NovelToon NovelToon
Lelah Berharap

Lelah Berharap

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: vita no

tiga tahun sudah pernikahan kita...Dipaksa menikah di usia muda ketika kita masih duduk di bangku SMA..
Tak ada kontak fisik. Di rumah seperti orang asing. Aku tahu Aksa memiliki ke kasih tapi apa salah ku. Hingga batas kesabaran ku hilang juga.

"Kak Aksa aku ingin gomong".
"Kalau ngomong ya ngomong aja Bintang".
"Kak mari kita berpisah".

Apa Aksa mengabulkan permintaan Bintang. Atau mempertahankan pernikahannya ???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vita no, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belajar Bersama Kak Aksa

Aksa tak sadar kalau makanan yang dimasak Bintang sudah siap. Saking asiknya mengagumi Bintang.

"Kak Aksa, kak...ini makanannya sudah siap kak. Ayuk kakak makan lagi nanti kakak bisa sakit kalau telat makannya."

"Ah, oh iya Bin. Kamu mau kemana? Kamu nggak makan juga?"

"Bintang mau kekamar kak. Mau belajar dan lagian tadi Bintang juga sudah makan sama Mila dan Silvi."

"Temani kakak dulu makan, habis tu baru belajar." Ah. Aku bengong dengar ucapan kak Aksa." Tumben kak Aksa bersikap seperti ini. Seolah olah dia ingin di perhatikan, apa matahari sudah terbit ke arah barat ya."gumam ku dalam hati.

"Kenapa bengong, yuk duduk lagi."

"Ah, iya kak."kududuk kan bokong ku di kursi yang kosong. Aku hanya menunduk menemani kak Aksa sedang makan.

"Apa yang kamu lihat dibawah itu Bin. Apa wajah kak Aksa disana. Kenapa kamu menunduk terus. Apa kakak ini semenyeramkan itu!"

"Nggak kak, cuma hampir setahun ini kita kan jarang duduk seperti ini, bahkan dikatakan nggak pernah kak."

"Mulai sekarang biasakan. Dan juga kamu jangan keseringan belajar di dalam kamar. Belajar aja di ruang tv. Nanti ambil buku mu, kita belajar sama sama di ruang tv."

"Tapi kak...."

"Nggak ada bantahan Bintang. Kakak ini suami mu, kamu harus nurut sama kakak."

"Kan hanya suami sementara kak?"

"Ya walau sementara pun. Tapi pernikahan kita sudah diakui negara dan agama. Tetap aja kamu harus dengarkan kata kakak."

"Aku kira kak Aksa akan bilang, pernikahan kita nggak sementara dan kita mulai dari awal. Tapi kenyataannya kak Aksa nggak membantahnya. Malah di iyakannya. Apa aku berhenti berharap dengan pernikahan ini tuhan. Kenapa hati ini sakit sekali. Meski belum ada getaran cinta. Tapi aku hanya ingin nikah sekali seumur hidup. Apa aku harus berhenti berharap kak."ucap ku dalam hati sambil memandang kak Aksa tanpa kusadari.

"Kenapa malah diam Bin. Apa kakak seganteng itu kali, sampai kamu natap kakak tanpa berkedip."ucap kak Aksa dengan pedenya.

"Memang ganteng sih. Dengan bulu mata lentik, alis tebal, bola mata hitam, hidung mancung, bibir seksi dan kulit wajah mulus putih bersih tanpa ada jerawat sama sekali. Tapi nggak kayak itu kali kepedeannya. Terlalu tinggi kali."gumam ku dalam hati.

Setelah selesai makan, aku kembali kekamar ku tapi hanya sebentar, hanya mengambil buku yang aku pelajari. Dan belajar bersama kak Aksa. Belajar bersama dengan kak Aksa tidak pernah kubayangkan sebelumnya dan tak pernah kuharapkan sama sekali dengan sikapnya yang cool itu.

"Kak Aksa juga belajar?"

"Iya lah Bin. Kan kakak juga akan mengikuti ujian kelulusan."

"Ooo.."

Hanya ada keheningan saat kami belajar. Kak Aksa sibuk dengan buku pelajarannya dan laptopnya juga. Dan aku sibuk juga dengan buku peljaran ku.

"Bin boleh kakak tanya."

"Iya kak."

"Setelah tamat ini, kamu mau ambil jurusan apa. Maksud kakak kamu kuliah dimana dan ambil jurusan apa?"

"Oh itu, Bintang ingin kuliah disini aja kak. Dan Bintang mau ambil jurusan kedokteran. Kenapa kak?"

"Nggak, cuma mau tanya aja."

"Kenapa Bintang nggak tanya balik ke aku. Kenapa semakin kesini, Bintang sangat cuek kali. Apa dia nggak ada tertarik sama sekali dengan ku."gumam Aksa dalam hati.

"Kamu nggak tanya kakak mau kuliah dimana atau ambil jurusan apa?"

"Nggak kak. Bintang nggak mau ikut campur atau mau tahu apa urusan pribadi kak Aksa. Lagian juga nanti kita juga berpisah!"

"Nyut kenapa rasanya sakit sekali hati ini. Apa aku sudah mulai jatuh cinta sama ni anak. Apa hati aku kalah dari mommy. Dan mommy yang benar dengan menjodohkan aku dengan Bintang. Nggak nggak aku nggak mau menuruti kata mommy. Mungkin dengan menjauh dari Bintang, nggak akan timbul rasa cinta lagi."monolog Aksa dalam hati.

"Apa ada yang tidak kamu pahami soal soalnya Bin?"

"Bintang ngerti kok kak soal soalny. Bintang hanya ngulang ngulang lagi aja kak."

"Ternyata kamu pintar juga ya!"

"Nggak juga kak."

Setelah jam menunjukkan pukul sepuluh. Aku berniat pamit kekamar ku dengan kak Aksa.

"Kak, Bintang sudah selesai belajarnya. Bintang masuk kamar dulu ya, mau tidur. Sudah ngantuk soalny."

"Ya udah. Kamu tidur gih. Kakak masih ada yang mau kakak kerjakan lagi."

"Apa kakak lama? Apa perlu Bintang buatkan kopi buat kakak?"

"Boleh jika kamu nggak keberatan."

"Ok kak, Bintang buatkan dulu ya."

Kubuatkan kopi buat kak Aksa. Setelah itu aku benar pamit masuk kedalam kamar. Setelah sampai di kamar seperti biasa, aku cuci muka dan gosok gigi. Setelah itu aku ganti pakaian tidur ku dan tak lupa aku pakai cream malam ku. Dan setelah itu aku langsung tidur dikasur empuk ku.

Sedang Aksa masih berada di ruang tv. Dia bekerja sampai lupa waktu. Dengan mata yang berat, Aksa merasa malas untuk naik ke atas menuju kamar tidurnya. Dan akhirnya Aksa memutuskan untuk tidur di kamar Bintang aja. Lagian cuman tidur itu fikirannya.

"Klek, nggak di kunci. Ya sudah tidur disini aja. Lagian malas kali naik ke atas. Bintang kan juga istri ku."gumamnya dalam hati.

"Glug, ni anak tidur apa berpakaian seperti ini. Kenapa seksi kali. Apa dia nggak takut diterkam. Ah sudah lah, mending tidur aja sambil memeluk guling hidup."monolognya dalam hati. "Kenapa fikiran ku kotor aja jika sudah seperti ini dengan Bintang."gumamnya lagi.

Pagi pun menjelang. Seperti biasa, Bintang terbangun di pagi hari untuk mandi dan beribadah. Sebelum membuka matanya lebih jelas, Bintang bergumam dalam hati."kok berat kali ini, apa yang menindih ku sih. Dan ini kenapa ada yang remas remas dada ku. Ah. Apa yang terjadi. Apa aku mimpi."

Di buka matanya oleh Bintang. Dan pertama dia lihat, ada tangan kekar yang sedang menggenggam dadanya, meremas remasnya. Sontak itu buat Bintang menjerit dengan keras. Membuat si pelaku sontak bangun dan terduduk.

"Ah.....tangan siapa ini. Whuaaaa."ucap Bintang sambil nangis dan teriak.

"Eh Bin, ini kakak. Berhenti ya nangis dan teriaknya. Kakak nggak ada lakukan apa apa sama kamu. Sumpah, jadi jangan nangis ya. Cup cup cup jangan nangis ya. " ucap Aksa sambil memeluk Bintang agar tidak histeris dan menepuk nepuk punggungnya denga lembut tak lupa dengan mengecup keningnya. Emang lah Aksa ini ambil kesempatan dalam kesempitan.

Akhirnya Bintang mengehentikan tangisnya, melepaskan pelukan dari Aksa dan menatap Aksa dengan matanya yang sembab.Dan berucap dengan wajah polosnya ,"kak Aksa yakin, nggak apa apain Bintang. Tapi kenapa tangan kak Aksa remas remas dada Bintang. Apa itu bukan termasuk apa apain Bintang."

"Ya itu juga bukan termasuk apa apain kamu Bintang. Yang kakak masuk apa apain kamu itu kalau kak Aksa ambil ciuman pertama kamu dan mencetak gol. Kalau itu kakak lakukan baru termasuk apa apain Bintang."ucap Aksa dengan serius pada Bintang agar Bintang yakin dengan ucapannya.

"Jadi gitu ya kak?"tanya nya dengan wajah polosnya. Dan itu makin buat Aksa gemes aja dengan Bintang.

"Ah sudah lah, ini masih pagi. Kamu kenapa cepat kali bangunnya?"

"Bintangkan mau mandi dan ibadah kak setelah itu Bintang mau masak sarapan buat kita. Kakak nggak sholat juga ?"

"Ya sudah, kalau gitu kakak ke kamar kakak dulu. Mau mandi juga dan sholat."

Dan Aksa beranjak keluar dari kamar Bintang menuju ke kamarnya di atas. Dan Bintang memulai aktifitasnya yang tertunda.

1
partini
ortu egois,,tuh si Aska yg ga serius masa kaya gitu ga ngehh kalian par ortu busettt dah bego bngt
partini
para ortu happy tapi anknya nyesek ortu buta ga bisa lihat apa pura" lihat
partini
ngmng ke ke mertua diem"Bae aihhh nanti ada yg deketin jalan barang setatus kamu masih istri Aska ya kamu selingkuh
partini
ajukan perceraian aja kan bisa dari pihak wanita,iya kalau dia pulang masih sendiri kalau udah berdua kamunya macam mana be smart don't be stupid Bin ,ngmng ke mertua toh mertua kamu tau apa yg terjadi di jangn buta karena cinta
partini
seandainya bintang ada temen cowok yg care Banggt bisa buat pelipur lara nantinya pas Aska di sana udah ada cem ceman
partini
enak bener si Aska ini ya udah bin kan dia ngmng kaya gitu moga aja pas dia diluar negri ada cowok ganteng paripurna cinta kamu ga salah dong kan itu yg Aska mau kalian juga ortu Bege
partini
kapan bintang minta pisah Thor ,secara Aska udah mau ke luar negeri
Dewi Puspitasari
k yg banyak up episode 🤭
Bunda Ning
cerita menarik tidak bertele tele
Dewi Puspitasari
k cepetan abdet episode yg banyak
May Maya
mampir Thor semoga karya nya bgus n GK berhenti d tengah jln 🤭 harus sampai tamat ya Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!