NovelToon NovelToon
The Best Sniper

The Best Sniper

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:24.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sekuel dari Novel My Secret Agent yang mengisahkan tentang Fey dan Gian.

Novel The Best Sniper, akan membahas mengenai Ryuga, putra pertama Fey dan Gian yang mengikuti jejak sang Ibunda yang berkarier di dunia Agen Rahasia.

Tak hanya membahas tentang karier cemerlang dari Ryuga, namun juga akan membahas perjalanan cinta dari si Pemimpin Pasukan Agen Rahasia.

Selain tokoh Ryuga, Author juga akan membahas tentang dua tokoh lain yaitu adik kandung Ryuga dan juga sahabat - sahabat yang kocak dan tengil. Mereka tentu akan ikut mewarnai kisah hidup Ryuga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Penasaran

"Wil, bangun." Ryu membangunkan Wili, perlahan. Ia tentu tak ingin membuat Wili terkejut.

"Udah smpe, Kak?" Tanya Wili saat melihat Ryu dan Adit yang sudah siap dengan pakaian mereka.

"Sepuluh menit lagi." Jawab Adit yang kemudian melemparkan pakaian dan balaclava milik Wili.

Wili segera memakai pakaian tertutupnya dan juga Balaclava. Setelah itu, ia segera memeriksa kondisi senapannya.

Sesuai dengan instruksi kedua dari Elno, mereka segera menuju ke salah satu gudang besar yang ada di sana.

Dengan lincah, mereka bertiga memanjat dinding gudang yang memang terdapat tangga besi menuju ke atap di sana.

Di atas, kedatangan mereka pun di sambut dengan Davi dan Briyan yang sudah mengintai mangsa mereka sejak beberapa menit lalu.

"Gimana?" Tanya Ryu.

"Masih belum ada pergerakan, Kapt." Jawab Davi.

"Kalian bertiga, langsung ke tempat masing - masing. Terus awasi." Perintah Ryu.

"Siap, Kapt!" Jawab ketiga junior Ryu yang langsung menjalankan perintah. Sementara ia dan Adit tetap di tempat agar lebih mudah mengawasi gudang ke dua yang juga mungkin akan jadi tempat transaksi.

"Ada mobil yang mencurigakan." Ujar Davi melalui earpiece saat melihat sebuah mobil box memasuki area pantauan.

"Perketat pantauan." Sahut Ryuga saat ia menangkap beberapa mobil SUV yang juga turut masuk ke area.

Ryuga pun tersenyum saat melihat orang - orang yang turun dari mobil itu. Ya, mereka adalah komplotan mafia senjata ilegal yang cukup meresahkan akhir - akhir ini.

"Target, lock." Ujar Ryuga yang memberi aba - aba pada semua rekannya.

"Bersihkan semua, jangan sampai ada yang tersisa." Imbuhnya kemudian.

Mereka terus memantau pergerakan target. Kelima orang itu pun terkejut saat pintu box mobil terbuka.

Di dalamnya, ada banyak sekali senjata api. Mulai dari pistol, hingga senapan laras panjang. Tak hanya itu, mereka juga membawa beberapa macam narkoba yang di letakkan di sebuah koper jinjing.

"Waaw! Transaksi milyaran kali ini, otewe gagal." Kata Adit.

"Sniper get ready!" Titah Ryu. Ia dan semua rekannya pun mulai fokus dengan titik vital target utama mereka.

Mereka tentu mengincar titik vital untuk meringankan rasa sakit target. Karena mereka sudah pasti akan tewas di tempat dalam hitungan detik saat timah panas mengenai titik vital.

"Shoot!"

Suara tembakan terdengar bersamaan. Tak ada yang menyadari keberadaan sniper di sekitar mereka. Lima orang target utama pun langsung rubuh tanpa sempat menyadari apa - apa.

Sementara, beberapa orang yang bersama mereka pun ikut menyusul dengan suara tembakan ke dua.

Tepat sasaran dan tak ada yang meleset, target vital mereka pun sama, yaitu bagian dada sebelah kiri (jantung).

Setelah menyelesaikan tugas, mereka segera kembali ke mobil. Tugas selanjutnya akan di laksanakan oleh Cleaning Agent atau Agen Pembersih yang sudah siap bertugas.

Agen Pembersih, tentu saja bertugas untuk membersihkan target yang sudah tak bernyawa. Mereka jugalah yang akan mengamankan barang bukti dan memastikan lokasi eksekusi benar - benar bersih dan tak meninggalkan jejak.

"Balik ke rumah, Yu?" Tanya Adit.

"Gue langsung ke Markas aja." Jawab Ryu. Ia justru lebih betah berada di Markas di bandingkan dengan di Basecamp.

"Gue juga mau ke Markas, Kak." Sahut Wili.

"Berarti, cuma gue nih, yang ke Basecamp." Ujar Adit.

"Lagian, kayak gak punya rumah aja, lo, tidur di Basecamp." Kata Ryu.

"Ngaca, woy! Lo ngapain kerjaannya tidur di Markas?" Sahut Adit.

"Padahal rumah Kak Ryu gede banget, bisa buat tidur pasukan satu kompi." Kata Wili.

"Satu batalion juga muat, Wil, kalo itu." Sahut Adit yang membuat mereka tertawa.

"Bukan rumah gue, rumah bokap - nyokap. Gue cuma numpang aja di sana." Kata Ryu.

"Low profile sekali anda, Tuan Muda. Pencitraan kah?" Ledek Adit yang hanya di tanggapi senyuman oleh Ryuga.

Setelah mengantar Adit kembali ke Basecamp, Ryu dan Wili segera menuju ke Markas. Tentusaja mereka akan tidur di ruangan mereka masing - masing.

Ruangan berukuran tiga kali enam meter itu memang sangat nyaman. Ruangan pribadi itu, terbagi menjadi dua area, yaitu kamar pribadi dengan fasilitas lengkap termasuk kamar mandi dan ruang kerja yang berada di bagian depan.

Begitu sampai di ruangannya, Ryu langsung menuju ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan kakinya, setelah itu barulah ia naik ke ranjang berukuran seratus dua puluh kali dua ratus senti meter yang tentu hanya cukup untuk satu orang.

Tak langsung memejamkan mata, ia membuka beberapa pesan yang masuk ke ponselnya. Dahinya mengernyit saat melihat sebuah pesan dari nomor asing yang masuk ke ponselnya.

"Siapa yang kirim pesan ke nomor rahasia?" Ryuga bertanya - tanya.

Pasalnya, nomor sim card rahasia itu, hanya di ketahui oleh anggota Agen Rahasia. Semua pesan atau panggilan yang berhubungan dengan Agen Rahasia, akan masuk ke sim tersebut.

Ryuga kembali membaca pesan yang masuk itu. Pada pesan itu, ia diminta bertemu dengan pengirim pesan hari ini, pukul sepuluh di salah satu Cafe.

Untuk mencari aman dari orang asing, Ryuga pun meminta untuk bertemu di sebuah Cafe yang berada di dekat Basecamp. Cafe itu adalah milik mantan anggota Agen Rahasia yang tentu akan lebih aman jika Ryu bertemu di sana.

Tak berselang lama, pesan balasan pun masuk. Pengirim pesan menyetujui permintaan Ryuga dan akan berada di Cafe itu tepat pukul sepuluh.

Ryuga meletakkan ponselnya lalu menghela nafas panjang. Ia tentu merasa penasaran pada si pengirim pesan.

Bagaimana mungkin nomor pribadi rahasia itu bisa di lacak? Tak kehabisan akal, Ryuga pun mengirimkan nomor si pengirim pesan pada bagian investigasi.

Tak berselang lama, ponselnya pun berdering. Ryu segera menjawab panggilan telfon dari bagian investigasi itu.

"Gak terlacak, Yu. Nomor pengirim pesan itu gak bisa terlacak." Ujar salah satu anggota investigasi.

"Kok bisa?" Tanya Ryu yang kini makin penasaran.

"Kemungkinan, itu sim card yang sama dengan yang kita pakai." Jawabnya.

"Siapa aja yang di beri akses menghubungi Agen Rahasia?" Tanya Ryu.

"Semua Petinggi kemiliteran."

"Apa ada yang lagi, Kak?" Tanya Ryu.

"Satu lagi adalah BIN (Badan Intelejen Negara). Tapi mereka belum pernah menghubungi secara langsung. Pasti akan lewat Jendral Militer terlebih dulu."

"Baiklah. Terima kasih, bantuannya, Kak." Ucap Ryu sebelum menghentikan panggilannya.

Ryu pun kembali meletakkan ponselnya. Ia berbaring sembari menatap langit - langit kamarnya. Kantuknya pun tiba - tiba hilang tertelan oleh rasa penasaran.

Namun, ia tak boleh gegabah. Jika yang menghubunginya adalah orang dalam lingkup yang sama, maka semua akan baik - baik saja. Tetapi jika bukan? Maka ia harus membersihkannya saat itu juga demi keamanan Agen Rahasia.

"Ah! Sial!" Gerutu Ryu.

Ia kemudian beranjak dari ranjang dan berjalan menuju ke tempat latihan tembak.

Seperti biasa, ia akan menenangkan diri dengan cara latihan menembak, persis seperti apa yang di lakukan Fey. Ia akan selalu pergi ke tempat latihan tembak jika merasa tak tenang.

Darah Fey benar - benar banyak mengalir pada putra pertamanya. Meski wajah Ryu mewarisi ketampanan Gian, namun sifat dan kepribadiannya banyak di wariskan dari Fey.

1
Munas Tuti
he..he...Ryu cemburu beneran gituuu
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mode posesifnya bang Ryu sdng on nih jd Gladys harap maklum ya 😉😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ryu kl dah cinta sama Gladys ungkapin sblm Gladys nya di ambil sama Nolan nyesel nantinya lho 😉😂
This Is Me
Percaya...bang Ryu, percaya kalau uang abang buanyaaaaakkkk🤭🤭🤭
rizky tria
mode posessif Yanda nih bang Ryu 😁
Munas Tuti
ihhh Ryu cemburu, ngerass lbh ganteng lagii
This Is Me
Ingat, Gladys, suamimu itu anak sultan. €14.000 duit kecil untuknya
🎃
bundaa , anak nya cemburu noh🤣
abang cemburu berat ini 🤣
help 🤣🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mulai bang Ryu cemburu nih 😂😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cemburu?? ya ngomong dng box
Sonya Kapahang
cemburu, Bang..?? inget Misi, Bang.. Kontrak doang, nikahnya kontrak doang.. ga usah pake hati 🤣🤣🤣🤣🤣
💟노르 아스마💟
🤣🤣🤣🤣🤣 cemburu bang????
Munas Tuti
gimana siiih Gladys kok gak ngerti klo sdh nikah sah sscara agama da negara
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
sekali dayung dua tiga pulau terlampaui ya Ryu karna sambil menjalankan misi Ryu akan memenangkan hatinya Gladys 😂😘
This Is Me
Makin sweet aja pasangan ini 😍
utama
kak buat Ryu ditengah jalan misi menyatakan isi hati ya pasti seru🥰
lanjut kak author
This Is Me
Lanjutin aja jadi nikah beneran😍😍
💟노르 아스마💟
sprtinya Ryu emang cintrong yakk ke gladis
Munas Tuti
ha..ha..ha...bisa jg Ryu godain Gladys
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kerjaan Ryu skrng itu godain Gladys 😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!