Asyifa adalah seorang gadis yatim piatu yang hidup bertiga dengan kedua adiknya. Sebagai anak sulung, dia bertanggung jawab membesarkan kedua adiknya, setelah ayah dan ibunya meninggal akibat kecelakaan hebat saat pulang dari berjualan.
Suatu hari dia terlibat skandal dengan teman satu kelasnya, teman yang juga dia kagumi dalam diam.
Sebab skandal tersebut, dia harus kehilangan beasiswa dan menuntutnya untuk keluar dari sekolah favorit tersebut.
5 tahun kemudian, dia dipertemukan dengan teman sekelasnya dengan kondisi yang berbeda.
Tetapi cinta yang dulu pernah singgah... ternyata masih tetap menetap tanpa bisa terungkap.
Bagaimana kisah selanjutnya...
selamat membaca guys... semoga kalian terhibur...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PEMBELAAN MERTUA
" Dia adalah menantu saya... Jadi... Jangan coba coba menghina dia, apapun alasannya." tegas mama Nadia tanpa bisa di bantah.
Yumna hanya menatap kepergian mama Asyifa dan mama Nadia dengan geram.
Bertahun tahun yumna mengejar Arka, tetapi selalu di kalahkan wanita lain.
" Mama... Ini memalukan mama" ucap Yumna dengan manja pada ibunya.
"Kita bilang ke papamu, istri temannya telah mempermalukan kita." Jawab Bu Linda.
Sedangkan Asyifa dan mama Nadia, tidak jadi makan di foodcourt, mereka memilih makan di restoran lain.
" Kamu kalau di tindas begitu jangan diam saja Fa, kamu lawan. Suami kamu tidak 24 jam menemani kamu, jadi kamu harus bisa melawan siapapun yang berusaha menjatuhkanmu." kata mama Nadia menasehati Asyifa.
"Asyifa takut membuat masalah baru ma... Asyifa tidak ingin masa lalu terulang kembali dan membuat rumah tangga berantakan." jawab Asyifa.
" Membela diri itu penting. Mama akan bilang pada Arka kejadian tadi." tegas Mama Nadia.
Asyifa hanya diam... Sejujurnya dia tidak ingin berhubungan dengan Yumna dalam bentuk apapun. Bahkan bertemu pun juga enggan, tetapi... Takdir mempertemukan meraka kembali.
Sampai di rumah... Asyifa menata semua barang belanjaan, sedangkan mama Nadia tadi langsung pulang.
Rumah mereka hanya berjarak 100 meter. jadi tidak butuh waktu lama untuk saling berkunjung.
" Sudah selesai... Tinggal masak dan menunggu semua pulang." monolog Asyifa.
" Assalamualaikum mbak..." salam Bayu yang baru pulang kuliah.
" Walaikumsalam... Lekas mandi terus makan ya dek"Jawab Asyifa.
Bayu masuk ke dalam kamar dan Asyifa menata makanan yang sudah di masaknya.
Asyifa juga membuat kue untuk kedua adik iparnya. Putra dan Vero.
" Bayu..." Asyifa memanggil adiknya.
" mbak akan mengantarkan kue ini ke mama Nadia. Kamu di rumah atau ikut? " tanya Asyifa.
" Nanti aku menyusul mbak...." jawab Bayu.
Jarak tidak begitu jauh membuat Asyifa memutuskan untuk berjalan kaki, di tengah jalan dia berpapasan dengan vero yang baru pulang bermain.
" Mbak Syifa bawa apa?" tanya Vero.
" Kue kesukaan kamu dan putra." jawab Asyifa.
"Asyiiik... Duluan ya mbak, aku mau mandi dulu" ucap vero sambil berlari.
Sampai di depan rumah mertuanya, halaman tampak ramai, beberapa mobil dan motor asing berada di sana.
Asyifa ingin melewati pintu samping, tetapi ternyata terkunci. Mau tidak mau Asyifa melewati pintu utama dimana ruang tamu di penuhi tamu mertuanya.
"Assalamualaikum... " salam Asyifa yang langsung di jawab mama Nadia.
Semua pandangan tertuju pada Asyifa. Dari atas sampai bawah mereka melihat Asyifa yang berdiri di depan pintu.
"Loh Fa... Kenapa hanya berdiri di situ nak... Ayo masuk." mama Nadia baru datang dari arah dapur.
" Nadia... Menantu kamu belum hamil ya?"
Jleb!!
Pertanyaan itu lagi yang Asyifa dengar dari mulut pedas.
" Arka memang menunda memiliki anak, ingin pacaran dulu katanya. Dia ingin puas pergi kemanapun tanpa anak, nanti kalau sudah puas baru fokus mendidik anak." jawab Mama Nadia.
" Asyifa... Masuk nak... Kamu bawa apa?" lanjut mama Nadia.
" Maaf ma.... Asyifa membawa kue ini" jawab Asyifa menunjukkan kue buatannya.
" Waaaah banyak ini, kesukaan Putra dan Vero semua. sebagian taruh di piring bawa kesini, sebagian lagi kamu taruh di meja makan untuk adik adikmu. " seru mama Nadia.
Setelah Asyifa berlalu, mama Nadia kembali duduk bersama teman temannya.
" Eh jeng Nadia, punya mantu miskin malu maluin tidak sih, khawatirnya.... Dia tidak bisa menempatkan diri sama kita." kata salah satu teman mama Nadia.
Mama Nadia tersenyum...
" Kalian lihat saya malu maluin tidak saat kita bersama? " tanya Mama Nadia.
" ya tidak jeng, kita besti yang selalu bersama. benarkan ibu ibu...." kata salah satu teman mama Nadia.
"Saya juga orang miskin dulunya bu, saya jadi seperti sekarang karena menikah dengan mas Yamka, lagi pula Asyifa pandai membuat makanan yang bisa mengenyangkan perut suaminya, itu yang penting" jawab mama Nadia.
Nadia kembali ke ruang tamu dengan membawa beberapa piring kue. Lalu dengan sopan dia meletakkan nampan yang berisi kue ke meja.
" Tapi Nadia, anak juga penting selagi muda, jadi pas saat tua nanti, anak anak kita sudah besar, lagi pula kalau tidak ada anak... Suami suami tuh bisa bosan dan bisa jadi lari ke laki laki lain. " masih saja teman mama Nadia melontarkan kata kata pedas di hadapan Asyifa.
" Kalau ada anak... Suami kita tambah sayang sama kita." lanjut mereka.
" Lebih baik mereka menunda punya anak dan menikmati masa pacaran yang halal, dari pada punya anak tapi di titipkan pada orang tua, sedang mereka masih bersenang senang di luar, atau punya anak tetapi sering bertengkar karena sama sama capek yang di sebabkan kurang saling memahami dan mengerti, atau bisa juga menikah langsung punya anak, tetapi anak kurang perhatian karena ekonomi kurang sehingga keduanya harus bekerja. Lebih parah lagi hamil sebelum menikah, pernikahan dipaksakan tanpa tahu arti dari tanggung jawab, akhirnya... anak terlahir tanpa nasab dari ayahnya." sarkas mama Nadia membela menantunya.
"Saya lebih baik melihat menantu dan anak saya bahagia, rukun, dan saling mencintai, dari pada punya anak tetapi saling menyakiti. kenapa? Karena anak harus tumbuh di lingkungan yang sehat". Lanjut mama Nadia.
Semua terdiam mendengar panjang lebar ucapan mama Nadia. Niatnya ingin membuat Nadia membenci menantunya, tapi yang terjadi malah mereka di buat terdiam oleh kalimat kalimat sarkas mama Nadia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys... Selamat menikmati ya... Semoga kalian selalu suka dengan karya saya.
Semoga kalian semua sehat dan lancar rizkinya. Aamiin..
syifa sdh mngatakn ber kali".... untuk mnyudahi prnikahan kalian... agr kalian tak saling mnyakiti....
up bnyak"
capek mncintai sendirian... wloupun arka sbg suami sangt bertanggung jawab.....
untuk arka.... yakin km bneran g ada cinta untuk syifa.... yakin cinta sdh g pnting.....
ms iya km bisa mnjalani prnikahan dgn syifa smpe saat ini tnpa km merasakn cintamu untuk syifa🤔🤔🤔