🌹 Clarisa & Kevin Lee 🌹
Aku bekerja sebagai pembantu di rumah salah satu pengusaha kaya raya, di Korea Selatan bernama Kevin Lee.
Niatku adalah merubah nasib keluargaku, agar jauh lebih baik, tapi justru aku menikahi Suami dari majikanku.
Diakhir hidupnya, Nona Shin meminta aku menggantikan posisinya sebagai istri Tuan Kevin. Sebab menurutnya, aku adalah wanita yang tepat menggantikan posisinya, setelah kepergiannya nanti.
Tuan Kevin awalnya menolak, permintaan istrinya, karena ia sangat mencintai Nona Shin, tapi karena istrinya tetap memaksa akhirnya kamipun menikah.
Tuan Kevin tidak mencintaiku, hingga hanya hinaan, yang aku terima.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.27. Membantu Clarisa
🏚️ Kediaman Kevin🏚️
Sinar telah menampakkan senyuman indahnya untuk menyapa bumi, mengerjap mata perlahan saat pancaran cahayanya mengenai wajah cantiknya.
Memaksakan diri untuk bangun, walaupn merasakan badannya sangat remuk akibat aktifitas panas mereka semalam.
" Tidak ada gunanya aku meratapi nasibku, ini mungkin sudah digariskan Tuhan padaku. Ayo.., Clarisa kamu harus semangat...!! Ucapnya menyemangati diri sendiri.
Tetap tersenyum, ditengah kepedihan hatinya.
Dan pagi ini, dia tetap melakukan aktifitas seperti biasanya.
Menyiapkan air mandi, dan semua keperluan Suaminya untuk kekantor.
Setelah semuanya disiapkan, dia bergegas kelantai bawah.
Terdengar pesan masuk diphonsel miliknya.
Meraihnya, dan seketika senyuman itu hilang.
Saat membaca pesan masuk dari Ibunya.
💬 Risa..ini sudah awal bulan, kapan kamu akan mengirimkan uang untuk membayar cicilan rumah.
Balasan
💬 Secepatnya, Risa akan kirim Buu..!!
Balasan Ibunya.
💬 Oke Nak.., Ibu Tunggu. Ya sudah lanjutkan kerja kamu.
Menghembuskan nafas kasar, dan pandangannya beralih pada Suaminya yang masih tertidur nyenyak
" Enak ya jadi orang kaya," Gumamnya tersenyum gambar.
Menaruh HP di saku bajunya, dan membawa setumpuk pakaian kotor Suaminya yang tersimpan didalam keranjang.
Dengan sedikit kesusahan, dia memakskan diri untuk membawa tumpukan pakaian kotor tersebut, untuk turun kelantai bawah.
" Moga - moga suatu saat ada pangeran, yang datang menjemputku." Gumamnya, sambil senyum - senyum sendiri ditengah kegaulauan hatinya.
Terlihat dihalaman depan rumah, kediaman Kevin Lee.
Tampak sebuah mobil mewah, yang baru saja masuk, kehalaman rumah mewah itu, setelah memarkirkan mobilnya, Cristiaj langsung berjalan kedalam kediaman mewah itu dengan senyuman terus membingkai diwajah tampannya.
Mendapati pintu utama terbuka, dan tanpa mengetuk pintu ia langsung menerobos kedalam kediaman Omnya.
" Rumah kenapa kelihatan sepi, seperti kuburan saja. Apa mereka masih tidur? ataukah aku yang datang terlalu pagi.
Mengedarkan pandangannya kesegalah arah, dan mendapati seorang gadis cantik yang sedikit kesusahan, menuruni tangga dengan membawa tumpukan pakaian dalam keranjang.
" Clarisa.." Panggil Cristian, dengan langsung menyambangi wanita cantik itu.
" Cristian...!! Sedikit terkejut saat mendapati lelaki tampan itu, berada didekatnya.
" Mana biar aku bantu..!! Pintanya, dengan ingin merampas keranjang, dari genggaman Clarisa.
" Jangan Cristian, nanti Tuan Kevin lihat aku bisa dimarahi, Sudah biar aku saja ini sudah tugasku." Ucap Clarisa, yang tidak menyadari ucapannya.
" Tugas...! Gumamnya pelan, dan ia sangat terkejut karena setaunya Clarisa adalah istri dari Omnya.
" Sudah minggir sana aku mau nyuci."Titahnya, pada lelaki tampan itu.
Merasa iba, dan tanpa minta persetujuan ia langsung meraih keranjang pakaian kotor tersebut.
" Sini biar aku saja..!! Dengan langsung mengambil, dan menuruni anak tangga menuju lantai bawah.
" Cristian.., Cristian..., Panggilnya dengan sedikit berlari kecil, mengikuti langkah cepat lelaki tampan itu.
" Ayo..kejar aku Clarisa," Ucapnya tersenyum, dengan membawa keranjang pakaian.
Membawa tumpukan pakaian kotor itu, keruang cuci.
" Clarisa, kamu serius akan mencuci pakaian - pakaian ini..?
" Iya..,memangnya kenapa." Ucapnya tersenyum, dan sambil memasukkan pakaian - pakaian itu kedalam mesin.
" Biar aku bantu..!!
":Jangan Cristian, kamu itu keponakan Tuan Kevin, dan aku tidak mau dimarahi karena menyuruh keponakannya, membantuku.
" Aku keponakannya Tuan Kevinmu, dan aku juga temanmu." Ucapnya, yang tetap kekeh membantuh Clarisa.
Menatap Clarisa, yang dengan telaten mencuci pakaian - pakaian milik Omnya.
" Apakah Om Kevin, tidak memperlakukan dia layaknya seorang istri..?, terus pernikahan apa yang mereka jalani ini, bahkan semasa hidupnya Tante Shin tidak pernah melakukan hal ini, bukankah disini banyak pelayan..?
Dan mungkinkah mereka menikah, karena sesuatu hal." Bathinya dengan terus menatap Clarisa.
Menciptakan air, sehingga membuat lelaki itu tersadar dari lamunannya.
" Hei..., kenapa kamu melamun, pergi sana mungkin Tuan Kevin Om mu sudah bangun."
" Tidak, aku tidak mau.Aku akan membantuhmu hingga selesai.
" Tapi Cristian...!!
" Sudahlah.., ayo aku bantu kamu jemur pakaiannya." Ucapnya dengan mengangkat pakaian, yang sudah dicuci Clarisa."
Dibawah terik sinar matahari, Cristian membantu Clarisa menjemur pakaian - pakaian itu.
" Cristian..! Panggilnya.
" Ada apa..? Dengan terus melanjutkan, aksinya menjemur pakaian - pakaian di sebuah tali.
" Terimah kasih ya Cristian.., kamu pria yang baik, sendainya saja dia... Ucapnya terhenti.
" Seandainya kenapa Clarisa..? Dengan memandang lekat, darah cantik itu.
" Oh...tidak - tidak..! Dengan menggeleng cepat.
" Sendainya saja Tuan Kevin baik seperti kamu, pasti aku terlebih dahulu yang jatuh cinta padanya." Bathinnya,Yang begitu mengagumi kepribadian Cristian.
🏚️ Lantai 3, kediaman Kevin Lee🏚️
Bangun dari tidur, dengan tidak mendapati istrnya.
" Dimana dia.., apa dia sudah lupa tugasnya harus mengurus semua keperluanku. ". Ucapnya dengan nada yang terdengar kesal.
Berjalan kearah kamar mandi, untuk melakukan ritual mandinya.
Setelah selesai membersikan diri, ia langsung beranjak keruang ganti. Lagi - lagi, dia tidak mendapati keberadaan Clarisa, membuatnya sangat kesal.
" Apa dia mau aku pecat, apa dia sudah lupa kalau tugasnya mengurus semua keperluanku." Ucapnya dengan volume suara mulai meninggi.
Berjalan kearah balkon, setelah membalurkan sehelai kain pada kra bajunya.
Menghirup udara pagi, dan merasa suasana hatinya semakin membaik.
Dan tanpa sengaja tatapan matanya, menangkap pandangan yang menyesakkan.
Dimana ia melihat keponakan kandungnya, sedang membantu Clarisa, dan tawa lepas keluar dari bibirnya, saat Cristian menciptakan suasana humor.
Mengepal erat tangannya, hingga urat - uratnya jelas terlihat.
" Dia terlihat begitu bahagia saat bersama Cristian, tapi kalau bersamaku dia tidak pernah tersenyum sebahagia itu." Ucapnya dengan nada kesal.
" Terimah kasih ya Cristian, kalau begitu aku kekamar dulu."
"Clarisa.." Panggilnya
" Ada apa..? Dengan menghentikan langkahnya, dan berbalik menatap Cristian.
" Kamu mau ga.., kapan - kapan aku ngajak kamu jalan."
" Ngajak aku jalan- jalan..!! Dengan menatap lelaki tampan itu.
" Iya kebioskop, atau mungkin kita pergi makan - makan."
Terdiam sejenak, dan.dia tampak berpikir.
Hingga suara telepone, membuyarkan lamunannya.
📲 Percakapan.lewat telepone📱
Clarisa: Hallo Tuan..., eh maksudku Sayang...!!
Kevin;Cepat kemari..!! Titahnya.
Clarisa:" Baik aku akan kekamar sekarang. dengan langsung mematikan teleponnya.
H
H
malah Dara
menyangkaH
dll
menyangkah
apalagi yaa