NovelToon NovelToon
Secreet Mission With You

Secreet Mission With You

Status: tamat
Genre:Action / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Menyembunyikan Identitas / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Misteri / Tamat
Popularitas:202k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Pertemuan tanpa sengaja, membawa keduanya dalam sebuah misi rahasia.

Penyelidikan panjang, menyingkap tabir rahasia komplotan pengedar obat terlarang, bukan itu saja, karena mereka pun dijebak menggunakan barang haram tersebut.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Akankah, Kapten Danesh benar-benar menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#27. Jalanku Dan Jalanmu Berbeda•

#27

Setelah pelarian panjang yang membuang-buang tenaga, kedua pria itu pun pasrah diinterogasi oleh Danesh. 

Danesh masuk ke ruang interogasi, matanya tajam menyorot kedua tersangka yang kini dalam pengawasannya.

“Sudah berapa lama?” 

Letnan Hadi menggeleng, pertanda bahwa kedua pria tersebut tak mau membuka mulut. 

Danesh menghembuskan nafas, ia menarik kursi kemudian duduk bersebelahan dengan Letnan Hadi. “Bicaralah dengan jujur, sebelum kalian melihat wujud asliku.” 

Danesh membuka berkas-berkas yang baru saja ia bawa dari luar ruangan, wajahnya datar seperti tak memiliki emosi, hingga membuat kedua pria itu di atas angin. 

Brak! 

Danesh yang mulai tak sabaran, menutup kembali berkas yang ada di hadapannya, dampak gumpalan emosi yang ia tahan akhirnya keluar ke permukaan, hingga gerakan kecil tersebut menimbulkan suara yang cukup keras. 

Kemudian … 

Plak! 

Plak! 

Plak! 

Dengan menggunakan berkas-berkas di tangannya, Ia memukul kepala dan wajah kedua pria itu secara bertubi-tubi. Kedua pria yang tak siap dengan situasi, seketika gelagapan, mereka tak siap dengan serangan tersebut, terutama lagi tak berani membalas, karena kedua tangan mereka dalam kondisi di borgol. 

Sekuat tenaga, Letnan Hadi mencoba mencegah Danesh melakukan tindakan yang akan membahayakan keselamatan kedua pria itu, karena jika tidak nyawa keduanya bisa terancam. 

“Kapt! Tenangkan dirimu,” cegah Letnan Hadi, sambil memeluk Danesh agar tak lagi bertindak brutal. 

“Bicara sekarang Sia^lan!! Sebelum kalian berdua ma^ti di tanganku!!” teriak Danesh berapi-api. Ia sungguh tak sabar menghadapi kedua pria yang baru saja ia tangkap tersebut. 

Salah satu pria itu tersenyum miring, ia mengusap sudut bibirnya yang mulai mengeluarkan darah. “Aku dengar, kedua saksi sebelumnya tewas secara misterius di tempat ini.” 

Danesh dan Letnan Hadi terdiam, “Apakah ada jaminan jika kami bicara, maka nyawa kami tidak akan melayang?” tanya pria itu, “kami memang bukan orang baik, tapi kami juga masih ingin menghirup udara segar.”

Danesh melepaskan diri dari rangkulan Letnan Hadi yang coba mencegahnya berbuat kasar pada saksi, rasa lelah dan jenuh karena tak kunjung menyelesaikan kasus peredaran cherry pil ini membuat Danesh frustasi. Ia kembali mencengkram kerah kaos pria tersebut, “Jangan bertele-tele, Sia^lan! Hidup kalian saja sama sekali tak berguna di masyarakat, tapi masih sok menginginkan hak hidup, apa kamu pikir Tuhan tidak murka dengan apa yang kalian perbuat?!” bentak Danesh. 

Bukannya marah, pria itu justru tersenyum miring, “Mata dan telinga wanita itu ada dimana-mana, bahkan aku yakin di antara kalian berdua mungkin salah satunya adalah orang bayaran Madame Vivi.” Kalimat tuduhan itu tak serta merta membuat Danesh dan Letnan Hadi marah, mereka masih ingin mendengar lebih lanjut keterangan pria itu. 

“Misalnya Aku berhasil lolos keluar dari tempat ini karena Kalian melepaskan Aku, maka tak akan ada jaminan Aku berhasil lolos di luar sana. Jika kalian ingin tahu betapa kejamnya Wanita itu, akan ku katakan bahwa ia tak segan-segan memperlakukan para korbannya sebagai daging panggang di tempat penja^agalan.” 

“ … “

“Kenapa? Tak perlu heran, begitulah resiko yang harus Kami hadapi.” Pria itu bicara seolah-olah tak memiliki rasa takut. “Karena itulah penting bagi Kami mengetahui apakah ada perlindungan keselamatan untuk Kami, jika Kami bekerja sama dengan polisi.” 

Di luar ruangan, tepatnya di balik dinding kaca. Marco dibuat bergidik ngeri mendengar penuturan pria tersebut, “Apa benar di dunia ini ada wanita yang bisa bertindak sek^ejam itu?” gumamnya. 

Meskipun sulit, pada akhirnya Letnan Hadi dan Danesh pun berunding demi perlindungan terhadap keselamatan saksi. Dan kesepakatan pun dibuat, demi membuat saksi buka mulut. 

“Kalian pengedar?” Danesh mulai bertanya. 

Kedua pria itu mengangguk, “Terpaksa.”

“Siapa yang memaksa kalian?” 

“Wanita itu,” jawabnya. 

“Dengan cara?” 

“Membuat kami kecanduan.” 

Pertanyaan terjeda sesaat, karena Danesh coba mencerna informasi yang baru saja ia dapat. 

“Okey … jadi Madame Vivi merekrut pengedar dengan cara membuat mereka kecanduan. Begitu?”

Kedua pria itu mengangguk, “Rata-rata pengedarnya adalah anak-anak jalanan, atau anak-anak remaja yang baru keluar dari panti asuhan.”

“Bagaimana cara mereka memaksa kalian?” 

“Mereka mendatangi kami, lebih tepatnya menculik dengan modus iming-iming pekerjaan.” Pria itu mendekat, kedua tangannya ia angkat ke atas meja hingga tubuhnya condong kearah Danesh dan Letnan Hadi. 

“Kami di karantina, disuntik dengan cherry liquid.”

“Cherry liquid?” 

“Setiap hari selama satu minggu berturut-turut, hingga kami tak bisa bernafas tanpa cairan sialan tersebut.” 

Pria itu menunjukkan lipatan lengannya yang terlihat membiru bekas suntikan. “Setelah berhasil membuat kami kecanduan, mereka membuat kami memohon untuk pil sia^lan tersebut.” 

Danesh menggigit bibirnya sendiri, sungguh miris sekali nasib orang-orang ini, “Lalu apa perbedaan cherry pil dengan cherry liquid?”

“Jangka waktunya.”

“Jika menggunakan pil, maka maksimal kamu perlu 3 hari untuk meminum pil berikutnya. Jika menggunakan liquid, kamu punya jangka waktu satu minggu untuk mendapatkan suntikan berikutnya.” 

“Apakah Madame Vivi membayar kalian dengan liquid tersebut?” Kini ganti Letnan Hadi yang bertanya. 

“Iya.” 

“Lalu, dimana pabrik pembuatan cherry-cherry tersebut?”

“Kami tak tahu, karena pil tersebut dikirim melalui kurir yang lain lagi. Bahkan mereka juga yang mengatur lokasi pengambilannya.” 

“Ditempat yang sama?” 

“Tidak, lokasinya selalu berpindah-pindah.” 

Pantas saja kepolisian sulit mengungkap jaringan ini, ternyata cara kerja mereka pun sedemikian misterius. 

•••

Klak! 

Blam! 

Rara terperangah, kedua matanya terbuka sempurna menatap pria yang kiri membungkam mulut, serta mengunci kedua tangannya. 

Dua pasang mata itu saling menatap, hanya mereka yang tahu dalamnya isi hati masing-masing.

Tak ada kebencian, namun Rara tetap menyimpan marahnya, pelik memang, 

namun semuanya kini hanya tinggal puing-puing masa lalu. 

Kedua mata pria itu berkaca-kaca, menatap Rara dengan segenap rindunya, “Aku pikir hanya aku yang mengambil langkah berbahaya, tapi kenapa kamu juga mengabaikan keselamatanmu.” 

“Ini jalan yang kupilih, selama aku yakin telah melangkah demi kebenaran, aku tak akan gentar apapun yang menghadang di depanku.” 

Wajah pria itu merah padam, kilasan memori ketika ia nyaris meregang nyawa demi bisa meninggalkan organisasi tempat ia bernaung dan membuktikan kehebatannya sebagai Hacker. “Kamu tahu! Apa alasanku bekerja untuk mereka!” ujarnya dengan derai air mata. 

“Aku minta maaf karena pernah memilih jalan yang salah, tapi kami butuh uang, dan mereka berani membayar kemampuanku dengan mahal, jadi apa salahnya?” lanjut pria itu. 

“Sampai kapanpun kamu tak akan pernah merasa salah, kan? Ya sudah, lanjutkan saja, tapi jangan lupa, di sini ada aku, aku akan menjadi bayang-bayangmu. Kemarin, kami memang gagal, tapi aku yakin akan ada banyak jalan untuk menghancurkan organisasi kalian.” 

Kedua mata Rara nyalang menatap pria tersebut, “Kendati nyawa taruhannya?” tanya pria itu dengan nada pilu. 

Dan Rara mengangguk yakin, “Kendati nyawaku taruhannya.”

Keduanya pernah bersama, bertemu dan menjalin kasih karena memilih jurusan yang sama di bangku kuliah. Namun takdir hidup membuat mereka memilih jalan berbeda, dan kini selalu ada sebab sebelum berakhir dengan akibat.

Sebelum melangkah pergi, Rara mendorong dada pria itu, hingga ia mundur beberapa langkah ke belakang. 

•••

jadi siapa si Masnya ini? 🥱

Kang kebun?

Kang somay?

Kang akang yang pernah ada?

Silahkan tebak-tebakan di kolom komentar💃💃💃

Tapi readers udah pinter, pasti busa langsung tahu melalui narasi othor.

1
kehaluan
danesh udah punya anak?
kehaluan
aku reader baruu.. dan suka banget ceritanya😍
kayaknya cerita ini sambungan dari judul lain ya?
moon: betul kak.

kisah remaja danesh ada di judul because we are young.
total 1 replies
Hariyanti
ceritanya bikin tegang tapi menarik dan penuh misteri 😘😘
Hariyanti
masih penuh misteri 😲
Visencia Alingga
mantap. semangat berkarya ❤❤❤❤❤
Visencia Alingga
keenakan ya nesh, ampe dol rem nya 🤣🤣🤣🤣
Dian
seruu ceritanya
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
menurut aku malah sebenernya renata udah cinta sama gerald tp dia ngerasa perasaan cinta nya masih ke danesh, dengan renata memilih berada di sisi gerald di akhir hidup gerald sebenernya nunjukin kalo dia punya rasa sayang walaupun mungkin belum sebesar ke danesh ya 🙂 cuma tragis banget mereka bersatu nya di alam baka 🥲
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Dhera kayaknya nyamar jd bu maria deh wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo di bilang ga becus malah lebih ga becus ibu nya, anak pertama nya pun kan seorang anak dia juga belum di usia yg remaja atau dewasa jd masih butuh juga di dampingi tp dia diminta bantu untuk jaga adek nya ya gapapa tp sebaiknya tetep ada pendampingan orang dewasa, ini nih yg bikin anak pertama seolah berasa mutan ga boleh salah ga boleh sakit karena berasa di lahirin buat jagain adek2 nya 😅
Hilmiya Kasinji
Luar biasa
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
Annie Soe..
Karya yg bener2 keren, bikin maraton bacanya..
Terus & tetaplah berkarya, hasilkan karya2 keren lainnya..
Lap yu thor..
Annie Soe..
Kang king kung kah ???😄😄
Sunny Kwok
Luar biasa
SLina
thor aqu pun Brokenheart. 😭😭😭
untung ku skip langsung part akhir. entah knp aqu di tim gerald. krn gerald sad end, g jadi read lagi
Mama david
novelnya sungguh luar biasa keren kak👍👍🥰🥰
moon: terima kasih atas apresiasinya, Kak 🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
karin
Bu maria nama sarmaran. Nama asli nya adera. betulkan thorr
Ari Carla
sudah ku duga
dewi oktaviah
aaaaaaa kak author
aku suka karya mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!