Ketika seorang Sasha yang cantik dan juga populer di kalangan para cowok itu lebih milih menyamar jadi seorang cewek culun di sekolah barunya. Namun disana dirinya malah berurusan dengan dua cowok paling populer disana.
Mereka adalah Arga si cowok nakal tukang bikin onar dan Pra si cowok Cuek yang dingin. Keduanya berujung tau identitas asli Sasha sebagai cewek yang cantik jelita.
Yang membuat keduanya pada akhirnya malah jatuh cinta dengan Sasha.
Dan dari perkenalan dengan mereka berdualah itulah, Sasha akhirnya tau jika dirinya sebenarnya kehilangan sebagian ingatan nya dari masa lalu. Dan akhirnya Sasha sedikit mengingat sebuah fakta bahwa diantara kedua cowok idola itu ada satu yang pernah ia kenal di masa lalu. Namun sayang nya Sasha tak mengingat pasti, siapa cowok yang di maksud.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tomatoes Krystal Ice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Sebuah Alasan.
Kedua orang tua Sasha dan Pra mulai membicarakan tentang Rencana pentunangan antara kedua nya. Mereka sepakat, Rencana pertunangan akan di percepat. Yang Awal nya di rencanakan pada Bulan depan, di ubah menjadi di minggu depan. Dan kedua belah pihak juga setuju, jika mereka hanya akan mengundang Keluarga dekat saja.
Baik, Arga atau pun Pra tak ada yang berani menyela obrolan di antara kedua orang tua mereka. Mereka lebih banyak diam, dan hanya mengangguk sesekali untuk menyetujui ucapan mereka.
Namun ada satu obrolan, yang langsung menarik Sasha untuk berkomentar.
" Setelah tunangan, gimana kalau Sasha sama Pra satu rumah saja? Sasha, kamu setuju kan? " Ucap Mamah Livi yang dengan cepat di tolak oleh Sasha. Mana setuju dia dengan Ucapan ibunya itu.
" Gak !! Aku gak setuju. Aku gak mau kalau harus satu rumah sama dia. Ya meskipun udah tunangan, tapi bukan berarti harus satu rumah juga dong. Gak, pokok nya aku gak mau. " Tolak Sasha dengan tegas.
" Satu rumah bukan berarti satu kamar lho sya.. " Goda mamah Livi. Nyatanya dia tidak benar-benar menyarankan anak nya itu untuk bisa tinggal bersama dengan tunangan nya. Hal itu, dia ucapkan hanya untuk mengoda Sasha saja.
" Ah entah satu kamar atau satu rumah. Pokoknya aku gak mau !! Titik dan gak ada koma apalagi tanda tanya. " Kekeh Sasha. Yang otomatis malah membuat ibunya tertawa.
" Pra, gimana sama kamu? kamu setuju gak sama hal itu? " Mamah Livi beralih bertanya pada Pra yang dari tadi hanya diam saja.
Mendengar hal tersebut, Sasha langsung menatap Pra dengan Tatapan tajam. Gadis itu seakan memberikan Pra kode agar menolak saja. Sedangkan, Pra sendiri malah santai menanggapi Tatapan dari Sasha Dan juga pertanyaan dari Mamah Livi.
" Aku ikut kemauan Sasha aja. " Jawab Pra yang seketika membuat Sasha jauh merasa lebih lega.
Di lain sisi, Arga merasa mulai canggung, karna berada di antara mereka. Rasanya, dia merasa kurang nyaman berada dalam situasi saat ini. Ia pun hendak pergi, namun entah kenapa Sasha malah langsung menarik tangan kanan nya. Arga tentu kaget dengan hal tersebut.
" Eh, kamu pake jam tangan ini ya.. Jam ini kan.." Sasha menarik tangan Arga seraya meneliti Jam tangan yang tengah di pakai Arga.
Entah kenapa, Sasha merasa tak asing dengan jam tangan yang Arga pakai saat ini. Sedangkan semua orang tentu heran dengan sikap yang di tunjukan Sasha barusan. Termasuk Arga sendiri.
" Emang nya kenapa sama jam tangan ini? " Tanya Arga heran.
" Gak tau tapi... " Sasha tak yakin dengan jawaban nya. Dia lalu mencoba mengingat sesuatu, tapi yang ada dia malah merasa sakit di kepala nya. Rasa sakit itu malah semakin membuat nya kewalahan, dia sampai tak sadar sudah menabrak Arga.
" Sasha, lo kenapa? " Arga mulai khawatir dengan keadaan Sasha.
" Ah, kepala ku sakit.. " Rintih Sasha seraya memegangi kepala nya. Semakin lama, penglihatan nya semakin kabur. Hingga akhirnya, semua orang panik lantaran Sasha tak sadarkan diri. Gadis itu pingsan di pelukan Arga.
" Sasha, kamu kenapa sayang.. Sasha.. Bangun.. " Ucap Mamah Livi mulai panik. Dia terlihat menepuk-nepuk wajah anak gadis nya itu.
" Kita bawa Sasha kedalam aja. " Saran Mamah Audi yang langsung di setujui semua orang.
Pra juga kaget dengan hal tersebut, Dia lalu mengambil alih untuk mengendong Sasha. Ia pun membawa Sasha kedalam. Di ikuti oleh semua orang dari belakang.
Sasha di bawa ke kamar Pra untuk di baringkan di atas kasur milik Pra disana. Setelah itu Mamah Livi mencoba untuk memijat kepala Sasha dengan kayu putih.
" Apa perlu untuk menelpon dokter? " Tanya Papah Dimas. Dia juga khawatir dengan keadaan Sasha.
" Gak perlu, Sasha pasti baik-baik saja. Dia memang sering seperti
ini. " Ungkap Mamah Livi.
" Waktu itu di sekolah, Sasha juga pernah kayak gini. Itu semua kenapa ya tan? Apa Sasha punya penyakit tertentu? " Tanya Pra mulai penasaran.
Mamah Audi langsung menggelengkan kepala. Dia terlihat menarik napas berat.
" Sasha gak punya riwayat penyakit berat. Dia memang sering seperti itu, sejak kecelakaan di tiga tahun yang lalu. Waktu itu Kakak nya membawa Mobil dengan kecepatan tinggi, hingga mereka mengalami kecelakaan karna tak sengaja menabrak tiang listrik di jalan. Dan karna kecelakaan itu juga, Sasha sempat koma dan kehilangan sebagian ingatan nya di masa lalu. " Jelas Mamah Livi yang kemudian di mengerti oleh Arga dan Pra.
Pra jadi mengerti, kenapa Sasha sampai ketakutan saat dia bawa ngebut. Sedangkan Arga, mengerti kenapa Sasha tidak mengenali nya. Jadi itulah alasan nya.
" Dokter bilang, Sasha bisa saja mendapatkan sebagian ingatan nya yang hilang itu kembali. Tapi itu tidak bisa di paksakan. Dan saat Sasha memaksakan diri, dia jadi seperti ini. " Sambung Mamah Livi.
Mendengar penjelasan Mamah Livi, Arga jadi merasa sedikit bersalah. Dia memang sengaja memakai Jam tangan yang dulu pernah di berikan Sasha pada nya. Niat nya, hanya untuk mengenang saja. Lagi pula dia tak tahu soal kecelakaan yang pernah menimpa Sasha.
Pra lalu menarik Arga untuk pergi. Dia juga harus bicara dengan sahabat nya itu. Bagaimana pun juga, mereka masih punya urusan yang harus segera di selesaikan.
" Arga, tolong lo jujur sama gw. Lo sebener nya punya hubungan apa sama Sasha? Lo kenal sama dia secara pribadi? " Tanya Pra serius pada Arga.
" Jangan salah paham. Gw sama Sasha gak ada hubungan apa-apa. Tapi.. di masa lalu gw emang kenal sama dia. Tapi hal itu udah lama. Kejadian nya mungkin sebelum Sasha kecelakaan. " Jelas Arga.
" Sebagai apa lo kenal sama dia di masa lalu?, dan sedeket apa lo sama dia. " Pra kembali bertanya. Rasanya dia belum puas dengan penjelasan yang di berikan Arga padanya.
" Temen biasa kok. Gw gak pernah pacaran sama dia. Kita cuman kenal sebagai temen aja. Itu pun cuman sekilas, karna beberapa bulan kemudian setelah gw kenal sama dia. Dia malah ngilang entah kemana. " Arga mencoba meyakinkan Pra, bahwa dirinya dan Sasha memang tidak memiliki hubungan khusus di masa lalu.
Dan memang kenyataan nya begitu. Arga dan Sasha di masa lalu memang sempat dekat, tapi mereka tak sampai pacaran. Dan ada satu janji yang mereka buat. Jika mereka kembali bertemu di masa depan, Maka mereka akan saling membalas perasaan masing-masing.
Meski tak sempat pacaran, namun kedua nya. Mengungkapkan jika mereka saling suka satu sama lain. Hanya saja, karna Sasha waktu itu akan segera pindah. Dia jadi bersikap seakan menghilang begitu saja dari Arga.
Padahal faktanya, waktu Sasha hendak pindah. Dia malah terlibat kecelakaan. Yang membuat nya Koma dan kehilangan sebagian ingatan nya di masa lalu.
***
hanya saja alurnya jangan putar2 d tempat aja thor,, aku rasa itu salah satu penyebab pembaca berkurang loh,, aku sedikit bosan dg tingkah Sasha yg plin-plan dan ceritanya stak d tempat.. ceritanya terbantu karna Sasha cew yg ga bisa d tindas..
semoga othor bisa menerima sedikit kritikan dan saran akoh..
pokokny semngat truss berkarya jngan pantang menyerah,, 💪💪💪💪
kalo lu suka sama Sasha yg d masa lalu kan?? iyaa,, gua udah tau... ✌️✌️🫣🤭🤭
padahal mah udah baca duluan baru minta izin,, wkwkwkwk 🫣🫣🤣🤣
semngat berkarya jngan pantang menyerah bikin cerita yg bagus2 ya thor,, 💪💪💪💪💪💗💗
Saling dukung untuk krya2 nya thor
Jangan lupa mampir di karya aku juga