NovelToon NovelToon
RAHIM UNTUK ISTRINYA

RAHIM UNTUK ISTRINYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Ibu Pengganti / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:25k
Nilai: 5
Nama Author: Wiw1tt

Aku hanya diminta untuk mengandung anaknya.
Tidak untuk dicintai, tidak untuk dipertahankan.
Setelah melahirkan, aku harus pergi… membawa hati yang hancur, dan meninggalkan bayi yang kukandung dengan air mata.

Namaku Naira.
Aku bukan siapa-siapa — hanya wanita yang dijodohkan demi rahimku, agar keluarga besar Arga punya pewaris.
Pernikahan ini semu, cinta ini tidak pernah diminta.
Tapi di setiap detik aku merasakan kehidupan tumbuh di dalam perutku, aku juga mulai merasakan sesuatu yang tak seharusnya: aku jatuh cinta pada suamiku sendiri.

Namun di rumah itu, ada satu nama yang tak pernah bisa kulewati — Raisa, istri pertamanya.
Wanita sempurna yang tak bisa mengandung, tapi memiliki seluruh hatinya.

Aku hanyalah bayangan, tapi bagaimana jika bayangan ini mulai memiliki cahaya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiw1tt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EMOSI SESAAT

Pagi itu udara terasa cukup sejuk dan tidak terlalu panas, Seperti mendukung Naira untuk keluar dan jalan santai.

Di pinggir jalan, tepat di sebuah gerobak bubur ayam sederhana yang cukup ramai, Naira duduk di kursi plastik berwarna biru sambil memegang mangkuk buburnya.

Perutnya yang mulai membesar membuat geraknya sedikit lebih hati-hati. Namun wajahnya terlihat jauh lebih ringan hari itu.

Di depannya, Reno sedang sibuk meghitung kerupuk nya sendiri.

"Kayaknya abang bubur ini sengaja bikin kerupuknya banyak cuma buat ibu hamil deh" celetuk Reno sambil melirik abang bubur yang sedang menyiapkan pesanan orang.

Naira tertawa kecil.

"Bukan, kamu aja yang udah minta nambah tiga kali"

"Ya kan gue bayar, Lagian juga nemenin ibu hamil ngidam itu pahala" Ucap Reno sambil memasukan bubur nya ke mulut.

"Kamu yang maksa aku buat makan disini yaa" Bela Naira. ia menggelengkan kepalanya pelan sambil terkekeh kecil. Sudah cukup lama rasanya ia tidak tertawa selepas ini. Setidaknya, beberapa menit berjalan santai tadi cukup mengalihkan pikirannya.

"Tapi serius..." Reno melanjutkan, "Lo keliatan jadi lebih seger dibanding kemarin terakhir gue ketemu, Efek hamil kali yak?"

Naira tersenyum tipis.

"Emm...Mungkin aja si, jalan santai gini juga bikin kepala nggak terlalu penuh ternyata"

"Jalan santainya yang bikin santai, apa... karena ada gue aja nih?" Tanya Reno meledek.

Belum sempat Naira menjawab, suara pintu mobil yang dibanting cukup keras membuat keduanya refleks menoleh.

Sebuah mobil hitam berhenti tepat beberapa meter dari Tempat duduk Naira dan Reno. Dan terlihat seseorang turun dengan langkah cepat.

Naira langsung terdiam.

Arga.

Wajah pria itu terlihat tegang. Rahangnya mengeras dan napasnya sedikit berat seperti sedang menahan emosi yang akan meledak kapan saja.

"NAIRA!" Nada suaranya benar-benar terdengar keras. Bukan hanya Naira dan reno yang melihat, tapi semua orang yang ada di sana ikut melihat ke arah mereka.

Senyum kecil di wajah Naira perlahan menghilang dan berganti dengan muka yang panik.

"Tuan... "

Arga berdiri tepat di depan meja mereka. Tatapannya langsung turun ke mangkuk bubur, lalu beralih pada Reno.

🌻🌻🌻

08.05 WIB

Di atas ranjang, Arga perlahan membuka matanya. Beberapa detik ia hanya diam, menatap langit-langit kamar dengan kepala yang terasa berat. Semalam benar-benar melelahkan, kepalanya terasa sangat pusing.

Raisa sering tiba-tiba menangis dengan mata yang tertutup, membuat Arga jadi terjaga semalaman dan baru bisa tidur subuh tadi.

Pikirannya sendiri terasa tidak pernah benar-benar tenang. Ia melihat ke atas Nakas dan jam menunjukkan baru pukul 08.05.

Arga menegok ke samping. Di sampingnya, Raisa masih tertidur. Wajah perempuan itu terlihat pucat. Matanya sembab, napasnya pelan, seolah tubuhnya benar-benar kehabisan tenaga setelah menangis semalaman. Arga menatapnya cukup lama.

Tangannya refleks mengecek suhu badan Raisa yang ternyata panas. Arga menghembuskan nafasnya lirih. Merasa kasihan dengan istrinya.

Pelan-pelan ia turun dari ranjang, berhati-hati agar tidak membangunkan Raisa. Ia keluar kamar dengan langkah pelan. Entah kenapa, pikirannya langsung menuju satu orang.

Naira.

Sejak kejadian beberapa hari terakhir, Arga sadar ia bahkan hampir tidak benar-benar melihat keadaan perempuan itu. Padahal Naira sedang hamil. Tapi Arga yakin, Naira tau bagaimana keadaan nya akhir-akhir ini. Rasa bersalah tiba-tiba muncul begitu saja.

Meski hubungan mereka rumit, tetap saja ada rasa khawatir yang tidak bisa ia abaikan. Arga langsung membuka pintu kamar Naira yang tidak dikunci.

Matanya memutar, melihat ke sekeliling yang ternyata tidak ada orang di sana. Arga melangkah masuk ke dalam.

"Naira... " Panggil nya pelan. Hal yang pertama ia cek adalah kamar mandi, tapi nihil, Naira juga tidak ada di sana.

"Naira... " panggil nya lagi sedikit agak keras.

Arga berjalan ke luar kamar dan turun ke bawah menggunakan lift. Ruang tengah kosong, Tidak ada Naira di sana. Arga melanjutkan langkahnya ke dapur, nihil, Dapur juga sepi.

Ia mengerutkan kening. Langkahnya semakin cepat menuju taman belakang.

Kosong.

Ruang TV?.

Kosong.

"Bi Ira!" panggilnya sedikit keras. Tak lama, Bi Ira muncul dari arah depan sambil mengusap tangan yang masih sedikit basah ke Celemek yang sedang di kenakannya.

"Iya, tuan?" Jawab BI ira.

"Dimana Naira?" Tanya Arga cepat tanpa basa basi. Mendengar pertanyaan itu membuat Bi Ira tampak sedikit gugup.

"Eh... Non Naira tadi keluar, tuan..."

"KELUAR?" suara Arga langsung meninggi. Bi Ira sampai sedikit tersentak, Tidak menyangka suara tuannya akan sebesar itu.

"I-iya tuan... kata non Naira mau jalan santai sebentar di sekitar komplek. Tadi sudah izin juga..."

"Izin ke siapa?! Siapa yang ngasih izin?!!"

"Em... em... Ke saya... "

Arga menghembuskan napas kasar sambil mengusap wajahnya frustrasi.

"Naira lagi hamil Bi! Kalau kenapa-kenapa gimana?! Bibi mau tanggung jawab?!" suaranya terdengar penuh emosi, meski lebih terdengar seperti panik daripada marah. Bi Ira langsung menunduk.

"M-Maaf tuan..." BI ira sedikit gemetar, baru kali ini tuan nya marah sampai berteriak seperti itu, biasanya ia akan marah dengan nada tetap terkontrol tapi sangat mengintimidasi.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Arga langsung mengambil kunci mobil di meja.

BRAK.

Pintu rumah terbuka dan tertutup begitu keras. Bahkan pelayang yang tadi sedang membersihkan kamar mandi pun langsung datang penasaran.

Beberapa menit kemudian, Mobil hitam Arga melaju cukup cepat mengelilingi komplek.

Matanya sibuk menyisir kanan kiri jalan.

Taman, Jogging track dan Minimarket kecil.

Kosong.

Arga mulai semakin kesal.

"Naira ini kalau disuruh diem di rumah emang nggak bisa apa..." gumamnya pelan sambil menggenggam setir lebih erat.

Sampai akhirnya... Di sebuah gerobak bubur ayam pinggir jalan yang cukup ramai, matanya menangkap sosok yang sangat ia kenal.

Naira.

Terlihat Naira sedang Duduk santai dan Tertawa kecil. Matanya juga tidak luput melihat seseorang yang sedang berhadapan dengan Naira.

Reno.

Arga langsung menginjak rem cukup keras. Wajahnya mengeras dan merah padam. Tanpa pikir panjang ia turun dari mobil dan berjalan cepat ke arah mereka.

"NAIRA!"

Suara keras itu membuat semua orang menoleh.

Naira langsung menegang.

"Tuan..."

Arga berdiri tepat di depan meja mereka. Tatapannya turun ke mangkuk bubur, lalu berpindah pada Reno.

"Siapa yang mengizinkan kamu keluar? " suara Arga rendah, tapi jelas sedang menahan emosi.

Naira buru-buru berdiri pelan.

"Aku... Aku tadi udah bilang sama Bi Ira Tuan, Kata dokter..."

"Bi Ira Bukan saya, Saya suami kamu Naira." Naira langsung terdiam. Ia menundukan kepalanya karena malu, semua mata kini melihat ke arah mereka bertiga.

"Apa kamu sadar kondisi kamu sekarang?" lanjut Arga.

"Kamu pikir Tidak beresiko keluyuran sendirian dengan kondisi kamu yang lagi Hamil begini?!"

"Eh santai Bos, Lo nggak liat ada gue disini, Gue disini ngga cuma makan btw, tapi juga nemenin istri orang yang lagi jalan santai sendirian demi bayinya bisa sehat, tapi suaminya malah asik tidur...sama istri nya yang...sehat"

Tatapan Arga langsung beralih Reno.

"Saya Tidak berbicara dengan kamu"

Reno mengangkat alis.

"Lah tapi kan..."

"Diam." Nada suara Arga kali ini jauh lebih tajam.

"Tuan... "

"Masuk mobil" Perintah Arga tegas.Suasana langsung terasa canggung. Beberapa orang di sekitar mulai melirik diam-diam.

Naira buru-buru menarik napas. Tak mau membuat suasana semakin buruk, Naira langsung berjalan pelan ke arah mobil. Sesekali Naira melirik ke arah Reno yang juga sedang terdiam sambil melihat ke arah mereka dengan tatapan yang sulit untuk dijelaskan.

Walaupun sedang marah, Arga tetap membukakan pintu mobil untuk Naira. Naira masuk dengan langkah hati-hati. Ia menarik nafasnya dalam dalam, menahan sekuat tenaga agar air matanya tidak jatuh.

BRAK

Arga masuk dengan membanting pintu mobil. Naira memejamkan matanya kaget, Entah kenapa hatinya benar-benar sensitif.

"M-Maaf" Ucap Naira lirih tanpa melihat ke arah Arga. Arga tak menjawab, ia melajukan mobilnya dengan cukup kencang.

Tanpa bisa ia tahan lagi, Air mata Naira lolos begitu saja, tak mau arga melihat ia langsung mengalihkan pandangan nya ke luar jendela.

hiks...

"Kenapa nangis?" Tanya Arga dengan nada lirih. Naira tak menjawab, ia terus saja menangis dengan mata yang menatap ke luar jendela, sesekali air matanya ia lao dengan lengan Cardigan nya.

"Ambil" Ucap Arga sambil menyodorkan tisu ke arah Naira. Naira hanya melirik sekilas tanpa mengambil tisu itu dari tangan Arga. Arga hanya menaikan alisnya.

Ini kenapa seolah-olah malah seperti Arga yang bersalah.

1
Atifah Diani
lanjuttttt
Dewi Andika
kyknya author ny kehabisan ide🤭
Wiw1tt: LANJUTTTT
total 1 replies
Atifah Diani
lanjuttttt
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
zoya
kapan lanjut nya thot
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
Atifah Diani
lanjuttttt
Wiw1tt: LANJUT!!!
total 1 replies
anis abdullah
Reno bener gk sih
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
zoya
blm up ka
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
zoya
Lanjut ka
Wiw1tt: gass lanjuttt
total 1 replies
Atifah Diani
lanjuttttt
Wiw1tt: gass lanjuttt
total 1 replies
Dewi Andika
atau jgn2 raisa thor.. oh my god..
Wiw1tt: Mungkin aja si, kan raisa emang udah ngga suka sama Naira tuh 🤔
total 1 replies
anis abdullah
Kq aq curiga Raisa ya dalang dibalik semua ini
Wiw1tt: Tapi bisa jadi yang lain nihhh
total 1 replies
Atifah Diani
lanjut
Dewi Andika
duh.. curiga deh kalau reno tu sebenarnya ada hati ma naira🤭
Dewi Andika
syukaa👍
Wiw1tt: YUK LANJU!! UDAH UP LAGI NIH💪
total 1 replies
Datu Zahra
Raisa 👎
Wiw1tt: YUK LANJU!! UDAH UP LAGI NIH💪
total 1 replies
Datu Zahra
Bikin Naira kuat lah kak othor, lawan itu Raisa.
anis abdullah
Udah jatuh cinta tp egonya lbh tinggi
Wiw1tt: YUK LANJUT GUYSS!! 😍
total 1 replies
Dewi Andika
udah gk sabar liat kelanjutannya smpe naira melahirkan..
Wiw1tt: YUK LANJUT!! 😍
total 1 replies
Datu Zahra
Raisa ambisius, Arga bodoh. Pasangan cocok, memuakkan
Wiw1tt: UDAH UP LAGI NIHH, YUK LANJUT LAGI🤭
total 1 replies
Nada Afifah
jadi naira sakit, begitu juga jadi raisa dan arga, lanjut dong thor, sampai bawa mimpi, jujur aku suka gaya penyampaiannya , semangat 😍😍
Wiw1tt: UDAH UP NIHH, YUK LANJUT LAGII💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!