NovelToon NovelToon
Tidurkan Aku

Tidurkan Aku

Status: tamat
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:82.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Lalu Unaiii

Liam tidak pernah merasakan cinta sebelum bertemu dengan Lyra Maharani, perempuan yang masih terikat dengan masa lalunya hingga membuat Liam meradang lantaran cintanya tak kunjung disambut oleh Lyra.

"Menikahlah denganku." -Liam Malik

"Saya tidak bisa."-Lyra Maharani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalu Unaiii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27

Mendengar ucapan Liam, Lyra merasa tersentuh, sebegitu berarti kehadirannya bagi laki-laki itu? Lyra tidak tau apa yang dialami oleh Liam namun dia yakin Liam pasti sangat menderita selama ini. Kenapa Liam tidak ingin memberitahu Bi Mirah, tentu perempuan itu lebih mengerti dia dibanding Lyra yang tidak tau apa-apa tentang Liam.

Liam kembali menyentuh pelipisnya. Laki-laki itu mengernyit, tangannya bergerak memijat pelipisnya untuk ke sekian kalinya.

“Biar saya saja,” seru Lyra menggeser tubuhnya agar lebih mudah mencapai kepala Liam. Lyra menyentuh tangan Liam yang masih menekan pelipisnya. Kulit tangan Liam terasa panas dalam telapak tangan Lyra.

Lyra kemudian menggantikan tangan Liam untuk memijat kepala laki-laki itu. Lyra memijat dengan pelan, otot wajah Liam yang sebelumnya terasa tegang kini perlahan-lahan kembali rileks.

“Sepertinya dengan begini saja kamu sudah bisa membuat saya tertidur,” ucap Liam sembari membuka matanya menatap Lyra dengan hangat. Senyum tipis terbit di wajah laki-laki itu.

Suasana hati Liam sepertinya sangat mudah berubah jika berhubungan dengan Lyra. Laki-laki itu memejamkan matanya merasakan pijatan Lyra yang membuat rasa sakit di kepalanya sedikit berkurang.

“Jika merasa mengantuk Tuan Liam bisa tidur, saya akan ada di sini.” Lyra berkata pelan.

Liam tidak menjawab namun Lyra tau laki-laki itu mendengar dengan baik apa yang dia katakan.

Lima belas menit berlalu. Lyra berhenti memijat kepala Liam yang masih terasa panas. Dia sekarang beralih membasahi kembali handuk kecil ke dalam baskom, kembali meletakkan handuk itu di atas kepala Liam.

Liam tertidur, gurat kelelahan terlihat jelas di wajahnya yang terlelap. Jam di dinding sudah menunjukkan hampir pukul tiga.

Setelah beberapa saat Lyra kembali memeriksa suhu tubuh Liam. Sudah tidak sepanas sebelumnya, mungkin obatnya baru bereaksi sekarang.

Lyra menyeka kening Liam yang lembab, rambut laki-laki itu menempel di keningnya. Lyra merapikan sebentar rambut Liam lalu kembali meletakkan handuk kompres di atas keningnya.

Sembari menunggu demam Liam turun Lyra mulai membereskan gelas juga bekas tempat bungkusan obat yang tadi diminum oleh Liam juga baskom berisi air kompresan lalu membawanya ke luar kamar.

Dia meletakkan gelas di dapur, lalu membuang bungkusan obat pada tempat sampah, terakhir Lyra mengganti air di dalam baskom.

Tidak lama Lyra kembali ke kamar Liam. Dia sedikit terkejut. Liam terlihat bergerak gelisah di atas tempat tidur. Laki-laki itu bergumam tidak jelas. Handuk kompresan di keningnya sudah terjatuh ke atas bantal. Kening Liam mengkerut. Wajahnya seperti menahan kesakitan, sudut mata Liam juga terlihat meneteskan air mata.

Melihat itu Lyra segera mendekat. Meletakkan baskom di atas meja lalu dia duduk di pinggir ranjang di samping Liam.

“Tuan..”

Lyra menyentuh tangan Liam, menyusupkan tangannya di bawah telapak tangan Liam. Seketika tangan Liam menggenggamnya erat. Lyra meringis. Sepertinya Liam sedang bermimpi buruk.

Liam masih begerak gelisah. “Jangan..” dia bergumam tidak jelas namun hanya kata itu yang terdengar jelas di telinga Lyra. Lyra membalas genggaman tangan Liam, tangannya yang lain menyentuh lengan Liam.

“Saya di sini,” bisiknya.

Ajaib, perlahan-lahan Liam mulai tenang. Melihat itu Lyra menghembuskan nafasnya lega, padahal dia hanya meninggalkan Liam sebentar.

Lyra menunggu beberapa saat hingga Liam benar-benar tenang, nafas laki-laki itu kembali teratur. Lyra kemudian mencoba melepas genggamannya namun genggaman tangan Liam masih sangat erat. Lyra akhirnya menyerah dia memilih membiarkan Liam menggenggam sebelah tangannya sedangkan tangannya yang bebas mengambil kain kompres lalu meletakkannya ke dalam baskom.

Lyra menyentuh kening Liam yang masih mengkerut, dia kembali memijat pelan kepala Liam agar laki-laki itu bisa kembali tidur dengan nyenyak. Setelahnya, dengan sebelah tangannya Lyra mencoba sebisa mungkin memeras handuk kompres lalu kembali meletakkannya di atas kening Liam. Dia berharap demam Liam segera turun.

Lyra memperhatikan raut wajah Liam, raut kesakitan yang sebelumnya dilihat Lyra sudah tidak terlihat lagi di sana. Lyra menyentuh sudut mata Liam yang masih berair. Apa laki-laki itu menangis dalam mimpinya?

Entah mimpi seperti apa yang dialami oleh laki-laki itu, yang jelas itu pasti mimpi yang menakutkan.

Lyra kemudian menatap ke arah tangannya dan Liam yang masih bersentuhan, genggaman Liam sudah tidak se-erat sebelumnya namun Lyra tidak ingin melepaskannya kali ini. Dalam hati kecilnya dia ingin Liam mengetahui bahwa dia berada di sisi laki-laki itu bahkan saat dia terlelap seperti ini.

Di antara dia dengan Liam, tidak ada perasaan yang benar-benar jelas tergambarkan. Kalimat-kalimat ambigu Liam mungkin sedikit mengisyaratkan bahwa Lyra berarti baginya. Namun Lyra tidak bisa menyimpulkan. Liam membutuhkannya, hanya itu yang sekarang menjadi alasan dia berarti bagi laki-laki itu. Selain dari pada itu, Lyra tidak memiliki apa-apa yang bisa membuat laki-laki seperti Liam jatuh hati. Liam mungkin saja pernah bertemu dengan perempuan yang lebih cantik darinya, apalah Lyra yang hanya seorang perempuan yang ditinggal suaminya.

Lyra tidak ingin mencari tahu tentang perasaannya. Cukup saja dia bersikap seolah tidak merasakan apa-apa. Perasaan yang terlalu cepat timbul itu akan membuatnya menderita lagi. Rasa berdebar-debar, pipinya yang bersemu merah, rasa khawatir dan berbagai emosi lain yang dia rasakan pada Liam tidak boleh muncul ke permukaan. Antara dia dan Liam tidak akan bisa terjadi apa-apa. Dia tidak boleh meracik racun untuk dirinya sendiri dengan jatuh cinta pada Liam.

Beberapa saat kemudian rasa kantuk mulai hinggap di kedua mata Lyra. Perempuan itu tanpa bisa melawan jatuh terlelap sambil bersandar di kepala ranjang. Wajar saja, dia hanya tertidur selama kurang dari tiga jam sebelum Liam menghubunginya.

Lyra terlelap dengan menumpukan sebelah tangannya di atas handuk kompres di kening Liam sedangkan sebelah tangannya lagi masih bergenggaman dengan tangan Liam.

Pukul setengah Lima Liam terbangun, kepalanya sudah tidak terasa sakit lagi. Liam mengerutkan keningnya merasakan sesuatu di atas keningnya. Dia perlahan membuka mata.

Seketika sudut bibirnya tertarik ke atas saat matanya menemukan wajah terlelap Lyra yang sedang menunduk, kepalanya bersandar pada kepala ranjang hingga wajahnya menghadap ke bawah.

Liam perlahan menggerakkan tangannya, lalu dia menyadari tangan Lyra di dalam genggaman tangannya. Dia kembali menatap wajah Lyra, bibir Liam terbuka menampilkan senyum tipis yang sangat jarang terlihat.

Tangan Liam menyentuh tangan Lyra yang juga masih berada di atas keningnya, dia memindahkan tangan Lyra ke samping tubuh perempuan itu.

Liam lalu menyingkirkan handuk kompresan di keningnya ke dalam baskom. Perlahan Liam mengangkat tubuhnya yang masih terasa berat. Dia kemudian duduk bersandar di kepala ranjang di dekat kepala Lyra. Tangannya bergerak menangkup wajah perempuan itu.

Dia tidak pernah menyangka akan bisa melihat wajah terlelap Lyra sedekat ini. Liam melipat bibirnya ke dalam, laki-laki itu menatap wajah Lyra cukup lama hingga akhirnya dia mendekat.

Cup..

Satu kecupan hangat hinggap di bibir ranum Lyra. Kecupan pertama yang pernah Liam berikan untuk seseorang.

1
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Alvivia
mulai meleleh
Alvivia
nina bobo...o..nina bobo..kalo kamu tidak bobo gue tabok
Alvivia
dulu om galak ..sekarang om baik
Alvivia
sabar om....
Alvivia
lanjutkan karya mu thor.....ceritanya bener2 menarik
Nini Munasari
bagus tulisannya rapi enk d baca
Nur HafniOctavia
keren
Nur HafniOctavia
Kecewa
Saeti Yayat
cerita yang mengangkan tapi lucu
Phoo
Mantan suami lyra aja belom dapet ganjaran. Eh udah slesae aja. Kenapa buru-buru banget sih thoor tamanya. Padahal baca dr awal udah menarik, eh kebelakang mengecewakan.
MiatY#penggemarnovel📚❤️📖
🌟🌟🌟
Nadi Rosmiaty Manaba
Buruk
Nadi Rosmiaty Manaba
Kecewa
Siti Sarifah
bagus critanyap
Siti Sarifah
bagus critanya
Inah Ilham
Luar biasa
Inah Ilham
bayi raksasa lagi tantrum 🤣🤣
Inah Ilham
akan kecil itu jujur om, belum bisa bohong 🤣🤣🤣
Vannya.bee@gmail.com Septiani.bee
akn jth cinta g ya Liamnya k Lyra?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!