NovelToon NovelToon
Ketika Bosku Mencari Cinta

Ketika Bosku Mencari Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nana Curly

Galas Pribadi Sae, seorang pengusaha muda yang sukses namun sedikit perhitungan masalah uang. Menginginkan seorang istri idaman, seorang wanita yang sempurna luar dan dalam.

Gayung Andara, seorang anak dukun yang manis, memiliki kenangan tak menyenangkan di masa remajanya.

Ikuti kisahnya yah ... Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Curly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

POV Galas

Pagi itu aku sangat gelisah, dadaku rasanya berdebar-debar seolah aku akan maju ke medan perang. Ya, aku berencana untuk melamar Gayung hari ini. Aku sengaja tak mengatakan padanya dan beralasan kalau adikku sakit sehingga mengharuskan aku pulang ke kampung halaman. Aku ingin membuat sebuah kejutan manis yang akan ia ingat seumur hidupnya.

Lalu? Bagaimana reaksi ibuku?

Juga adikku?

Mereka tentu saja sangat terkejut, mengingat bagaimana sikapku terakhir kali saat mereka berusaha menjodohkanku dengan Gayung. Inge yang cerewet terus saja meledekku, aku membiarkannya saja. Aku tahu dia sangat bahagia mendengar kabar ini. Dia terus saja memukulku, seolah masih tak percaya aku akan berakhir dengan sahabat kecilnya.

"Aku mau godain calon Kakak ipar ahhh...." Hampir saja ia mengirim pesan kepada Gayung, kalau aku tak buru-buru menahan tangannnya.

"Jangan!"

"Kenapa?" Inge menaikkan alisnya keheranan.

"Gayung tidak tahu, kalau aku pulang untuk melamarnya," jelasku sedikit canggung. Seumur hidupku aku tidak pernah berbicara masalah wanita pada keluargaku. Karena memang sebelumnya aku tidak mempunyai hubungan percintaan dengan siapapun.

"Ya ampun, so sweat banget sihhh ... gemes! gemes! gemes." Inge memberikan cubitan besar pada kedua pipiku. Dan aku membiarkannya saja kali ini, karena moodku sedang bagus.

"Inge, jangan jahil sama Kakakmu," ucap Ibu yang baru keluar dari kamarnya, ia sedikit merias tipis wajahnya. Karena ia akan menemaniku untuk menemui Pak Ming hari ini. Inge tentu saja ikut, karena dia yang paling heboh saat aku mengatakan akan melamar Gayung.

"Ih, ya ampun, aku masih nggak nyangka lho Kak ... kenapa nggak dari dulu aja gitu, padahal aku kan udah jodoh-jodohin kalian lama. Tapi Kak Galas malah sok sok-an nggak mau ... belum tahu aja sekarang Gayung cantiknya sudah kaya bidadari khayangan, haha ...." Adikku terus saja berceloteh ria di dalam mobil menuju rumah Pak Ming dikursi belakang. Ku lihat ibu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah anak bungsunya itu.

"Inge, berisik." Kupingku rasanya mulai pegal mendengarnya terus meledekku.

"Aku tuh masih surprise gitu lho, Kakakku sayang. Memang ya kalau jodoh memang nggak kemana." Inge tak peduli gertakanku.

"Ngomong-ngomong, Kakak udah ngapain aja sama Gayung?" Bisiknya cekikikan tepat ditelingaku, ia mencondongkan badannya sampai dikursi kemudiku. Aku melotot mendapatkan pertanyaan konyol itu dari adikku sendiri.

"Ingee!" Ibu kembali menegurnya, dengan suara lembutnya tentu saja. Tapi adikku begitu bebal. Ia terus saja berceloteh ria di kursi belakang, tak peduli aku dan ibu mengabaikannya.

Tak berapa lama, kami tiba dirumah Pak Ming, rumah sederhana bercat warna merah muda. Aku yakin, Gayung yang memilih warna itu, ia sering sekali memakai baju warna yang sama saat ke kantor. Aku memang membebaskan karyawan dalam berpakaian selama itu patut dan sopan.

Pak Ming menyambut kami di depan rumahnya. Sepertinya ia memiliki banyak tamu hari ini, melihat beberapa motor juga mobil yang terparkir disana.

"Assalamuallaikum," Adik dan ibuku memberi salam.

"Wallaikumsalam," jawab Pak Ming ramah dan kami bersalaman.

"Kapan datang?" tanya Pak Ming padaku.

"Kemarin, Pak," jawabku sedikit gugup. Meskipun keluarga kami berhubungan baik namun tetap saja perasaan takut ditolak itu ada.

"Ayo, masuk ..." Kami mengikutinya masuk ke dalam dan benar saja, ia memiliki banyak pasien hari ini. Beberapa ada yang duduk dikursi dan sebagaian lagi duduk di atas tikar yang sengaja digelar dilantai. Mereka memandang kami penuh rasa ingin tahu.

"Waduh, mengganggu nih, Pak," ucap Ibuku tak enak hati. Padahal kami sengaja datang pagi sekali, supaya tidak bentrok dengan kedatangan tamu yang datang berobat.

"Ndak, ndak ... tenang saja, mau minum apa?" Pak Ming mengajak kami ke ruang tengah, seperti waktu itu saat aku berkunjung terakhir kali. Terpisah dari tamu yang lain. Banyak foto-foto Gayung yang tergantung disana. Melihatnya saja, sudah membuatku merindukan dirinya. Namun, aku harus bersabar, kami hanya berpisah sementara demi kemajuan hubungan kami selanjutnya.

"Tidak usah repot-repot, Pak. Kami ada perlu sebentar saja, sepertinya Pak Ming banyak tamu ... takut mengganggu," kataku sopan.

"Kalau begitu Inge saja yang bikin ... sekalian buat tamu yang di depan." Inge menawarkan diri, tak heran, ia memang sering datang kemari meskipun Gayung tak ada dirumah. Inge tak pernah melupakan kebaikan Pak Ming yang telah membantunya keluar dari rasa sakit yang menyiksanya waktu itu.

Pak Ming mempersilahkan dan adikku yang cerewet itu bergegas menuju dapur. Pak Ming mulai menanyakan maksud kedatangan kami.

"Ada perlu apa ini? Kok tumben-tumbenan Galas telpon saya minta waktu?" Aku terdiam sejenak sebelum mulai bicara. Jujur, aku sangat gugup sekali. Ini lebih sulit dari menghadapi customer gila yang suka mencari masalah dan susah membayar tagihan.

"Eh ... begini, saya ... mau melamar Gayung ... untuk menjadi istri saya." Aku berkata sambil memandang ekspresi pria paruh baya itu. Aku ingin melihat reaksinya? Dan beliau tersenyum ... apa artinya itu?

"Kamu yakinnn?" tanyanya menggodaku dengan senyumnya.

"Yakin," jawabku mantab. Kalau tidak yakin, aku tidak akan datang kemari tentu saja.

"Tapi Gayung tidak ada di rumah ...."

"Iya saya tahu ... dia sekarang di ibukota."

"Oh ... Kalau Bapak sih terserah Gayung saja ... tapi ...." Pak Ming menahan kalimatnya.

"Kalau Gayung saya yakin dia pasti menerima saya," ujarku percaya diri. Aku sangat yakin akan hal itu.

"Kamu sudah bertemu Gayung?"

"Mereka sudah berpacaran sekarang, Pak," serobot Inge yang datang membawa minuman.

"Oh ... malahan?" Gayung sepertinya belum bercerita apapun tentang diriku pada orang tuanya.

"Iya, Pak. Restuin ya, Pak," rayu Inge sembari melirikku.

"Inge." Ibu mengingatkan adikku untuk tidak ikut campur.

"Ndak papa ... Bapak sih setuju-setuju saja, yang penting kamu ibadahnya rajin dan bisa membimbing Inge nantinya. Hayo ... solatnya bagaimana? Masih bolong-bolong ndak ...." Pertanyaan Pak Ming membuat aku, Ibu serta Inge saling melempar pandang satu sama lain.

"Ada apa?" Pak Ming menunggu jawaban.

"Saya ....saya non muslim, Pak," ucapku.

No sara sara ya ...

Gak menjelekkan agama satu dan yang lain. Ini cuma cerita khayalanku saja. Makasih buat yang sudah mau baca ... author cuma bisa membuat cerita yang ringan-ringan saja. Bukan spesialis cerita berat soalnya hihihi... imajinasi authornya masih cethek dan sebenarnya aku nulis ini buat menuhin seribu kata aja. Soalnya udah capek mikirnya, bolak-balik bikin bab ini tapi berasa gak sreg terus ...

Jangan lupa like juga komennya, ya ... biar author yang lemah ini senang dan lebih bersemangat melanjutkan cerita ini.

Salam sehat selalu ...

Salam dari Galas dan Gayung buat pembaca semua ...

1
Ersa
Luar biasa
Safitri Agus
yg ini sudah dibaca duluan, Alex dan Pandan 👍
Safitri Agus
udah tamat ya Thor,, keren ini novel nya suka banget dgn jln critanya,dan like always,happy ending,👍 terimakasih kak Nana curly 🙏🥰
Safitri Agus
ehh Jio ga jd sama Sasya,, kasian.
Safitri Agus
ini yg lahir pertama ya,kakaknya si Alex nih,calon dukun juga kyk mbahnya 🤭😁😁
Safitri Agus
Tiara kena San**t bini nya Jay,,,mungkin.
Safitri Agus
wah Gayung banyak maunya nih,🤭
Safitri Agus
heh langsung cuss aja mandi dulu dong,ini sepertinya gayung hamil,Galas lg ngidam 🤭
Safitri Agus
Sasya sama jio aja biar saling belajar,😁,ditutorin sama Safa,,astaga mak² satu ini dah losdol ga ada rem nya,😭🤣
Safitri Agus
yg wajar dan standar ok,tp jg terlalu ekstrim,🤭🤣
Safitri Agus
cocok visualnya,suka😍
Safitri Agus
kayaknya si Sasya ini othor ya 😂🤭
Safitri Agus
gayung utk mandi,Galas utk minum,sama2 bikin adem 😊
Safitri Agus
Jay dan Tiara,,teman makan teman
Safitri Agus
check up kesehatan mungkin sekalian di khitan 🤭
Safitri Agus
lah aku kok baru ngeh ya, jd ingat part brp itu,,,kukira dia suka nunda² waktu ibadah,,wah kalo gini berat rintangan ,, akidahnya harus sama ya pak bos
Safitri Agus
waahh dpt rejeki nomplok 😂🤭
Safitri Agus
Galas ketemu Gayung,, peralatan dapur, cocok, segeralah kalian membina rumah tangga ☺️
Safitri Agus
kisah Galas en Gayung,,duluan baca kisah anaknya si Alex😊
M Yuliono
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!