NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja 2

Pewaris Makam Para Raja 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Beranjak dari takhtanya sebagai penguasa berdarah di perbatasan selatan.

Lin Xiao kini melangkahkan kaki ke dalam pusaran konspirasi mematikan Kota Awan Suci, tempat di mana eksistensi Jiwa Murni berkeliaran layaknya prajurit biasa dan Empat Sekte Suci mengendalikan langit.

Di musim kedua ini, tirai misteri Makam Para Raja perlahan ditarik lebih lebar melalui sebuah ekspedisi menegangkan ke dalam reruntuhan dimensi kuno yang tidak hanya menguji batas kekuatannya untuk menembus ranah Jiwa Murni, tetapi juga menguak luka, penyesalan, serta masa lalu dari para roh kaisar yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Ditemani oleh Xue Mingyue, raksasa setia Meng Shan, dan seorang gadis bercadar misterius yang menyimpan rahasia terdalam dari pusat benua, Lin Xiao harus menyeimbangkan ambisi penaklukannya dengan ikatan emosional yang semakin kuat, membuktikan bahwa di balik arogansi dan kekejaman seorang Kaisar Bayangan, terdapat jiwa manusiawi yang terus berjuang mendobrak takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Keheningan yang mencekam menyelimuti markas Paviliun Malam Kematian selama tiga hari berturut-turut setelah terobosan Xue Mingyue.

Di luar, para komandan dari Sekte Api Nirwana telah membalikkan setiap batu di distrik luar, namun tidak menemukan jejak pembunuh yang mereka cari.

Di dalam ruang kerja rahasianya, Lin Xiao berdiri menghadap ke arah jendela yang menatap langsung ke pusat distrik kumuh tersebut.

"Aku akan memasuki pelatihan tertutup di dalam ruang dimensi Dantianku mulai hari ini, Xue'er." ucap Lin Xiao tanpa menoleh ke belakang.

"Waktu kita hanya tersisa sekitar dua bulan lebih sedikit sebelum turnamen konyol itu dimulai." lanjut sang Kaisar Bayangan.

"Aku menyerahkan seluruh operasional ekspansi Paviliun Malam Kematian ke tanganmu."

Xue Mingyue yang berdiri di belakangnya dengan anggun menganggukkan kepalanya yang kini memancarkan aura es abadi.

"Kau bisa mempercayaiku, bos." jawab gadis itu dengan nada percaya diri yang sangat kuat.

"Dengan kekuatanku yang sekarang berada di tahap Jiwa Murni, menundukkan geng-geng tikus di distrik luar ini semudah membalikkan telapak tangan."

Lin Xiao tersenyum tipis dan akhirnya memutar tubuhnya, menatap wajah cantik tangan kanannya tersebut.

"Jangan hanya menundukkan mereka, Xue'er, pastikan kau menanamkan teror yang absolut di hati mereka." pesan Lin Xiao dengan kejam.

"Aku ingin saat aku keluar nanti, Paviliun Malam Kematian bukan lagi sekadar sindikat, melainkan sebuah sekte bayangan yang memiliki taring dan racun."

"Dan Meng Shan, pastikan kau tidak mati karena terlalu banyak minum anggur murah selama aku pergi." tambah Lin Xiao melirik ke arah pemuda raksasa di sudut ruangan.

"Hahaha! Jangan khawatir, Tuan, saya akan sibuk mematahkan tulang anggota baru kita setiap hari!" tawa Meng Shan sambil menepuk kapak besarnya.

Lin Xiao mengangguk puas, dia segera berjalan menuju ranjang giok dan duduk bersila, menutup matanya untuk memulai meditasi panjangnya.

Wush.

Kesadaran Lin Xiao langsung tersedot masuk ke dalam ruang hampa dimensi di dalam Dantiannya, tempat Makam Para Raja berada.

Di alam kesadaran itu, waktu berjalan jauh lebih lambat, memungkinkan Lin Xiao untuk menyempurnakan hukum gravitasi dan ruang dari warisan Kaisar Ilusi Bintang.

Hari berganti minggu, dan minggu perlahan berganti bulan di dunia nyata.

Selama Lin Xiao terlelap dalam pelatihannya, badai perubahan yang sangat radikal melanda seluruh urat nadi Kota Awan Suci.

Di bawah komando mutlak Xue Mingyue yang dijuluki 'Ratu Es Berdarah', Paviliun Malam Kematian melancarkan ekspansi yang luar biasa agresif.

Setiap geng, rumah lelang ilegal, dan serikat pembunuh bayaran di distrik luar diberikan dua pilihan sederhana: tunduk atau membeku menjadi debu.

Tidak ada yang mampu menahan amukan dari seorang ahli Jiwa Murni muda yang memimpin pasukan algojo berbadan raksasa seperti Meng Shan.

Dalam waktu kurang dari dua bulan, seluruh wilayah luar kota yang sebelumnya terpecah belah kini bersatu di bawah satu panji panji hitam bermotif sabit merah.

Pasukan Paviliun Malam Kematian membengkak hingga memiliki lebih dari lima ribu kultivator pengelana tingkat tinggi.

Mereka telah menumpuk kekayaan dan sumber daya intelijen yang mampu menyaingi sekte kelas menengah di pusat benua.

Dua bulan sepuluh hari telah berlalu sejak insiden pembantaian Tuan Muda Yan Huo.

Brak.

Sebuah meja kayu hancur berkeping-keping akibat hantaman kepalan tangan seorang pria berpakaian mewah di sebuah aula pertemuan.

Pria itu adalah utusan penagih pajak dari Aliansi Empat Sekte Suci, yang dikirim ke distrik luar untuk memungut upeti tahunan.

"Apa maksudmu kalian menolak membayar pajak perlindungan tahun ini?!" raung sang utusan menatap ratusan preman yang mengepungnya.

"Apakah Geng Ular Hitam kalian sudah bosan hidup sehingga berani menentang hukum sekte suci?!"

Meng Shan yang berdiri di barisan paling depan meludah ke lantai, memandang rendah utusan arogan yang hanya berada di tahap Inti Emas akhir tersebut.

"Geng Ular Hitam sudah lama mati, kakek tua." ejek Meng Shan menepukkan kapaknya ke telapak tangan.

"Tanah ini sekarang adalah wilayah kekuasaan Paviliun Malam Kematian, dan kami tidak membayar sepeser pun kepada anjing-anjing sekte."

Utusan itu membelalakkan matanya ngeri melihat aura membunuh yang dipancarkan oleh ribuan preman terorganisir di depannya.

"K-kalian ini adalah pemberontak! Aku akan melaporkan hal ini dan markas kalian akan diratakan dengan tanah!" ancam utusan itu mulai melangkah mundur dengan gemetar.

Namun sebelum utusan itu sempat mencapai pintu keluar aula, suhu ruangan mendadak merosot drastis hingga napasnya membeku di udara.

Sss.

Xue Mingyue melangkah turun dari tangga aula, gaun biru safirnya memancarkan tekanan absolut dari seorang ahli Jiwa Murni.

"Kau tidak akan melaporkan apa pun kepada majikanmu hari ini, Utusan." desis Ratu Es itu dengan tatapan mematikan.

"Potong lidah dan kedua tangannya, lalu lemparkan tubuhnya ke luar perbatasan distrik sebagai pesan dari paviliun kita." perintah Xue Mingyue dengan sangat dingin.

Puluhan algojo langsung melompat maju, menekan tubuh utusan itu ke lantai tanpa memberinya kesempatan untuk meronta.

"T-tidak! Tolong ampun— Aaaarrghh!" jeritan utusan itu terdengar mengerikan saat pedang-pedang algojo mulai menjalankan tugasnya dengan presisi brutal.

Meng Shan menatap pemandangan itu dengan tawa tertahan, merasa sangat bangga dengan pencapaian kelompok mereka selama dua bulan ini.

Namun tiba-tiba, sebuah tekanan energi yang luar biasa mengerikan meledak dari arah ruang bawah tanah markas mereka.

Duarr.

Gempa bumi lokal mengguncang seluruh bangunan aula, membuat para anggota paviliun jatuh berlutut karena tekanan aura yang menyapu jiwa mereka.

Aura itu bukanlah hawa dingin es, melainkan sebuah paksaan gravitasi murni yang seolah ingin meremukkan langit itu sendiri.

Xue Mingyue menengadah, matanya berbinar melihat atap bangunan markas mereka bergetar hebat.

"Tekanan yang luar biasa ini... bos kita akhirnya sudah bangun dari tidur siangnya yang panjang." bisik Xue Mingyue dengan senyum bangga.

Wush.

Pintu ruang bawah tanah meledak menjadi serpihan kayu, dan dari balik kepulan debu, sesosok pemuda berjubah hitam melangkah keluar dengan langkah santai.

Mata cokelat Lin Xiao kini memancarkan kilauan perak yang sangat dalam, setiap helaan napasnya seolah mampu mengubah aliran udara di sekitarnya.

"Dua bulan yang cukup produktif, Xue'er." ucap Lin Xiao memindai ribuan anggota baru yang kini sedang bersujud menahan tekanan auranya.

"Kalian semua boleh berdiri sekarang, anjing-anjingku." perintah sang Kaisar Bayangan menarik kembali tekanan gravitasinya.

Seluruh anggota Paviliun Malam Kematian berdiri dengan kaki gemetar, menatap sang pemimpin tertinggi yang selama ini hanya mereka dengar dari rumor.

Tekanan yang dia berikan barusan cukup untuk membuktikan bahwa rumor tentang kekejamannya bukanlah isapan jempol belaka.

Meng Shan berlari mendekati Lin Xiao dengan wajah berseri-seri layaknya anak anjing yang menyambut majikannya pulang.

"Selamat datang kembali, Tuan Lin Xiao! Anda terlihat jauh lebih kuat dan lebih menakutkan dari sebelumnya!" puji Meng Shan dengan sangat jujur.

"Aku mematangkan fondasi Jiwa Murniku dan menyempurnakan beberapa trik manipulasi ruang baru." jawab Lin Xiao menepuk debu dari pundaknya.

"Lalu, apa yang baru saja kalian lakukan pada pria malang di depan pintu itu?" tanya Lin Xiao melirik utusan sekte suci yang kini tergeletak bersimbah darah tanpa tangan dan lidah.

Xue Mingyue melangkah maju dan memberikan laporan singkatnya dengan elegan.

"Dia adalah anjing penagih pajak dari sekte suci, aku hanya mengirimkan sedikit pesan penolakan yang bersahabat." jawab gadis itu dengan senyum tipis.

Lin Xiao tertawa pelan, merasa sangat puas dengan inisiatif brutal yang diambil oleh wakilnya tersebut.

"Pesan yang sangat jelas dan bagus." nilai Lin Xiao melangkah melewati mayat utusan tersebut.

Pemuda itu berjalan ke tengah aula, menatap ribuan anggota baru faksi bawah tanahnya dengan pandangan seorang jenderal yang siap memimpin perang.

"Tiga hari lagi, Turnamen Empat Sekte Suci akan resmi diselenggarakan di distrik inti." deklarasi Lin Xiao dengan suara bariton yang menggema ke seluruh sudut ruangan.

"Kalian semua yang berdiri di sini adalah para pengelana yang dibuang, diremehkan, dan diinjak-injak oleh tatanan sekte suci selama bertahun-tahun."

"Namun mulai hari ini, kalian adalah taring dari Paviliun Malam Kematian, dan kita akan menggigit leher mereka dari balik bayangan."

Sorak sorai yang luar biasa keras meledak dari kerumunan preman dan pembunuh bayaran tersebut, menyambut deklarasi perang dari pemimpin agung mereka.

"Hidup Paviliun Kematian! Hidup Penguasa Bayangan!" raung mereka berulang-ulang dengan semangat yang membara.

Lin Xiao mengangkat tangannya, membuat seluruh ruangan kembali hening seketika.

"Xue'er, kumpulkan lima puluh ahli pembunuh terbaik yang kita miliki." perintah Lin Xiao memutar tubuhnya menatap ratu es tersebut.

"Kita akan menyusup ke wilayah inti malam ini juga, dan aku butuh kau mencari informasi tentang di mana sekte-sekte itu menyimpan pusaka dan perbendaharaan utama mereka selama turnamen berlangsung."

Xue Mingyue mengerutkan keningnya, sedikit terkejut mendengar prioritas dari misi penyusupan mereka.

"Aku pikir tujuan utamamu menyusup ke turnamen itu adalah untuk mengacaukan pernikahan Putri Suci dan menyelamatkan gadis manja itu?" selidik Xue Mingyue dengan nada sedikit cemburu.

Lin Xiao menyeringai lebar, memperlihatkan ambisi psikopatnya yang tidak pernah berubah sejak hari pertama dia tiba di dunia ini.

"Menyelamatkan wanita itu hanyalah agenda pribadi untuk menghiburku." bantah Lin Xiao dengan arogan.

"Tujuan utama kita datang ke pusat benua ini adalah untuk merampok segalanya, membakar apa yang tersisa, dan mengklaim takhta sebagai dewa kematian yang sesungguhnya."

Genderang perang akhirnya benar-benar ditabuh, dan persiapan invasi dari distrik kumuh menuju singgasana para dewa kini telah selesai sepenuhnya.

1
VirgoRaurus 31Smile
cincin kan di pakai di jari... kenapa Meng Shan pakai peluk mayat segala, kalau cuma mau ambil cincin....
VirgoRaurus 31Smile
emangnya orang koma itu pasti tubuhnya kaku ya ..
Muh, Manan
mc lemah banyak ngomong..
VirgoRaurus 31Smile
menikah dg siapa... bukankah calon pengantin pria sudah mati...?
Salafudin
lanjut....
Hironimus Dachi
cadassss
aliff mocet
bagusssss
sutrimo trimo
semangat thir lanjut💪💪💪💪
Hironimus Dachi
mantaps
Bambang Hartono
lanjut Thor... semangat
VirgoRaurus 31Smile
mati aja belum kok terbaring kaku... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
mencabut pedang es nya ke arah leher MC... maksudnya gimana Thor...?
Ironside
Request tambahkan makam raja insect Kak /Smile/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Busetttt, ditunggu insect nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!