Yuna adalah gadis 21 tahun yang sangat Manja.Dia hanya tingal dengan ayahnya,karena ibunya meningal saat melahirkannya.Meski begitu hidupnya sangat sempurna, Yuna mempunyai wajah yang cantik dan menawan.Semua orang menyukainya,Meski dia sedikit bego.
Tapi kehidupan sempurna Yuna berakhir ketika dia harus terlempar ke Jaman dimana tokoh dongeng Ramayana hidup.Di sana Yuna harus menghadapi berbagai macam situasi menuntutnya bersikap dewasa.
Apa lagi Yuna menempati tubuh Dewi penyembuhan yaitu Dewi Azura yang harus menyelesaikan banyak tugas dari khayangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alexza sri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KUTUKAN DEWA KEGELAPAN
Aku dan Kak Laksmana berjaga di luar, kami membuat tenda dan api ungun di depan gua.
"Yuna apa kau marah padaku ?" tanya kak Laksmana.
" engak !" jawabku bohong.
" waktu itu aku seharusnya tak memgatakan itu, ku pikir kau akan kembali ke Khayangan secepatnya !" jelas kak Laksmana.
Aku hanya tak habis pikir kak Laksmana terlihat tulus selama ini, meski dia orang yang kaku dan tidak romantis. Tapi dia orang yang bertangung jawab, tak akan mudah baginya mengatakan bercerai segampang itu.
" kenapa kau ingin bercerai ?" tanyaku.
" karena aku tau kau sangat sedih karena kehilangan Aseta, jika saat itu aku bersikeras mungkin Aseta masih hidup sekarang !" Jelasnya lagi.
Kami duduk berhadapan, api ungun di depan kami menghangatkan tubuh kami. Dan cahayanya yang redup memantul di wajah dan tubuh Kak Laksmana yang kekar tapi imut itu membuatku akan melemah.
" kenapa kakak tidak bersikeras ?" tanyaku ngawur. Sambil mengarahkan pikiranku ke tempat lain.
" karena aku masih ingin membantu kakak ku !" jawabnya.
"lalu kenapa kakak di sini !" tanya ku lagi,
Mungkin hati kak Laksmana sedang bergemuruh, dia pasti tau arah pembicaraan ku.
" jangan menyuruhku pergi, karena aku tak akan pergi !" tebakan ku benar. Aku melihat matanya berkaca-kaca.
" besok malam aku berencana memperbaiki hutan Siluman ular putih. Jadi persiapkan dirimu !" kataku lalu, aku masuk ke tenda.
Wahhhhhh aku kalah, rasanya kangen pelukannya terus jadi ada yang di buat alesan. Ini namanya ada udang di balik rempeyek. Apa boleh buat, kesempatan jangan di sia-siakan. Aku tertidur dengan hati yang bahagia karena aku benar-benar rindu dia.
Paginya aku bangun dan Yotra sudah ada di sampingku.
" kamcakya !" teriakku melihat wajah Yotra yang mirip dengan Aseta melongo di depan mataku. "kenapa kau di sini ?" tanya ku masih mengatur nafasku.
" Tuan Laksmana menyuruhku menjaga Dewi, dan melarang lelaki manapun mendekati Dewi !" kata Yotra dia masih tak bergerak di hadapanku.
" dia bilang begitu ?" tanyaku sambil tersenyum.
" iya Dewi !"
" terus dia kemana ?"
" tuan ke kota, tuan mau menyelidiki siapa dalang pembakaran hutan kami !" Jelas Yotra.
Aku merasakan kak Laksmana belum terlalu jauh dari tempat ini, aku pun keluar dan menyusulnya dengan jurus teleport ku.
" kakak mau kemana ?" tanyaku ketus.
" mau ke kota, rasanya kalau hanya warga desa biasa mereka tak akan berani ke sini untuk membakar hutan siluman !" jelas kak Laksmana.
" apa orang suruhan Rahwana ?" kataku sepontan.
" bisa saja, kita harus cari tau !" ujar kak Laksmana.
"Pakai cadar ini !" suruhnya dan aku pun memakainya.
Kami berjalan beriringan tak lama ada kota, Kami memutuskan makan di sebuah kedai makan.
Saat kami makan tiba-tiba ada seorang wanita muda menghampiri kami wanita itu bersama 1 pembantunya dan 1 pengawal lelaki.
" pangeran Laksmana !" kata wanita itu sambil tersenyum lebar.
" Liandri , kenapa kau ada di sini ?" tanya Kak Laksmana pada wanita itu.
" aku pergi ke tempat kerabat, tak jauh dari sini. Aku mengikutimu kemari karena ku pikir itu Pangeran, ternyata benar !" jelas gadis itu, dia terlihat cantik dan angun.
Makanan kami datang dan aku pun membuka cadarku karena mau makan. Gadis itu dan ke 2 orangnya memandangku kagum.
Tanpa peduli sedikitpun aku makan dengan lahap, karena memang lapar.
" pangeran wanita ini siapa ?" tanya gadis itu. Menunjuk ke arahku.
" ohhhh dia emmmm dia.... teman !" Jawab kak Laksmana aku hampir tersedak. Laki-laki kalo di kasih hati pasti ngelunjak, aku hanya diam saja melihat interaksi mereka yang sangat akrab.
Saat sudah selesai makan aku memutuskan pergi saja dari pada jadi obat nyamuk bakar.
" teman trima kasih traktirannya, jangan memcariku lagi, jika suatu hari ketemu lagi pura-pura saja tidak kenal. Nanti aku hanya akan merepotkan mu !" kataku sambil menepuk pundak Kak Laksmana.
" Yuna kau mau kemana ?" tanyanya.
" aku harus mencari laki-laki yang cukup tampan untuk ku nikahi, aku sudah terlalu tua. Sudah waktunya bagiku untuk menikah !" kataku sambil berjalan keluar dari kedai itu dengan emosi yang memuncak.
Aku memutuskan jalan-jalan dan memcari beberapa pakaian.
" Apa benar putra mahkota Durlan sudah menikah dengan siluman ular itu !" kata seorang wanita, di toko kain. Aku hanya diam pura-pura memilih kain.
" putra mahkota di temukan dengan racun di tubuhnya, makanya Raja memerintahkan untuk membakar gunung Siluman ular putih !" kata wanita satunya, aku pun memilih kain dan membayarnya dengan kepingan emas yang ku ambil dari istana ku.
Aku sudah bisa pulang, aku berbohong karena aku harus membantu kak Rama mencari kak Sinta.
" ambil saja kembaliannya !" kataku membuat pedagang kain itu melongo.
Aku keluar dan mencoba merasakan di mana pangeran itu, aku menemukannya dan aku pun berjalan ke arah sana tanpa tau ada beberapa bandit memata-mataiku.
Saat aku berjalan di tengah pasar aku di tarik seseorang ke tempat sepi. Aku mau mengeluarkan tenaga dalam ku, tapi yang menarikku adalah manusia. Jika aku melukai manusia dengan kekuatan yang di beri Dewa Siwa, maka Dewa Siwa akan mencabut anugrah ini.
Aku hanya bisa melawan dengan kekuatan tubuhku yang tak seberapa.
Jumlah mereka banyak sekali membuat ku terjepit.
Tiba-tiba beberapa orang berterlempar oleh tenaga dalam seseorang. Dan pelakunya hanya berjalan bak model Catwalk di tengah orang-orang yang terlempar. Aku bisa merasakan bau yang sangat khas menerpa wajahku, dia Kak Lalsmana.
Dengan gesit kak Laksmana mengalahkan mereka semua tanpa senjata. Aku sih masih emosi melihat wajahnya. Jadi aku memutuskan terbang ke atap bangunan dan berjalan dengan melompati atap-atap menuju istana.
Aku mengeluarkan aura Dewi ku dan aku terlihat seperti bercahaya. Aku tak mau mereka malah menyerangku jika aku polosan, bisa jadi aku di kira siluman atau cewek biasa.
Aku terbang menuju paviliun Putra Mahkota yang suram. Itu bukan aura ular putih, itu aura Dewa kegelapan.
" apa yang terjadi !" gumamku.
Aku pun turun di depan Paviliun karena sangking bingungnya aku memutuskan teleport ke hutan terdekat dan menghubungi Dewa kegelapan melalui Telepati Lingkar Surga.
" ada apa Dewi Azura memghubungi ku !" kata Dewa kegelapan.
" ada pangeran yang terbaring sekarat karena serangan orangmu, apa yang terjadi !" tanya ku.
" maaf Dewi lelaki itu menbawa pergi istri anak ku dan dia di kutuk oleh anak ku untuk menjalani sisa hidupnya dalam kegelapan !" jelas Dewa Kegelapan.
" baik lah , trimakasih Dewa kegelapan !" kataku dan ku putus telepatiku.
Aku mencari Raja dengan pikiran ku ,ternyata Raja sudah ada di paviliun putranya. Aku segera teleport ke paviliun itu.
Sang Raja terbelalak kaget melihat Dewi Azura yang tak pernah turun ke bumi, kini di hadapannya.
" sembah kami Dewi Azura sang pencipta surga !" Raja membungkuk di hadapan ku bersama semua yang ada di kamar itu.
" bangunlah, Raja Riulan aku datang ke sini karena aku mendengar berita kau membakar gunung ular putih !" kataku lembut.
" ampuni hamba Dewi , Putra kami satu-satunya menjadi seperti ini karena ulah seorang wanita ular putih !" jelas Raja itu.
" Wanita ular itu sudah di hukum di lautan Larva di gunung kematian, dan putramu harus menangung kesalahannya. Aku akan mengampunimu, jadi jangan ulangi lagi perbuatan egois seperti itu !" kataku.
Aku pun menghilang teleport ke kaki gunung, aku mau naik ke gunung yang terbakar, siapa tau aku bisa menumbuhkan tanaman tanpa kak Laksmana.
Hari masih sore saat aku sampai di sana, tak lama aku merasakan Kak Laksmana mendekatiku.
" kemana saja kamu ?" Tanyanya, tubuhnya penuh keringat. Mungkin dia berlari dengan sekuat tenaga ke sini. Aku selalu terpesona ketika tubuh kak Laksmana penuh dengan air seperti itu, entah itu air apa saja aku tetap suka.
Mungkin bisa jadi dia tetep seksi meski kesiram air kobokan pecel lele .Aku harus kembali ke dunia nyata **** gue lagi marah.
" kenapa teman !" kataku.
" kau marah ?" tanyanya.
Aku membalik tubuhku " tidak !" kataku bohong.
" aku berbohong agar keluargaku tak menyuruhku kembali karena aku sudah menikah !" jelasnya.
Aku hanya menganguk tak peduli sambil berjalan ke arah sungai karena aku mau mandi.
" Yuna, aku mohon jangan seperti ini. Rasanya dadaku ini mau meledak, saat aku tidak bisa melihatmu !" teriaknya fustasi.
Aku berbalik " aku mau mandi jangan ngoceh terus !" bentak ku menahan malu dan nafsu, aku pun berjalan cepat ke arah sungai.
Aku sudah di dalam sungai selama setengah jam, tapi kak Laksmana ngak ke sini.
" anjirrrrrr !" desahku, aku keluar dari air , aku memakai pakaian tadi yang kubeli berwarna pink.
sapa yg minat tuh🤣🤣