penghianat cinta yang di lakukan oleh sang ayah membuat dista engan membuka hati untuk para lelaki manapun, kekecewaan itu terus terbawa hingga dewasa bagi dista tak ada lelaki yang baik dan setia lagi di dunia ini
hingga akhirnya dista harus menikah dengan kekasih sang kakak bagaimana kehidupan dista seteleh menikah, akankah ia mulai membuka hati dan melupakan masa lalunya yang kelam
yuk simak ceritanya
By : Ayu kasuma
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Kasuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 27
Kurang lebih 2 minggu dista dirawat di rumah sakit kini dista sudah di perbolehkan untuk pulang kerumah
Melihat keadaan dista yang sering murung dan nanggis keanu inisiatif untuk mengajaknya pindah ke rumah mereka sendiri karna di sana ia rasa dista bisa melampiaskan semuanya tampa takut menyingung siapa pun
“ nanti yang jagain siapa kan kasian nu “ ucap mirna ketika keanu mengutarakan keinginannya untuk pindah ke rumah yang ia beli
“ mama si ngak bisa jaga mulut sama kayak karisma udah tau dista anaknya melow begitu “ kesal adam pada istri dan anaknya itu
“ nu nanti mas deh yang jagain mereka ya kalian di sini aja mas ngak tega liat dista sendiri di sana “ bujuk andi lagi
“ mas “ suara dista terdengar membuat keanu dan yang lain menoleh ke sunber suara
Keanu dengan cepat membantu dista yang sedang membawa baju keanu, ya semenjak hamil dista selalu membawa barang apa saja milik keanu yang ada di dekatnya entah itu baju, jam tanggan, handuk yang penting itu milik keanu
“ mau kemana kenapa ngak istirahat aja “ ucap keanu dengan membantu dista
“ dista mau nonton boleh .? “ tanyanya dengan lesu
Semenjak hamil juga dista selalu minta persetujuan keanu apa saya yang ia lakukan, keanu sangat merasa senang atas sikap dista yang manja begini ia merasa sangat di butuhkan
Namun tak sering ia kewalahan jika dista sudah menangis tentang hal hal kecil yang membuat nya sensitif
“ mau nonton mama nyalain tv nya ya “ ucap mirna dengan beranjak
“ ngak mau nonton di hp mama boleh ngak ?” ucapan dista tak hanya membuat mirna kaget tapi yang lain juga
“ kamu kan punya hp kenapa ngak di hp kamu aja .? “ tanyak keanu dengan membantu dista duduk
“ ngak boleh ya mas “ ucap dista dengan pelan
“ boleh kok ma hp nya mana .?” adam dengan cepat meminta hp istinya agar dista bisa nonton
“ ngak papah pa ngak usa pakai hp dista aja “ jawaban dista membuat mereka seakan di jembatan maut
Karna pasti tak lama air mata dista akan keluar dista akan mogok bicara
“ ngak papah ini dis hp mama banyak kuotanya kan “ ucap karisma dengan merahkan hp mirna
“ iya mau nonton apa mas cariin “ ucap keanu yang ikut menimpali
Dista mengeleng sembari menyalakan hpnya dan benar saja air matanya itu bagaikan air terjur yang meluncur deras namun tak bersuara
“ dis jangan nangis ya anaknya nanti ikutan sedih lo “ ucap keanu
Beberapa dari mereka juga ikut membujuk dista hingga akhirnya dista memilih untuk kembali istirahat di kamar
“ sudah istirahat.?” tanya adam ketika melihat keanu datang
Keanu mengangguk pelan
“ kalau begini terus kamu ngak usa pindah kasian dista apa apa sendiri “ sahut adam lagi
“ iya nu nanti mau hp mama baju atau hal lainnya kan repot mending di sini aja dulu “ sahut mirna lagi
Keanu menyandarkan badanya sembari menghela napasnya
“ sabar menghadapi wanita hamil memang kadang harus banyak banyak stok kesabaran nu “ nasehat adam
.
.
“ ngapain gin ? “ tanya gian ketika gina akan memasuki kamar dista
“Eh mas gina kangen mas “
“ kenapa ngak ketemu langsung sama dista nya .?” tanya gian lagi
Gina melihat gian “ bumi ngelarang gina bust ketemu langsung “
Gian menaikan alisnya mendengar pernyataan gina
“ mas jangan salah paham soalnya semenjak hamil dista jadi sensitive suka nangis kadang marah, bumi ngelarang juga biar dista ngak banyak interaksi mas tau sendiri kan kandungan dista bagaimana “
Mendengar pernyataan gina gian menghela napasnya “ iya sebaiknya jika ingin berkunjung beritahu keanu dulu agar kita lebih tau kondisinya dista “
“ yaudah kalau kamu mau ke kamar dista mas mau ke bawah dulu “ ucap gian meninggalkan gina sendiri
Gina dengan cepat masuk ke kamar dista lantas mengunci pintu
“ halo, ya bagaimana ,?” ucap gina pada orang di sebrang
“ bagus kamu pastikan minggu depan ketika mereka priksa semuanya beres “ sahutnya dengan tersenyum