"Sekarang status kita sudah berbeda. Aku bukan lagi Kakak Ipar mu, dan kamu bukan lagi Adik Ipar ku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green_light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Seperti yang di janjikan Fahri tempo hari, Kami pergi jalan-jalan, menghabiskan waktu akhir pekan, Fahri memilih mengajakku berwisata di salah satu tempat wisata daerah pinggir laut di Lhokseumawe. Gak terlalu jauh dari tempat tinggal kami, masih bisa di tempuh dengan menggunakan sepeda motor.
Kami pergi subuh-subuh agar cepat sampai di tempat tujuan. Tujuan pertama kami adalah waduk jeulikat
Waduk Jeulikat, atau kadang disebut juga dengan Waduk Jeuleukat, merupakan tempat wisata yang populer dikunjungi beberapa tahun terakhir ini. Alasannya adalah di sini banyak spot foto yang bisa digunakan untuk berselfie ria, mulai dari tempat semacam gazebo berlatarkan danau yang penuh tumbuhan teratai, sampai dengan jembatan yang Instagrammable. Bila ingin mengelilingi danau, maka kita bisa menyewa perahu.
Kami duduk di salah satu gazebo pinggir danau dan menikmati semilir angin sepoi-sepoi, pemandangan yang sangat memanjakan mataku, memang Fahri selalu oke kalau mencari tempat rekreasi.
Kebetulan tadi sewaktu di jalan kami sudah membeli makan siang, jadi ketika sampai disini kami bisa menikmati makan siang di dampingi suasana yang oke banget, menambah selera makan ku. Aku pun tak mau kalah sama pasangan muda mudi yang sedang asik berselfie ria, bukan Aku maniak Selfie, tapi hanya untuk mengabadikan momen dan sebagai arsip pribadi.
Terkadang Fahri juga membantu mengambil gambar ku, tak lupa pula Aku mengajak nya berselfie berdua.
Setelah puas kami menikmati suasana Waduk, Fahri mengajakku ke pantai ujong blang.
Katanya, jika berkunjung ke Lhokseumawe, maka wajib untuk datang ke salah satu pantai terindah di Lhokseumawe, yaitu Pantai Ujong Blang. Tempat ini merupakan tempat yang cocok untuk menikmati pemandangan matahari terbit. Jadi, jika ingin mendapatkan pemandangan terbaik, maka kita harus datang sebelum fajar menyingsing.
"Kenapa kita dateng nya sore? Kan gak bisa liat sunrise donk..." tanya ku pada Fahri.
"Iya, Besok pagi2 kita liat sunrise ya, kita nginap di penginapan dekat sini. Tapi ada baiknya sore ini kita melakukan aktifitas lain di sini."
"Apa?" Tanya ku penasaran.
"Ayok kita berenang, naik banana boat, atau menyusuri lautan menggunakan perahu nelayan. Kamu mau yang mana?"
"Bisa kita coba semua nya?" Aku antusias ingin mencoba semua yang Fahri bilang.
Fahri mengangguk, "Tapi kita cari penginapan dulu." Lalu Fahri menggandeng tangan ku menuju tempat menginap yang dia Maksud.
Setelah kami meletakkan barang-barang, Aku dan Fahri mencoba berbagai macam wahana yang ada disana. Sungguh seru sekali. Jalan-jalan kali ini juga sangat romantis.
Setelah puas bermain air tak terasa waktu berlalu begitu cepat, sudah hampir maghrib, maka kami pun kembali ke penginapan.
Selesai melaksanakan sholat maghrib, Fahri mengajakku menyusuri pantai, ku terima ajakannya dengan senang hati. Aku berjalan berdampingan dengannya, Fahri menautkan jari jemarinya pada jari ku, sungguh.. berjalan berdua di pinggir pantai sambil bergandengan tangan itu romantis pake banget,, you know??
Aku gak mau udah... masih mau merasakan keromantisan ini, Aku mau berlama-lama bersama dengan Fahri,, sepertinya Aku benar-benar akan jatuh cinta pada Fahri, batin ku.
"Mia..." panggil Fahri saat Aku menatap langit malam di bibir pantai.
"Iya..." jawabku menoleh ke arahnya.
"Ini..." Fahri memberikan Aku Ice cream. Aku tersenyum melihatnya,
"Kok?"
"Aku udah janji kan belikan kamu es krim waktu kita jalan-jalan.." katany sambil dia duduk di pasir putih dan Aku mengikutinya.
"Fahri..." Aku memanggilnya dan dia menoleh ke arah ku.
"Ada apa?"
"Kamu kok romantis sih?"
Fahri hanya diam dan tersenyum padaku. Aku gak tau apa yang sedang di pikirkannya. Yang Aku tau, Aku gak ingin malam ini cepat berlalu.
Setelah puas berjalan-jalan menikmati angin pantai, kami kembali ke penginapan untuk beristirahat. Karena besok pagi-pagi sekali Kami akan bergegas ke pantai untuk melihat matahari terbit, pastinya setelah kami melaksanakan sholat subuh.
Cuaca pagi ini sungguh dingin, apalagi saat matahari belum menampakkah dirinya. Selesai sholat subuh jamaah tadi, Aku yang sangat antusias melihat matahari terbit meminta Fahri untuk tak berlama-lama menuju pantai, Fahri pun hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah ku.
Tak menunggu lama untuk sang surya mulai menampakkan dirinya. Aku abadikan moment ini di camera ku.
Sungguh Masyaallah sekali ciptaan Tuhan ini, tiada yang mampu melukiskan cipataan seindah ini, ini nyata.
Aku meneteskan air mata ketika melihat keindahan alam yang luar biasa ini, jujur ini adalah untuk pertama kalinya Aku melihat Sunrise. Biarlah di kata katrok, ketinggalan jaman, tapi memang begini adanya Aku, untuk pertama kali nya Aku melihat matahari terbit secara langsung.
"Kamu senang?" Tanya Fahri yang memeluk bahu ku.
"Alhamdulillah, Aku masih bisa menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan ini. Terimakasih Fahri, udah ngajak Aku kemari.. Kamu memang suami yang paling paling pengertian. Aku syang sama kamu..."
Aku menatap mata Fahri dalam. Fahri sempat tertegun dengan pernyataanku. Tapi dia langsung mengubah ekspresi wajah nya dari yang terkejut menjadi biasa aja.
Fahri tersenyum, lalu membalikkan tubuhku menghadap nya, Fahri memelukku dan mendaratkan ciuman di keningku. Lama dia melakukan ini, Aku tau, walaupun dia belum menyukai ku, tapi Aku tau Fahri menghargai perasaanku. Semoga aja Fahri cepat jatih cinta dengan ku.
Tling.....
Suara hp ku, menandakan ada Chat masuk. Aku membuka Chat di depan Fahri, tanpa ada yang amAku tutupi.
Bang Bas
Dek, Hari ini buka toko? Abang mau ngajak Ibu kesana, katanya ibu rindu juga sama Adek.
Aku langsung membalas pesan Bang Bas.
Me
Maaf Bang, Mia lagi gak di tempat, Mia lagi dliburan ini..
Bang Bas
Ya udah gapapa, lain kali aja Abang ajak ibu ketemu kamu.
Me
Iya bang, Salam untuk Ibu ya
Bang Bas
Siap dek..
Aku tersenyum melihat chat dari Bang Bas, tak sengaja Aku melihat ke arah Fahri yang mengernyitkan alis nya, muka nya cemberut.
"Bang Bas? Siapa?" Tanya nya tudepoin.
"O.. Anak nya bu Kades waktu Aku KPM dulu.."
"Sampe sekarang kalian masih berhubungan? Sampe-sampe si Ibu Kades mau ketemu sama kamu, Awet bener ya..." kata nya sinis
"Gak usah cemburu lah Ri, dia cuma temen kok.." Jawabku cepat.
"Siapa juga yang cemburu?" Katanya sambil memalingkan wajah ke arah lain.
"Ooh,, gak cemburu toh, ya sudah lah, oh iya, Aku nanti mau beli oleh-oleh ya, mau Aku kasiin ke Bang Bas juga." Aku mau liat gimana ekspresi nya
"Jangan sampai dia jadi Pebinor ya Mi." katanya seraya melangkahkan kaki nya menuju ke penginapan, terpaksa Aku mengikutinya dari belakang dengan terburu-buru.
Ahahahaha...dapet celah kan Aku,, haaah... keliatan banget cemburu nya, tapi gak mau ngaku, dasar Fahri.
terimakasih banyak Thor dah bikin terhibur 🙏🙏
semangat Thor dgn karya selanjutnya 💪💪