NovelToon NovelToon
Malaikat Pelindung

Malaikat Pelindung

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:81.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Sariyah

Arifah yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar seringkali mendapatkan kenakalan teman-temannya bahkan gurunya sendiri pernah sesekali mempermalukannya.

Puncaknya, Aska sebagai saudara kandung Arifah tidak memberitahunya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal karena kecelakaan sebuah pesawat. Tidak sampai disitu, Aska sebagai keluarga satu-satunya yang ia punya pun juga pergi meninggalkannya. Belum lagi menghadapi anak angkat Mami yang ternyata seseorang yang datang hanya untuk mengambil keuntungan dari keluarganya.

Lalu mampukah Arifah berdamai dengan takdir yang telah digariskan? Dan apakah dengan hadirnya malaikat pelindung disisinya mampu membuatnya menjadi pribadi kuat dan tangguh?

Saksikan kisah selengkapnya ya, jangan lupa like dan vote juga. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 27 Kepergian Aska

"Siang ini Mas pergi keluar kota menemui klien, sementara Mas pergi Bu Aminah yang akan menemanimu" ucap Aska ditengah-tengah makan siang.

"Mendadak sih Mas?"

"Klien ini penting, jd Mas gak bisa mengundurnya lagi"

"Memang sekretaris Mas tidak bisa kesana sendiri tanpa Mas?" tanya Arifah sembari memasukkan nasi kedalam mulutnya.

"Sekarang kamu harus mulai terbiasa dengan kesibukan Mas. Mas juga sudah siapkan supir untuk mu berangkat dan pulang sekolah dan ingat selama Mas tidak ada dirumah jangan nakal" jelas Aska.

Apa banget coba, mana ada aku nakal!

"Oke!" ucap Arifah singkat malas menanggapi Aska.

Usai makan siang, Arifah masuk kekamar Aska yang sedang bersiap-siap mengemasi barang bawaannya.

"Berapa lama Mas pergi?" tanya Arifah yang sudah duduk disamping tempat tidur Aska. Sebenarnya ia sulit mengizinkan Aska pergi keluar kota meskipun itu untuk urusan pekerjaan. Ia masih ingat jelas kejadian kedua orang tuanya yang meninggal karena pekerjaan juga. Tapi ia juga tidak punya kuasa melarang Aska.

"Seminggu" ucap Aska masih sibuk mengemas. Ia merasa repot mempersiapkan segala keperluannya. Andai aku punya istri pasti tidak akan repot sendiri. Pikirnya.

"Lalu bagaimana Mas melamar Mbak Viona? Bukankah seminggu lagi?" tanya Arifah yang asyik dengan hp barunya yang baru saja dibelikan Aska sebagai hadiah keberhasilannya masuk kesekolah favorit.

Aska menghentikan aktifitasnya menatap Arifah yang tengah sibuk mengetik sesuatu.

"Tidak tahu."

Ucapan Aska mengagetkan Arifah. Tentu saja ia sangat senang akhirnya Aska tidak jadi menikah, dengan begitu Aska akan terus bersamanya kapan pun dimana pun, yess!

Setelah selesai mengemasi barangnya, Arifah membantu Aska membawa barang bawaanya dibantu Bu Aminah menuju mobil. Disana sudah ada Pak Damang suami Bu Aminah.

"Oh ya ini Pak Damang suami Bu Aminah yang akan menggantikan Mas antar jemput kamu" jelas Aska.

"Bu Pak, saya titip Arifah."

"Baik tuan" ucap Pak Damang dan Bu Aminah bersamaan.

"Ingat pesan Mas tadi dan jangan buat Pak Damang dan Bu Aminah khawatir" ucap Aska yang sebenarnya berat meninggalkan Arifah sendiri. Tapi mau bagaimana lagi, ia harus meneruskan perusahaan Papi, lagipula ini untuk masa depan Arifah juga.

Arifah hanya mengangguk.

"Mas hati-hati."

"Iya" ucap Aska sembari membelai pucuk rambut Arifah, kemudian pergi meninggalkan kediamannya menuju rumah Viona.

Sesampainya disana tampak Viona sudah bersiap-siap, diapit kedua orang tuanya disisi kanan dan kirinya seolah menyambut kedatangan Aska. Viona adalah anak satu-satunya Tuan Doni dan Nyonya Sinta.

"Selamat siang Tuan, Nyonya" ucap Aska ramah sembari mencium punggung tangan keduanya.

"Jangan panggil Tuan dan Nyonya. Panggil saja kami Papa dan Mama, anggap kami ini orang tua kamu. Kami sudah tahu kedua orang tua kamu sudah tiada, Viona yang memberitahunya. Kami turut berduka" ucap Papa Doni dengan memegang pundak Aska.

Aska menatap Viona sekilas.

"Terima kasih Pa Ma." ucap Aska canggung.

Papa Doni tersenyum dengan kecanggungan Aska, ia mengira Aska dan Viona ada hubungan.

"Baiklah kalau begitu kalian hati-hati, saya titip Viona."

Aska dan Viona pun pergi usai berpamitan pada kedua orang tuanya. Selama diperjalanan tidak ada percakapan, hanya seputar pekerjaan yang menjadi perbincangan. Sementara untuk yang lain Aska belum dapat meyakinkan dirinya, ia belum siap ditolak Viona. Padahal Viona sudah sangat berharap tadi Aska akan mengutarakan niatnya pada kedua orang tuanya.

Sesampainya dikota tujuan Aska memesan dua penginapan dihotel Raflessia. Ia merebahkan tubuhnya dihotel yang telah dipesan usai menyantap makan malam bersama Viona. Viona sudah mempersiapkan segalanya untuk bertemu klien besok ditengah percakapan mereka. Dan Aska senang mendengarnya, ia bisa tidur nyenyak malam ini karena perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan.

Dikamar lain, Viona sedang memeriksa ulang power point yang telah ia kerjakan kemarin malam. "Jangan sampai ada yang ketinggalan" gumamnya dengan teliti memeriksanya satu per satu.

Keesokan paginya Viona sudah bersiap-siap menuju lokasi. Namun Aska tak kunjung keluar dari kamarnya. Ia pun berinisiatif menghubungi nomor Aska.

"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, mohon periksa kembali nomor tujuan anda.. Tut Tut.."

"Ya ampun Aska, kamu ngapain sih mana hp gak aktif pula" gerutu Viona.

Mau tidak mau Viona menuju kamar Aska. Mungkin Aska masih tertidur, pikirnya.

Tok.. Tok.. Tok

Lama sekali!

Viona kembali menghubungi Aska melalui ponsel, lagi-lagi dengan jawaban yang sama. Viona pun kembali mengetuk pintu, namun baru saja Viona hendak mengetuk pintunya Aska sudah membukanya dengan penampilan yang sudah rapi.

"Kenapa lama sekali!" cecar Viona memukul lengan Aska.

"Auu sakit."

"Ayo cepat nanti kita telat loh."

Viona menarik lengan Aska.

"Hp kamu kenapa tidak aktif?" tanya Viona masih memegang lengan Aska diperjalanan menuju tempat parkir.

"Mungkin baterainya habis" jawabnya santai.

"Kamu harus segera memiliki istri, supaya ada yang mengurusmu dan tidak lambat seperti tadi" ucap Viona kesal.

Sebenarnya Aska sengaja mematikan ponselnya dan sedikit telat, supaya Viona memperhatikannya. Seorang Aska tidak pernah telat, apalagi urusan pekerjaan dan hpnya juga selalu on. Mungkin ini adalah hal gila yang dilakukan Aska demi mendapat perhatian dari Viona.

"Kamu mau mengurusku?" tanya Aska tanpa menatap Viona.

"Tentu saja aku mau mengurusmu" ucap Viona tanpa basa basi.

"Itu berarti kamu mau jadi istriku"

"Iya"

Yess!

"Aku akan segera menikahimu" ucap Aska tersenyum mengembang.

Mereka saling berbicara tanpa melihat satu sama lain.

"Secepatnya!"

Aska tersenyum sembari memegang tangan Viona, akhirnya!

Pertemuan Aska dan Viona sebagai sekretarisnya dengan klien pun berlangsung sangat baik dan sudah menandatangani proyek besar dan menjanjikan keuntungan triliyunan. Itulah sebabnya Aska tidak ingin kehilangan kesempatan bertemu dengan kliennya secara langsung.

"Terima kasih Pak Aska, senang bekerja sama dengan anda. Masih muda, cerdas, bertalenta dan sangat berbakat" puji kliennya yang bernama Pak Viktor.

"Sama-sama Pak, saya juga senang bekerja sama dengan anda. Semoga kita bisa menjadi partner yang baik" ucap Aska ramah.

"Omong-omong Pak Aska sudah menikah?" tanya Pak Viktor disela-sela perbincangan.

"Belum."

"Wah kebetulam sekali saya punya seorang putri yang seumuran dengan Pak Aska, saya yakin Pak Aska akan tertarik dengannya."

"Uhuk.. Uhuk.." Viona terbatuk, Aska segera menyambar air minum diatas meja rapat dan diberikan kepada Viona.

"Maaf Pak Viktor, tapi saya sudah memiliki calon istri" ucap Aska melirik Viona yang sedang meneguk air putih pemberiannya.

"Oh maaf, kalau begitu saya terlambat" ucapnya tersenyum ramah.

Mereka pun berpisah setelah puas berbincang-bincang. Tinggallah Viona dan Aska diruang rapat.

"Kamu baik-baik saja?" tanya Aska.

Viona mengangguk.

"Ayo kita makan, aku sangat lapar karena tidak sarapan tadi pagi." ucap Aska beranjak dari duduknya. Namun tangannya ditarik Viona hingga terduduk kembali. Aska bingung dengan tingkah Viona yang seenaknya, aku ini kan atasannya!

"Apa!"

"Ingat kamu adalah calon suamiku!" ucap Viona menatap Aska lekat-lekat menelusuri setiap lekuk wajahnya dan berlalu pergi meninggalkan Aska sendiri diruangan itu.

Aska masih salah tingkah, wajahnya bersemu memerah. Benar-benar wanita itu, berani sekali dia.

.

.

.

Jangan lupa like n vote 😁

1
Novellette (akun thor hiatus)
bc lg judulnya" Pacarku super Idol " cr aja dikolom pencarian dn bc juga karyaku judulnya, "Wu lan zhang" cek diprofilku maaf gak sopan ttp sukses
Novellette (akun thor hiatus): tunggu,ya
total 2 replies
Novellette (akun thor hiatus)
udh mampir
Irena Marsha
stlh skian lama,terucap juga..lanjuut thor. 😁😁
🍬🧀Kara
Terus berkarya Thor😘
Author Rie: makasih yakk 💪
total 1 replies
Kohaku
mantab
Author Rie: makasih 😊
total 1 replies
YouTrie
Ok lanjut..support buat author..
Author Rie: maaciw budhe 🤗
total 1 replies
Ria Diana Santi
Wah, selamat!🥳🥳🥳 Sukses terus!
Author Rie: aamiin, maaciw 🤗
total 1 replies
alisha
rate 5 dan vote
Author Rie: maaciw 🤗
total 1 replies
Anindyta
semangat terus ya thorr
jangan lupa jaga kesehatan jugaa
like nya sudah mendarat
Yuniarti Muskan Sanir: udah habis ya Thor ??
total 2 replies
Yuniarti Muskan Sanir
lanjut
ͼӈªȋϩȧ
semangat up
Syl_Vien
RYU hadir ka👍🥰

lanjut dan semangat selalu💪😍💜
Ria Diana Santi
Semangat up-nya Thor.
Ferly Ina
6 like mendarat 🤗🤗
🍬🧀Kara
Dukungan mendarat
Semangat tuk karyanya ya kak 🤗❤️
HIATUS
Like it 💕 semangat thor 💪 salam dari novel Cinta Beda Status Sosial 😘
HIATUS
Like 💞like 💞 like 💞
HIATUS
Like it 💕
HIATUS
Jempolll 👍
HIATUS
Like thor ❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!