NovelToon NovelToon
Cupu Fake

Cupu Fake

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: nadia

Warning! Tahap revisi

Adinda Kirana Pratama adalah seorang gadis cantik dari keluarga yang bisa di bilang kaya raya, namun ia mengubah hidupnya menjadi seorang gadis biasa bahkan sampai mengubah wajahnya menjadi cupu karena, kejadian masa lalunya

kejadian di mana dirinya hanya di manfaat oleh orang yang mendekati nya, mereka mendekati dia hanya semata mata ingin uang nya,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27,mengiklaskan

"Kalian, " kaget Dinda yang melihat wulan, Della dan Rere masuk keruangan itu.

"Lu pikir siap" sinis wulan yang kini mendekati Dinda.

"Ahhh capek gue, " ucap Della yang langsung duduk di kasur.

"Sama, " balas Rere.

"Ngapain si kalian culik aku? " tanya Dinda.

"Lu pikir ngapain?" sinis Della.

"Lu itu hidup nya terlalu beruntung tau gak, jadi kali kali gak papa kan buat lu menderita, " ledek Rere sambil tersenyum merendahkan.

"Aku gak punya salah apa-apa loh sama kalian, terus kok kalian bisa kenal sama si wulan sih, " tanya Dinda.

"Dia itu sahabat kita cuy, " sahut Della.

"Udah kalian tuh apaan sih, " risih Adit.

"Apaan sih dit? gak asik tau gak, " kesal wulan.

"Jangan-jangan kalian belum putus yah?" tanya Dinda.

"Siapa bilang, lu tau gak tuh cowok ninggalin gue gara-gara lu," bentak Wulan.

"Ya emang gue gak suka sama lu, gue sukanya sama si Dinda, " bentak Adit yang menatap tajam Wulan.

"Apaan si lu dit? lu jadi berubah gini, eh Din lu pasti cuci pikiran si Adit kan?" kini Wulan pun berbalik menatap Dinda dengan tajam.

"Apaan sih dia gak salah, malahan gue mau lepasin dia tau gak, " tegas Adit yang menarik Wulan menjauh dari Dinda.

"Lepasin tau gak, " bentak Wulan yang berusaha keras melepas tangannya dari Adit.

Sementara itu Della dan Rere yang melihat Adit berubah menjadi menyeramkan, Tiba-tiba berdiri dan ketakutan sambil membawa tas mereka, mereka pergi mengikuti Adit yang menarik narik Wulan keluar.

Mereka sudah berada di luar ruangan.

"Pergi lu semua dari sini, " bentak Adit sambil menunjuk mereka untuk pergi.

"Apaan si lu dit? gak asik tau gak, " kesal Wulan sambil memegang tangan nya yang sakit karena tadi di tarik oleh Adit.

"Iya nyebelin tau, " kesal Della dan Rere sambil melipat tangannya di dada, dan memutar kan bola matanya.

"Gue gak peduli, " acuh tak acuh Adit.

"Lu ingat yang ngerencanain ini kan gue, " tegas Wulan.

"Gue gak peduli, " balas Adit sambil langsung menutup keras pintu kamarnya.

Mereka bertiga pun bernafas kasar sebelum akhirnya mereka menyerah dan pergi dari sana.

Adit pun pergi menghampiri Dinda yang sedang menatapnya.

"Din, gue minta maaf yah," lirih Adit sambil menunduk di hadapan Dinda.

"Gak papa kok, " balas Dinda.

"Gue bakal lepasin loh tapi boleh gak lu kabulin satu aja permintaan terakhir gue, " lirih Adit yang kini mengangkat kepalanya menatap Dinda.

"Boleh kok selagi aku bisa kabulin. "

"Kamu mau gak makan sama aku sekarang, " tanya Adit sambil memohon padanya.

"Boleh kok dit, tapi akukan udah makan barusan" balas Dinda sambil tersenyum.

"ya udah, temenin doang," seru Adit semangat sambil membukakan tali yang berada di tangan dan kaki Dinda.

Dinda merentangkan tangan nya yang pegal karena di ikat, Dinda berdiri dan memeluk Adit.

Adit yang kaget akan pelukan Dinda pun membulatkan matanya.

"Makasih ya dit mau lepasin aku, "bisik Dinda.

"Iya sama-sama, " ucap Adit sambil melepaskan pelukan Dinda.

Mereka pun berjalan keluar dari rumah itu, dan naik ke mobil Adit mereka akan pergi ke sebuah kafe terlebih dahulu sebelum akhirnya mengantarkan Dinda pulang.

"Sekali lagi maaf ya Din? " ucap Adit sambil menyetir.

"Udah lah Dit. "

"Gue sekarang sadar bahwa cinta itu gak bisa di paksa, dan gue juga sadar bahwa cinta itu bukan soal memiliki, membiarkan orang yang kita cinta bahagia dengan cintanya juga itu namanya cinta kan? " balas Adit sambil melirik Dinda sekejap sebelum akhirnya kembali fokus ke depanm

"Yah mau bagaimana lagi, salah siapa dulu ninggalin aku?" sindir Dinda.

"Iya, biarin lah, sekarang kamu sama orang lain, tapi aku janji di kehidupan selanjutnya kamu bakal jadi milik ku. "

"Emang ada kehidupan lain? " ledek Dinda.

"Gak tau tuh, ya siapa tau aja ada kan," ucap Adit sambil mengangkat satu alisnya.

Mereka sudah sampai di kafe yang tidak jauh dari tempat yang tadi.

Sementara itu ketiga wanita tadi sebenarnya mengikuti mereka menuju kafe, mereka tadi tidak pulang melainkan mengintip mereka karena Wulan tau kalau misalnya Adit akan membawa Dinda pergi, jadi Wulan dan yang lainnya akan mengikuti Adit, tapi mereka masih dalam mobil memperhatikan Adit dan Dinda masuk ke dalam kafe.

"Lu punya rencana gak? " tanya Wulan.

"Enggak otak gue ngeblank nih kalau lagi laper, "balas Della sambil tertawa tengil.

"Yah eluh, " kesal Wulan.

"Bentar gue mikir dulu, " ucap Rere sambil menyimpan telunjuk nya di kepala.

Sementara itu di rumah Dinda mereka masih dalam ke adaan panik dan resah.

"Ya udah kita cari aja lah kemana gitu, " usul Lintang.

"Bentar, gue inget sesuatu," ujar Bastian yang seperti mengingat sesuatu.

"Apa?" jawab Daniel dan Lintang serentak.

Sementara Adisty tadi di antarkan ke kamar untuk beristirahat terlebih dahulu.

"Jadi kemarin saat gue ke pasar malam sama Dinda, katanya dia ketemu sama mantan nya, dan dia juga nangis-nangis gitu, " jelas Bastian .

"Oh iya gue juga inget, kata si Dinda tadi malam juga ngomong itu ama gue, " seru Lintang yang juga mengingat kalau Dinda pernah bercerita tentang Adit.

"Kok lu semua gak cerita sama gue sih? " kesal Daniel merasa tak di anggap.

"Ya lu gak nanya," ujar Lintang dan Bastian barengan.

"Ih udah ah, ayok kita cari Dinda sekarang! " sahut Sherly yang mengajak mereka pergi mencari Dinda sekarang.

"Ah iya bener," Lintang pun berdiri dan pergi ke luar menuju mobilnya.

"Pake mobil lu aja yah Lintang, " teriak Daniel yang mulai menyusul Lintang.

"Ok, " balas Lintang.

Sherly dan Bastian pun ikut pergi ke mobil Lintang,Lintang memajukan mobilnya.

"Kita cari kemana? " tanya Daniel.

"Luu tau gak kalau misalnya si Adit rumahnya di mana? " tanya bastian.

"Gak tau tuh, " jawab Daniel.

"Kita ke rumah si Wulan aja lah, terus kita cari tau rumah si Adit dari si Wulan," usul Lintang.

"Wulan? siapa dia?" tanya Bastian yang kebingungan.

"Masa lu gak tau sih? " dingin Daniel.

"Emang gue gak tau, tapi bentar kok kayak pernah denger yah, " ucap Bastian sambil berpikir.

Namun tiba-tiba Lintang mendapatkan telpon dari Rere.

1
Diah Susanti
garasi thor
Xyvirl
lnjt
IndraAsya
👣👣👣 Jejak 💪💪💪😘😘😘
ᵉˡ̳𝐀𝐘𝐃𝐀⸙ᵍᵏ
🤣🤣🤣🤣 pasti suara cempreng Dinda kaya toa masjid🏃🏃🏃
ᵉˡ̳𝐀𝐘𝐃𝐀⸙ᵍᵏ
etdah Bastian dah gak suka aja ma Dinda ,, kalo lu tau Dinda itu adeknya Daniel 🤭🤭🤭
@🏘⃝𝙰ⁿᵘѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ𝐀⃝🥀🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦
Dingin dingin, penasaran
@🏘⃝𝙰ⁿᵘѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ𝐀⃝🥀🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦
Muda mudah bener bener tulus ya adinda
@🏘⃝𝙰ⁿᵘѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ𝐀⃝🥀🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦
Ips juga puyeng kali, ngitung
@🏘⃝𝙰ⁿᵘѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ𝐀⃝🥀🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦
Apa ya harus yg cupu yg dapat beasiswa
Nayyira
lanjut
Mia Yuliari
kerennn sekali thor.. kisahnya....
kisah dr anak remaja ya... hehehe
re
Next
Ciam Cia Wen
nangis gw ngebayangin dulu gw di tinggal pacar kuliah klr kota
🥀Novie🥀
lanjut yg ke 2,,cus 💃💃💃
Atieks Syaiful Bahri
msh nyimak dl ya thor 🤭
Efan Zega
jd pengen punya kakak cwok,,,gmn gitu
senja:)
karyamu sungguh luar biasa thorr
Arsyi~●☆●~■v■
aku kenal dengan cerita ini,apakah kamu pembuat film gacha yang sama persis dengan ceritanya.😂🙏
Anisa Nisa
😭😭😭😭
Aniek Syifa
tang ting tung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!