NovelToon NovelToon
Aku Atau Dia Yang Pelakor

Aku Atau Dia Yang Pelakor

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:96.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mayraa Ibnurafa

“Aku atau dia yang pelakor!” Dia berteriak dengan kerasnya di pinggiran pantai berpasir putih.

Semuanya berawal dari ...

Isyana yang sudah bersuami tidak sengaja bertemu dengan Elvano yang saat itu juga memiliki seorang istri dan putra. Saat mengerjakan proyek bersama. Keduanya menjadi sangat dekat dan perlahan tumbuhlah perasaan cinta itu. Dengan penuh rasa bersalah kepada pasangan masing-masing, mereka menjalin hubungan terlarang itu. Tapi hubungan itu kandas, saat Isyana mulai sadar bahwa mereka tidak ditakdirkan bersatu.

Akan tetapi, disaat yang sama Isyana dan Elvano tidak sadar. Kalau Ikbal suami Isyana dan Nabila istri Elvano ternyata sudah menjalin hubungan lebih dulu dari mereka berdua. Bahkan Ikbal dan Nabila sampai melakukan hubungan intim di belakang mereka.

Kemudian beberapa bulan setelah Isyana dan Elvano berpisah. Isyana mengetahui bahwa Ikbal suaminya telah berselingkuh dengan wanita lain, yang ternyata adalah Nabila istri Elvano. Pria yang dia cintai...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 : Orang-orang bodoh!

“Ikbal?” Alis Elvano tertaut menatap sinis Ikbal yang duduk di hadapan Nabila. Ada perasaan aneh karena melihat Ikbal teman kuliah nya dulu bersama dengan Nabila.

“Mas Ikbal? Apa yang kalian lakukan disini? Bu Nabila saya tidak tahu kalau anda mengenal suami saya?” celetuk Isyana dengan wajah penuh tanya.

Elvano sangat terkejut matanya membulat tak percaya. Saat Isyana mengatakan bahwa Ikbal adalah suaminya.

“Sya, dia suamimu?”

Isyana menoleh menatap Elvano yang nampak terkejut. Dia mengangguk dan bertanya, “El, kamu juga mengenal Mas Ikbal?”

Elvano pun mengangguk. “Aku dan Ikbal satu fakultas sama dengan Nabila.”

“Astaga, ya tuhan takdir macam apa yang kamu berikan kepada kami ini? Bagaimana bisa ini terjadi,” batin Isyana.

Nabila menatap Ikbal dengan wajah panik.

“Bil, apa yang kamu lakukan disini? Bukan kah kamu bilang ada kerjaan disini?” Elvano berdalih menatap tajam Nabila.

“El, aku- aku memang ada kerjaan...” Nabila terbata-bata ketakutan menatap mata Elvano.

“Lalu apa yang kamu lakukan disini dengan dia?” ucap Elvano menatap tajam Ikbal. Pria itu malah tersenyum membalas tatapan Elvano. Membuatnya semakin kesal.

Ikbal pun berdiri di hadapan Elvano. “Apa kabar Elvano?”

Elvano memalingkan wajahnya tanpa menjabat tangan Ikbal.

“Tenang dulu, bro. Jangan kamu memarahi istrimu, dia disini memang ada pekerjaan. Model produk untuk perusahaan ku,” jelas Ikbal.

“I-iya El. Aku kerja sama dengan perusahaan Ikbal.” Nabila ikut menyahut. Wanita itu pun berdiri merangkul lengan Elvano.

Isyana melotot dan mendengus kesal saat melihat Nabila yang merangkul lengan Elvano.

“Benarkah? Kalau begitu kami boleh ikut makan malam dengan kalian kan...” Isyana langsung duduk di salah satu kursi.

Nabila berdecak dan sinis menatap Isyana yang tiba-tiba duduk ingin bergabung dengan mereka. nabila melotot menatap Ikbal. Sedangkan Ikbal hanya menggelengkan kepalanya.

“Kenapa? Apa kalian tidak bersedia kami ikut

 makan disini?” Elvano menatap tajam Nabila dan Ikbal.

“Tidak kok, El. Kamu boleh bergabung dengan kami. Lagi pula Ikbal dan aku sudah selesai membahas pekerjaan.” Nabila menarik Elvano untuk duduk di sebelahnya.

“Ya, benar sekali. Silahkan langsung pesan saja... pelayan tolong menunya,” ucap Ikbal seraya memanggil pelayan.

“Kamu mau pesan apa, Sayang?” ucap Ikbal pada Isyana.

Nabila melirik sinis. “Apa-apaan sih Ikbal manggil Isyana sayang di depanku!” batin Nabila kesal.

“Aku pesan--” Isyana terhenti.

“Tolong tambah dua pasta rumput lautnya...” ucap Elvano memotong perkataan Isyana.

Pelayan itu pun segera mencatatnya lalu pergi.

Ikbal dan Nabila menatap heran Elvano secara bersamaan. Begitu juga dengan Isyana yang tersenyum menatap Elvano yang juga menatapnya. Karena Elvano ternyata masih ingat makanan kesukaannya.

Isyana pun tersadar jika saat ini dia sedang bersama Ikbal dan Nabila. “Oh iya tadi aku sudah bilang ke Elvano, kalau mau makan pasta rumput laut.”

Nabila melirik tajam ke arah Elvano. Pria itu tidak terlalu memperdulikan Nabila, karena dia masih kesal terhadapnya. Sejak semalam saat Nabila pergi begitu saja.

Tidak lama kemudian makanan pun datang. Mereka menyantap makanan sambil membicarakan tentang pekerjaan Nabila. Elvano tidak henti-hentinya melemparkan pertanyaan-pertanyaan sinis nya.

“Lalu, bagaimana denganmu? Kenapa Isyana bisa bersamamu disini? Apa yang kalian lakukan?” Ikbal berbalik menanyakan alasan mereka datang ke bali.

“Tentu saja untuk pekerjaan, partner bisnis ku ingin bertemu dengan Isyana, dan kebetulan dia tinggal di Bali,” jawab Elvano dengan santai.

“Kenapa kamu nggak kabarin aku?” Ikbal menoleh menatap Isyana yang sedang menyuap pastanya ke mulut. Membuat wanita itu sampai tersedak-sedak.

Uhuk uhuk uhuk.

Ikbal meraih gelas jus yang ada di dekatnya. Akan tetapi tangan Elvano lebih cepat. Elvano dengan sigap meraih gelas berisi air putih lalu menyodorkan nya pada Isyana.

Lagi-lagi sikap Elvano yang begitu perhatian pada Isyana. Membuat Nabila dan Ikbal melongo dan bertanya-tanya.

Isyana juga ikut melongo, dia terdiam menatap Elvano dan gelas yang diberikan Elvano padanya. Lalu meneguk isinya sampai habis.

“Lebih baik minum air putih dari pada jus jika tersedak,” ucap Elvano seraya kembali menyantap makanan nya.

“Aku ke toilet dulu,” decak Nabila kesal seraya berdiri dan pergi.

“Aku juga ke toilet dulu ya, Sayang.” Ikbal ikut berdiri lalu pergi meninggalkan Isyana berdua dengan Elvano.

“El, aku juga mau ke toilet. Tunggu sebentar ya,” ucap Isyana, Elvano hanya mengangguk.

Di depan toilet. Isyana bersembunyi dari balik dinding. Seperti dugaannya, Nabila dan Ikbal pasti sedang bersama. Isyana mendekat diam-diam menguping percakapan Nabila dan juga Ikbal.

“Sayang, kamu jangan marah dong. Aku juga nggak tahu, kenapa Isyana dan Elvano bisa ada disini,” ucap Ikbal dengan lembut. Berusaha membujuk Nabila yang sedang kesal.

“Tau ah, aku kesal banget apalagi kamu panggil dia sayang!”

“Ya maaf, tapi mau bagaimana lagi dari pada kita ketahuan.”

“Aku yakin dari wajahnya yang sok polos itu, Isyana istri kamu itu! Dia pasti sengaja datang kesini bawa Elvano segala buat hancurkan liburan kita.” Nabila mendengus kesal.

“Sayang, itu nggak mungkin. Kalau Isyana sudah tahu tentang hubungan kita, tidak mungkin dia bisa setenang ini tanpa melabrak kita berdua,” ucap Ikbal dengan memegang tangan Nabila. Terus saja berdecak kesal.

Isyana yang mendengarnya malah tersenyum menyeringai. “Dasar orang-orang bodoh!”

Isyana pun berlalu pergi. Dia kembali ke meja makan menemui Elvano. “Maaf ya, agak lama.”

“Iya,” jawab Elvano.

“Ini, anting-anting istrimu. Tadi tidak sengaja terjatuh saat di toilet.” Isyana menaruh anting-anting di atas meja.

Elvano langsung meraihnya. Menatap anting-anting tersebut yang dia juga Ingat benar Nabila mempunyai anting-anting sama seperti itu. Dia pun menyimpan nya ke dalam saku.

Tidak lama setelah itu, Nabila pun kembali. Begitu juga dengan Ikbal beberapa saat setelah Nabila kembali dia datang.

Setelah selesai makan malam bersama. Mereka bersamaan berjalan keluar dari tempat itu.

“Oh iya Mas, hotel tempatmu menginap dimana?” tanya Isyana.

“Hah?” Ikbal tersentak kaget sontak menatap Nabila. “Di hotel Grand Tiga Mustika.”

“Kamu di hotel mana?” tanya Elvano pada Nabila.

“hmm, a-aku... aku belum memesan kamar hotel,” jawab Nabila gugup.

“Kalau begitu kamu tunggu disini dulu ya, sayang. Aku mau ambil mobil dulu di parkiran,” ucap Ikbal kepada Isyana seraya berlalu pergi.

“Aku juga, kamu tunggu disini Bil,” ucap Elvano sedikit ketus. Lalu dia mengikuti langkah Ikbal yang menuju parkiran.

Disaat kepergian kedua pria itu. Nabila langsung mendekati Isyana. Menatap nya tajam dari ujung kaki ke ujung rambut.

“Ada apa ya?” tanya Isyana dengan memasukan tangan nya kedalam saku.

“Sudah lama kamu kenal dengan Elvano?” tanya Nabila sinis.

“Tidak juga,” jawab Isyana santai sambil tersenyum.

“Terus, kenapa kamu manggil Elvano dengan nama depan nya saja ‘El’? Seolah-olah kalian sudah mengenal sangat dekat.”

Isyana pun terkekeh. Bersamaan saat itu mobil Ikbal berhenti tepat di depan nya. Begitu juga dengan mobil Elvano di belakangnya.

Isyana pun segera masuk ke dalam mobil Ikbal. Tersenyum pada Nabila tanpa menjawab pertanyaan wanita itu. Nabila jadi semakin kesal, dia menatap jengkel kepergian Ikbal dan Isyana.

“Apa yang kamu lihat? Cepat naik,” seru Elvano dari dalam mobil.

.

.

.

To be continued...

1
Elok Pratiwi
cerita tidak menarik
Elok Pratiwi
sangat tidak menarik tokoh utama wanita nya lemah hanya bisa menangis .. cerita yg sangat buruk
Cis Siu
uhuy
Ruth Khoiriyah
sama mbuletnya thor kenapa ceritanya mbulet
Ruth Khoiriyah
mbulet coba langsung ambil perusahaan nya aja biar tau rasa
Endang Supriati
oneng si isyana, lola lemot
Endang Supriati
ya iyalah ibunya berzinah, anak yg jadi korvan. adq hadisnya.
Wiwit
bingung dgn cerita isyana nya bodoh atw gmn ya
A Yes
❤️❤️❤️🌺🌺🌺🌺
A Yes
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
A Yes
ikuuuut💃💃💃💃😂😂😂😂😂✌️😅
YuWie
bunga untuk evan yg bisa teges...
YuWie
el gak peka..tio aja paham
YuWie
heran aku..gampang bgt diprovokasi. wong ya sdh tau sama2 janda dan duda dan ada anak. Isyana malah perasa bgt klo sama nino..
YuWie
duluuu disia2 elvanonya..sekarang kelimpungan sendiri nabila.
YuWie
ngonooo wae..nino ya gitu, dah pernah diabaikan ibunya jadinya skrg cari perhatian.
YuWie
hah
YuWie
ini baru laki2 hentelmen...gak dibalas cintanya mundur bukannya bikin hal yg licik2
YuWie
nahhh gitu...komunikasi tanpa emosi.
YuWie
buruk banget sih komunikasi el dan is.. padahal sdh sama2 pernah gagal tapi gak belajar dr kegagalan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!