Di hari pernikahannya, seharusnya Leticia menikahi pria yang dicintainya, bukan pria yang terkenal memiliki sifat begitu kejam dan menyeramkan.
Dan Leticia baru menyadari, kalau semua ini permainan dari Ibu dan adik kembarnya yang sejak awal sudah memaksanya untuk memakai penutup mata saat pernikahan berlangsung.
Leticia harus menikahi calon suami sang adik kembar, dan adiknya… Leila menikahi pria yang sangat dicintai oleh Leticia.
Awalnya Letcia ingin mengajukan surat perceraian kepada Maximillan, tetapi pria itu tidak mau dan memaksanya untuk tetap mempertahankan pernikahan yang dari awal sudah salah.
Dan Leticia baru tahu kalau suaminya adalah seorang mafia kejam yang sangat posesif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Jackson sudah tidak tahu lagi ke mana untuk meminjam uang, bank tidak mau meminjamkannya uang lagi dan bisnisnya sudah benar-benar hancur.
Mana perhiasan yang dicuri Tobert juga tidak bisa kembali, karena Tobert sedang menjadi buronan dan sampai meninggalkan istri berserta kedua anaknya.
Jadi, Jackson terpaksa menjual toko properti miliknya dengan harga yang jauh lebih murah dari pasar. Ia rugi besar, tetapi istrinya membutuhkan uang untuk biaya pengobatan. Belum lagi nanti Leila yang akan pulang, sudah dipastikan kalau Leila masih akan meminta uang kepadanya.
“Nanti siang aku akan pergi ke perusahaan Leander dan mencoba untuk menemani menantuku, Max,” gumam Jackson dengan tatapan kosongnya.
Kini semua hartanya harus dijual untuk melunasi bank, karena pihak bank tidak mau mengambil resiko kalau nanti Jackson tidak mau membayar angsuran.
Tiga mobil kini dijual semua dan rumah mewah yang selama puluhan tahun ditinggalinya, juga harus dijual dan masih menunggu pembeli yang mau menawar dengan harga yang sudah ditentukan olehnya.
Jackson hanya memiliki satu mobil tua yang dibelinya dengan harga murah, karena mobil sangat dibutuhkan untuk alat transportasi.
Pria paruh baya itu juga sedang mencari rumah dengan harga yang murah, tetapi masih layak untuk ditinggali.
“Teman-temanku juga pada menjauh, setelah tahu kalau aku tidak memiliki apa-apa lagi. Mereka semua sangat munafik!” Geram Jackson yang sekarang sudah tidak memiliki satu teman pun, karena mereka dengan kompak menjauh dan memblokir nomornya.
“Harapanku hanya ada pada Ashvin, dia harus mengganti semua uang yang sudah aku keluarkan untuknya bisa kembali ke negara ini,” Jackson memejamkan matanya, rasanya kepalanya ingin pecah memikirkan semua musibah yang terjadi secara bersamaan.
Untuk sejenak, Jackson ingin tidur dan melupakan masalah yang terus menghantamnya secara terus-menerus. Namun suara Savanya membuat kedua matanya kembali terbuka.
“Kau sudah sadar?” Jackson merasa sedikit lega, melihat sang istri yang akhirnya membuka mata juga.
Savanya tidak menjawabnya, ia melihat sekitar dan terlihat sedang mencari seseorang.
“Leila masih pulang lusa,” kata Jackson yang mengira sang istri sedang mencari Leila.
“Leticia! Di mana Leticia?” Tanya Savanya yang sedikit mengejutkan suaminya.
“Demammu sudah turun, tapi kenapa kau terus melontarkan kata-kata aneh?” Tanya Jackson sambil menyentuh kening istrinya yang sudah tidak panas.
“Leticia, kenapa dia tidak ada di sini? Panggilkan Leticia! Aku ingin meminta maaf kepadanya!” Kata Savanya yang membuat tatapan sang suami semakin menggelap.
“Berhenti menyebut nama anak kurang ajar itu!” Sentak Jackson yang tidak suka melihat istrinya mencari keberadaan Leticia yang sudah membuatnya kehilangan banyak hal.
...***...
Max benar-benar pusing, karena Leticia selalu menghindar saat ia dekati. Bahkan perempuan itu juga mau dicium, meskipun tetap mengantar Max ke depan pintu utama.
“Ke Mansion utama!” Kata Max kepada Kai yang sedang menyetir di depan.
Kai yang juga melihat kejadian aneh tadi, tidak banyak bertanya dan langsung memutar arah tujuannya menuju Mansion utama Leander.
Bahkan Kai tidak berani membuka suara, karena wajah sang pemimpin terlihat sangat menyeramkan dan ia bisa dalam bahaya kalau berani mengeluarkan celotehan tak bermakna.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk Kai membawa mobilnya ke Mansion utama Leander. Gerbang yang menjulang tinggi langsung dibuka, saat melihat mobil Kai yang baru berhenti di depan gerbang.
Kai menghentikan mobilnya. Max bergegas keluar dan melangkah ke arah pintu utama tanpa membalas sapaan dari penjaga yang memberinya hormat.
“Mommy ada di mana?” Tanya Max kepada kepala pelayan.
“Siapa yang bertamu sepagi ini?” Suara Calistha terdengar begitu menggelegar, membuat kepala pelayan langsung mundur dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Max duduk di sofa dan menunggu sang mommy yang terlihat baru bangun. Memang Calistha bangun sedikit kesiangan, kalau tidak ada urusan penting.
“Ada apa datang ke sini? Apa kau diusir sama menantu cantik Mommy?” Tanya Calistha yang kini duduk di sofa yang berhadapan dengan sang putri.
Hembusan napas kasar terdengar dari Max, membuat sang mommy semakin penasaran.
“Apa masalahnya sangat berat?” Tanya Calistha yang kini berpindah duduk di sebelah putranya yang terlihat memikul beban begitu berat, padahal ekspresi Max tetap datar… tetapi perasaan seorang ibu tidak pernah salah.
“Leticia tiba-tiba menghindariku, dia bahkan tidak mau dicium. Aku sudah menanyakan apa kesalahanku, tetapi dia malah menyuruhku untuk menjauh darinya,” ujar Max yang membuat sang mommy berusaha keras menahan tawanya.
Calistha tidak pernah membayangkan kalau putranya akan curhat kepadanya, jadi ia merasa sedikit terharu dan juga kasihan kepada Max yang tampak kehilangan arah, karena Leticia melarangnya untuk dekat-dekat.
“Jadi, kau datang ke sini untuk meminta saran dari Mommy?” Tanya Calistha dengan sengaja memancing amarah sang putra.
“Mom, aku sedang serius! Aku benar-benar pusing memikirkan sifat perempuan yang sangat sulit untuk ditebak. Bahkan lebih rumit dari pekerjaan di kantor maupun di markas,” jelas Max yang sudah lelah menghadapi tingkah ajaib sang mommy.
Calistha memang tahu tentang bisnis gelap yang dijalankan oleh putranya, karena bisnis itu adalah warisan dari mendiang kakek buyut mereka dan sekarang Max yang menjadi pemimpin… menggantikan Daniel yang sudah cukup lama menjadi pemimpin Leder.
“Mungkin Leticia marah, karena kau jarang memiliki waktu dengannya. Perempuan itu sangat butuh perhatian, tapi perhatianmu terlalu banyak dengan berkas-berkas di kantor atau markas. Jadi, coba luangkan waktumu untuk Leticia seharian saja… pasti dia akan sangat senang,” saran Calistha yang ada benarnya.
“Saya akan menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan meluangkan waktu untuk Leticia. Tapi, saya merasa ada sesuatu yang dia sembunyikan. Jadi, saya ingin Mommy mencari tahunya dengan mengobrol langsung dengan Leticia,” pinta Max.
“Baiklah, nanti Mommy akan menemui Leticia dan mencoba menanyakannya alasan dia marah kepadamu,” kata Calistha.
“Terima kasih, Mommy memang sangat bisa diandalkan,” ucap Max yang kini sudah berdiri dari duduknya dan berlalu begitu saja.
“Astaga, anak itu tidak ingin memeluk ibunya sendiri atau melihat-lihat Mansion yang dulu ditinggalinya sejak kecil?” Heran Calistha dengan sikap putranya itu.
“Tapi Max lucu juga saat dia kebingungan mencari tahu kenapa istrinya tidak mau didekati. Anak itu benar-benar sudah menemukan jodohnya,” kekehnya yang sudah membayangkan bagaimana nanti kalau Leticia hamil dan moodnya semakin tidak terkendali.
”Aku semakin tidak sabar untuk menunggu cucuku lahir, kapan Max mengajak Leticia honeymoon? Dia selalu sibuk sama pekerjaan di kantor dan di markas, bagaimana bisa dia memberikanku cucu pertama?” Calistha kini merasa kesal dengan putranya yang lebih memilih menghabiskan waktu dengan berkas-berkas tidak bernyawa itu.
“Apa aku jebak saja mereka?” Sudut bibir Calistha tertarik pelan, membentuk seringai licik.
Bersambung!
🌹🌹🌹☺️