steven.

"Kamu kangen sama Ayah Jason dan Bunda Miranda?" tebak Steven.

Mendengar nama almarhum kedua orang tuanya disebut Sheila langsung terisak pelan. Teringat kembali perkataan ibu mertuanya tadi tentang sang Bunda.

Steven segera menarik Sheila. Merengkuhnya ke dalam pelukannya. Sheila menangis di dada Steven.

"Besok kita ziarah ke makam mereka ya!"

Sheila mengangguk pelan di dada suaminya. Steven mengusap kepala dan punggung Sheila, mencoba menenangkan Sheila yang masih menangis di pelukannya.

1
Remi
shella nya ganti nama jadi maimunah
nana supriyatna
Luar biasa
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya,

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Surya Hermawan
sayangnya disebelah jd nggak bisa ngikutin /Sob//Sob/
Surya Hermawan
Luar biasa
Surya Hermawan
nongol nih anggota baru
Maldini
aku mampir
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
masyaaallah..wanita baik baik akan membawa pengaruh baik pada orang orang di sekelilingnya
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
sabar Sheila, memang ujia hidup gitu laki kita baik,saudaranya kurang srek, mertua baik laki baik, anak rada nakal,ga ada yg sempurna udah jalanin aja Sheila sayang
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
duuh mertuamu gak asik bgt Sheila..sabar ya ndhuk
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
tunggu deh... ada apa sama mamanya Steven?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
kasian dua dua nya tidak menikmati malam Pertama nya
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
itu artinya Steven laki-laki yg baik, dan Sheila perempuan baik baik juga, bisa menjaga Marwah masing masing, trmksh Thor episode kali ini luar biasa, jadi iba sm sheila sekaligus kesel sama steven, tp ini pasti merupakan awal yang manis
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
kok mengandung bawang gini sie.. serbet mana serbet
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
auto senyum senyum sendiri Krn inget waktu ijab kabul sama husbu
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
eits Steven kamu yaaa
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
kasian Sheila menanggung beban yang amat berat, tapi curiga sih sama hubungan Steven dan nila beneran tulus gak sih si nila , mana sikapnya arogan dan kasar banget deh , ih lebih ge ship StevenxSheila
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
keren Thor ide ku luar biasa sukses terus dengan karya karyanya, saya suka
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
masyaaallah... coba dibuat film series pasti seru deh
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
Sheila sabar banget jadi manusia salut deh
idha idhutt
alur ceritanya menarik dan ringan, recomended banget pokoknya 😊😊😊

tetep semangat selalu kakak 😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!