Bia Aziya, berumur 21tahun.Hidup dari toko ke toko demi memenuhi kebutuhan nya sendiri.Ia rela menjadi pekerja paruh waktu,bahkan terkadang menjadi pembawa belanjaan milik ibu ibu yang ia tak kenal satu pun.
Kehidupan nya membawa kesebuah perjodohan karena Ibu Risma yang sangat baik hati,melihat seorang anak gadis yang dengan gigih bekerja untuk diri nya sendiri tanpa malu dan gengsi bahkan di kota besar dan di tengah tengah banyak nya anak muda yang sangat modis dan glamor.
"Aku rasa tidak penting Mah,jika hanya untuk ini Mamah berdrama sakit.Umur tidak menjadi patokan untuk menikah!"
Antonio pria yang sangat dingin dan kaku,ia bahkan tak pernah berfikir jika Mamah nya beralasan ingin bertemu nyatanya untuk memohon menikahi gadis yang sama sekali tidak di kenal.
"Ingat,aku tidak suka wanita mandiri dan pekerja seperti mu.Gayamu sangat biasa saja tak terlihat seperti perempuan.Kau bukan tipe ku.Jadi jangan berharap aku mencintai mu!"
Mendengar itu Bia hanya bisa menghela nafas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ♍Virgo girL 🥀🌸, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 27 Terus mengulangi
Memakan waktu empat jam dari kotanya,sepanjang perjalanan pun Antonio hanya sesekali menoleh dan memandang Bia yang membuang muka melihat ke luar jendela.
Bragk!!!
Antonio membuka dan menutup pintu dengan kasar,bukan ke rumah ataupun ke kontrakan Bia.Melainkan hotel mewah kelas satu di kota ini,Bia terperanjat saat tangan nya di tarik dan dilempar ke ranjang.Terjatuh di kasur yang sangat empuk dan berukuran king size.Antonio mulai membuka kancing kemeja nya satu persatu dan mendekati Bia.Merangsek dan mengukung tubuh kecil bia,seringai dari wajahnya pun terlihat.
Bia menelan Saliva nya.
"Apa mau mu sebenarnya Bang?!"
Tidak langsung menjawab ,Antonio mengulas senyum menurunkan wajahnya,kini mereka sangat dekat.Tangan nya mulai mengusap pipi Bia.
Parfum nya bukan parfum wanita,apa sebenarnya yang mereka lakukan tadi.
Tanpa aba-aba Krettt!!!!
Bia berteriak kencang saat Antonio menarik kasar pakaian nya hingga membelah jadi dua,kancingnya pun berhamburan entah kemana.Tanpa terduga Antonio menyerang Bia dengan buas,hingga wanita itu kualahan mengimbanginya.
"Aku tidak suka wangi ini,ini parfum siapa?!"
Antonio merangsek di leher Bia ,menciumi dan memberikan tanda merah di sana.Lalu tangan nya bekerja di bawah dan di kedua gundukan yang mulai menantang untuk di jamah.
Bia yang sudah tak kuasa menjawab hanya memejamkan mata,semua yang diberikan Antonio malam ini memabukan.Ia bahkan tak sadar jika lelaki di depan nya sudah tak memakai apapun,begitu pula dengan dirinya yang sudah telanjang bulat.
Merenggang membuka lebar kaki nya,Antonio belum melesakkan senjata,ia masih bermain main padahal Bia sudah sangat ingin.
Antonio meraih remote dan mematikan otomatis lampu yang menyala.Tak lama ia pun mulai memasukan milik nya ke dalam milik Bia,mendorong pelan hingga terbenam sempurna di dalam sana.Tangan Bia meraih lengan Antonio.Lelaki itu kembali mendekat dan mengukung Bia.
"Bia,berjanjilah pada ku tidak akan pernah pergi dari ku dan berpaling dari ku!"
Bukan jawaban melainkan desahan yang keluar dari bibir Bia.
"Entah apa yang kalian lakukan,yang pasti aku akan menghapus parfum ini!"
Mulutnya bicara,namun adik kecil di bawah sana terus memompa tubuh Bia,hingga melenguh panjang,dan miliknya terasa hangat.
Bia menatap Antonio,namun pria itu menggerakkan pelan hingga berirama dan mempercepatnya.
"Jawab pertanyaan ku Bia!" Mencumbu dan tak akan terlewatkan satu inci pun tubuh istrinya.Semakin hari semakin membuat candu dan ingin mengulanginya lagi.
"aku janji..." suara nya sangat merdu,mendesah dan membuat Antonio menekan hingga dalam.
"Lahirkan lah anak anak untuk ku,untuk kita dan cucu untuk Mamah!"
Mata Bia terpejam namun telinganya mendengar,tangan Bia meraih lengan Antonio mencengkram dengan kuat,hingga kukunya membekas di sana.Suara erotis nan merdu menggema di ruangan itu,beruntung kamar nya kedap suara dan tak mungkin terdengar sampai luar.
Antonio terus memacu miliknya di dalam sana,bibir nya menyentuh apa saja yang dia sukai di tubuh Bia.
"Pindah sofa Bi..." Antonio menggendong tanpa melepaskan,mereka kembali bergumul di atas sofa.
"Ahh sakit!!" Gigi Antonio mengigit ujung buah dada milik Bia.
"Aku suka warna dan bentuk nya!"
Lalu tiba tiba Antonio menarik miliknya,wajahnya beralih ke bawah sana.Indra pengecap nya bermain di sana hingga Bia meliuk tak terkontrol.
Kembali ke ranjang,kedua nya melanjutkan nya sampai Antonio mencapai puncak,mendorong dan terus memperdalam.
.
.
.
Masih terus menciumi dada Bia, Antonio memeluk posesif wanita di sampingnya.Posisi nya miring tangan nya melingkar di perut.Menahan kepala untuk menatap wanita di depan nya.
Bia tidak tidur hanya dia malu,karena semua nya sudah diberikan untuk lelaki yang berstatus suami.
"Bia Aziya...lihat aku!"
Bia pun menoleh.Kedua mata mereka sama menatap.
"Jangan pernah menemui lelaki lain,jangan coba pergi dariku juga!"
Mereka saling beradu tatap,hingga Antonio tak kuasa mendekatkan bibirnya lagi.Namun Bia berpaling.
"Biii..."
"Aku capek Ba... Sshhh!" suara nya bercampur desahan, Antonio tetap memaksa memasukan jarinya kebawah sana.
"Kamu diam saja,biar aku yang bekerja!..Kita akan beberapa hari disini,dan terus mengulangi nya! Biar kau tahu,kamu hanya milikku!"
Tubuh Antonio langsung mengukung Bia,mengangkat kedua tangan Bia ke atas,suaminya mulai bergerak menjamah.
Hingga ia mulai memasukan kembali milik nya,mengayuh dan bermain sampai Bia terkulai lemas di atas nya.Antonio pun membalikan badan nya,merebahkan Bia di ranjang.Menarik selimut hingga dada Bia,suami nya tersenyum terus mencium mi wajahnya.
"Terimakasih"
.
.
.
To be continue