NovelToon NovelToon
TERIKAT CINTA VAMPIRE TAMPAN

TERIKAT CINTA VAMPIRE TAMPAN

Status: tamat
Genre:Vampir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:139.5k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Gelya akhir-akhir ini sering bermimpi bercinta dengan seorang lelaki misterius. Wajahnya tak jelas hanya tubuhnya yang terasa lebih dingin dari manusia biasa.
Sampai akhirnya, ia dipertemukan dengan lelaki tampan yang selalu hadir saat malam hari. Lelaki yang mampu mengguncang hati Gelya dan membuatnya jatuh cinta setengah mati. Lelaki yang ternyata selalu hadir dalam mimpi Gelya. Bagaimana percintaan antara manusia dan vampire ini terjalin? Ada misteri apa dibalik kedatangan vampire yang berusia hampir 2000 tahun itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Status Berubah

5 hari dihabiskan Zoran dan Gelya di Bali untuk berbulan madu. Setelah itu keduanya kembali pulang ke tempat mereka.

Kali ini mereka naik pesawat bersama. Tentu saja Gelya sangat senang walaupun Zoran masih terlihat agak kesakitan waktu berjalan di bawa terik matahari. untunglah ia menggunakan kemeja lengan panjang, topi dan kacamata. Zoran sebenarnya ingin membuat langit nampak mendung tapi ia juga tak ingin penerbangan mereka ditunda.

Begitu tiba di kota, Zoran mengajak Gelya ke rumahnya.

"Aku tinggal di rumahmu?" tanya Gelya.

"Sayang, kita ini adalah pasangan suami istri. Masa kan kita harus tinggal terpisah."

"Tapi, rumah bibiku. Itu rumah peninggalan nenek ku. Aku tak ingin menjualnya."

"Sesekali kita akan menginap di sana. Namun aku akan meminta tukang untuk mengubah beberapa bagiannya sehingga kenangan buruk di sana akan hilang. Aku akan memasang pengaman CCTV dan juga beberapa jebakan yang terbuat dari perak." Zoran memegang kalung yang tergantung di leher Gelya. "Kalung ini, telah membuat dirimu menarik di mata siapa saja. Bukan hanya kaum vampire dan serigala tapi juga manusia. Makanya aku sarankan jangan pakai pakaian yang seksi ya?"

Gelya yang duduk di pangkuan Zoran jadi tertawa. "Bilang saja kamu cemburu."

"Aku memang cemburu kalau ada lelaki lain yang melihatmu. Namun daya tarik kalung ini sangat berbahaya untukmu. Namun kalung ini juga akan melindungi mu karena itu jangan pernah lepaskan."

Gelya mengangguk.

"Sekarang kamu adalah tanggungajwab ku. Aku sudah meminta pak Tarno untuk membuka rekening atas namamu. Kamu akan menerima uang bulanan dariku. Jangan bekerja lagi di minimarket itu."

Gelya nampak sedih. "Pada hal aku suka bekerja di sana."

"Kalau kamu memang suka bekerja, urus lah beberapa properti ku tapi kamu tak boleh bekerja sampai malam hari."

"Baiklah suamiku."

"Tuan, maaf menganggu !"

Gelya segera turun dari pangkuan Zoran. Pak Tarno menunduk hormat.

"Darahnya sudah saya siapkan di kulkas. Ini kartu keluarga dan identitas terbaru tuan dan nyonya. Juga surat pernikahannya. Besok, nyonya harus menandatangani administrasi pembukaan rekening di bank."

"Terima kasih pak Tarno." Zoran sangat senang. Pak Tarno memang sangat bisa diandalkan.

"Apakah masih ada keperluan lagi?"

"Tidak. Bapak sudah bisa pulang. Si Ruben kemana?"

"Sedang mengurus bisnis tuan di ibu kota."

"Ok. Tetap berhati-hati ya, pak?"

Pak Tarno menunduk hormat dan langsung pergi. Gelya pun mengambil dokumen yang diantar oleh Pak Tarno.

"Gelya Makarov?" Gelya terkejut melihat namanya sudah berubah.

"Ya. Kamu kan sudah menjadi istriku. Otomatis namanya harus berubah. Namaku kan Zoran Ivan Makarov. KTP dan semua identitas mu sudah berubah."

" Rasanya lucu saja. Selama 20 tahun lebih menggunakan nama belakang papa, kini berubah."

"Kamu tidak suka?"

Gelya menggeleng. "Tentu saja suka. Tapi memang belum terbiasa. Oh ya, aku mau mandi dulu."

"Setelah mandi, kita makan malam ya?"

Gelya mengangguk. Ia segera menaiki tangga. Agak bingung saja rasanya. Kini ia harus tinggal di rumah sebesar ini.

Rumah Zoran sangat mewah. Perabotannya pun semuanya mewah. Kamar mandinya saja setara kamar mandi rumah sultan. Gelya tak pernah berpikir akan menjadi istri seorang yang kaya seperti Zoran.

Begitu ia selesai mandi dan masuk ke dalam walk in closet, matanya terbelalak melihat semua baju wanita yang tergantung di sana.

"Kamu suka?" tanya Zoran yang sudah berada di belakangnya.

"Semua ini untukku?"

Zoran memeluk Gelya dari belakang. "Aku memesannya dari beberapa desainer terkenal saat kita ada di Bali. Semuanya tiba tadi pagi dan pak Tarno bersama istrinya yang mengatur semua ini."

"Bagaimana bisa tahu ukuranku?"

Zoran membalikan tubuh Gelya. "Aku tahu semua ukuranmu. Hanya dengan sekali menyentuhnya saja."

"Ih....dasar ....!" Gelya menjauh dari Zoran saat suaminya itu dengan gaya sensual membelai tubuh Gelya.

"Aku mandi dulu ya?" Zoran langsung meninggalkan istrinya karena ia tahu, semakin lama berada di sini, ia tak akan bisa menahan godaan menyentuh istrinya.

Gelya pun sampai kebingungan memilih pakaian apa yang akan digunakannya. Namun ia akhirnya menjatuhkan pilihannya pada gaun berwarna merah muda.

Selesai menyisir rambutnya, ia segera turun ke bawa. Meja makan nampak sudah siap dengan berbagai macam makanan. Sayangnya, hanya satu piring yang tersedia di sana.

Gelya membuka kulkas. Isi kulkasnya sudah penuh dengan berbagai macam bahan makanan.

Bel pintu berbunyi. Gelya melihat ke arah layar kontrol CCTV. Nampak Jave berdiri di sana. Saat Gelya akan menekan tombol merah agar gerbang bisa terbuka, Zoran yang baru selesai mandi segera bergerak agak cepat dan menahan tangan Gelya. "Jangan di buka sayang, itu bukan Jave."

"Maksudnya?"

"Itu hanya seseorang yang mirip Jave. Jave sebelum datang akan menelepon aku dulu. Ia tahu kalau pintu pagar ku sekarang sudah dilapisi perak. Hanya Tirgel yang bisa berubah wujud."

Gelya terkejut. Ia hampir saja membuatnya mereka celaka.

Zoran mengecup dahi Gelya. "Ayo kita makan!" Ia tak ingin Gelya sampai ketakutan.

************

Wajah Siti, Tiara, dan Bobi nampak sedih saat sore ini Gelya mampir di toko dan pamit dengan mereka. "Aku sudah mengirimkan surat permohonan pengunduran diri pada manager tadi pagi. Balasannya sudah ada." ujar Gelya.

"Kenapa sih harus mengundurkan diri?" tanya Siti.

"Aku sudah menikah dan suamiku tak menginginkannya."

"Apa?" mereka bertiga nampak kaget.

"Kok kita nggak diundang sih?"

Gelya hanya bisa menunjukan foto pernikahannya yang ada di ponselnya. "Kejadiannya mendadak. Itu terjadi karena kematian bibiku. Suamiku tak ingin aku hidup sendiri dan segera menikahi ku."

"Terus mana suami mu?" tanya Tiara penasaran.

Gelya menatap mobil yang terparkir di halaman toko. Sebenarnya Zoran enggan turun karena matahari masih bersinar terang walaupun ini sudah jam 5 sore. Namun karena ia melihat Gelya memanggilnya, Zoran pun mengenakan kacamata hitamnya dan topi.

"Suami kamu yang ada di dalam mobil Mustang itu? Mobil seharga 2,5 miliar?" tanya Bobi kaget.

Gelya hanya tersenyum. Pada saat melihat Zoran, Siti pun langsung tersenyum menggoda. "Tuh kan apa ku bilang, bule itu suamimu."

Zoran datang dan memperkenalkan dirinya secara resmi sebagai suami Gelya. Ia juga membagikan beberapa sovenir yang dibelinya tanpa sepengetahuan Gelya.

"Wah, sovenir pernikahannya saja semewah ini." Siti nampak kagum.

Setelah Gelya dan Zoran pergi, Bobi membuka sovenir berbentuk kotak yang terbuat dari kaca itu. Ia langsung berteriak.

"Astaga, ada uangnya."

Siti dan Tiara pun membuka milik mereka. "Alamak, banyak banget. Sebentar aku hitung. satu, dua, tiga, empat, lima. Semuanya ada 5 juta."

Bobi menggeleng tak percaya. "Rezeki untuk anakku."

"Aku mau beli handphone baru." Tiara berjingkrak kesenangan. Sedangkan Siti masih tak percaya.

"Beruntung banget ya, Gelya menikah dengan Zoran. Sudah tampan, tajir juga."

"Dan yang pasti bukan vampire karena ia bisa nongol di siang hari."

Mereka bertiga pun tertawa.

**********

"Gelya sayang.......!" Gelya yang sedang menikmati sentuhan Zoran langsung mendorong dada suaminya.

"Ada apa?" tanya Zoran bingung.

"Suara Tirgel sepertinya memanggilku. Tadi juga saat aku sedang di kampus, aku seperti mendengar suaranya."

Zoran yang masih ada di atas tubuh istrinya segera menjauh. Ia duduk di samping Gelya lalu meminta agar istrinya menatapnya. "Sayang, coba fokus padaku sehingga aku bisa masuk ke alam pikiran mu. Dulu aku pernah belajar ilmu memasuki jiwa orang."

Gelya duduk berhadapan dengan suaminya. Ia membiarkan Zoran menatap langsung ke matanya. Ia tak melawan saat Zoran berusaha menguasai pikirannya.

Namun tak sampai 5 menit, Zoran terhempas sehingga ia jatuh ke lantai.

"Zoran ....!" Gelya berteriak sambil turun dari tempat tidur. Di lihatnya Zoran tak bergerak dan matanya mengeluarkan darah.

1
Faizah Indah lestari
coba rengkarnasi kembali gelya dan Zoran Thor
Faizah Indah lestari
langsung suka bacanya
Faizah Indah lestari
mampir
Elmi Varida
tks thor, ceritamu terlalu manis, aku sampe terharu. tks sdh menyelesaikan novelmu . Ditunggu cerita Zo ya. Sukses untukmu. Tetap sehat ya..
Elmi Varida
walaaaah...ketauan dech..😤
Elmi Varida
tambah seru thor, buat penasaran aja..
good thor👍👍
Elmi Varida
thor..bikin aku jd nahan napas....😄😄
Enny Olivia: terima kasih sudah membacanya ya
total 1 replies
Elmi Varida
menarik thor, ikut nyimak ya..🙏
panty sari
thor di tunggu kelanjutan cerita anak nya Zoran Gelya dan Zein
panty sari
cinta abadi
panty sari
ceritanya sedih 😭
panty sari
kalau gelya darah keperawanannya buat kekuatannya tapi Zo ga mungkin kan darah keperjakaannya buat annnet biar kuat
panty sari
bisa bisa zo ga perjaka lagi dong
panty sari
zo harus tau ayahnya seorang vampir
panty sari
apa bangsa srigala vampir datang
panty sari
apakah yg bermain piano Zoran sangat menyedihkan zein telah tiada /Sob/
panty sari
bisa bagus Bombay kalau zein juga mati /Sob/
panty sari
apa zoren msh hidup dan menyamar jadi jave untuk bertemu dg gelya
panty sari
bagus thor Dr. Elsa dg jave
panty sari
benih 2 suami yah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!